REVIEW Catatan Akhir Kuliah

 catatan akhir kuliah

Skripsi sama seperti kehidupan karena hidup penuh misteri yang masih perlu diteliti. Di kuliah kita belajar untuk diuji, di kehidupan kita diuji agar belajar. (hlm. 234)

Ada tiga pertanyaan yang membuat mahasiswa tingkat akhir menjadi sangat murka, yaitu:

  1. Kapan lulus?
  2. Kapan punya pacar?
  3. Setelah lulus mau kerja apa?

Dan mahasiswa tingkat akhir yang sedang menjalani masa kritis dan krisis saat menjalani skripsi biasanya ada beberapa sebab; tema yang menjadi objek penelitian memang berat, dosen pembing yang susah dan belum mau lulus cepat. Saya mengalami ketiganya; mengambil tema paling anti mainstream dan menjadi rekor di Jurusan Ilmu Perpustakaan yang mengambil objek buku dan film sekaligus, dua dosen pembimbing yang super; satu ilmunya tinggi jadi tiap bimbingan biasanya saya belajar dulu karena tak jarang kita akan ditanya tentang sebuah teori kemudian ditanya juga teori tersebut diambil dari judul buku apa bahkan halaman berapa. Dosen pembimbing kedua; waktu itu lagi bolak-balik Prancis, dan alhamdulillah beliau hamil jadi menunda beberapa bulan untuk tetap tinggal di Bandung, tapi ternyata orang sedang mengandung biasanya punya mood yang super sensitif jadi kita musti sabar menghadapi moodnya; nunggu dari pagi sampe sore, tetiba dengan santainya beliau bilang lagi nggak mood bawaan si jabang bayi. Orang yang sedang skripsi memang butuh mental yang kuat, terutama menghadapi dosen pembimbing. Dan skripsi saya berjalan sampai hampir dua tahun. Beruntungnya punya dosen pembimbing yang super, saat sidang isi skripsi sudah ngelotok kering alias hapal di luar kepala, gyahahaha… Nah, poin ketiga. Dibandingkan masa SMA, saya lebih menyukai masa kuliah, banyak kegiatan kampus yang nantinya nggak bakal kita temui jika sudah lulus alias di dunia kerja takkan terulang. Belum lagi banyak tawaran magang ketika masih berlabel mahasiswa. Alhasil saya lulus di semeter ke sepuluh..😀 #PerempuanMacamApaIni

Beberapa kalimat favorit dalam buku ini:

  1. Meski sudah lulus, penelitian hidup masih terus berjalan karena skripsi itu kehidupan, sebab hidup penuh penelitian. (hlm. xi)
  2. Setiap manusia punya jatah revisi maka habiskanlah jatah revisimu selagi muda. (hlm. x)
  3. Telat lulus tidak memengaruhi kesuksesan seseorang. (hlm. 12)
  4. Cinta memang seperti skripsi, butuh bimbingan. (hlm. 56)
  5. Hidup memang dirancang, bukan kecelakaan. (hlm. 95)
  6. Setiap kita punya mimpi, catalah agar menjadi agenda. (hlm. 234)
  7. Dalam setiap perjuangan, rasa sakit pasti akan selalu datang, tapi itulah ujian bagi orang-orang yang mengaku sebagai pejuang. (hlm. 234)
  8. Skripsi sama seperti cinta, keduanya butuh kesabaran dan perjuangan. Kalau ada kemauan, pasti ada jalan. Bantuan Tuhan akan selalu datang bagi setiap hamba-Nya yang selalu yakin dan berusaha menang. (hlm. 234)
  9. Skripsi sama seperti cinta, walau kadang membuat menangis karena tersakiti, kita tetap berusaha bertahan dan setia karena kita tahu semuanya akan berakhir bahagia. (hlm. 234)
  10. Jadilah orang hebat agar bisa menghebatkan sesama. Jadilah orang kaya yang bisa mengkayakan sesama. (hlm. 234)
  11. Skripsi hanyalah sebuah catatan akhir kuliah. (hlm. 234)

