REVIEW Before I Die

 

Jangan pernah kau mengasihani dirimu karena kau yang ditinggalkan. (hlm. 317)

before i dieApa rasanya ketika di masa mudamu yang harusnya sedang mekar-mekarnya malah harus menunggu malaikat pencabut nyawa yang akan membawamu kapan saja tanpa diduga? Adalah Tessa yang mengalami kanker leukemia sejak empat tahun yang lalu. Usinya baru enam belas tahun. Dia ingin merasakan indahnya ketika berumur tujuh belas tahun. Dia ingin seperti remaja lainnya. Dia ingin merasakan cinta.

“Menurutku ayahmu berharap kau menginginkan kuda poni, bukannya menginginkan seorang pacar.” (hlm. 5)

Tessa hanya memiliki dua pilihan; terus berlindung di bawah selimut dan melanjutkan hidup sebagai orang yang sekarat, atau kembali melaksanakan daftar keinginan dan melanjutkan hidupnya.

“Aku punya daftar panjang tentang hal-hal yang ingin kulakukan.” (hlm. 7)

“Maksudku segalanya berantakan bagiku. Apakah kau tidak pernah memperhatikan setiap kesialan yang muncul selalu saja menimpaku, tidak pernah menimpamu?” (hlm. 173)

“Memangnya kau tidak berpikir seperti itu ketika kau menatap cermin? Memangnya kau tidak pernah membayangkan tengkorakmu sendiri?” (hlm. 177)

Apakah dalam hidup memiliki bucket list? Saya punya, yang satu per satu bisa terwujud meski belum semuanya: http://catatanluckty.blogspot.com/2013/08/bucket-list.html

Buku ini hanya terdiri dari beberapa tokoh tapi memegang peranan penting bagi tokoh utamanya. Zoey, meski kesannya dia tipikal remaja nakal, tapi dia adalah contoh sahabat yang setia terhadap Tessa baik suka maupun duka. Dia menemani Tessa dalam keadaan apa pun, bahkan dia adalah orang yang selalu menyemangati Tessa saat dalam kondisi paling terpuruk. Zoey lah yang selalu mendorong Tessa untuk mewujudkan impiannya yang belum tercapai. Bahkan ketika ayah Tessa angkat tangan untukmembujuk Tessa mau keluar dari kamar, Zoey lah yang berhasil menaklukkan Tessa.

Tokoh paling favorit adalah ayah Tessa. Dia rela melakukan apa pun demi kelangsungan hidup Tessa. Terlebih lagi saat dia memutuskan berpisah dengan istrinya. Dia rela bangun pagi setiap harinya untuk membersihkan rumah dan menyiapkan segala keperluan Tessa termasuk soal makanan yang harus dikonsumsi Tessa. Dia juga sangat rajin browsing tentang penyakit Tessa untuk pencegahannya dan dia selalu menemani hari-hari Tessa. Ayah Tessa adalah orang yang paling kebal menemani Tessa di kondisi apa pun, meski Tessa terkadang menyebalkan dan sering putus asa, ayahnya tak kenal lelah di sampingnya. Ayah adalah sosok pahlawan bagi Tessa. Bayangkan, ayah Tessa rela melepaskan pekerjaannya sebagai penasehat keuangan demi menemani hari-hari Tessa. Ayahnya ini bijak banget, di halaman 217 dia berkata bukan makanan yang kita konsumsi yang membuat kita sehat, melainkan gaya hidup dengan memilah makanan kita yang benar-benar penting.  Ada satu kalimat yang paling bikin merinding saat membacanya di halaman 40; “Bagi rasa sakit itu dengan Ayah.” #JLEBB

“Apa yang terjadi bila amarah menguasaimu, Tessa? Kau menjadi siapa? Apa yang tersisa dari dirimu?” (hlm. 155)

Beberapa kalimat favorit dalam buku ini:

  1. Mungkin kau harus berusaha dan percaya kepada Tuhan. (hlm. 4)
  2. Semua orang pasti akan mati. (hlm. 77)
  3. Lakukan apa yang bisa kau lakukan sekarang. (hlm. 97)

Beberapa selipan sindiran halus dalam buku ini:

  1. Rasanya menyenangkan sekali-kali jadi orang lain. (hlm. 8)
  2. Tidak ada konsekuensi untuk orang sepertimu. (hlm. 11)
  3. Kau tidak harus melakukan apa pun. (hlm. 18)
  4. Kenapa? Kau tidak akan mengatakan kau tidak menginginkannya, kan? (hlm. 29)
  5. Berpikir positif memperkuat sistem imun. (hlm. 49)
  6. Jika aku terlalu optimis, kau akan kecewa. Tapi memberikan prediksi yang pesimis juga tak berguna. (hlm. 297)

Keterangan Buku:

Judul                                     : Before I Die

Penulis                                 : Jenny Downham

Penerjemah                       : Indriani Grantika

Penyunting                         : Indriani Grantika

Proofreader                      : Indriani Grantika & Priska Ghania

Desain sampul                   : Indriani Grantika

Tata letak isi                       : Nurul Huda & Zaim Jaelani

Penerbit                              : Grantika Publishing

Terbit                                    : Desember 2012 (Cetakan Ketiga)

Tebal                                     : 363 hlm.

ISBN                                      : 978-602-18147-0-3

before i die 1 before i die 2

 

Diangkat ke layar lebar tahun 2012, dengan judul Now Is Good. Pemeran utama, Tessa diperankan oleh Dakota Fanning dan Adam diperankan oleh Jeremy Irvine. Sedangkan teman sekaligus sahabat Tessa baik suka maupun duka, Zoey diperankan oleh Kaya Scodelario.

Meski filmnya memiliki judul yang berbeda dengan bukunya, tapi isinya 90% mirip dengan alur versi novelnya. Kejadian demi kejadian di filmnya pun hampir sama dengan imajinasi saat menbacanya.

Banyak pesan moral yang dapat kita ambil dari kisah Tessa ini. Ketika kita hidup, capailah apa pun impian kita; cita-cita dan cita. Kelak bila kita tiada lagi, kita sudah menuntaskan semua impian tersebut sebelum memejamkan mata selamanya. Bukunya sedih, ternyata filmnya pun bikin sedih, mungkin efek backsound plus lagu yang mengiringi versi filmnya ini. Layak untuk dibaca dan ditonton :’)

Versi film:

Trailer:

Full Film:

 

 

12 thoughts on “REVIEW Before I Die

  1. Pingback: Daftar Bacaan tahun 2015 | Luckty Si Pustakawin

  2. Wah alur-alurnya mirip Surat Kecil Untuk Tuhan nih.
    Entah kenapa ketika kita tau kita bakal mati kita malah jadi terpuruk padahalkan engga. Yang sehat aja pun kadang bisa mati tiba-tiba. Ngejalanin hidup kaya si Tessa kayanya sounds better. Kita bisa lakukan yg masih bisa kita lakukan selagi hidup. You only live once.🙂

  3. Kalau sampe dijadiin film, berarti buku ini bener2 bagus atau banyak peminatnya. Aku salut sama si Tessa yg meskipuj sekarat dia masih semangat untuk mewujudkan impian2nya, sedangkan banyak dari kita yg malas2an, membiarkan impian kita hanya sekedar impian, bukan sesuatu yg nyata.

  4. “Memangnya kau tidak berpikir seperti itu ketika kau menatap cermin? Memangnya kau tidak pernah membayangkan tengkorakmu sendiri?” (hlm. 177)
    hmmm

  5. Wihh itu beneran link full movienya??
    Di atas ada kata kata kanker leukemia
    Agak aneh aja, soalnya leukimia artinya udh kanker darah
    Jadi berasa boros kata
    Pendapat aku sih begitu

  6. Setiap manusia butuh penyemangat hidup, apalagi diambang kematian dan saat dimana semua harapan juga kemungkinan terasa sia-sia.

    Salut banget sama ayahnya Tessa, menemani dan mau melepas pekerjaan demi sang putri. Penyemangat itu harus punya cinta dan kesabaran tingkat tinggi demi orang yang dicintainya.

    Pengen baca novel dan nonton film-nya juga🙂

  7. Hampir mirip dg KEKE di Surat Kecil Untuk Tuhan ya,
    .
    Waktu kita adalah hari ini, esok bukanlah milik kita lagi. Karena kita tak kan pernah tahu kapan ajal menjemput, maka manfaatkan hari ini sebaik mungkin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s