REVIEW Why Always Me?

Why Always Me?

Kadang apa yang kita harapkan dalam hati tidak sejalan dengan kenyataan yang harus dihadapi. (hlm. 196)

Namanya Bianca. Hanya Bianca tanpa nama belakang. Dulu, baginya tidak punya nama belakang itu tidak menyenangkan. Rasanya seperti tidak punya jati diri – tak jelas anak keluarga mana. Tapi sekarang, setelah orangtuanya bercerai, Bianca malah lega karena dia tak perlu repot-repot memikirkan mau memakai nama keluarga Papa atau keluarga Mama.

Di usinya yang keenambelas tahun, papanya sudah menikah lagi dengan Erlita –wanita yang merebutnya dari kehidupan Bianca dan mamanya. Papa memiliki tiga orang anak dari Erlita yang semuanya laki-laki. Papa sering mengiriminya surat rutin setiap bulan dengan foto-foto yang menunjukkan bahwa dirinya sudah berbahagia dengan keluarga barunya.

Betapa mudahnya Papa mendapatkan keinginannya, wanita yang dicintainya, dan keluarga baru yang terlihat sempurna. Sementara Bianca harus bertahan melihat Mama perlahan-lahan berubah seperti bunga matahari yang kehilangan cahaya yang meneranginya. Mama semakin sering mengurung diri di ruang belajar, mengetik tanpa henti di depan layar monitornya, menulis cerita demi cerita yang terlihat seperti tumpahan perasaan yang tak pernah bisa Mama sampaikan kepada Bianca.

Salah satu faktor inilah yang mungkin membentuk Bianca memiliki karakter keras kepala, egois dan kasar terhadap orang lain. Ucapan yang keluar dari mulutnya terkadang sangat menusuk bagi yang mendengarnya. Tidak hanya kepada teman-temannya, tapi juga kepada Mama dan si Mbok yang selalu membantunya setiap saat.

Sebenarnya, Bianca ini memang seperti memiliki semacam kesulitan untuk mengucapkan kata maaf sejak dulu. Bianca tidak pernah benar-benar mengucapkannya sehingga Bianca tidak terbiasa. Jika Bianca diminta untuk minta maaf oleh orang yang lebih tua darinya, Bianca memang melakukannya. Tapi lebih karena terpaksa, bukan karena Bianca tulus. Dan Bianca mengucapkannya dengan perasaan yang dongkol setengah mati.

Ucapan seseorang yang terlontar ibarat paku yang ditancapkan dalam sebuah pohon. Meski paku itu dicabut, goresannya masih terlihat. Begitu juga dengan ucapan, meski sudah ditarik kembali, rasa sakit tidak akan pernah luruh dari hati. Itulah yang dirasakan orang-orang di sekitar Bianca terhadapa dirinya. Dan itu menjadi bumerang bagi dirinya sendiri. Satu per satu, orang-orang terdekat meninggalkannya, termasuk sahabat dekatnya; Anne.

Beberapa kalimat favorit:

  1. Pertengkaran orang dewasa tidak sesederhana pertengkaran anak-anak. Mereka tidak bisa berbaikan hanya dengan meniup ujung jari kelingking saja. (hlm. 12)
  2. Hal yang paling menakutkan di dunia ini adalah kebohongan. (hlm. 12)
  3. Tapi seberat apa pun masalah itu, harus tetap ingat sama kewajiban. Apalagi kalau mempengaruhi banyak orang. (hlm. 59)
  4. Semua manusia pasti punya rasa takut. (hlm. 61)
  5. Betapa pentingnya sebuah meminta maaf setelah melakukan kesalahan. (hlm. 115)
  6. Seorang sahabat mengasihi setiap waktu, dan menjadi saudara dalam kesukaran. (hlm. 206)

Ada juga kalimat selipan sindiran halusnya:

  1. Kebanyakan orang lebih suka dibohongi daripada harus sakit hati mendengar kenyataan yang sebenarnya. (hlm. 18)
  2. Kenapa penyesalan selalu datang belakangan? (hlm. 70)
  3. Buat orang yang nggak biasa,ngomong maaf itu sama kayak dia disuruh nyebur ke dalam sumur, dan nggak bisa keluar lagi. (hlm. 136)

Kejadian di halaman 68, tentang Bianca yang mendapatkan gantungan kunci O2 sebagai merchandise limited edition yang hanya dimiliki oleh para pemenang kuis di twitter dan dikirim langsung dari Korea, mengingatkan saya pengalaman jaman SMP; menang kuis di tabloid dapat merchandise Gil (waktu itu artis cowok dengan rambut gondrong ini nge-hits banget di awal tahun 2000-an) berupa gantungan kunci dan topi. Sebagai ababil, bangganya bukan main, padahal sekarang entah kemana merchandise itu😀

Dari sekian banyak tokoh, justru saya paling suka tokoh Irina. Lewat sosok anak kecil yang tidak bisa berbicara ini, banyak pesan moral yang bisa diambil dari sifatnya. Bagaimana rasanya jika kita tidak bisa berbicara seperti Irina. Bagaimana rasanya kalau kita tidak bisa mengobrol dengan leluasa dengan orang-orang di sekitar kita? Bagaimana rasanya ditertawakan oleh orang lain karena ketidakmampuan itu?

Keterangan Buku:

Judul : Why Always Me

Penulis : Orinthia Lee

Editor : Rina

Desainer cover : Ferdika

Layouter : Bambang

Pracetak : Endang

Penerbit : de TEENS

Terbit : Mei 2013

Tebal : 220 hlm.

ISBN : 978-602-255-104-1

 

9 thoughts on “REVIEW Why Always Me?

  1. Pingback: Daftar Bacaan tahun 2015 | Luckty Si Pustakawin

  2. Kadang apa yang kita harapkan dalam hati tidak sejalan dengan kenyataan yang harus dihadapi. (hlm. 196) bapeeerrrr

  3. Menurut aku disini nggak bisa menyalahkan sepenuhnya ke Bianca, org tuanya juga salah. Seharusnya saat mereka bercerai, mereka memastikan Bianca baik2 aja (walaupun nggak mungkin), atau di bawa ke psikiater. Pasti Bianca nya juga kesepian, mamanya yg mengurung diri terus, papanya udah punya keluarga baru. Kalau baca bukunya, pasti aku bener2 terlarut sama apa yg dirasain Bianca.

  4. Why always me
    Aku juga pernah mempertanyakan ini pas jaman remaja ababil
    Aku suka covernya
    Unik penuh bentuk
    Bianca juga suka ikut kuis twitter yaa
    Hehehe
    Sama kayak aku dong ^^

  5. Dampak perceraian itu besar sekali buat anak, apalagi mentalnya. Bisa merubah sikap, sifat, kepribadian, tutur kata juga kebiasaan. Orang tua yang bercerai biasanya menomor sekiankan anak dibandingkan ego mereka. Kasian Bianca😥

  6. Pas lagi baca reviewnya tiba-tiba keinget judul lain. Nama tokohnya Bianca juga, menuju broken home dan emg broken…

    Kasian Bianca😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s