REVIEW The Notebook

 

the notebookKau harus memilih apa yang tepat untukmu, walaupun itu akan melukai perasaan mereka yang kaucintai. (hlm. 169)

Adalah seorang Kakek Tua yang membacakan buku catatan harian untuk seseorang disampingnya. Berkisah tentang seorang sepasang remaja mulai dari awal pertama berjumpa di musim panas. Laki-laki yang diceritakan tersebut bernama Noah Calhoun dan perempuannya adalah Allie Hamilton. Bersama Noah, Allie mendapatkan pengalaman seru selama liburan tersebut. Noah pun juga mengajak Allie ke sebuah rumah tua di Windsor dan berjanji kelak akan mengubahnya menjadi seperti rumah impian Allie.

“Kita akan menemukan cara untuk selalu bersama.” (hlm. 37)

“Kalau kau memang bahagia, Allie, dan kau mencintainya, aku tidak akan berusaha menahanmu untuk kembali padanya. Tapi kalau masih ada sebagian dirimu yang tidak begitu yakin, sebaiknya kau tidak meneruskannya. Keputusan ini bukan untuk dilakukan dengan setengah hati.” (hlm. 64)

“Kita sudah sama-sama dewasa sekarang, dan kita punya pilihan yang sebelumnya tidak ada. Kita memang ditakdirkan untuk bersama. Sejak dulu.” (hlm. 170)

Hubungan mereka ditentang orangtua. Selama itu, Noah mengirimkan surat sebanyak 365 kali untuk Allie dan tidak pernah mendapatkan balasannya. Mereka pun melanjutkan hidup masing-masing. Noah dan sahabatnya mengikuti wajib militer kala itu di Afrika Utara dan Eropa. Sementara Allie menjadi relawat (atau perawat) para tentara korban perang. Hingga suatu hari Allie jatuh cinta (lagi) dengan seorang tentara perang yang dulu pernah dirawatnya; Lon. Pemuda ini idaman orangtua banget, nyaris sempurna. Terlebih lagi bagi Anne, ibu Allie yang sedari dulu menentang hubungan mereka.

Sebenarnya tema yang diangkat amat mainstream banget; si cowok miskin dan si cewek kaya. Perbedaan kasta inilah yang menjadi jurang pemisah antara keduanya. Tapi yang bikin beda dari cerita ini adalah endingnya yang sungguh bikin mengiris pilu :’)

Pesan moral dari buku ini, orangtua kerap memaksakan kehendak kepada anaknya. Mungkin maksudnya baik, demi masa depan yang indah bagi anaknya. Tapi, yang terlihat sempurna belum tentu bisa membahagiakan. Begitulah yang dialami Allie. Mungkin kalo di novel-novel sering kita mendengar jika sepasang cinta terlarang akan nekad. Apalagi menjelang detik-detik pernikahan. Di kehidupan nyata? Mana berani mengambil resiko seperti itu. Musti banyak pertimbangan, terutama perasaan orangtua dan keluarga. Yang ada di dunia nyata kita sering melihat jika ada seseorang yang (terpaksa) menikah karena pilihan orangtuanya dan berujung tak bahagia. #PukPuk

the notebook 1

 

Beberapa kalimat favorit dalam buku:

  1. Mukjizat, seberapa pun sulitnya dijelaskan atau diyakini, merupakan sesuatu yang nyata dan bisa terjadi tanpa dipengaruhi oleh hakikat kehidupan yang alami. (hlm. 14)
  2. Suara musik adalah musik anugerah Tuhan, dan akan membawamu pulang kembali. (hlm. 19)
  3. Cinta sejati memang meninggalkan efek seperti itu pada seseorang, dan yang memang pernah mengalami cinta sejati. (hlm. 21)
  4. Banyak kenangan tersimpan. (hlm. 61)
  5. Kadang-kadang, masa depan kita ditentukan oleh siapa kita sesungguhnya, meskipun itu bertentangan dengan apa yang kita inginkan. (hlm. 78)
  6. Tak pernah ada yang sungguh-sungguh hilang, atau akan hilang begitu saja. Entah kelahiran, jati diri –ujud tak sesuatu pun di dunia ini, pun kehidupan, ketangguhan, atau apa saja yang nyata; tubuh yang telah lunglai, dimakan usia dan kedinginan- (hlm. 195)
  7. Sungguh menyakitkan, ditinggal mati oleh anakmu. (hlm. 203)
  8. Tak seorang pun benar-benar sendirian. (hlm. 233)

