REVIEW Perfect Valentine

 perfect valentine

Jarak terjauh antara dua manusia adalah saat aku berada di dekatmu, tapi kamu tak tahu aku mencintaimu… (hlm. 151)

Hampir semua cewek yang dikenal Echa gemar memuji Evan. Kata mereka Evan sopan, menyenangkan diajak ngobrol, dan baik. Tapi entah kenapa, Echa sama sekali tidak bisa melihat sisi yang dipuji teman-temannya itu. Baginya, Evan hanya sosok yang luar biasa nyebelin.

Kebencian Echan pada Evan bukan tanpa alasan. Evan selalu cari gara-gara. Salah satunya, paling tidak disukai Echa, Evan seenaknya memanggilnya ‘pendek’. Echa sadar dia memang bertubuh mungil, tapi tidak perlu kan Evan memanggilnya dengan sebutan ‘pendek’? Toh banyak juga cewek yang lebih pendek daripada Echa. Padahal ia tidak pernah melakukan kesalahan apa pun pada Evan. Tapi entahlah, sepertinya Evan punya dendam padanya sehingga terus-terusan mengganggunya.

Evan kira menggoda Echa adalah ide bagus untuk membuat cewek itu selalu mengingatnya. Siapa tahu dengan begitu Echa jadi punya perasaan tertentu padanya? Tapi kalau sekarang dipikir-pikir kembali, sepertinya ide itu konyol.

“Dengan strategi lo itu, Echa memang nggak bakal ngelupain lo. Tiap malam pun mungkin dia mikirin lo, tapi mikirin gimana caranya bisa nimpuk dan ngubur lo dalam-dalam di tanah supaya lo nggak bisa nggangguin dia lagi.” (hlm. 28)

Membaca novel ini mengingatkan murid-murid unyu di sekolah. Kisah Echa dan Evan yang benci tapi cinta, salah satunya dengan memanggil dengan sebutan ‘pendek’ atau sebutan lainnya yang biasanya bukan untuk umum. Suka berantem bagai kucing dan tikus yang nggak pernah akur tapi malah satu lokasi melulu; satu kelas, bahkan satu kelompok jika tugas. Di halaman 167, pura-pura baca buku pas disamperin cowok gegara grogi, gyahahaha….😀

Evan tipikal cowok-cowok idaman para cewek berseragam putih abu-abu; juara kelas, anak basket, cakep pula, kurang sempurna apa coba?

Cerita-cerita khas ababil banget, unyu-unyu gitu. Meski begitu, ada pesan moral yang diselipkan penulisnya lewat tokoh Ronald, adik Echa yang tunarungu. Kita tidak boleh malu memiliki saudara yang memiliki keterbatasan, bukannya dijauhi tapi harus justru dirangkul😉

Beberapa kalimat sindiran halus dalam buku ini:

  1. Dasar temen nggak setia! Giliran mau ketemu cewek, sohib langsung ditinggal. (hlm. 23)
  2. Benci jadi cinta cuma ada di film dan novel. (hlm. 29)
  3. Ini kan kerja kelompok, jadi harus ada diskusi dong. Jangan seenaknya aja nentuin topik. (hlm. 35)
  4. Kalau deketin cewek, pakai cara yang biasa aja. Deketin dengan promosiin semua kebaikan lo. (hlm. 43)
  5. Dasar cupu! Masa cuma gara-gara cewek aja lo sampai kayak gini! (hlm. 44)
  6. Orang hebat nggak perlu latihan. (hlm. 53)
  7. Lo ngejer cewek aja pakai stategi segala. (hlm. 96)
  8. Jadi lo kalah lagi? Tegas dikit dong jadi orang. (hlm. 156)
  9. Kalau nggak suka, ya bilang aja nggak suka. (hlm. 157)
  10. Nggak ada cewek yang suka dipermainkan. (hlm. 184)

Keterangan Buku:

Judul                                     : Perfect Valentine

Penulis                                 : Erlin Cahyadi

Penerbit                              : PT. Gramedia Pustaka Utama

Terbit                                    : 2014

Tebal                                     : 200 hlm.

ISBN                                      : 978-602-03-0236-2

8 thoughts on “REVIEW Perfect Valentine

  1. Pingback: Daftar Bacaan tahun 2015 | Luckty Si Pustakawin

  2. setelah aku baca review nya, novel ini mengajarkan supaya kita punya prinsip iya gak si? kisah tentang cowok cewek sma yang bagus. cowok yang suka ngerjain cewk mungkin kita kira so sweet dan kita pengen ngerasain itu. tapi pas ngerasain boro2 so sweet bawaannya eneg mulu sama itu cowok lah kok curhat wwkwkwkkw. keren banget de, aku juga suka sama covernya yang bener2 menggambarkan cerita ini

  3. Cerita yg mainstream tapi selalu ngebuat pembacanya cengar cengir. Ini salah satu cerita favoritku, dimana si cowok jailin cewek demi dapet perhatian ceweknya. Emang sih nyebelin, tapi kan pendekatan setiap cowok ke cewek berbeda2. Aku jadi mau baca bukunya.

  4. Ceritanya ringan, seru, lucu, abis sekali duduk, tapi ga pernah ada bosennya. Pengalihan dari novel-novel yang bikin emosional😀

  5. “Jarak terjauh antara dua manusia adalah saat aku berada di dekatmu, tapi kamu tak tahu aku mencintaimu…” Ahhhh…. Aku baca reviewnya senyum-senyum sendiri… Jadi inget yang dulu😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s