REVIEW Akulah Arjuna + GIVEAWAY

 akulah arjuna

Kalau cinta sudah memilihmu, ke mana pun kau menghindar, tak akan ada cukup tempat kau bersembunyi. (hlm. 59)

ARJUNA NARENDRA RUSLAN. Cakep, iya, seksi, apalagi, baik, jangan nanya, deh. Termasuk lajang berkualitas di kantornya. Bahkan perempuan-perempuan yang merupakan rekan kerjanya, sering curi-curi pandang kepadanya. Ada Dian, Aszumi dan juga Nina yang memang sudah ditaksirnya sejak lama. Bahkan Dian kerap membawa dobel bekal sarapan, yang satu siapa lagi kalau bukan untuk Juna, panggilannya. Juna bukan tidakmenyadari pesonanya itu yang mampu meluluhlantakkan hati perempuan-perempuan, bahkan Juna ini terkesan narsis karena menyadari segala kegantengannya itu. Gimana nggak narsis coba, dikit-dikit merasa dirinya ganteng, merasa dirinya banyak yang naksir. Bahkan OB di kantornya pun iri padanya. Kenapa iri? Karena dia disukai dua perempuan sekaligus x)

ANNAKARENINA PURBANINGRUM atau yang kerap disapa dengan panggilan Nina. Perempuan idaman Juna. Nyaris sempurna. Pokoknya Nina ini tipikal perempuan idaman para lelaki. Harusnya Juna lebih gencar merebut hati Nina, apalagi dia sudah punya modal yang cukup; cakep plus mapan.

AYANA. Gadis kinyis-kinyis. Umurnya aja masih 16 tahun. Sering wara-wiri di kantor Juna. Kenapa? Dia homescholling plus anaknya Bos Juna. Jadilah dia bebas keluar masuk kantor, termasuk urusan merepotkan Juna. Dan Juna pun lemah iman untuk menuruti kemauannya yang cocoknya sebagai adiknya ini. Kekanak-kanakan tapi sesungguhnya amat perhatian terhadap Juna.

Beberapa kalimat favorit dalam buku ini:

  1. Kita kan nggak bisa milih pada siapa kita jatuh cinta. (hlm. 6)
  2. Tuhan itu beserta orang yang sabar. (hlm. 44)
  3. Kadang kita itu sebagai manusia ngeliat semuanya, melihat segala sesuatunya hanya tampak luarnya saja. (hlm. 87)
  4. Orang kuat itu adalah orang yang bisa nahan diri saat marah. (hlm. 123)
  5. Tanya hatimu. Jangan ingkari apa yang dipilih hatimu. Bahkan orang buta pun bisa merasakannya. Kejarlah, mungkin kau akan lebih tenang. Dan jangan cari pelarian bodoh atau kamu akan menyesal pada akhirnya. (hlm. 240)
  6. Kesempatan tidak datang dua kali. Jangan sampai kamu menyesali sesuatu yang seharusnya tak perlu kau sesali. (hlm. 247)
  7. Laki-laki yang baik itu hanya untuk perempuan baik-baik. (hlm. 276)

Beberapa kalimat sindiran halus dalam buku ini:

  1. Makanya jaga tuh mulut. Katanya pinter tapi mulut udah kayak nggak sekolah. (hlm. 6)
  2. Gak baik juga tebar pesona di depan cewek-cewek yang naksir kamu dan cewek yang kamu taksir. (hlm. 12)
  3. Kan kamu laki-laki. Gak gentle amat, beresein begitu doang butuh bantuan. (hlm. 13)
  4. Tapi bukannya emang itu kerjaannya cewek, bergosip. (hlm. 19)
  5. Lah inilah susahnya cewek. Gak mau diem, mau juga diem. (hlm. 27)
  6. Makanya sering-sering bergaul sama anak muda. Jadinya kalau diajak ngobrol cepet nyambung. (hlm. 56)
  7. Bisa jadi sekarang ini senengnya sama si A tapi nanti berjodohnya sama si B. Atau ngarep banget buat berjodoh ama C tapi nanti dapetnya malah sama si D. Kalau usahanya nggak bener-bener dan serius bisa jadi itu yang sekarang di tangan ilang begitu saja. (hlm. 87)
  8. Beneran deh, hati kalau senang gak bisa diboongin. Orang sedunia mau ngomong apa juga, kagak ngaruh! (hlm. 117)
  9. Orang sok tau itu kebanyakan malah nggak tau apa-apa, lho. (hlm. 235)

Suka ama deskripsi para tokoh utamanya; Juna, Ayana dan Nina. Tokoh figurannya juga kuat, terutama Vio  dan Dave. Kisah mereka nggak kalah menarik dibandingkan para tokoh utamanya. Endingnya tak tertebak!😉

Novel ini ala-ala Harlequin karena mengandung ginko biloba, jadi cocoknya dibaca buat tujuh belas tahun ke atas, gyahahaha…😀

Keterangan Buku:

Judul                                     : Akulah Arjuna

Penulis                                 : Nima Mumtaz

Penerbit                              : PT Elex Media Komputindo

Terbit                                    : 2014

Tebal                                     : 445 hlm.

ISBN                                      : 978-602-02-4771-7

PicsArt_18_02_2015 9_09_29

MAU BUKU INI?!?

