REVIEW Dangerously Perfect

dangerously perfect

Orang-orang akan memperlakukanmu sebagaimana kamu memperlakukan mereka. Kalau kamu mengkritik pedas seseorang di hadapan orang lain, jangan harap kamu akan aman dari keluhan dan kritik serupa. Kalau kamu merebut jatah pekerjaan orang lain, bersiap-siaplah untuk diperlakukan seperti itu juga. (hlm. 95)

Luluk tidak pernah mengerti seluk-beluk pekerjaan Sasa sebagai in-house-lawyer di perusahaan multinasional. Namun ia cukup paham bahwa kantor apa pun dan di mana pun tak pernah luput dari politik. Sering kali, kepandaian dan keuletan saja tak cukup untuk membuat seseorang bertahan di tempat kerja. Relasi dan diplomasi juga diperlukan. Tapi, semua orang pula mau berurusan atau mempelajari seni berdiplomasi dan menjaring relasi. Sebagian orang hanya sekadar ingin mencari nafkah sebisanya dan bekerja dalam kedamaian. Namun, sebagian lagi menjadikan kekuasaan dan posisi tinggi sebagai tujuan dan targetnya dalam bekerja.

Bagi Luluk sendiri, kekuasaan yang ingin ia capai hanya berupa kepemilikan sebuah informasi faktual dan kebebasan untuk mengemasnya dalam sebuah tulisan. Tantangan yang ingin ia lakukan adalah tenggat yang menyertai setiap penugasan. Ia mendapat kepuasan batin ketika rampung merangkai tulisan, sukses melewati proses penyuntingan, dan menyaksikan hasil kerja kerasnya tercetak sebagai sumber informasi bagi calon pembaca.

Berbeda dengan dinamika pekerjaan Sasa, berbeda pula makna kepuasa batin baginya. Kepuasan bekerja bagi Sasa adalah saat ia unggul dan menjadi lebih baik dari orang lain. Luluk tidak selalu setuju dengan cara Sasa menyelesaikan masalah. Namun, ia tidak menyangkal bahwa Sasa adalah wanita yang sangat kompeten dan bertanggung jawab terhadap pekerjaannya. Karena itulah, Luluk berusaha untuk tidak menghakimi sang istri.

Jakarta, dengan dunia bisnisnya, bisa kejam padamu. Dan, masing-masing orang punya cara dan suvival mode sendiri dalam menghadapinya.

Sebuah pernikahan bisa hidup dan menguat karena pasangan yang mengikat tali pernikahan itu nggak pernah lelah berusaha dan mencoba. Begitu kamu berhenti mencoba, itu suatu tanda bahaya berakhir. (hlm. 158)

Yup, Luluk dan Sasa ada sepasang suami istri. Punya sifat yang amat kontras. Sang istri yang ambisius dan selalu ingin sempurna, sedangkan si suami bersifat lebih sering mengalah dan menerima apa adanya. Percik-percik pernikahan mulai terjadi ketika benang merah merah pernikahan mereka mulai mengendur.

Banyak bertebaran kalimat favorit:

  1. Cari ilmu langsung di kerjaan, learning by doing, malah lebih tepat di sasaran. (hlm. 21)
  2. Kalau kamu udah kerja keras, kamu berhak untuk bersenang-senang. (hlm. 78)
  3. Kita nggak pernah tahu, orang mana yang kelak bisa membantu kita dan mana yang kelak bisa menghancurkan kita. (hlm. 97)
  4. Bila seorang wanita ditanya ketika mood-nya buruk dan nggak menjawab, mungkin artinya dia butuh ruang untuk sendiri dulu. (hlm. 96)
  5. Rasa benci bisa dengan mudah berbalik menjadi suka. (hlm. 114)
  6. Manusia hanya bisa meneriam sekian cobaa sampai dia memutuskan mencari jalan keluar darurat. (hlm. 201)
  7. Apa yang kamu tabur, itulah yang akan kamu tuai. (hlm. 257)

Banyak juga selipan sindiran halusnya:

