REVIEW Our Story

 our story

Jangan pikir lo bakal jadi apa, pikir lo mau jadi apa. (hlm. 121)

etelah mengetahui ibunya sekarat, Yasmine memutuskan untuk kembali ke Indonesia. Ayahnya setuju, dan segera mencarikan sekolah untuk Yasmine dengan meminta bantuan teman baiknya di Indonesia.

Sebenarnya Yasmine tidak mau pusing-pusing memikirkan sekolah, karena yang ia khawatirkan hanyalah kondisi ibunya. Yasmine tak henti-henti menyalahkan dirinya sendiri, yang dulu memilih pergi bersama ayahnya.

Harusnya ketika balik ke Indonesia, Yasmine bersekolah di SMA Bukti Bangsa. Ternyata sopir teman ayahnya malah salah mendaftarkannya ke SMA Budi Bangsa yang kondisinya amat menyedihkan. Di sinilah cerita Yasmine dimulai….

Banyak kalimat favorit dalam buku ini:

  1. Kita nggak bisa selalu bergantung pada orang lain. (hlm. 60)
  2. Kamu tidak bisa menyelamatkan orang yang tidak ingin diselamatkan. (hlm. 74)
  3. Jangan menyerah. Lo nggak boleh ambil jalan pintas dengan cara bunuh diri. (hlm. 76)
  4. Kalo lo emang ngerasa punya suatu bakat, lo harus kembangin itu. (hlm. 82)
  5. Apa yang kita lakukan sekarang menentukan masa depan kita nanti. (hlm. 82)
  6. Ternyata makan bersama orang lain itu menyenangkan. (hlm. 112)
  7. Selama kita berusaha kita pasti bisa, nggak peduli kita di sekolah internasional atau sekolah sampah. (hlm. 129)
  8. Lulus atau nggak, itu masalah nanti. Yang penting kita punya kemauan dan berusaha. (hlm. 170)
  9. Nggak ada yang nggak mungkin. Kita bisa kalau kita mau berusaha. (hlm. 175)
  10. Pasti berat banget kehilangan satu-satunya orang yang lo percaya. (hlm. 192)
  11. Kita semua bakal jadi dewasa. Kita harus berubah. Ke arah yang lebih baik. (hlm. 200)
  12. Masa depan itu milik mereka yang percaya akan keindahan mimpi mereka. (hlm. 205)

Banyak juga selipan sindiran halus dalam buku ini:

  1. Gue mau ngapain, itu bukan urusan lo. (hlm. 27)
  2. Masa cewek dikasih hadiah buku tulis, emang menang tujuh belasan! (hlm. 36)
  3. Sebenarnya lo nggak usah repot-repot balikin semua hadiah kalo lo nggak suka. (hlm. 57)
  4. Minta izin membuat eskul agar murid-murid bisa menyalurkan bakat dan minat mereka. (hlm. 73)
  5. Lo nggak mau cerita, itu hak lo. (hlm. 79)
  6. Mimpi itu nggak nyata. Kita hidup dalam kenyataan. (hlm. 82)
  7. Kalo lo nggak mau mati muda, jangan banyak tanya. (hlm. 91)
  8. Lo anak napi bukan berarti lo juga napi, kan? (hlm. 92)
  9. Kita belum dapet kepastian. Kita nggak boleh terbuai dengan desas-desus itu. (hlm. 120)
  10. Lo punya cita-cita, kan? Kenapa lo nggak berusaha meraih cita-cita lo? Kenapa lo pasrah sama apa yang ada di depan mata lo? (hlm. 122)
  11. Lo nggak pernah hidup miskin sih, jadi lo nggak tau rasanya. (hlm. 131)
  12. Ternyata, di dunia ini memang tidak ada laki-laki yang bisa dipercaya. (hlm. 142)
  13. Berani bisnis, harus berani rugi dong. (hlm. 152)
  14. Jangan sok mau menanggung hidup orang lain. (hlm. 155)
  15. Kecil-kecil aja udah berani pake narkoba. Mau jadi apa coba mereka? (hlm. 159)
  16. Nggak ada tempat buat pengkhianat kayak dia. (hlm. 161)

Kisah para tokoh ini mengingatkan akan murid-murid unyu di sekolah. Ada yang seperti Yasmine, Nino, bahkan seperti Sisca dan Mei juga ada. Bedanya nggak ada murid kayak Ferris :p

Perbandingan sekolah tempat saya dulu masa SMA dengan sekolah tempat kerja sekarang, bagaikan langit dan bumi. Bedanya jauh banget. Dulu aja pas tahu penerimaan pas penempatan di tempat kerja sekarang, rasanya mau nangis. Cuma inget pesan bapak, bekerja lebih berasa jika kita ditempatkan pada suatu tempat yang penuh tantangan. #PLAKK

Covernya merepresentasikan isinya; tumpukan buku menjelang UN karena para tokohnya ada murid kelas 3 SMA, tongkat bisbol yang menjadi sejata andalan Nino, serta seragam yang di atasnya ada beberapa alat make up yang merepresentasikan tokoh-tokoh seperti Sisca dan Mei.