Simak syaratnya:

1. Peserta tinggal di Indonesia

2. Follow akun twitter @lucktygs dan @nima_saleem

. Jangan lupa share dengan hestek #GAAkulahArjuna dan mention via twitter.

3. Follow blog ini, bisa via wordpress atau email.

4. Jawab pertanyaan di kolom komentar di bawah, plus nama, akun twitter, dan kota tinggal. Pertanyaannya adalah jika dihadapkan pada dua pilihan; yang satu nyaris sempurna tapi berbohong atau kekanakan tapi jujur apa adanya, manakah yang akan dipilih sebagai pasangan hidup?😀 #PLAKK

5. Giveaway ini juga boleh di share via blog, facebook, dan sosmed lainnya. Jangan lupa sertakan hestek #GAAkulahArjuna yaaa… 😉

Event ini gak pake helikopter, eh Rafflecofter yang ribet itu. Jadi pemenang ditentukan dari segi jawabannya yaaa… ( ‘⌣’)人(‘⌣’ )

#GAAkulahArjuna ini berlangsung enam hari saja: 2-7 Maret 2015. Pemenang akan diumumkan tanggal 8 Maret 2015.

Akan ada SATU PEMENANG yang akan mendapatkan buku ini. Hadiah akan langsung dikirimkan oleh penulisnya! ;)

Silahkan tebar garam keberuntungan dan merapal jampi-jampi buntelan yaaa… ‎(ʃƪ´▽`) (´▽`ʃƪ)!

-@lucktygs-

41 thoughts on “REVIEW Akulah Arjuna + GIVEAWAY

  1. Nama: Ade Delina Putri
    Twitter: @adedelinaputri
    Kota: Bekasi

    Pilihan yang sebenarnya sulit buatku. Karena aku bukan tipe yang suka dengan pembohong dan kekanakan hiks. Tapi jika hanya itu maka aku pilih yang kedua, kekanakan tapi jujur apa adanya. Kenapa? Simpel, jujur itu selalu baik dan membaikkan. Soal kekanakan, in syaa Allah seiring waktu sifat itu bisa diubah🙂

  2. Yang kedua. Karena pada dasarnya proses pendewasaan laki-laki memang sedikit lebih lambat dari perempuan. Jadi untuk sifat kekanakan mungkin akan berubah seiring berjalannya waktu. Sedangkan menurutku berbohong merupakan kebiasaan, dan agak susah untuk mengubahnya. Jadi aku pilih yang jujur apa adanya (kedua)

  3. Nama: Nurul Hikmah Rahmat
    Akun Twitter: @Cho_NurulHR
    Kota Tinggal: Rantau, KalSel.

    Kalau menurutku sih mendingan dapat yg kekanakan tapi jujur apa adanya daripada yg nyaris sempurna tapi pembohong. Biarpun nyaris sempurna tapi kalaunya pembohong ya tetap sakitnya tuh disini #nepukindada# pas tahu dianya bohong. Saat menentukan pasangan hidup, kejujuran mrpkn salah satu modal utama. Kedepannya sebuah hubungan gak akan baik dan bakalan rapuh kalau sejak awal sudah ada unsur ketidak jujuran. Kalau yg jujur apa adanya sejak awal kan tahu dianya seperti apa. Insyaallah terhindar dari yg namanya sakit karena dibohongi.

  4. Nama : Mahmudatul Khasanah
    Twitter : @mahda_khasanah
    Tanah Grogot
    jika dihadapkan pada dua pilihan; yang satu nyaris sempurna tapi berbohong atau kekanakan tapi jujur apa adanya, manakah yang akan dipilih sebagai pasangan hidup?
    Berharapnya mendekati sempurna dan jujur, tapi sayang nggak ada di antara dua pilihan di atas. jadi opsi yg sy pilih kekanakan tapi jujur alasanya sederhana kita hidup di dunia nyata bukan dunia kebohongan. Tapi kan kekanakan, itu sifat sementara seseorang lambat laun pasti akan berubah sedikit demi sedikit. I think

  5. Nama : Linda Novianty
    Twitter : @cumee22
    Kota Tinggal : Bekasi

    pilih yang mana yaaa?
    Aku pilih yang……. Kedua aja deh. Simple sih alesan nya karena aku gak suka sama pembohong, karena menurutku kalo orang udah dicap sebagai pembohong, selama nya dia akan jadi pembohong, meskipun dia udah berubah jadi gak pembohong lagi, tetep aja gak akan ada orang yang percaya lagi sama dia karna dia udah “dicap” sebagai pembohong. Seorang pembohong juga bakalan susah buat ngilangin sifatnya itu. Butuh proses buat ngilangin nya? Percaya deh prosesnya pasti bakalan lamaaaaaaaaaa banget. Terus alesan aku pilih opsi yang kedua karna lucu aja kali ya kalo punya pasangan yg mempunyai sifat kekanakan, jadi berasa inget masa kecil dulu. Lagipula kalo sifat yang satunya kekanakan, yang satunya pasti bersikap dewasa. Jadi saling melengkapi gitu deh. Lagian sifat kekanakan itu pasti akan berubah kok suatu saat. Suatu saat nya kapan? Ya tunggu aja🙂 yang pasti gak selama proses-pembohong-yang-berubah-biar-gak-jadi-pembohong-lagi.

