REVIEW The Lunch Gossip

Sebelum mengatakan hal buruk tentang orang lain, bercerminlah. Sebelum berpikir buruk tentang orang lain, jadilah dirinya. Jika pedang melukai tubuh, ada harapan akan sembuh. Jika lidah melukai hati, ke mana obat akan dicari. (hlm. 263)

XYLANA DEVI alias Xixi. Xylana lebih cocok di meja sekretaris senior. Setelannya licin plus super rapi. Nyaris tidak ada kerut sama sekali. Wajahnya jarang tersenyum karena senyumnya terlihat kaku. Mukanya kecil tirus dengan mulut yang terus terkatup. Segala di wajahnya serba tajam, lengkap dengan kacamata lonjong yang membuatnya semakin terlihat judes. Sebenarnya Xixi punya wajah cantik di balik penampilan ala sekretaris zaman baheula itu.

KEISHA. Mulutnya setajam pecahan beling. Kalau bicara suka nyelekit, kurang kontrol, meluncur terus seperti mobil yang remnya blong. Keisha tidak suka berbasa-basi yang baginya hanya membuang-buang waktu dan pikiran untuk mencari kalimat yang tidak penting.

KYNTHIA ARDHANI DIBRATA alias Tia. Perempuan yang sebenarnya sangat menarik dengan mata besar cemerlang tapi bersinar lembut, kulit kuning bersih tanpa jerawat atau beruntusan sedikit pun, dan rambut hitam lurusa yang cocok untuk iklan sampo. Sayangnya wajah menarik itu tidak ditunjang penampilan yang juga menarik. Raut wajahnya pun terlihat canggung, seperti orang yang salah kostum di sebuah pesta. Matanya tidak terlihat percaya diri.

VINKA. Manis, sedikit chubby, dengan senyum lebar dan rambut pendek seleher yang membuat pipinya semakin tampak menggemaskan. Vinka selalu siap menhyambut setiap ada anak baru di kantor.

ARIMBI. Orangnya kecil dan pemalu. Konon katanya sangat pintar dan berpengalaman, makanya dia masuk ke kantor tersebut dengan mudah.

Berapa banyak orang yang bisa menjalin persahabatan erat di tengah gunungan pekerjaan yang sering membuat mereka luar biasa sibuk sampai lembur-lembur? Berapa banyak orang yang malah bisa bersahabat di tengah suasana kerja yang kemopetitif? Ada juga orang malah sikut-sikutan.

Inilah persahabatan antara kelimanya yang punya latar belakang berbeda dan memiliki permasalahan masing-masing dalam hidupnya. Belum lagi kehidupan kantor yang buas, mereka harus bertahan atau terdepak begitu saja.

Ketika dibutuhkan, kantor bisa sangat murah hati, memberi mereka berbagai fasilitas lengkap. Ketika sudah tidak dibutuhkan lagi, mereka bisa didepak dengan mudah. Siapa yang membutuhkan siapa? Tanpa karyawan, kantor tidak bisa berjalan. Tapi kalau satu karyawan keluar, banyak di luar sana yang mengantre untuk menggantikannya. (hlm. 154)

Yup, buku ini memotret lima perempuan yang bekerja di kantor yang sama. Mereka bukanlah manusia yang sempurna. Setiap orang memiliki sisi baik dan sisi buruk. Mirip siapakah kita; Xixi yang perfect, Tia yang nggak peduli penampilan, Keisha yang ceplas-ceplos, Vinka yang super ramah atau seperti Arimbi yang polos nan lugu? Kalau saya sih hampir sebelas dua belas kayak Xixi; obsessive compulsive disorder x)

Banyak kalimat favorit dalam buku ini:

  1. Nggak mudah minta seseorang buat mengubah diri. (hlm. 71)
  2. Dunia ini memang penuh misteri. Beberapa misteri mudah dipecahkan. (hlm. 72)
  3. Cinta memang tidak bisa memilih. (hlm. 72)
  4. Karena dengan sabar kita selamat. (hlm. 110)
  5. Masih banyak cowok oke berstatus single di luar sana. (hlm. 135)
  6. Cinta memang harus diperjuangkan. (hlm. 142)
  7. Mending fokus melakukan segala sesuatu sebaik mungkin. (hlm. 163)
  8. Banyak hal yang tidak seperti kelihatannya. (hlm. 167)
  9. Orang memang selalu punya alasan untuk tidak menyukai orang lain. (hlm. 173)
  10. Ada sisi baik dan sisi buruk di setiap orang. Kita nggak bisa menghakimi orang semau kita. (hlm. 192)
  11. Orang bilang yang kekal di dunia ini hanyalah perubahan itu sendiri. (hlm. 214)
  12. Memang ada orang yang sukar berubah. (hlm. 233)
  13. Kita nggak berhak menghakimi sesama manusia. Kita juga nggak ada yang sempurna. (hlm. 235)
  14. Kenapa kita mesti melewati begitu banyak masalah sebelum akhirnya bisa merasakan kebahagiaan? (hlm. 251)
  15. Setiap perkawinan memang ada ujiannya. (hlm. 254)
  16. Nggak ada mimpi yang terlalu tinggi. (hlm. 259)
  17. Jika Tuhan saja bisa memaafkan, kenapa hanya manusia biasa tidak bisa? (hlm. 260)
  18. Hidup memang penuh kejutan. (hlm. 262)

