REVIEW Eleanor and Park

 eleanor & park

Belajar menyetir mesin otomatis itu seperti belajar bagaimana dekat dengan pacar. (hlm. 183)

Bagi Park, memegang tangan Eleanor seperti memegang kupu-kupu. Atau denyut jantung. Seperti memegang sesuatu yang lengkap, dan benar-benar hidup. Park sudah pernah berpegangan tangan dengan gadis-gadis sebelumnya. Gadis-gadis di Skateland. Dan sebelum-sebelumnya, dia baik-baik saja. Dia hanya tidak mengenali gadis itu. Sama seperti drive komputer yang akan mengeluarkan sebuah disk jika komputer itu tidak mengenali formatnya. Ketika dia menyentuh tangan Eleanor, dia mengenalinya. Dia tahu.

“Aku tidak menyukaimu, Park. Aku kira….aku hidup untukmu. Aku bahkan tidak bisa bernapas ketika kita tidak bersama. Yang sama artinya, ketika kita baru bertemu Senin pagi nanti, terasa seperti enam puluh jam tidak bernapas. Mungkin itulah caraku yang begitu suka marah, mengapa aku membentakmu. Semua yang aku lakukan saat kita bersama adalah panik. Karena setiap detiknya terasa begitu penting. Dan karena aku tidak sanggup mengendalikan diri, aku tidak bisa mencegahnya. Bahkan aku bukan diriku lagi, aku adalah milikmu, dan apa jadinya kalau kau memutuskan bahwa kau tidak menginginkanku? Bagaimana kau bisa menginginkanku seperti aku menginginkanmu?” (hlm. 143)

Ketika orangtua Eleanor belum bercerai, selalu saja ada banyak orang disekitar mereka. Selalu ada pesta. Laki-laki dalam rambut yang panjang. Wanita dalam gaun yang panjang. Gelas anggur merah di mana-mana. Bahkan setelah ayahnya meninggalkan mereka, masih ada beberapa wanita. Para ibu tunggal yang membawa anak-anak mereka ke rumah. Mereka akan duduk sampai malam mengobrol dengan berbisik-bisik tentang mantan suami mereka dan berspekulasi tentang pacar baru mereka.

“Ayahmu adalah sepotong pekerjaan. Setiap saat, dia menghancurkan hatimu. Dan setiap saat itu pula, dia berharap aku membereskan potongan-potongan itu.” (hlm. 109)

Sangat sulit bagi Eleanor tumbuh normal seperti remaja lainnya yang tahunya hanya bersenang-senang. Masalah keluarga adalah utamanya. Memang berat bagi seorang remaja yang mengalami broken home. Orangtuanya bercerai, dan keduanya menikahi pasangan masing-masing. Mereka lupa anak-anaklah yang akan menanggung beban lahir dan batin. Seperti itulah yang dialami Eleanor. Belum lagi ditambah harus beradaptasi dengan orangtua baru, orang yang asing dalam hidupmu dan harus satu atap dengannya. Itu tidak mudah. Bisa merasakan pilunya kehidupan Eleanor, saya pun pernah mengalaminya, tapi tak separah yang diderita Eleanor.

Tidak hanya itu, Eleanor juga mengalami masalah pergaulan. Tubuhnya yang tambun, mengakibatkan dirinya kerap diejek teman-teman sebayanya. Jahat sekali apa yang dilakukan Tina terhadap Eleanor, lihat saja di halaman 6, 24, dan 66. Arggghhh…pengen kepruk Tina ini x)

Karena keadaan ekonomi keluarganya yang carut marut, Eleanor kerap memaki baju seadanya dan terkesan semrawut. Bahkan di awal-awal perjumpaan mereka, Park kerap gemas dengan penampilan Eleanor yang terkesan kena serangan fashion disaster ini. Cek di halaman 5, 25. 33, dan 37 #PukPukEleanor

Beberapa kalimat favorit dalam buku ini:

  1. Jangan khawatir. Kita semua hanya perlu beradaptasi kembali. (hlm. 15)
  2. Otakakan selalu mencintai puisi. Puisi adalah sesuatu yang melekat. (hlm. 21)
  3. Tidak setiap orang memiliki kehidupan sepertimu. (hlm. 139)

Lumayan banyak selipan sindiran halusnya:

  1. Kau merasa tidak enak karena kau melakukan sesuatu yang baik sementara yang lain hanya menonton? (hlm. 11)
  2. Rasanya salah untuk duduk di samping seseorang setiap hari dan tidak berbicara dengannya. (hlm. 24)
  3. Jangan makan sambil bicara. (hlm. 25)
  4. Jika kau tidak ingin orang lain melihatmu, maka jangan memakai umpan pancing di atas rambutmu. (hlm. 33)
  5. Selalu ada anak laki-laki yang jahat –dan selalu ada anak-anak perempuan yang jahat-. (hlm. 113)
  6. Jangan pernah memercayai seorang laki-laki. (hlm. 265)
  7. Ada hal-hal lebih buruk daripada sifat egois. (hlm. 266)
  8. Tak ada sejarah percintaan yang rumit. (hlm. 305)
  9. Ada dua jenis perempuan; yang pintar dan yang disukai laki-laki. (hlm. 341)

Ehem, ada adegan di perpustakaan di halaman 31. Penulisnya terlihat kaya sekali pengetahuannya akan dunia buku dan film. Banyak judul buku bertebaran di halaman 18, 27, 34, 44, 47, 183, 185, dan 259. Begitu juga dengan judul film yang banyak bertebaran di halaman 4, 21, 26, 32, 34, 48, 73, 89, 132, 185, 212 dan 359.

Sebenarnya udah lama nyidam buku ini, tapi nyarinya susah. Bahkan beberapa online bookshop juga stoknya kosong untuk buku ini. Barulah saat buku kedua dari penulisnya diterjemahkan oleh penerbit yang berbeda, stok buku ini pun ikut muncul. Dan langsung beli. Belum sempat baca udah dipinjam teman, alhasil baru meluangkan waktu untuk membacanya sekarang. Pokoknya kudu baca buku ini. errrr…endingnya ngangetin, tak terduga!! :’)

Keterangan Buku:

Judul                                     : Eleanor & Park

Penulis                                 : Rainbow Rowell

Penerjemah                       : Sofi Damayanti

Editor                                    : Maya Lestari

Design cover                      : Expert Toha

Setter layout                      : Emil Salim

Penerbit                              : Phoenix – PT. Ufuk Publishing House

Terbit                                    : November 2013

Tebal                                     : 422 hlm.

ISBN                                      : 978 602 7689 49 7

13 thoughts on “REVIEW Eleanor and Park

  1. Pingback: Daftar Bacaan tahun 2015 | Luckty Si Pustakawin

  2. Aku tertarik sama buku ini sejak banyak yg udh baca dan pas baca reviewnya di goodreads, aku jatuh cinta. Cuma di gramed harganya mahal, 99.900 kalau nggak salah, cuma covernya nggak sama kayak punya kakak, covernya biru gelap mengkilap gitu. Aku yg mau beli jadi mikir2 lagi.

  3. Ka Luckty udah baca yang terbitan spring?

    Kata banyak review-er yang blognya aku kunjungin, eleanor and park yang ka Luckty rivew ini itu terjemahan dan cover bukunya kurang.

    Rainbow rowwel ga ada abisnya ya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s