  6. Jiah @jiahjava Jepara

    pilih no 2. Kekanakan itu cocok buat cowok yg dingin kaya Juna. Dijamin hdpnya rame, penuh warna atas tingkah konyol dan kekanakan pasangan. Sifat macam itu kan jujur asalnya dari hati. Ngapain sempurna kalo itu hanya kebohongan semata?

  7. Humaira
    @RaaChoco
    Purwakarta

    jika dihadapkan pada dua pilihan; yang satu nyaris sempurna tapi berbohong atau kekanakan tapi jujur apa adanya, manakah yang akan dipilih sebagai pasangan hidup?.

    Dari kedua itu, lebih baik memilih kekanakan tapi jujur apa adanya. Karena berbohong adalah suatu sifat yang susah dihilangkan jika sudah pertama mencobanya, berbohong adalah suatu kebiasaan. Berbeda dengan kekanakan, meski terkadang sifat itu akan membuat kesal, tapi kekanakan itu sifat yang dapat diubah seiring bertambahnya usia, meski terkadang banyak orang yang sudah dewasa atau tua sekalipun masih memiliki sifat kekanakan.

    Jika mencari pasangan yang nyaris sempurna itu banyak, tapi yang sulit itu mencari pasangan yang jujur sama kita, sama hubungan kita. Karena jujur itu dasar dari terbentuknya suatu hubungan. Gimana mau bahagia klo ga jujur, walau terkadang jujur itu tak selalu membahagiakan, tapi itu jauh, jauh, jauh lebih baik.

  8. Nama : Resti Pratiwi
    Twitter : @tiwi_resti
    Kota : Lampung

    Jika aku dihadapkan pada kedua pilihan diatas, aku akan memilih opsi yg pertama, karena sebagai manusia biasa, siapa sih yg gak mau punya pasangan yg nyaris sempurna. Soal kebohongan, ahh… aku juga bukan orang yg jujur-jujur amat. Lagipula itu kan hanya ‘Jika’. Hehehe…

    Tapi kalau hal itu benar-benar terjadi di hidupku, aku pasti akan galau.

  9. Nama: Anastasya Sekartaji
    Twitter: @sekartajirolu
    Kota: Batang, Jateng

    kalau aku dihadapkan oleh pilihan diatas, aku pilih yg kedua. Walaupun kekanakan, tapi setidaknya dia jujur apa adanya, bukan ada apanya><. Sifat kenakan itu kan bisa hilang dengan sendirinya sesuai berjalannya waktu. Atau kita sendiri bisa sedikit demi sedikit merubah sifatnya yg kekanakan itu. Tapi aku yakin, dia pasti gak akan selalu jujur. Ada kalanya dia bohong ke aku. Yah mungkin itu adalah hal yg lumrah, karena setiap manusia pasti pernah bohong🙂 selagi bohongnya tidak terlalu sering dan langsung meminta maaf ketika dia bohong, mungkin masih bisa dimaafkan🙂

  10. Muhammad yuyud anizar
    @yuyud_22
    Tulungagung, Jatim

    Manakah yang akan dipilih dari kedua pilihan tersebut ? Lebih baik, eh bukan lebih baik sih harus malahan. MEmilih pilihan 2 yang jujur apa adanya walaupun kekanakan. Karena sempurna apapun pasanganmu tapi pandai, suka, dan mahir berbohong mungkin kita juga akan dibohongi dengan hal hal yang lain dan bahkan berselingkuh karena sebuah kesempurnaannya dia dapat mencari orang lain untuk berselingkuh. Selain itu, berbohong juga berdosa, akankah seorang imam dalam keluarga mengajarkan kebohongan dan membimbing masuk neraka ? Tentu tidak mau kan… Kalau sifat kekanakan, kan tidak berdosa kan hehe.. Sifat kekanakanpun juga dapat kita hilangkan dari pasangan kita dengan sebuah cinta kasih sebuah keluarga…

  11. Nama: khusnul khotimah
    twitter: @khsnl_flyers66
    kota: lumajang, jatim

    aku pilih yg kedua, pasti itu. soalnya jujur dan apa adanya itu sulit ditemukan di jaman sekang. meskipun kekanakan tpi itu kadang sangat dibutuhkan untuk menghibur diri. karna percayalah, bahwa disetiap hubungan itu dari sananya diciptakan untuk saling melengkapi, di saat pasangan kita kekanakan disitulah kita harus dewasa.

  12. Nama: rifki
    Twitter: @rifki_jampang
    Kota: Jakarta

    tidak ada manusia yang sempurna. begitu juga dengan pasangan hidup. namun ada syarat mutlak yang saya jadikan standar utama yang harus dimiliki oleh pasangan hidup saya. kejujuran. kejujuran menjadi salah satu faktor penguat sebuah hubungan, apalagi hubungan suami-istri. tanpa kejujuran, kebahagiaan akan menjauh. rumah tangga tak lagi teduh. karena sebuah kebohongan bisa meruntuhkan kepercayaan. sekecil apapun kebohongan itu. apalagi jika kebohongan sudah mendarah daging, maka tak ada lagi kebohongan yang kecil jika dilakukan berulang-ulang. sekali lancung ke ujian, seumur hidup orang tak percaya.

