REVIEW Gloomy Gift

  gloomy gift

Bukankah selalu menyenangkan ketika kita bisa memberi pada orang lain? (hlm. 99)

KARA ARKANA. Pemilik gerai Glad to Gift ini merupakan lulusan jurusan Desain dari salah sau kampus ternama di Bandung, pernah bekerja di sebuah desain interior di sebuah perusahaan sebelum membuka usaha bisnisnya sendiri. Di gerainya, ia mengadakan acara rutin dwimingguan dengan mengundang para crafter profesional untuk memberikan workshop kerajinan. Gadis yang manja, rapuh, kekanakan, selalu memunculkan naluri ingin melindungi dalam diri Zeno. Meski setelah ia mendengar bagaimana perjuangan Kara mengatasi trauma masa kecilnya membuat Zeno tahu ada ketegaran sekeras karang dari gadis itu.

ZENO RAMAWIJAYA. Dia tipikal pria yang tidak banyak bicara dan terlihat judes kepada orang lain jika belum dikenalnya lebih dekat. Ditambah sikap tegas dan sorot mata yang selalu tampak mengintimidasi, sering membuat bawahannya di kantor merasa segan. Kesan itu pula yang Kara dapat saat mereka kali pertama bertemu. Tenang, kaku, dan bicara seperlunya. Akan tetapi, semakin lama mengenalnya, Kara juga tahu Zeno sosok penyayang keluarga, bisa tertawa lepas, bercanda, dan hangat kepada orang-orang terdekatnya. Kalaupun sifat galak Zeno muncul, itu hanya karena kekhawatiran dan ingin melindungi.

Siapa yang akan percaya dengan cerita sniper mengincar nyawa? Masyarakat umum hanya tahu eksistensi profesi tersebut cuma ada di novel dan film. (hlm. 98)

Ketika sepasang manusia melewati jenjang proses tunangan, konon katanya sudah terikat separuh dari proses pernikahan. Nah, konon juga di proses tunangan menuju pernikahan akan banyak hal-hala yang akan membuka masing-masing pasangan untuk melihat pasangannya yang tak jarang baru terbuka saat melewati proses ini. Saya punya temannya teman (jauh amat ya), setelah tunangan baru cerita jika dia adalah sopir taksi di Jakarta. Sebenarnya bukan masalah pekerjaannya. Tapi rasa dibohonginya itu. Bayangkan, mereka sudah pacaran selama dua tahun dan baru jujur setelah pertunangan terjadi. Begitu juga dengan sepupu, dua kali gagal tunangan gegara merasa nggak sreg dengan pasangannya setelah tunangan, dan akhirnya menikah malah tanpa proses tunangan.

Begitu juga dengan Kara. Hanya dalam kurun waktu setengah jam, dia baru tahu sisi lain Zeno, kekasihnya itu. Rahasia demi rahasia terkuak hingga Kara terjebak dalam pilihan; maju atau mundur. Siapa yang musti dipercayainya; kekasihnya yang telah dikenalnya setahun itu atau fakta yang dilihatnya langsung?

Konon, setiap anak perempuan selalu mencari sosok calon suami yang mirip ayahnya. (hlm. 95)

Setiap manusia memiliki masa lalu, pilihannya cuma dua; indah atau buruk. Kara memiliki masa lalu yang buruk ketika masih kecil, yang meninggalkan bekas luka dan rasa trauma mendalam yang kelak akan sedikit banyak akan mempengaruhi masa depannya. Mampukah dia menepis rasa trauma tersebut?

Banyak kalimat favorit dalam buku ini:

  1. Tetaplah peka dan janga lengah dalam situasi apa pun. (hlm. 126)
  2.  Tidak ada istilah mengganggu untuk keluarga. (hlm. 149)
  3. Kebahagiaan terdalam justru ketika kita bisa membahagiakan orang lain, bukan? (hlm. 190)
  4. Hati-hati dengan perasaan wanita jika menyangkut urusan rahasia. (hlm. 228)
  5. Jangan menyesali apa yang sudah terjadi, tapi syukuri apa yang pernah kita alami. (hlm. 242)
  6. Ada sisi kelam dan keras di dunia ini. (hlm. 250)
  7.  Tentu saja, tak ada seorang pun yang bisa mendapatkan semua hal yang kita inginkan di dunia ini. (hlm. 256)