Ada juga beberapa kalimat sindiran halus dalam buku ini:

  1. Orang bisa terbiasa akan apa pun, kalau diberi cukup waktu. (hlm. 11)
  2. Orang yang bekerja siang malam, membanting tulang sampai hampir tak sempat lagi menarik napas, biasanya tiga alasan; entah karena mereka memang edan, bodoh, atau sedang melupakan sesuatu. (hlm. 24)
  3. Sejak dulu manusia memang bersifat agresif, selalu ingin mendominasi, menguasai dunia beserta seluruh isinya. (hlm. 34)
  4. Kalian kaum laki-laki sering bersekongkol. (hlm. 91)
  5. Memang ada perasaan khusus, nyaris mistis, mengenai melewatkan fajar di perairan. (hlm. 111)
  6. Kaum wanita menyukai laki-laki asing yang misterius. (hlm. 212)

Keterangan Buku:

Judul                                     : The Notebook

Penulis                                 : Nicholas Sparks

Alih bahasa                         : Kathleen S. W

Penerbit                              : PT. Gramedia Pustaka Utama

Terbit                                    : Juni 2014 (Cetakan Keempat)

Tebal                                     : 255 hlm.

ISBN                                      : 978-602-03-0649-0

the notebook 2

 

The Notebook Full Movie:

Versi film, kita akan dimanjakan dengan view senja yang sendu. Sesuai dengan kisah dalam buku ini. Sama halnya versi buku, menggunakan plot maju-mundur-maju #BukanMajuMundurAlaTanteSyahrini.

Adegan Noah yang nekat meloncat ke komidi putar yang lagi berputar demi kenalan pada Allie jadi pembuka yang keren. Itu pemeran Noah keren juga aktingnya pas adegan itu, menguji nyali banget. Yup, begitulah cinta. Terkadang memang bikin gila… x)

Pertama kali diterbitkan, versi novel tahun 1996. Sedangkan diangkat ke layar lebar baru tahun 2004. Noah diperankan oleh Ryan Gosling dan Allie diperankan oleh Rachel McAdams. Uwouw…dapet banget chemistry diantara keduanya. Ada beberapa adegan kipas… x) Adegan paling awkward adalah ketika Anne, Ibu Allie menemui Allie di rumah Noah hanya dengan selembar selimut merah… x) Di versi film ini, pengen plintir kumis bapaknya Allie yang cetar itu, gyahahaha… x)

12 thoughts on “REVIEW The Notebook

  1. Pingback: Daftar Bacaan tahun 2015 | Luckty Si Pustakawin

  2. Pingback: Daftar Bacaan tahun 2015 | Luckty Si Pustakawin

  3. Wah, aku belum pernah baca novelnya nih, kak. Selama ini aku cuma nonton filmnya berulang-ulang kali. Walaupun sudah hampir hapal ceritanya, ada aja bagian yang bikin aku nangis. Keren banget emang akting mereka, dapet banget, jadi penasaran pengin baca novelnya. Aku suka quotes yang kak Luckty tuliskan di review, “Kita akan menemukan cara untuk selalu bersama.” Karena sejatinya itulah keinginan mereka berdua.

  4. Aakk udah di film in nih? Wah harus segera nonton deh kayanya.

    Cinta terlarang emg paling the best :’)

  5. Aku salah satu penggemar Nicholas Sparks, dan cerita ini sukses buat aku nangis. Gimana si istri nggak ngenalin suaminya, terkadang juga takut sama suaminya sendiri, tapi suaminya dgn setia menceritakan kisah perjalanan cinta mereka. Menurut aku itu manis banget. Dan untuk endingnya juga ending yg dikemas dgn cukup baik, meski sedih juga sih.

  6. Pantesan, berasa familiar, ternyata udah difilm-in meski belum nonton.

    Rasanya kasian banget, sama-sama saling mencintai tapi harus terpisah hanya karena beda kasta😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s