    jadi, jika dihadapkan pada dua pilihan; yang satu nyaris sempurna tapi berbohong atau kekanakan tapi jujur apa adanya, manakah yang akan dipilih sebagai pasangan hidup?

    saya pilih yang kedua. kehidupan dalam rumah tangga akan lebih mudah mendewasakan sifat kekanak-kanakan dibanding mengubah ketidakjujuran. jika dalam proses perkenalan saja sudah berbohong, apalagi nanti setelah berumah tangga.

    rumah tangga akan menjadi dunia baru. saya berpikir, seseorang dengan sifat kekanak-kanakannya akan cepat belajar dan menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi yang ada di dalam sebua rumah tangga. dan itu akan membuatnya menjadi dewasa. mungkin contoh sederhananya, ketika seorang perempuan tidak bisa memasak, maka ketika dirinya sudah menjadi seorang istri, dia akan belajar untuk memasak untuk menyenangkan hati suaminya. mungkin tidak setiap hari, tapi pada momen-momen tertentu dia akan melakukannya. itu mungkin salah satu contoh efek hidup berumah tangga yang mengubah sifat kekanak-kanakan menjadi dewasa.

  13. Nama: AnaNurulM
    Twitter: @anaanum19
    Kota tinggal: Jember, Jawa Timur

    Kalau saya pilih yang kekanakan tapi jujur daripada perfect tapi berbohong, karena kejujuran adalah pondasi dalam sebuah hubungan, darinyalah diperoleh sesuatu keterbukaan, sehingga suatu hubungan bisa benar-benar terjalin dengan baik, tanpa didasari sesuatu yang semu (didasari sesuatu yang bohong alias gak sebenarnya). Seorang yang perfect yang berbohong itu ibarat seorang yang membawa racun dan madu di kedua tangannya, kita tidak akan tahu mana yang akan diberikan pada kita, karena kita lagi-lagi tidak bisa menebak sesuatu yang ia tutupi dengan kebohongannya, dan hubungan yang didasari dengan kebohongan akan menjadi suatu yang rapuh, terlebih jika kebohongannya terbongkar. Jadi, jelaslah kekenakan tapi jujur jauh lebih baik daripada perfect tapi berbohong…

  14. Athi Suqya Rohmah
    @athi_suqya
    Kebumen, Jawa Tengah

    saya pilih yang pertama, yang katanya sempurna tapi berbohong. menurut saya, setiap perilaku yang kurang baik punya alasan sendiri. jika itu sudah watak, memang akan tidak mudah untuk mengubahnya. orang yang suka berbohong juga demikian, apa yang menyebabkan dia suka bohong? kita harus cari penyebabnya. barangkali ada trauma masa lalu yang menyebabkan dia kehilangan rasa percaya pada orang lain, sehingga ia membentengi dirinya dengan kebohongan. bisa juga karena ia takut disakiti jika mengatakan hal yang sebenarnya, maka ia berbohong. orang semacam itu perlu pertolongan. jika tak seorangpun mempercayainya, maka ia tak akan pernah jadi orang jujur. saya sangat yakin setiap orang punya dua sisi, hitam putih. tak ada orang yang hitam semua atau putih semua, orang yang suka berbohong juga seperti itu. ia pasti merasa tak tenang, maka di saat tak tenang itulah, ia butuh seseorang yang bisa mempercayainya. wallahu a’lam

  15. Yennesy Damayanti
    @chi_yennesy~Padang
    ikut lagi ya…
    Nyaris sempurna tapi berbohong atau kekanakan tapi jujur apa adanya??
    Satu kebohongan biasanya akan memicu kebohongan lain, yang lambat laun akan menciptakan bom waktu. Jikalau dia sempurna untuk apa ia berbohong, disanalah celanya.
    Satu hal yang tak bisa aku toleransi adalah ketidakjujuran. Lebih baik menjalani hidup apa adanya. Meskipun dengan dia yang kekanankan. Karena biasanya tiap manusia secara alamiah punya sisi kekanakan. Dan dengan waktu juga pengalaman akan mendewasakan seseorang. Pepatah mengatakan bahwa laki-laki itu layaknya bayi dalam tubuh dewasa, suka dimanja-manja. Orang yang kekanakan kadang lebih bisa menikmati hidup tanpa rasa cemas berlebihan ^^ #tebargaramkeberuntungan.

  16. Nama : Anis Antika
    Twitter : @AntikaAnis
    Kota Tinggal : Surabaya

    Duh, agak susah, nih, jawabnya. Aku tipe orang yang perfectionist. Jadi mengharapkan banget segala sesuatu yang sempurna. Tapi, kalau sempurnanya ada embel-embel pembohong dan bakal bikin akunya sering sakit hati, yang mendingan pilih yang kekanakan tapi jujur. Setidaknya, menjalani hidup dengannya akan terasa jauh lebih mudah dan membahagiakan. Nggak akan bikin makan hati. Karena aku menginginkan keterbukaan dalam sebuah hubungan, nggak mau ada yang ditutup-tutupi. Hal sekecil apa pun itu.

