REVIEW Cherish Cheri

 cherish cheri

 

Belajar berkomitmen itu ibarat berjalan dengan dagu tegak tapi langkah melambat. Berat tapi berusaha tegar. Ketika kegagalan mulai mengintip sedikit demi sedikit, maka langkah akan berubah menjadi tergesa dikejar-kejar perasaan bersalah. (hlm. 122)

Apa rasanya LDR? Bukan hanya antar daerah, antar provinsi, tapi antar benua yang memisahkan cinta antara Cheri yang masih SMA dan Mikka yang menempuh kuliah di Australia.

Semenjak menjalani LDR, Mikka memang nggak bisa mendampingi dan melindungi Cheri lagi. Padahal untuk membuktikan cinta adalah dari tindakan, bukan serbuan kata-kata semata. LDR itu berat banget. Nggak semua orang bisa menjalani tanpa masalah.

“Sepertinya kita masih harus banyak belajar supaya bisa ngejalanin LDR dengan lancar. Kita memang udah megang anak kuncinya; komitmen. Kita juga tahu pintu mana yang harus dibuka supaya bisa masuk ke dalam rumah yang jadi tujuan kita. Tapi ternyata menuju jalan itu terjal banget.” (hlm. 146)

Banyak halangan ketika sepasang manusia LDR; masalah waktu, perasaan dan hati. LDR memang menjadi salah satu faktor penghambat hubungan. Dulu punya teman yang LDR dengan suaminya, pacarannya sih lama sampai lima tahun, tapi sayangnya menikah cuma dua tahun. Alasannya sih karena jarak alias LDR. Nah lohhhh… x) #PukPukGenerasiLDR

Beberapa kalimat favorit dalam buku ini:

  1. Cinta adalah terus berusaha, setengah berusaha atau tidak sama sekali berusaha. (hlm. 91)
  2. Cinta itu datangnya seperti maling di siang bolong. Perginya laksana angin puting beliung. (hlm. 101)
  3. Kalo kita udah ketemu sama cinta sejati kita, baru ngerti apa itu soulmate. (hlm. 102)
  4. Selama janur kuning belum terpasang, selama itu juga masih punya harapan. (hlm. 111)
  5. Seseorang akan kehilangan rasa cintanya karena berbagai sebab. Entah itu ada pihak ketiga atau emang udah kehilangan perasaannya begitu saja, tanpa alasan. (hlm. 112)
  6. Cinta itu bukanlah benda yang bisa disentuh, diraba, atau dilihat kecuali dengan hati. Cinta terkadang nggak terlihat secara nyata kecuali oleh orang yang menyadarinya dengan segenap perasaannya. Tapi cinta itu seringkali bersembunyi di tempat yang susah dijangkau, sampai tiba saatnya dia nanti muncul dan menampakkan raut wajahnya yang lembut. (hlm. 113)
  7. Cinta itu nggak selalu pakai logika. Bisa pahit, juga bisa manis. (hlm. 179)

Banyak juga selipan sindiran halusnya:

  1. Lagian apa susahnya sih jalan-jalan? (hlm. 26)
  2. Dunia bener-bener sempit. (hlm. 30)
  3. Cinta emang suka bikin orang berubah. (hlm. 38)
  4. Biar bagaimanapun, tempat curhat yang terbaik tetap aja temen cewek ya? (hlm. 39)
  5. Kalo nongkrong melulu, kapan belajar buat UN? (hlm. 41)
  6. Justru mumpung masih anak sekolahan kapan lagi bisa hepi-hepi? (hlm. 41)
  7. Jangan main api. Bahaya. (hlm. 44)
  8. Semakin lo ngotot merasa nggak punya kekurangan, semakin jelas lo banyak kekurangannya. (hlm. 45)
  9. Banyak orang yang pacaran bertahun-tahun ternyata bisa bubar begitu saja. Apalagi yang baru setahun? Jarak jauh, pula. (hlm. 53)
  10. Secara logika, ngapain juga pacaran tapi nggak pernah bertemu, terus ke mana-mana sendirian atau pergi sama orang lain. Percuma dong. Ya, kan? (hlm. 54)
  11. Zaman memang sudah berubah. (hlm. 68)
  12. Huh, kayak yang udah jadian aja sama dia? Pedekate aja baru mulai. Belum tentu berhasil. (hlm. 69)
  13. Sebagai teman, kita harus ada kewajiban untuk ngingetin karena dia udah punya cowok. (hlm. 77)
  14. Penyakit semua anak kelas dua belas kalo mau UN pasti mendadak rajin belajar. (hlm. 92)
  15. Temen gue kan banyak, ngapain juga harus negrasa kesepian? (hlm. 96)
  16. Mengeluh dan merengek itu nggak bakal nyelesain masalah. (hlm. 143)
  17. Deketan kan bukan berarti gebetan. (hlm. 128)
  18. Apa aja, yang penting menghasilkan duit halal. (hlm. 155)
  19. Anak bandel kayak kamu harusnya saya jewer. (hlm. 165)