Banyak juga selipan sindiran halus dalam buku ini:

  1. Cinta memang gila. (hlm. 5)
  2. Apa yang diharapkan dari peralatan dandan seorang pria lajang? (hlm. 40)
  3. Zaman sekarang masih diam-diam menyimpan foto seseorang yang dicintai di dompet? Basi! (hlm. 59)
  4. Siswa sekolah labil merupakan sasaran empuk penjualan obat-obatan pembawa nikmat sesat itu. (hlm. 63)
  5. Tidak cukup menarik perhatian reporter untuk mengalihkan berita suasan politik yang sedang memanas. Tidak terlalu sensasional untuk menjadikannya trending topic di social media. (hlm. 77)
  6. Kadang kala selembar foto bisa menjadi benda mengerikan, hanya karena kemampuannya menghadirkan sosok yang tiada menjadi ada. (hlm. 83)
  7. Mati di tangan kekasih sendiri sungguh hal mengerikan. (hlm. 86)
  8. Adakalanya semakin dewasa seseorang, hadiah yang dingiinkan hanya berupa barang mewah tanpa esensi. (hlm. 100)
  9. Cinta bisa membuatmu melakukan apa pun, termasuk melukai sosok yang kau cintai. (hlm. 129)
  10. Kebanyakan pria menganggap wanita hanya sebagai mahluk yang ditakdirkan untuk ditaklukkan, bukan untuk dilindungi. Materi sebanyak apa pun tidak akan memenuhi ‘rasa terlindungi’ yang wanita butuhkan. (hlm. 133)
  11. Jika masih rasional, itu bukan cinta. (hlm. 138)
  12. Cuma gadis bodoh yang bisa seenaknya tidur setelah nyawanya terancam dan punya pacar yang kemungkinan pembunuh. (hlm. 142)
  13. Bukankah menyedihkan ketika kamu menderita dan tidak tahu harus menyalahkan siapa? (hlm. 155)
  14. Cuma pengecut yang tidak berani menghadapi lawannya sendiri dan menggunakan perempuan sebagai sandera. (hlm. 215)
  15. Kendali pria atas wanita bukan terletak pada jabatan atau uang yang lebih besar. Tapi, pada bagaimana kemampuan si pria agar si wanita tidak bisa menyembunyikan apa pun darinya. (hlm. 253)
  16.  Hal yang paling menakutkan adalah kehilangan orang yang sangat kita cintai. (hlm. 254)
  17. Pengkhianatan terasa sangat menyakitkan karena datang dari orang yang sangat kita percaya. (hlm. 259)

Baca ini pas abis maghrib; ujan deras disertai petir menggelegar plus mati lampu pula. Cucok banget baca ini yang dipenuhi adegan tembak-tembakkan. Bayangkan, dari BAB pertama saja kita sudah dibawa goncangan berasa naik roller coaster. Begitu juga dengan BAB-BAB berikutnya yang selalu menyisakan ketegangan di tiap akhir BAB.

Banyak tokoh yang hadir dalam buku ini. Meski kesannya hanya numpang lewat, tapi peran para tokoh figuran ini memberikan kontribusi penting di antara hubungan Kara dan Zeno.

Ada Raymond si Pak Tua yang merupakan salah satu pelanggan di tokonya Kara, Garin ayahnya Zeno yang wibawa, Belinda ibunya Kara yang sigap dan bijaksana, ada Dhewa adiknya Zeno meski masih remaja tapi berpikir dewasa, Violet yang merupakan mahasiswa yang kuliah di pascasarjana di salah satu universitas negeri jurusan Ilmu Komputer, ada Lupus yang merupakan sahabat Zeno di masa kecil, kemudian ada Basri si tukang palak, tak lupa Bayu yang berprofesi sebagai tukang rujak yang lebih dikenal dengan nama Agus, dan juga si Furky si gadis unyu yang jenius. Sebenarnya masih ada beberapa tokoh lagi. Paling favorit ya si Furky ini. Dibandingkan dengan KARA yang manja dan terlalu cewek, saya lebih suka perempuan dengan tipikial Violet yang mandiri dan Furky yang unyu nan jenius. Cewek tipikal Kara sudah terlalu mainstream, tapi ya cowok kebanyakan lebih suka cewek kayak Kara yang selalu harus dilindungi para cowok😀 #eaaa

Pokoknya seru, ala-ala detektif gitu. Keren kayaknya kalo di filmin. Deskripsinya membawa pembaca berasa masuk ke adegan demi adegan. Bisa ngerasain gimana rasa kalutnya Kara ketika dibawa Zeno setelah pertunangan.