  17. Nama: Nailah Faridah
    Twitter: @Nailah_Faridah
    Kota: Bandung

    Sebenarnya pas dikasih pertanyaan itu repleks jawab yang nyaris sempurna walaupun dia bohong. tapi kalau dipikirin lagi buat apa dapat yang sempurna kalau berlandaskan dusta? ya jadi hakikatnya bagi saya, dia tidak sempurna karna bohong adalah hal yang paling saya benci. Ya jadi mending yang kekanakan tapi jujur, karna yang jujur gak bikin hati gondok, gak bikin galau walau kelakuannya agak kayak anak kecil. Walaupun sebenernya agak sangsi sama yang kekanakan, tapi ya mending yang bisa jujur daripada bohong, intinya sih itu. Nyaris sempurna ataupun tidak sempurna sama sekali itu bukan landasan saya dalam menerima seseorang *apaan sih.

  18. hidup memang adalah sebuah pilihan, suka atau tidak, mau atau tidak kita harus memilih. tentunya dalam menentukan suatu pilihan pasti ada beberapa opsi yang pasti setiap opsi atau pilihan tersebut memiliki konsekuensinya masing-masing. dalam menjawab pertanyaan ini saya akan memilih opsi yang kedua yaitu pasangan yang kekanakan tapi jujur. sebenarnya saya kurang suka dengan sifat kekanakan, terlebih jika sifat itu ada pada pasangan saya. tapi saya lebih tidak suka dengan semua hal yang berbau kebohongan. memang ada beberapa kebohongan bertujuan untuk kebaikan, tetapi kebohongan disini ditujukan untuk suatu yang nyaris dikatakan sempurna tetapi bukan sesuatu yang nyata dan hanya sebuah kebohongan. kejujuran lebih di atas segalanya. sifat kekanakan pun bisa diubah sedikit demi sedikit seiring berjalannya waktu. proses ini pula yang bisa menjadikan kita pribadi yang belajar untuk menncapai suatu kedewasaan dalam hidup secara bersama-sama. yakinlah hidup tanpa proses itu hasilnya kurang memuskan dan akan cepat menghilang. dengan proses itu dari sifat kekanakan akan mengubah kita dan pasangan menjadi pribadi yang dewasa untuk menjalani hidup nyaris sempurna bagi kita berdua.🙂

  19. nama: indria ningsih
    twitter: indyndy_purple
    tinggal: serang, banten
    hidup memang adalah sebuah pilihan, suka atau tidak, mau atau tidak kita harus memilih. tentunya dalam menentukan suatu pilihan pasti ada beberapa opsi yang pasti setiap opsi atau pilihan tersebut memiliki konsekuensinya masing-masing. dalam menjawab pertanyaan ini saya akan memilih opsi yang kedua yaitu pasangan yang kekanakan tapi jujur. sebenarnya saya kurang suka dengan sifat kekanakan, terlebih jika sifat itu ada pada pasangan saya. tapi saya lebih tidak suka dengan semua hal yang berbau kebohongan. memang ada beberapa kebohongan bertujuan untuk kebaikan, tetapi kebohongan disini ditujukan untuk suatu yang nyaris dikatakan sempurna tetapi bukan sesuatu yang nyata dan hanya sebuah kebohongan. kejujuran lebih di atas segalanya. sifat kekanakan pun bisa diubah sedikit demi sedikit seiring berjalannya waktu. proses ini pula yang bisa menjadikan kita pribadi yang belajar untuk menncapai suatu kedewasaan dalam hidup secara bersama-sama. yakinlah hidup tanpa proses itu hasilnya kurang memuskan dan akan cepat menghilang. dengan proses itu dari sifat kekanakan akan mengubah kita dan pasangan menjadi pribadi yang dewasa untuk menjalani hidup nyaris sempurna bagi kita berdua.#swingswing sambil ngomong depan kaca.:):D

  20. Nama : Arfina T. Dewi
    Twitter : @ipinkaramel
    Kota Serang

    aku pilih yang kekanakan dan jujur apa adanya. Pada umumnya (Ehemm), pria yang kekanakan itu lebih cenderung humoris dan pasti ngga bikin bosan, walaupun dia ngeselin tapi biasanya pria kekanakan itu ngangenin. Dia juga jujur apa adanya, walau jujur itu menyakitkan tapi dia berusaha nggak nutupin fakta. Hubungankan perlu dengan keterbukaan, ya jadi ya gitu, kejujuran sangat diperlukan dalam suatu hubungan (Sok diplomatis x_x). Jadi kalo saya pribadi, dengan sifat pria kekanakan dan jujur apa adanya, bakalan klop, eaa.

