REVIEW Between Shades of Gray

Jangan berikan apa-apa pada mereka, bahkan rasa takutmu. (hlm. 348)

Apa rasanya jika hidup terpisah dari ayahmu? Apa rasanya juga jika hidup dalam tekanan dan dikumpulkan dengan orang-orang senasib selama belasan tahun dan mendapat perlakuan tak berkeperimanusiaan yang tak menganggapmu mahluk hidup? Inilha hidup keluarga Vilkas yang terdiri dari Elena Vilkas, Lina Vilkas dan Jonas Vilkas. Bersama ribuan warga Lithuania, mereka digiring menuju tempat pendeportasian.  Di sinilah cerita dimulai…

“Berjanjilah, jika ada yang mencoba menolong,kalian akan mengabaikan mereka. Kita akan memecahkan sendiri masalah ini. Kita tidak boleh menyeret teman atau keluarga ke dalam kekacauan ini. Kalian mengerti? Bahkan, seandainya ada yang memanggil, kalian tidak boleh menjawab.” (hlm. 6)

“Kalian semua tetap harus bersama-sama. Aku tahu kau akan menjaga kakak perempuan dan ibumu dengan baik selama aku tidak ada.” (hlm. 49)

Beberapa kalimat favorit dalam buku ini:

  1. Kita membela apa yang benar, tanpa mengharapkan ucapan terima kasih atau hadiah. (hlm. 9)
  2. Kita mengenal diri kita sendiri. (hlm. 74)
  3. Lakukan saja sebisamu. (hlm. 161)
  4. Lelaki yang baik sering kali cenderung lebih praktis daripada tampan. (hlm. 177)
  5. Kita semua akan baik-baik saja. Kita tidak boleh kehilangan akal. Semuanya akan baik-baik saja. (hlm. 305)
  6. Apa yang kau lakukan? Teruslah berjalan atau kita tidak akan selesai hari ini. (hlm. 376)

Beberapa selipan sindiran halus dalam buku ini:

  1. Pernahkah kau bertanya-tanya berapa nilai nyawa manusia? (hlm. 28)
  2. Bagaimana bisa membela diri jika semua orang menciut ketakutan dan menolak untuk bicara? (hlm. 62)
  3. Membiasakan diri dengan apa? Perasaan marah tak terkendali? Atau, kesedihan yang begitu mendalam, seakan inti keberadaanmu telah dikeruk atau diserahkan kembali kepadamu dari sebuah ember kotor? (hlm. 80)
  4. Tidak ada gunanya bersikap malu-malu. (hlm. 107)
  5. Berhati-hatilah dengan semua yang kau tulis dan kau gambar. (hlm.127)
  6. Berhentilah menggosip dan mulailah bekerja. (hlm. 135)
  7. Rasa humor kita, mereka tidak bisa merampas itu dari kita, bukan? (hlm. 137)
  8. Berhati-hatilah tentang siapa yang kau tanyai. Kita tidak tahu siapa yang bisa kita percayai. (hlm. 163)
  9. Jika mereka kelaparan, bagaimana mungkin mereka punya kekuatan untuk mengubur kita hidup-hidup? (hlm. 171)

Lewat tokoh Elena, kita bisa melihat kegigihan seorang ibu yang selalu melindungi anak-anaknya. Di halaman 27-28, kita bisa melihat bagaimana Elena tidak memikirkan uang yang dimilikinya, segepok uang rubel dari saku, liontin batu ambar serta arloji saku demi nyawa anaknya, Jonas. Di halaman 87-88 kita bisa melihat bagaimana Elena tidak hanya mencintai anak-anaknya, tapi juga orang-orang sekitarnya yang kelaparan. Dia rela kehilangan banyak uang demi membelikan mereka semua makanan; permen, toffe, lolipop, licorice hitam, gundukan-gundukan permen karet, dan gula-gula sejenisnya. Mereka menyebutnya sebagai putri gerbong kereta api. Di halaman 316, kita juga bisa melihat bagaimana rasa cinta yang besar seorang ibu, Elena rela tidak makan demi perut anak-anaknya terus terisi demi kelangsungan hidup. Sementara dia sendiri semakin melemah.

Ehem, ada juga tokoh pustakawan di buku ini meski porsinya sedikit. Namanya Mrs. Rimas. Perempuan bertubuh gempal dan pendek ini baik hati. Perhatian terhadap orang-orang, terutama kepada anak-anak. Di halaman 41-42, dia membacakan dongeng dengan kisah-kisah fantastis untuk anak-anak selama mereka di gerbong. Dia jugalaha yang pertama kali mengetahui bakat luar biasa yang dimiliki Lina; menggambar.

Orang-orang yang diciduk ini sebagian justru orang-orang yang pintar. Mereka dianggap berbahaya oleh NKVD (agen rahasia Soviet). Bahkan diantaranya gemar membaca yang bisa kita lihat di halaman 85 & 127 ada buku The Pickwick Papers-nya Dickens, di halaman 253 juga kita temukan buku Dombey and Son-nya Dickens.

Lewat Lina dan karyanya berupa kertas-kertas bergambar ini yang nantinya akan menjadi kunci bagaimana representasi kehidupan mereka selama belasan tahun hidup terkungkung dan menderita di bawah tekanan NKVD.

Keterangan Buku:

Judul                                     : Between Shades of Gray

Penulis                                 : Ruta Sepetys

Penerjemah                       : Ingrid Nimpoeno

Penyunting                         : Rika Iffati Farihah

Penyelaras aksara            : Nunung Wiyati

Penata aksara                    : Abdul Wahab

Desain sampul                   : Fahmi Ilmansyah

Penerbit                              : Noura Books

Terbit                                    : Desember 2014

Tebal                                     : 385 hlm.

ISBN                                      : 978-602-1306-45-1

12 thoughts on “REVIEW Between Shades of Gray

  1. Pingback: Daftar Bacaan tahun 2015 | Luckty Si Pustakawin

  2. Aku sering ngeliat bukunya ada di rak beberapa toko buku yg aku kunjungi, cuma nggak tertarik buat ngambil dan baca sinopsisnya, tapi ternyata pas baca review kakak malah jadi pgn beli bukunya -_-

  3. kirain ini buku ada hubungannya sama fifty shades of grey. eh ternyata bukan ya?!
    soalnya agak gimana gitu kalo liat judul buku yang ada unsur grey ²nya😀 semacam ingat novelnya el james yang agak bikin trauma bacanya
    eh tapi between shades of grey ini kayaknya lebih bagus deh ceritanya. jadiim wishlist ah..

  4. Mungkin seperti film yang sering ditonton tentang orang-orang yang dideportasi, tapi menurutku itu sama saja diasingkan, dan hidup mereka jauh dari kata layak. Bagaimana rasanya menjadi manusia yang tak dianggap manusia? Benar-benar mimpi buruk. Aku pikir buku ini seru kalo dibikin film

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s