Awalnya saya malas membaca buku ini. Pertama, jenis kertasnya buram. Kedua, jenis fontnya yang kecil-kecil dan jarak antar paragraf yang terlalu rapat. Tapi demi membaca nama penulisnya, menjadi jaminan buku ini bakal keren.

Ternyata setelah membacanya, langsung terbius dengan jalan ceritanya yang berisi sekolah buangan. Para tokohnya tidak sempurna. Masing-masing memiliki problem. Yup, remaja zaman sekarang rata-rata problemnya cukup berat, terutama di dominasi dari faktor keluarga. Banyak pesan moral yang di dapat dari buku ini lewat para tokohnya. Penulis membuat buku ini berawal dari bentuk keprihatinannya terhadap maraknya berita miris tentang remaja Indonesia. Berita mengenai bullying, narkoba, tawuran, seks bebas, pelacuran dan masih banyak lagi yang membuat orangtua mana pun akan merasa khawatir.

Khas Orizuka, mengangkat kisah remaja dan problematikanya. Dikemas gaya remaja dan banyak selipan pesan tanpa terkesan menggurui. Penulisnya berharap pembaca dapat mengambil sesuatu yang positif dari novel ini, dan meninggalkan yang negatif. Suka!!😉

Keterangan Buku:

Judul                                     : Our Story

Penulis                                 : Orizuka

Penyunting                         : Agatha Tristanti

Penata letak                       : Tedy Hanggara

Desain sampul                   : Tedy Hanggara

Foto                                       : Chusnul Khairudin

Penerbit                              : Autorized Books

Terbit                                    : 2014 (Cetakan Kelima)

Tebal                                     : 240 hlm.

ISBN                                      : 978-602-96894-1-9

17 thoughts on “REVIEW Our Story

  1. novel orizuka favoritku sekaligus yang pertama kubaca. ~>_<~
    awalnya cuma penasaran karena nama orizuka lagi booming. aku pilih novel ini karena tipis. malah nyesel karena jadi suka sama penulisnya.😀

    • aku juga suka tulisan-tulisannya Orizuka, mengangkat tema remaja tapi banyak pesan moralnya, termasuk buku ini…😉

  2. Aku juga sama novelnya kak ori yang ini❤ ceritanya bagus, pas baca juga jadi mikir sendiri ini apa beneran ada remaja yang kaya begitu (?) tapi sukaaa, kak ori selalu bisa mengaduk ngaduk pikiran pembaca dengan ending yang tak terduga hahaha

  3. Aku juga sukaaaa banget sama buku ini!😀 Soal kertas buram dan font kecil, sebanding sama harganya, Kak.🙂 Kalo aku sih lebih suka buku yang lebih murah tapi isinya mantap kayak buku ini.😀 Hihi.

  4. Pingback: Daftar Bacaan tahun 2015 | Luckty Si Pustakawin

  5. salah satu novel favorit karya kak orizuka! sama seperti mbak Luckty aku juga awalnya malas baca karena kertasnya buram tai aku coba lanjut baca karena ini karya kak orizuka. dan yap novel ini memang keren banget! banyak pesan moralnya juga

  6. Sama mba, aku juga baca buku ini pas tahun 2015 kemarin, tepatnya bulan Desember. Cerita Teenlitnya lumayan bagus, simple tapi mengena. Motivasinya ada, dan mengangkat masalah keluarganya juga ada. Lengkap deh pokoknya..!

  7. AKU SUKA YASMINE SAMA NINO YG WALAU BADUNG TAPI GEMESHIN
    Kisah sekolah buangan itu awalnya bikin aku kesel tp lama lama jd terharu:”)

    Btw aku kurang suka endingnya rada nyesk

  8. Pasti bagus nih cerita mengangkat tema remaja yg skrg ini jamannya kenakalan remaja, aku kayaknya hrus baca nih

  9. Kata-kata favoritnya bener-bener favorit. Penulis terinspirasi dari masalah yang sering terjadi di sekolah sekarang-sekarang ini dan jadi momok menakutkan untuk para orang tua, sebenernya bukan orang tua saja, penulisnya tentu saja dan para pembaca pastinya.

    Aku harus belajar dari ka Luckty nih, jangan menghakimi buku dari covernya aja juga tapi jangan menghakimi buku dari font-nya yang kecil-kecil dan rapat-rapat😀

    Tapi rasanya mata gampang cape, buku 250 halaman aja berasa jadi buku bantal kalo font-nya kecil dan rapet banget😥 X_X

  10. Lulus atau nggak, itu masalah nanti. Yang penting kita punya kemauan dan berusaha.
    .
    siiippp.
    .
    Tuhan tidak mewajibkan kita untuk sukses atau gagal, tapi Tuhan mewajibkan kita untuk Berusaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s