  21. Pilihan 1 : nyaris sempurna tapi berbohong
    Pilihan 2 : kekanakan tapi jujur apa adanya
    manakah yang akan dipilih sebagai pasangan hidup?
    Well, dalam mencari pasangan hidup, prinsip yang aku pegang adalah bahwa nobody’s perfect. Yup, tidak ada seorangpun didunia ini yang benar-benar sempurna. Mungkin hanya Tuhanlah yang benar-benar sempurna 100%. Orang yang nyaris sempurna pun nyatanya masih memiliki kekurangan, yaitu suka berbohong. Sehingga saat mencari pasangan hidup, menurutku bukan kesempurnaanlah yang perlu ditekankan, melainkan sebuah kejujuran. Kejujuran merupakan hal yang utama agar hubungan bisa terus bertahan awet dan langgeng.
    Berdasarkan hal tersebut, aku pun memilih pilihan yang kedua, yaitu pasangan yg sifatnya kekanakan, namun dia bisa jujur apa adanya. Aku tidak memilih pasangan yg sempurna karena sudut pandang setiap orang tentang sempurna itu berbeda-beda dan tidak ada yg sama. Ada yg menganggap seseorang sempurna jika ia tampan/cantik, sempurna jika pandai, sempurna karena ahli dalam bidang tertentu, dan yang lainnya. Sehingga sempurna menurut kita belum tentu sempurna menurut orang lain.
    Berbanding terbalik dengan sudut pandang orang mengenai kejujuran. Rasanya semua setuju dan memiliki satu pandangan tentang makna kejujuran, yaitu mengungkapkan secara gamblang apa yang diketahuinya dan tidak berbohong. Kejujuran juga merupakan kunci dari bertahannya sebuah hubungan. Jika belum apa-apa, pasangan kita sudah berbohong, bukan tidak mungkin kedepannya akan lebih banyak lagi kebohongan yang dilakukannya terhadap kita. Dan ini akan mengakibatkan runtuhnya kepercayaan terhadap pasangan kita tersebut. Dengan jujur, kita bisa mengetahui lebih baik mengenai sifat pasangan kita. Bagiku tidak masalah memiliki pasangan yg bersifat kekanak-kanakan. Bukankah dalam setiap kepribadian orang, selalu memiliki sifat kekanak-kanakan tsb? Meskipun mungkin kadarnya saja yg berbeda. Lagipula seiring dengan berjalannya waktu dan pengalaman, seseorang bisa semakin dewasa dalam sikap dan tingkah laku.

    Nama : Shiela Hartiningtyas
    Kota : Bandung
    Twitter : @ruth_shiela
    PS : garam keberuntungan sudah ditebar dan jampi-jampi buntelan jg sdh dirapal lho mba Luckty. Semoga aku bisa beruntung mendapatkan novel dari mba Nima ini.^o^

  22. Nama: Akhfhin Rahardhiyanto
    Akun twitter: @afingleek
    Link share: https://twitter.com/afingleek/status/573119466231345152
    Kota: Jakarta Selatan

    Jika dihadapkan pada dua pilihan; yang satu nyaris sempurna tapi berbohong atau kekanakan tapi jujur apa adanya, manakah yang akan dipilih sebagai pasangan hidup?

    Kekanakan tapi jujur apa adanya, karena menurutku dalam memilih pasangan kejujuran itu sangat vital, sekecil apapun sebuah kebohongan itu pasti akan menyakitkan untuk seseorang yang terbohongi. Apalagi disini untuk pasangan hidup, kalo misalnya dari awal aja udah berbohong bagaimana nantinya di jenjang berkeluarga tak menutup kemungkinan pasangan itu akan berbohong kepada kita. Aku percaya dalam mencari pasangan yang terpenting itu adalah menjadi diri sendiri (apa adanya) menjalin hubungan yang jujur dimana orang-orangnya saling menerima kelebihan dan kekurangan masing-masing. Untuk masalah kekanakan atau sifat yang lain yang kurang disukai itu masih bisa dirubah dengan tuntunan bersama-sama sebagai pasangan. Pokoknya yang terpenting adalah kejujuran, relationships are about trust.

  23. Nama : Warastri Rezka Hardini
    Akun twitter : @RezkaHardini
    Link share : https://twitter.com/RezkaHardini/status/573127408758308864
    Kota : Malang, Jawa Timur

    Jika dihadapkan pada dua pilihan; yang satu nyaris sempurna tapi berbohong atau kekanakan tapi jujur apa adanya, manakah yang akan dipilih sebagai pasangan hidup?

    saya akan memilih orang yang kekanakan tapi jujur apa adanya. Mengapa saya memilih itu? Karena sifat akan berkembang dan matang sesuai berjalannya waktu dan pengalaman hidup yang dilalui. Sifat jujur apa adanya adala sifat yang kian langka ditemui pada manusia zaman sekarang. Kejujuran adalah sebuah kunci utama dalam sebuah hubungan. Karena dari kejujuran timbulah kepercayaan dan kesetiaan. Sebuah hubungan, ikatan, tanpa adanya kejujuran hanya akan menyiksa mereka yang menjalaninya. Karena kejujuran dan keterbukaan membuat pasangan merasa dihargai kehadirannya. Tiadalah arti manusia yang nyaris sempurna baik fisik maupun materi yang dimilikinya jika ia hanya pembohong. Karena kebohongan hanya akan menyakiti pasangan dan membunuh perasaan yang tumbuh selama mereka bersama.🙂

  24. Nama : Jalaluddin Ibnu Muslich
    Akun twitter : @Jalaluddin_IM
    Kota tinggal : Surabaya

    Pertanyaan :
    jika dihadapkan pada dua pilihan; yang satu nyaris sempurna tapi berbohong atau kekanakan tapi jujur apa adanya, manakah yang akan dipilih sebagai pasangan hidup?