Terus, jadi pengen punya toko kayak Kara; unyu dan membahagiakan orang gitu. Meski novelnya banyak adegan menegangkan, banyak juga adegan mengharukan. Memang kisah hubungan orangtua dan anak selalu membekas di hati, seperti kisah Kara dan kenangan bersama ayahnya :’)

Keterangan Buku:

Judul                                     : Gloomy Gift

Penulis                                 : Rhein Fathia

Penyunting                         : Pratiwi Utami

Perancang sampul           : Septi Ws

Penata aksara                    : gabriel_sih

Foto sampul                       : iStock

Penerbit                              : Bentang

Terbit                                    : 2015-03-10

Tebal                                     : 284 hlm.

ISBN                                      : 978-602-291-089-3

Ehem, kalo di film, REZA PAHLEVI cocok jadi ZENO RAMAWIJAYA; keras, tegas, tatapan matanya bikin meleleh. Pokoknya cowok banget!!😀

gloomy gift 1

Gloomy Gift Trailer:

Dapatkan buku ini di toko buku online Bukupedia

http://www.bukupedia.com/id/book/id-32-89590/novel-fiksi-cerpen/gloomy-gift.html

23 thoughts on “REVIEW Gloomy Gift

  1. Aku jadi pengen punya buku Rhein karena novel sebelumnya Coup(L)ove bagus, Tapi novel kali ini kayaknya ada unsur actionnya ya, trus agak dark gitu. Ada pembunuhnya segalaaa =))

    Menurut mba bagusan mana GG sama C?

  2. Yah yah yah, akhirnya mbak luckty nge-review juga buku ini, buku yg ditunggu-tunggu. Baru baca ini aja udah berasa lagi nonton film di bioskop, apalagi klo bacanya. Setuju banget klo sampe bisa diangkat jadi sebuah film, wah pasti seru. Ditambah genre film yg kebanyakan aku tonton ya yg kyk gini, cuma yg dari luar mulu, memacu adrenalin. Saya suka, saya suka😀😀

  3. Cover-nya aduhaaaaai gue banget ini. Hahaha. Rapi tapi bernyali gara-gara sambil pegang pistol gituh. Sexy!😛
    Apesnya aku belum pernah baca bukunya Rhein Fathia nih.😥 Sekalinya kenal sama bukunya ya yang ini, karena sering wara wiri di timeline dan nampaknya memang laku keras karena romance-action nya itu yang nggak biasa. Jarang-jarang juga kan penulis lokal ada yang nulis kayak beginian ide ceritanya.😀
    Aku ngintip review di blog yg lain, ada yang nggak puas sama ending-nya karena nasib si Kara jadi nggak jelas. Tapi aku nggak tahu nasibnya itu gimana, nggak disebutinnya. Apa bener ending-nya ngegantung ya?😦

    • Gyahahaha..reviewnya aja ini udah panjang banget, kalo ditambahin cast para pemerannya bisa nambah panjang reviewnya… etapi bisa juga tuh dibuat postingan tersendiri😉

  4. Pingback: Daftar Bacaan tahun 2015 | Luckty Si Pustakawin

  5. Pingback: [BLOGTOUR] REVIEW Mission D’Amour + GIVEAWAY | Luckty Si Pustakawin

  6. Wahh keren nih kayaknya bukunya, aku jadi penasaran rahasia Zeno apa yg ditemukan sama si Kara, trs penasaran apa Kara akan tetap maju atau mundur

  7. Kak Luckty akhirnya aku punya buku ini, wah senengnya🙂 meski baru 6 bulan setelah komentar pertama aku di atas baru punya, tapi puassss bangettt. Aku deg-degan abis, apalagi pas adegan di stasiun mendekati ending ka. Terus endingnya ka😥 #eitss takut spoiler, tapi jangan terpengaruh sama emot yg aku cantumin, menjebak😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s