Banyak selipan sindiran halus dalam buku ini:

  1. Telat lulus bukanlah aib. (hlm. 8)
  2. Dalam hidup ini terkadang cuma dua pilihan; diatur orang atau ikut-ikutan. (hlm. 15)
  3. Kenapa, ya, Indonesia sulit maju menata masa depan? Mungkin karena mahasiswanya banyak yang salah jurusan. (hlm. 17)
  4. Persaingan di dunia kuliah sangat kompetitif dan ketat. (hlm. 19)
  5. Seharusnya, dosen-dosen bisa membuat nuansa kelas yang asyik biar mahasiswanya lebih semangat belajar. Makanya, kalau ada mahasiswa yang suka tidur di kelas, ini bukan semata-mata salah mahasiswa, bisa jadi dosennya yang nggak bisa membuat nyaman suasana belajarnya. (hlm. 21)
  6. Ibarat main game, kalau rintangannya mudah, level kita nggak akan berubah. (hlm. 25)
  7. Proses pembuatan skripsi seharusnya bisa dinikmati karena setiap kata lembaranya sangat sarat akan makna ‘perubahan’. Skripsi anarkis adalah skripsi hasil copas dan curang karena merusak orisinalitas penulis, merusak idealisme penulis, dan mengambil hak cipta orang lain. (hlm. 33)
  8. Mahasiswa, secara operasional bisa didefinisikan sebagai ‘spesies manusia yang menjadi lebih gembira ketika menghadapi hari libur daripada hari kuliah’. (hlm. 37)
  9. Mungkin ini sebabnya banyak mahasiswa yang asyik tertidur di kelas karena kebanyakan dosen yang mengajar hampir persis kayak membaca buku dongeng. (hlm. 38)
  10. Kuliah yang kurang menyenangkan, banyak tekanan, dan tuntutan mendapat nilai bagus telah membuat mahasiswa menjadi manusia yang menghalalkan segala cara. (hlm. 41)
  11. Banyak mahasiswa yang memilih menyontek lantaran banyak tekanan. Bisa jadi, banyak sarjana menganggur karena kepercayaan diri hilang sebab banyak tuntutan yang tidak bisa diwujudkan. (hlm. 46)
  12. Banyak pria memilih tetap sendiri karena alasan yang sangat sederhana, padahal belum dicoba, yaitu ‘takut ditolak’. (hlm. 55)
  13. Sebaik-baiknya belajar adalah belajar dari kesalahan. Kalau kita nggak punya pengalaman cinta yang salah, kita bisa belajar dari kesalahan orang lain. (hlm. 57)
  14. Wanita akan jatuh cinta pada pria yang setia mendengarkannya. (hlm. 77)
  15. Cewek itu manusia yang kodratnya suka menggosip. (hlm. 118)
  16. Begitulah dilema mahasiswa. Mahasiswa yang akan menjadi spesies manusia pintar ketika menghadapi UTS, UAS, seminar, dan sidang skripisi. Sebelum menghadapi ujian-ujian itu, mereka seperti manusia baru yang kosong ilmu. Tapi, setelah menghadapi ujian-ujian itu, mereka tiba-tiba terserang penyakit amnesia. (hlm. 167)

Buku ini masih seperti kebanyakan buku-buku tentang skripsi lainnya yang pernah saya baca. Seputaran skripsi tapi justru kurang detail menjelaskan perjuangan skripsi. Lebih banyak ke kisah cinta maupun masa-masa menjemukan kuliah. Padahala kuliah itu menyenangkan loh. Oya, persamaan lainnya dari buku dengan buku-buku pengalaman skripsi lainnya adalah selalu tentang cowok nerd; nggak punya cewek, gagal melulu dalam urusan pacaran, hidup yang jenuh masa kuliah, hobi main game, hobi tidur. Selalu tipe-tipe seperti itu. Saya jadi penasaran akankah suatu saat ada buku skripsi yang ditulis oleh seorang perempuan dengan gaya sisi feminim tapi tetap kocak?!? Mungkin Bentang bisa mewujudkannya😀