Banyak juga selipan kalimat sindiran halusnya:

  1. Susahnya, kebanyakan orang Timur memang suka berbasa-basi. (hlm. 9)
  2. Buat apa berbohong walau berbohong putih sekalipun? (hlm. 9)
  3. Bukan kecepatan kerja yang penting di kantor, tapi penampilan. (hlm. 64)
  4. Kenapa kamu mengorbankan perasaan suka kamu sendiri karena alasan yang buat banyak orang kedengarannya nggak masuk akal? (hlm. 69)
  5. Nggak ada orang yang suka kalau dirinya disuruh berubah buat orang lain. (hlm. 71)
  6. Pikiran cowok sama cewek kan beda. (hlm. 77)
  7. Masak sih ditolak sekali langsung menyerah? (hlm. 94)
  8. Memangnya suka selingkuh atau nggak kelihatan ya dari muka? (hlm. 97)
  9. Kadang-kadang terlalu lugu itu menjengkelkan. (hlm. 98)
  10. Daripada ngurusin orang lain mending urus dirimu sendiri. (hlm. 131)
  11. Udah berapa juta cewek di dunia ini dibohongin cowok dengan alasan yang sama? (hlm. 140)
  12. Menjadi selingkuhan jelas bukan pilihan. (hlm. 141)
  13. Semangat kerja saja tidak pernah cukup untuk memberikan yang terbaik. (hlm. 149)
  14. Berkorban sebentar masak nggak mau. (hlm. 236)

Banyak tips kerja yang diselipkan dalam buku; halaman 101-102 tentang tips menulis CV, halaman 128 tentang tips trik memilih baju kerja, atau tips menjadi orang yang menyenangkan di kantor di halaman 195.

Ada banyak hal-hal lucu dan konyol di selipan novel ini. Misalnya di halaman 34, Xixi si perfect nguber-uber Mbak Anis sambil bawa gunting gegara Xixi gemas ama poni Mbak Anis dan berniat mau potong poninya. Halaman 23 ketika niat baik Xixi membereskan meja Keisha malah berbuntut emosi Keisha yang merasa mejanya diambil alih oleh Xixi yang dengan amat terpaksa memungut kembali kertas-kertas Keisha yang telah dibuangnya di kotak sampah. Di halaman 119 ketika Xixi ke tempat kerja yang niatnya mau modis dengan serba kuning malah jadi terlihat seperti salah satu personil Teletubbies dan bagi Keisha ini adalah fashion disaster. Pokoknya selalu ngakak kalau udah baca adegan Xixi yang perfect berseteru ama Keisha yang judes! X)

Suka banget metropop ini. Selain membahas tentang seputar bekerja di dunia kantor yang penuh liku juga tentang persahabatan. Di dunia ini kita tidak pernah tahu mana teman mana lawan. Teman bisa jadi lawan. Atau lawan justru bisa jadi teman. Hati-hati…

Keterangan Buku:

Judul                                     : The Lunch Gossip

Penulis                                 : Tria Barmawi

Penerbit                              : PT. Gramedia Pustaka Utama

Terbit                                    : 2007

Tebal                                     : November 2013

ISBN                                      : 978-979-22-7469-1

12 thoughts on “REVIEW The Lunch Gossip

  1. Pingback: Daftar Bacaan tahun 2015 | Luckty Si Pustakawin

  2. Pingback: Daftar Bacaan tahun 2015 | Luckty Si Pustakawin

  3. Aku suka banget sama quote yg kakak kutip di bagian paling atas, karena emang jaman skrg banyak org yg ngomong dulu baru dipikir, bukan sebaliknya.
    Ini tentang persahabatan? Aku yakin bakalan suka sama kisahnya, karena sahabat berarti penting dalam hidupku, jadi kisah persahabatan bakalan menarik perhatianku

  4. Kok judulnya lunch gosip?
    Mereka suka bergosipkah?
    Termasuk novel lama yaa tapi biasanya novel lama Bagus bagus kok
    Oiya di tiap review ka luckty ga pernah Kasih nilai ke bukunya berupa Bintang yaa??

  5. Sepertinya buku ini adalah curhatan tentang dunia kerja yang dibuat dalam bentuk buku. Karena tokoh utamanya para ladies, novel ini sangat cocok bagi yang mau menggali karakter perempuan yang bekerja sebagai karyawan nih. Hayo yang ceweknya karyawan…

  6. Seru dan rame punya sahabat kayak mereka berlima, kayak es campur. Meski begitu aku yakkin mereka itu saling perhatian dan sayang.

    Aku suka kalimat ini :
    Sebelum mengatakan hal buruk tentang orang lain, bercerminlah. Sebelum berpikir buruk tentang orang lain, jadilah dirinya. Jika pedang melukai tubuh, ada harapan akan sembuh. Jika lidah melukai hati, ke mana obat akan dicari. (hlm. 263)

    Lidah itu kan emang lebih tajem daripada pedang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s