REVIEW Tabula Rasa

tabula rasa

Jangan menjadi sendiri. Kamu harus bersama orang yang kamu sayangi agar ada yang mendoakanmu. Dan, setidaknya kamu tahu bahwa saat kau pergi ada yang sedih dan menangisimu. Jika seseorang merasa kehilanganmu, berarti kamu berarti. (hlm. 101)

Adakah kamu pernah sangat mencintai seseorang meski sudah bertahun-tahun lamanya tanpa bisa melupakannya barang sedetik pun dari pikiranmu? Adalah Galih yang terpesona akan Krasnaya sejak pandangan pertama ketika menginjakkan kaki di St. Basil yang sangat cantik bak istana. Di sanalah pertama kalinya dia melihat Krasnaya yang sedang melukis Kremlin lengkap dengan Red Square-nya.

 

 

Pernah melihat seseorang lebih dari satu kali? Kita ingat betul saat dulu bertemu dia, tetapi dia tidak sadar bahwa kita dulu pernah melihatnya. Seperti itulah dia. Dan, saat kehadirannya selalu di tengah orang banyak, di antara lapangan merah. Sang roda waktu seperti melambat, hanya untuk kita saja saat melihat menara yang begitu tinggi di tengah lapangan, mengagumi keberadaannya dari jejak dasar di tanah hingga ke pucuk yang paling tinggi. Selalu terlihat dari sudut mana pun. Seperti itukah dia? Seperti menara? Itulah gambaran Krasnaya bagi Galih.

Aku benar bukan? Kamu memang seperti menara. Orang-orang akan berkumpul padamu tanpa kamu berbuat apa-apa. Orang akan selalu tertarik untuk melihatmu karena kamu akan selalu terlihat di mana pun kau berada. (hlm. 30)

Beberapa kalimat favorit dalam buku ini:

  1. Cinta adalah letupan perasaan yang paling aneh dan tidak terjelaskan, kesemuanya melebur menjadi satu. Ada  tarik-menarik sekaligus tolak-menolak. (hlm. 42)
  2. Kematian adalah apa yang paling titik. ‘Apa’ dan bukan ‘alpa’ sebab ia sangat berisi dan tidak kosong dan tidak akhir. Ia hanya salah satu tanda baca, titik yang paling titik. Jeda. Kematian adalah pintu dari segala sendiri dan jalan dari awalnya akhir. (hlm. 99)
  3. Semua orang nantinya akan sendirian. (hlm. 100)
  4. Ternyata, berapa pun umur manusia atau mahluk apa pun, kematian adalah pantas untuk semua. Yang baru lahir meninggal, pantas; yang masih muda meninggal, pantas; yang sudah tua meninggal, pantas banget! (hlm. 104)
  5. Manusia khawatir akan banyak hal. Ada beban di masa depan dan ada sisa dari masa lalu. (hlm. 138)
  6. Waktu memang selalu membawa manusia kepada gerbang paling menakutkan. Kerentaan. Sebuah ketidakabadian umum yang menjadi rahasia Tuhan karena siklusnya selalu berputar seperti kincir air pada dam, sumber yang terinjak justru menghasilkan energi. Waktu adalah musuh masa dan menjadi teman terbaik sekaligus. Ketidakabadian yang abadi. Karenanya orang-orang takut sendiri. Waktu adalah gambaran kerentaan bumi seperti pemintal yang menyebalkan benangnya lalu menggulung dan menjalin pada tiap lembarannya. (hlm. 189)

Beberapa selipan sindiran halus dalam buku ini:

  1. Semua buku yang sudah dilempar ke pasaran otomatis menjadi milik masyarakat. Tiap pembaca punya hak sendiri-sendiri untuk mengartikan isi buku tersebut. (hlm. 29)
  2. Manusia hidup seperti robot. (hlm. 34)
  3. Politik negara adalah urusan pemimpin negara, urusan perut adalah hak asasi manusia. (hlm. 36)
  4. Tak kenal maka tak sayang. Makanya kenalan dulu. (hlm. 112)
  5. Wajah orang jatuh cinta tetap terpancar sinar kasmarannya. (hlm. 126)

Ada banyak pesan yang kita tangkap dari para tokohnya. Lewat tokoh Galih, kita bisa melihat betapa kekuatan cinta pertama bisa mengalahkan segalanya. Ibarat kata istilah para remaja zaman sekarang, Galih susah move on dari Krasnaya yang ditemuinya di Rusia meski itu sudah bertahun-tahun lamanya namun tak mampu mengikis cinta pertamanya itu. Lewat tokoh Raras, kita bisa melihat bahwa masa lalu yang buruk terkadang berdampak besar dengan kehidupan di masa depan. Masa lalu kembarannya, Rimbang, selalu menjadi mimpi buruk bagi Raras. Lewat tokoh Violet maupun tokoh Gale, kita bisa melihat bahwa kelakuan buruk dari lingkungan sekitar akan sangat mempengaruhi pembentukan karakter seseorang. Lewat tokoh Krasnaya, kita bisa melihat bahwa terkadang cinta harus rasional meski kita tahu cinta terkadang melewati batas rasional tersebut. Juga lewat tokoh Argus, bahwa cinta tak pernah salah.