Suka banget ama karakter Cheri; hobi makan tapi gak gemuk-gemuk. Banyak adegan Cheri hobi makan; di halaman 25, 26, 41, 46, 97, 100, 140, 155. Uwuwww…Cheri ini kayak saya banget yaaa, gyahahaha…😀 #dikepruk

Terus mainnya ama cowok, meski begitu dia tetap punya teman akrab cewek. Enaknya punya banyak teman cowok adalah bahwa cowok nggak seember cewek, nggak main perasaan, nggak sesensitif cewek, dan yang pasti nggak perlu jaim😀 #TossDuluAmaCheri

Suka juga ama tokoh Mikka, pacar Cheri; lucu, pintar, sederhana, dan meski orang kaya tapi nggak sombong dengan menunjukkan kekayaan yang dimilikinya. Buktinya dia selalu mengenakan vespa kemana-mana, dan saat liburan pun diisinya dengan magang di restoran milik ibunya maupun di perusahaan ayahnya sekaligus. Uwuwwww…mau donk cowok kayak Mikka ini…😀 #DikeprukLagi

Selain Cheri dan Mikka, suka juga ama tokoh Abah, kakeknya Cheri. Kalo kata urang Sunda mah meni polos pisan, bagaimana ekspresinya saat menyambut Mikka yang selalu mau diajak main catur, atau selalu salah menyebut Ebran yang terkadang berubah menjadi Enggrang…Enggang…Endang….Empang x) #PukPukEbran

Tokoh Ivan, Kakak Ebran juga suka. Meski dia adalah Kakak Ebran, bukan berarti dia mendukung penuh semua tindakan Ebran apalagi yang menjurus ke hal yang tidak menyenangkan bagi orang lain. Dan yang paling bikin sebal tentunya tokoh Ebran; sok kaya gitu deh. Cek aja di halaman 71 dan 84. Tapi orang sombong biasanya kena batunya. Contohnya si Ebran ini yang kerap dikerjai teman-teman cowok Cheri; Thomas dkk😀

Keterangan Buku:

Judul                                     : Cherish Cheri

Penulis                                 : Nita Trismaya

Penyunting                         : Donna Widjadjanto

Ilustrasi sampul                 : Diela Maharanie

Pemeriksa aksara             : Dias Rifansa

Penata aksara                    : Kuswanto

Desain                                  : Teguh Pandirian

Ilustrasi                                                : Ochidyati

Penerbit                              : PlotPoint

Terbit                                    : April 2013

Tebal                                     : 237 hlm.

ISBN                                      : 978-602-9481-38-9

11 thoughts on “REVIEW Cherish Cheri

  1. serius deh, cover2 dari plotpoint tuh emang desainnya bagus dan eye-catching😀 jadi tertarik pengen baca. Kira2 nanti ada giveaway-nya disini gak ya? (ngarep dot com)

    semoga penerbit atau pengarangnya baca terus ngajak kerjasama ya (atau jangan2 udah?) :))

    • Plotpoint memang juara kalo soal cover, unyu gitu ya. Sayangnya mulai tahun ini udah gak nerbitin buku lagi, PlotPoint lebih fokus ke dunia skenario dan pelatiha-pelatihan menulis😉

  2. Pingback: Daftar Bacaan tahun 2015 | Luckty Si Pustakawin

  3. Cheri sama Mikka pasti gemesin bangett.
    Tapi kayanya aku lbh interest ama kisah temen kakak yg pacaran 5th tapi nikah 2th gegara LDR? Astaga😮

  4. Aku belum pernah LDR sih. Mungkin kalau baca buku ini bisa tau gimana beratnya menjalani LDR, gimana susahnya menjaga kesetiaan. Aku jadi penasaran sama kisahnya Cheri dan Mikka.

  5. Penyakit LDR-an, obatnya cuma satu, kuat. Kuat iman, kuat cinta dan kuat setia.

    Enaknya makan banyak ga gemuk-gemuk, pengen dong

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s