    Jawaban :
    Jelas, yang kedua. Prinsip hidupku dari dulu adalah jujur. Dan selalu mencoba untuk menerapkannya dalam kesehariannya. Jadi jelas, kan pasangan hidup kita adalah cermin diri kita, sehingga orang jujur pasti mencari kekasih yang jujur. Buat apa hidup lama dengan seseorang, tetapi kita selalu dibohongi (bahkan mungkin kesempurnaannya yang terlihat oleh kita itu hanya bohong belaka atau ternyata cintanya pada kita hanya bohong belaka). Kalau masalah kekanakan sih gampang, bisa diatur, bisa didewasakan dengan seiringnya waktu. Apalagi cewek kekanakan kelihatan imut kok.😀

  25. Nama : Rohani Arfah
    Akun Twitter: @Rohani Arfah
    Kota tinggal: Makassar

    Jika dihadapkan pada dua pilihan antara sosok yang nyaris sempurna tetapi suka berbohong atau kekanak-kanakan tetapi jujur apa adanya untuk di jadikan pasangan hidup kelak, maka saya memilih sosok yang kekanak-kanak an tetapi jujur apa adanya. Alasannya hubungan yang dilandasi dengan kebohongan tidak akan bertahan lama. Pada akhirnya segala kebohongan itu akan terbongkar dan tercium juga kebusukan nya. Jadi walau pun dia kekanak-kanakan tetapi sifat jujur dan apa adanya lah yang akan membuat ku mungkin jatuh cinta pada dia setiap hari nya. Dia akan bertingkah dan bersikap sebagai dirinya sendiri bukan orang lain, tidak menutupi kejelekan dirinya dan pasti dia akan sangat lucu.

  26. Nama : Anisa Febriandani
    Akun twitter : Anisafebrianda
    Kota tinggal : depok

    Yang akan saya pilih jadi pasangan hidup yaitu kekanakan tapi jujur apa adanya, karena untuk apa punya pasangan yang nyaris hampir sempurna namun sering dibohongi, untuk menjadi pasangan hidup yang insyaallah menemani sampai akhir hayat saya membutuhkan pasangan yang saling jujur karena hubungan yang dilandasi dengan kebohongan tidak akan bertahan lama.

  27. Nama : Rany Dwi Tanti
    Akun twitter : @Rany_Dwi004
    Kota tinggal : Tulungagung

    Jika dihadapkan pada dua pilihan; yang satu nyaris sempurna tapi berbohong atau kekanakan tapi jujur apa adanya, manakah yang akan dipilih sebagai pasangan hidup?

    Pilih yang kekanakan tapi jujur apa adanya. Karena menurutku iya kalau pasangan kita berbohongnya cuma sekali, kalau berulang kali dan nggak bisa berubah, kita yang akan kena dampaknya. Lagi pula sifat kekanakan bisa diubah seiring berjalannya suatu hubungan. Apalagi yang kekanakan tadi jujur apa adanya, di zaman sekarang susah banget cari yang jujur apa adanya. Jadi pilihanku ya yang kekanakan tapi jujur apa adanya.

  28. Mila Reski
    @mila_reski
    Makassar

    umm.. pastinya aku lebih pilih yang kekanakan tapi jujur. siapa sih yang mau hidup bareng sama orang yang hobinya berbohong. kesempurnaan fisik bagiku bukan segalanya. toh, fisiknya yang sempurna itu belum tentu bisa membuat kita nyaman hidup bareng dia. bisa saja dia menyalahgunakan kepercayaan yang kita kasih ke dia.

    kalo masalah yang kita pilih itu kekanakan yah bagiku ngga masalah. toh, kalo dia yang sifatnya kekanakan bisa diimbangi dengan sifat kita, fiaitu kita dituntut untuk jadi dewasa.. saling melengkapi aja sih kalo menurutku.. yang penting kejujuran yang paling utama.. akan jadi apa hubungan yang dilandasi dengan kebohongan (?)

  29. Rini Cipta Rahayu
    @rinicipta
    Karangasem, Bali

    “Jika dihadapkan pada dua pilihan; yang satu nyaris sempurna tapi berbohong atau kekanakan tapi jujur apa adanya, manakah yang akan dipilih sebagai pasangan hidup?”

    Saya lebih memilih kekanakan tapi jujur apa adanya. Bagi saya, nilai kesempurnaan akan jatuh seketika jika dia berbohong. Bukan nggak mungkin kan kalau dia juga akan berbohong terus menerus? Sekali berbohong dan mendapat manfaat yang dia inginkan, dia akan cenderung mengulanginya lagi.
    Kekanakan tapi jujur, ya disinilah peran pasangan untuk menjadi penyeimbang. Sambil memberikan pengertian tapi juga tetap mengingatkan tentang sikapnya itu. Jadi bisa sama-sama berubah. Soal kejujuran? Tentu saja, sangat penting dalam hubungan. Walaupun mungkin menyakitkan, tetapi kejujuran itu bisa memotivasi, merubah kita menjadi yang lebih baik lagi :))
    Trims mbak Luckty

  30. Nama: Insan Gumelar Ciptaning Gusti
    Akun twitter: @san_fairydevil
    Kota Tinggal: Jember, Jawa Timur
    Jawaban: Kekanakan tapi jujur apa adanya. Sebab, terkadang sifat seperti itu bisa menjadi obat kalau sedang stress. Masalah bisa hilang sejenak karena pikiran berganti ke tingkah pasangan hidup itu. Dan sikap kekanakan itu bisa berubah menjadi dewasa meskipun perlahan. Seperti anak kecil yang lama-lama juga menjadi orang besar.
    Tapi kalo berbohong, itu sulit untuk diubah. Untuk apa nyaris sempurna kalau hanya selalu dibohongi.😀