Suka banget buku Tabula Rasa ini. Buku ketiga yang saya baca dari Mbak Ratih Kumala ini memang keren. Sebelumnya saya sudah membaca Gadis Kretek dan Larutan Senja. Ya, dari dulu saya ngefans ama Mbak Ratih Kumala ini. Produktif banget dalam menulis, meski beberapa tahun ini justru lebih produktif menulis skenario untuk televisi.

Memang udah nyidam lama baget buku ini. Cetakan pertamanya tahun 2004, jadi ya agak susah mencarinya. Nah, di tahun 2014 akhirnya cetak ulang dengan cover baru. Covernya; tiga boneka Matriyoshka, yang merupakan boneka-boneka khas Rusia sangat merepresentasikan isi bukunya. Yup, buku ini selain mengambil setting Indonesia, juga lumayan banyak mengambil setting Rusia.

Di sini, kita tak hanya melihat Rusia sekedar tempelan belaka semata. Kita bisa menelusuri tempat-tempat yang menjadi ciri khas Rusia. Tak hanya itu, kita juga bisa melihat penggambaran karakter orang-orang Rusia; kebanggan orang Rusia sangat kental, orang Rusia memang patut diacungi jempol dalam soal antre, wanita-wanita Rusia yang telah menikah biasanya memiliki tubuh gemuk, orang-orang jompo di sini oleh pemerintah dikaryakan untuk pekerjaan yang ringan-ringan, sangat jarang orang Rusia yang berkesempatan ke luar negeri kecuali kalau dia berada di kursi pemerintahan, di negara ini kaum buruh adalah tulang punggung negara dan masyarakat lain seolah-olah hanya memainkan peran pembantu, pemerintah di sini mencurigai semua orang dan masih banyak banget aroma Rusia dalam buku ini.

Seandainya masih kuliah, banyak banget tema yang bisa dikupas dalam buku ini untuk dijadikan objek skripsi; kepesimisan dalam hidup, kehidupan politik Rusia-Indonesia, efek obat-obat terlarang, trauma yang mempengaruhi rasa suka seseorang dan masih banyak lagi.

Poin plusnya lagi dari buku ini adalah padanan kata yang sangat sastra banget tapi nggak bikin dahi berkerut saat membacanya. Tabula Rasa merupakan novel pertama yang ditulis Ratih Kumala yang merupakan nominasi di Sayembara Menulis Novel 2013 yang diselenggarakan oleh Dewan Kesenian Jakarta. Wajib beli dan baca!😉

Keterangan Buku:

Judul                                     : Tabula Rasa

Penulis                                 : Ratih Kumala

Editor                                    : Mirna Yulistiani

Copy editor                        : Rabiatul Adawiyah

Ilustrasi                                                : Shutterstock

Desainer sampul              : Suprianto

Setter                                   : Nur Wulan Dari

Penerbit                              : PT. Gramedia Pustaka Utama

Terbit                                    : September 2014

Tebal                                     : 192 hlm.

ISBN                                      : 978-602-03-0946-0

14 thoughts on “REVIEW Tabula Rasa

  1. Pingback: Daftar Bacaan tahun 2015 | Luckty Si Pustakawin

  2. Pingback: Daftar Bacaan tahun 2015 | Luckty Si Pustakawin

  3. wah membaca review mba luckty aku jadi pengen baca buku ini. apalagi settingngnya di rusia dan novelnya tentang orang yang susah move on hehe

  4. Review kakak berhasil ngebuat aku tertarik pengen baca bukunya, kayaknya ceritanya seru, remaja banget, dan bagus ada beberapa pesan moral yg bisa diambil

  5. Jangan menjadi sendiri. Kamu harus bersama orang yang kamu sayangi agar ada yang mendoakanmu. Dan, setidaknya kamu tahu bahwa saat kau pergi ada yang sedih dan menangisimu. Jika seseorang merasa kehilanganmu, berarti kamu berarti. (hlm. 101)

    AAAAA, so sweet

  6. Woahhh lolosan DKJ……!! Keren bgt deh pasti nih.. Ceritanya juga menarik! Cinta pertama. Cinta yang tak pernah habis untuk dibahas #eeaaa

  7. CLBK, Cinta Lama Belum Kelar.

    Selama bertaun-taun Galih hidup dalam bayang-bayang cintanya pada Krasnaya. Apa akhirnya mereka bersama ya?

    Suka dengan judulnya😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s