Keterangan Buku:

Judul                                     : Catatan Akhir Kuliah

Penulis                                 : Sam @skripsit

Penyunting                         : Starin Sani

Perancang sampul           : Fahmi Ilmansyah

Ilustrasi isi                           : Adityas Trinugroho

Pemeriksa aksara             : Intan & Septi Ws.

Penata aksara                    : Arya Zeni

Penerbit                              : Bentang Belia

Terbit                                    : 2014

Tebal                                     : 238 hlm.

ISBN                                      : 978-602-7975-75-0

16 thoughts on “REVIEW Catatan Akhir Kuliah

  1. Telat lulus bukanlah aib😀 Insya Allah ya mbak, orang disekitar saya berpikiran begitu, soalnya saya dah semester 6 tapi terasa masih dijalan ditempat, padahal teman2 udah sibuk bikin judul -__- #malahcurhat

  2. Saya kecewa dengan buku ini. Entah karena kata “skripsi” di beberapa sudut buku yang membuat saya berharap berisi tentang perjuangan jatuh bangun mengerjakan tugas akhir itu atau memang saya yang salah paham. Lha kok isinya sebagian besar tentang romansa dengan si Kodok. Zzzzzz..😐

  3. Pingback: Daftar Bacaan tahun 2015 | Luckty Si Pustakawin

  4. Hahah skripsi dan problemanya.
    Kapan punya pacar? Kapan lulus? Kayanya derita banget ya kak.

    Kakak 5tahun kuliahnya? Wah semangat abis aku mungkin udah lesu kali yaa hehwhwh

  5. Wkaka penderitaan anak kuliah. Aku yg pengen kuliah nanti juga takut, karena udh dnger banyak org yg ngeluh seputar masalah kuliahnya. Buku ini pasti cocok banget sama pembaca yg masih kuliah.

  6. Kata-katanya ngena banget kak, maklum, saya baru saja merasakan pahit manisnya skripsi. Hehe. Mendapat dosen pembimbing yang kaya kakak memang ada susah sedihnya. Namun, pada akhirnya tetap bahagia yang dirasakan, karena hasil tak pernah menghianati usaha. Betul kan??
    Kadang saya iri ketika melihat teman tiap bimbingan langsung acc per babnya, mudah banget? Tapi imbasnya tetap pada akhir, waktu sidang skripsi itu. Hingga akhirnya, keirian itu berubah menjadi rasa syukur yang sangat hehehe.
    Skripsi, skripsi.. Selalu ada cerita yang mengesankan dalam memperjuangkan mu.
    Skripsi yang baik adalah skripsi yang jadi, walaupun skripsi yang jadi belum tentu baik. Setidaknya, usaha menjadikannya sudah sangat maksimal

  7. Sepertinya kakak penulis ini sedang curhat dan bernostalgia dengan zaman kuliahnya, juga mengajak para x mahasiswa dan x mahasiswi untuk mengenang kembali susahnya mengerjakan skripsi.

  8. “Oya, persamaan lainnya dari buku dengan buku-buku pengalaman skripsi lainnya adalah selalu tentang cowok nerd; nggak punya cewek, gagal melulu dalam urusan pacaran, hidup yang jenuh masa kuliah, hobi main game, hobi tidur. Selalu tipe-tipe seperti itu.” Kayak mas-ku banget ini nih!

    “Saya jadi penasaran akankah suatu saat ada buku skripsi yang ditulis oleh seorang perempuan dengan gaya sisi feminim tapi tetap kocak?!?” Nanti aku bikin deh kalo udah lulus huehehehehehehehehehe😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s