REVIEW Spooky Stories: Revenge

 revenge

Tuhan sangat baik dan sayang terhadap semua mahluk-Nya. Dia memiliki cara yang unik untuk mengajari mahluk-Nya tentang risalah kehidupan. (hlm. 5)

Adalah Prita, remaja yang sangat menginginkan modem. Sayang, orangtuanya tak pernah mengabulkan permintaannya itu. Hingga suatu hari dia menemukan modem berwarna hitam di kamar mandi. Awalnya dia pikir, orangtuanyalah yang memberikan modem itu dengan cara suprise. Tak disangka, di kamar mandi itulah Prita jatuh terpeleset. Kepalanya tebentur keras dinding bak mandi.

“Tak akan pernah ada satu pun modem atau jaringan internet di rumah ini. Sekolahmu bisa terganggu dengan tipu muslihat orang barat itu, Nak.” (hlm. 14)

Semenjak kejadian itu, hidup Prita mulai berubah. Apalagi sejak Prita mengunduh aplikasi Skype lewat modem hitam legam yang dia temukan tempo hari di kamar mandi. Ditambah lagi, lewat Skype, dia mendapatkan teror terus menerus.

Seseorang yang mengalami gangguan jiwa, bukan berarti dia gila. Bisa jadi karena jiwanya kosong yang perlu ditolong atau ada hal-hal yang membebani seseorang tersebut yang dipendam sendiri sampai tidak kuat menahan beban tersebut. Seperti itulah yang dialami Prita.

Di halaman 41-54 mengingatkan kasus seorang murid yang hampir mirip dengan kisah Prita. Kalo murid ini gegara pasca putus cinta, jiwanya sedikit goncang. Dan yang agak mengerikan adalah dia sering tiba-tiba keserupun, pas jam belajar pula #PotelPalaBarbie

Untung saja teman-temannya sayang dan perhatian padanya. Hampir setiap hari, dia pulang cepat, karena tiap kesurupan bikin riuh satu kelas. Sekitar ada sebulan lebih jiwanya tergoncang, bahkan orangtuanya pun hampir berinisiatif memindahkan sekolah anaknya itu. Konon, katanya di sekolah kerap ada ‘penampakan’ yang kerap mengganggu murid ini. Alhamdulillah, sekarang setelah hampir setahun, nggak pernah lagi keserupan. Makanya, masih muda jangan sering bengong atau melamun sendirian. Konon, orang yang jiwanya kosong gampang ‘diganggu’ x)

Bukunya menegangkan. Ilustrasinya juga bikin jantungan. Tidak dianjurkan membaca malam bagi yang penakut.

Pesan moral dari buku ini adalah jangan pernah memendam masalah sendirian. Membagi masalah dengan teman atau sahabat yang bisa dipercaya. Atau minimal bercerita pada orangtua. Pesan moral kedua adalah jangan sembarangan menggunakan barang yang tidak jelas siapa pemiliknya, bisa jadi mencelakakanmu.

Keterangan Buku:

Judul                                     : Spooky Stories: Revenge

Penulis                                 : Salsa Putri

Penyunting                         : Aan Wulandari

Penyelaras aksara            : Lian Kagura, Novia Fajriani

Penata aksara                    : Studio Kata

Perancang sampul           : Papersand Studio

Penggambar ilustrasi      : JJ Wind

Penerbit                              : Noura Books

Terbit                                    : Januari 2015

Tebal                                     : 148 hlm.

ISBN                                      : 978-602-1306-86-4

8 thoughts on “REVIEW Spooky Stories: Revenge

  1. Pingback: Daftar Bacaan tahun 2015 | Luckty Si Pustakawin

  2. Pesan moralnya bagus, bisa buat pelajaran yang diinget terus. Tapiiii, horrooorrrrr.

    Pertama baca cerita berbau horor itu cuma Gossebump, setelah kelas 1 SMA pertama kali kenal dan sering liat makhluk ‘dunia lain’ aku kabur dan angkat kaki dari buku-buku horor, juga bilang ‘terimakasih, emang situ oke. Yang ono lebih oke tuh, dadah babay😀’

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s