  31. Yang kedua. karena dimana-mana kejujuran paling dicari. Dan kebohongan sebisa mungkin dihindari. Sesempurna-sempurnanya orang kalo masuk kategori suka bohong, kesempurnaannya ga bakal dilihat lagi. *heuuu

  32. Nama: yeni indah kristanti
    Twitter: @sipud3
    Alamat: Jember
    Yang kedua. karena dimana-mana kejujuran paling dicari. Dan kebohongan sebisa mungkin dihindari. Sesempurna-sempurnanya orang kalo masuk kategori suka bohong, kesempurnaannya ga bakal dilihat lagi. *heuuu

  33. Nama: Ayuni Adesty
    Twitter: @ayuniadesty
    Kota: Klaten

    Pilih yang kedua. Jujur lebih utama, kalau dia pembohong maka nantinya rumah tangga nggak bakalan beres. Kebongan itu akan menimbulkan efek domino. Satu kebohongan akan merembet ke kebohongan yang lain.Nggak mau dong dibohongin?

    Trust is like a paper, once it’s crumbled it can’t be perfect

  34. nama : deasy tiara
    twitter :@ deasytiara1
    kota : jakarta
    Pertanyaannya adalah jika
    dihadapkan pada dua pilihan; yang satu
    nyaris sempurna tapi berbohong atau
    kekanakan tapi jujur apa adanya,
    manakah yang akan dipilih sebagai
    pasangan hidup?

    asek pertanyaan ttng pasangan hidup :3 #demen.bgt.dah.saya #nyengir cantik

    sebelum menjawab saya mau klarifikasi sikit ya…
    kalau dalam konteks pertanyaan ini kata sifat ‘berbohong’ krn hilaf dan dalam taraf perbuatan yg dilakukan bisa DIMAAFKAN saya teh masih mau menerima, ASAL ada rasa bersalah dan MAU juga KEIINGINAN KUAT utk BERUBAH menjadi pribadi yang lebih baik
    krn dalam hubungan dibutuhkan kepercayaan dalam membinanya
    (manusia tdk ada yg sempurna ya,selalu ada kesempatan ke-2!! Allah saja Maha Pemaaf,masa kita ciptaanNya gak bisa memaafkan? yak gak? #tsahh
    #just opinion ya :3
    BUT if “berbohong” ini sudah menjadi Karakter dan berbohong akan hal yg TIDAK bisa ditolerir!
    saya teh gak mau menerima org ini, makan hati makk…… saya gak kuatt…
    #lambaikan tangan ke kamera
    wkwkwk
    apelagi pembohong kek nina,jeh tak bejek” ni awewe,udah dapet cintanya juna malah ‘main’ serong ma laki lain
    jelas disini nina selaing berbohong akan hal yg sulit dimaafkan juga tidak setia dalam menjalin hubungan,seolah olah kepercayaan sama pasangan cuma sebatas tali beha #eh
    pokoknya kalau kasus kek cerita #akulahArjuna
    pasangan yg melakukan keberbohongan ini patut di putusin,ditinggalin,dicerein (?)
    #>_<

    intinya saya lebih suka pasangan yg kekanakan yg jujur
    aih masalah kekanakan mah bisa berubah seiring waktu dan perkembangan emosi seseorang…
    saudara saya saja sifatnya manja kekanakan bisa berubah keibuan dan dewasa kalau sudah punya anak!!!
    ininya saja sis
    saya coblos opsion ke 2

    kekananakan tetapi jujur
    yey! ^^
    #peluk akang juna *3*

    semoga dapet nopelnya kak@nima_saleem dari kakak cantik @lucktygs
    ^^ lope lope

    oh iya ini hesteknya #GAAakulaharjuna

  35. Nama : Christella Imanuellta (@ward_kns)
    Kota : Denpasar
    #GAAakulaharjuna @nima_saleem @lucktygs
    Aku pilih yang kedua , kekanak-kanakan tapi jujur. jawaban nii memang klasik, apalagi semua komemtar sebelumnya jawabannya sama kayak aku. yaah… sulit sebenernya buat milih. tapi aku ga suka orang yang bohong. Habisnya orang bohong selalu buat masalah di masa mendatang. memang orang jujur juga bikin masalah, tapi masalahnya cuma ada di depan, tapi paling ga masalahnya ga merembet sampai belakang. ituu bener kan?
    Yaapp itu keputusan terberat yang aku pilih *ga terberat juga siih* tapi buat pendamping hidup kan terberat….
    Jujur lebih baik daripada boong. Walaupun cowok charming tapi kalau bohong itu nyeseek…
    Tapi kalau kekanak-kanakan yaa kan masih bisa diubah *walau itu sulit skalii*

  36. Pingback: REVIEW Cinta Masa Lalu | Luckty Si Pustakawin

  37. Pingback: Daftar Bacaan tahun 2015 | Luckty Si Pustakawin

  38. Pingback: Daftar Bacaan tahun 2015 | Luckty Si Pustakawin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s