  1. Jangan membandingkan istri dengan ibu. (hlm. 3)
  2. Perkara sarapan roti tiap hari tidak lagi jadi masalah saat kita mencintai seseorang. (hlm. 4)
  3. Orang yang berambisius, belum tentu berotak encer dan potensial. Kadang-kadang mereka hanya jago menjilat dan mahir memanipulasi saja. (hlm. 8)
  4. Bukannya udah biasa banget ya, kuliah sambil kerja? (hlm. 20)
  5. Jangan sampai gajimu habis untuk menambal kartu kredit saja. (hlm. 29)
  6. Tidak ada orang yang berambisi dan berharga diri tinggi rela dipermainkan. (hlm. 41)
  7. Apakah seorang jenderal harus menerima saran dari kopralnya? (hlm. 45)
  8. Pada satu titik, lo harus prioritasin keluarga juga. Umur kita kan nggak terlalu muda lagi. (hlm. 51)
  9. Jangan biarkan istrimu mendominasimu, mentang-mentang gajinya lebih gede! (hlm. 63)
  10. Kalau bisa cepat, kenapa harus dilama-lamain. (hlm. 76)
  11. Jangan kotori pikiran lo dengan prasangka yang nggak beralasan. (hlm. 111)
  12. Harus awas pada segala sesuatu. (hlm. 124)
  13. Perempuan normal mana yang tidak lebih memilih pria keren tapi dingin dibandingkan perempuan rese dan genit untuk berada dalam satu ruangan? (hlm. 181)
  14. Kalo lo suka ama cewek yang salah, ujung-ujungnya cuma sakit hati. (hlm. 235)

Ada, ada banget manusia seperti Sasa ini; ambisius, egois, pengen selalu sempurna, pokoknya pengen segalanya di atas orang lain. Pokoknya si penulis berhasil banget membuat saya gemas akan sosok Sasa ini, rasanya pengen kepruk! x)

Gimana nggak pengen kepruk manusia macam Sasa ini, bayangkan saja ia nggak cuma benci ama junior-juniornya karena mereka nggak boleh lebih menonjol kemampuannya daripada dia di kantor, cemburu ama teman suaminya di kantor, tapi yang paling parah adalah dia nggak mau disaingi ama mama mertuanya. Coba, sambal udang buatan mama Luluk dibuang semua ke kotak sampah, dan Sasa pun membuat sambal udang tandingan dan memaksa Luluk untuk menghabiskannya. Hastagah…mengerikan sekali manusia tipikal Sasa ini… >.

Ini adalah seri ketiga dari project Seven Deadly Sins dari GagasMedia. Sampai sejauh ini, saya meyukai ketiga-tiganya. Tiap buku punya takaran pas dalam mendeksripsikan si tokoh utamanya. Jadi nggak sabar nunggu terbitnya buku keempat nih!😉

Keterangan Buku:

Judul                     : Dangerously Perfect

Penulis                 : Shita Hapsari

Editor                    : Yooki & Yuke Ratna P.

Proofreader       : Mita M. Supardi

Penata letak       : Gita Ramayudha

Desain cover      : Levina Lesmana

Penerbit              : GagasMedia

Terbit                    : 2014

Tebal                     : 278 hlm.

ISBN                      : 979-780-743-6

Dapatkan buku ini di toko buku online Bukupedia

http://www.bukupedia.com/id/book/id-32-87113/novel-fiksi-cerpen/dangerously-perfect.html

11 thoughts on “REVIEW Dangerously Perfect

  1. Pingback: Daftar Bacaan tahun 2015 | Luckty Si Pustakawin

  2. Dua insan yg memiliki kepribadian berbeda namun dapat bersatu :v aku jadi ngebayangin gimana sabarnya si Luluk ngadepin si Sasa

  3. Dari 7 seri Seven Deadly Sins nya Gagas yang udah terbit 5 buku, aku baru punya yang ini. Huft.
    Baidewey aku kesel bgt sih sama tokoh Sasa. Terlalu perfeksionis tapi endingnya kusukaaa🙂

  4. Ou em ji, serem banget klo berhubungan sama orang seperti si sasa ini, apalagi yang jadi suaminya, itu hati si suami udah licin dan mengkilap karna keseringan di elus😀

    Orang yang ga pernah mau kalah dari orang lain dan pengen jadi yang nomer 1.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s