REVIEW To All the Boys I’ve Loved Before

PicsArt_23_03_2015_7_47_30[1]

Apa kau pernah jatuh cinta? Cinta yang sesungguhnya?” (hlm. 30)

“Mungkin ini takdir. Mungkin semua memang harus terjadi seperti ini. karena….karena kau dan aku memang seharusnya bersama.” (hlm. 303)

“Kau hanya menyukai cowok yang tidak bisa kau raih, karena kau takut. Apa yang begitu kau takutkan?” (hlm. 331)

LARA JEAN seperti remaja pada umumnya; mengalami jatuh cinta sekaligus patah hati. Setiap dia jatuh cinta pada seseorang, dia akan menulis surat yang akan disimpannya rapat-rapat agar tidak ada satu pun yang mengetahui perasaannya ini sekaligus agar orang yang dicintainya itu juga tidak tahu akan perasaannya yang dipendamnya itu. Ada lima surat yang dia tulis, yang artinya ada lima cowok yang pernah membuatnya bikin jatuh cinta.

Buku ini dihiasi masa-masa remaja seputar masalah cinta dan keluarga. Setiap manusia mengalami cinta pertama, tapi tidak semua manusia memiliki cinta pertamanya, bisa jadi cinta pertamanya itu hanya dipendam atau juga bertepuk sebelah tangan. Lewat surat-surat yang ditulis Lara Jean untuk orang-orang yang pernah dia cintai akan menguak kehidupannya, termasuk kisah cinta pertamanya yang merupakan pacar kakaknya dan ada juga cowok paling populer di sekolahnya.

Setiap kali menulis, aku mencurahkan segalanya. Aku menulis seolah-olah mereka tidak akan pernah membacanya. Karena memang mereka tidak akan pernah membacanya. Setiap lamunan rahasia, setiap pengamatan yang kulakukan dengan teliti, dan segala yang kusimpan di dalam hatiku, kutuliskan semuanya di dalam surat-surat itu. Setelah selesai menulis, aku menyegel amplopnya, menuliskan nama dan alamat penerima, lalu menyimpannya di dalam kotak topiku. (hlm. 5)

Beberapa kalimat favorit dalam buku ini:

  1. Untuk masaah hati, kita tidak bisa meperkirakan bagaimana seseorang akan bersikap. (hlm. 18)
  2. Dibutuhkan tanggung jawab yang besar untuk mencengkram hati seseorang dalam genggamanmu. (hlm. 45)
  3. Semakin banyak orang yang tahu, akan semakin sulit bagi kita untuk menjalaninya. (hlm. 225)
  4. Kalau kau mengobrol  dengannya, kalau kau memberinya kesempatan, kau akan tahu. (hlm. 262)
  5. Kenapa sulit sekali mengatakan tidak? Apakah seperti ini rasanya mencintai seseorang? (hlm. 306)

Beberapa selipan sindiran halus dalam buku ini:

  1. Aku tidak mengerti kenapa kalian putus. Hanya karena kau akan pergi kuliah bukan berarti kalian harus putus. (hlm. 10)
  2. Dia harus berhenti bersikap menyebalkan. (hlm. 25)
  3. Karena beberapa hal adalah sesuatu yang serius dan harus dianggap serius. (hlm. 157)
  4. Saat kau punya pacar, kau hanya ingin bersama dengan orang itu dan kau melupakan orang lain. Ketika akhirya kau putus, kau telah kehilangan semua temanmu. Mereka melakukan hal-hal yang menyenangkan tanpamu. (hlm. 179)
  5. Sulit sekali mencari sesuatu di tengah kamar yang berantakan. (hlm. 197)
  6. Cinta itu menakutkan. Cinta berubah. Cinta tidak bisa menghilang. Itulah bagian dari resikonya. (hlm. 376)

Pas baca buku ini justru lebih suka kehidupan Lara Jean dan keluarganya. Suka sosok ayah Lara Jean. Bagaimana ayah mereka memperlakukan anak-anak perempuan dengan penuh perhatian. Lihat saja di halaman 17 ketika ayah mereka meski tidak selalu mengerti mereka, tapi selalu berusaha melakukannya. Di halaman 109 jika ayah mereka sedang libur, dia akan memasak makanan Korea. Itulah yang terpenting. Ayah mau berusaha. Dia tidak mengatakannya, tapi mereka tahu bahwa ayah melakukannya karena dia tidak ingin mereka kehilangan pertalian dengan darah Korea mereka. Dan makanan adalah satu-satunya cara berkontribusi yang ayah mereka ketahui. Dan ada juga di halaman 364 bagaimana pendekatan sang ayah ketika berusaha memahami kondisi Lara Jean ketika menghadapi masalah yang cukup pelik.

Dari tiga perempuan yang merupakan para gadis Song bersaudara ini; Margot, Lara Jean dan Kitty, tokoh yang paling mendekati karakter saya adalah Margot sang Kakak; hati-hati dalam bertindak, terkesan perfeksionis, selalu berusaha memberikan contoh yang baik agar menjadi panutan bagi adik-adiknya. Paling terasa di halaman hampir akhir; 367 ketika Margot mengeluarkan uneg-ungenya selama menjadi kakak bagi kedua adik perempuannya.

Aura kekeluargaan sangat terasa kental dalam buku ini. bagaimana hubungan ayah dan anak. Anak-anak selalu berusaha makan bersama dan juga menyelesaikan masalah bersama. Tidak hanya suka, tapi juga duka. Di halaman 365, ada pertengkaran tertentu yang hanya bisa kamu alami dengan kakak atau adik perempuanmu. Dalam pertengkaran semacam itu kamu mengatakan hal-hal yang tidak dapat kamu tarik kembali. Kamu mengatakannya karena kamu tidak tahan untuk tidak mengatakannya. Kamu pernah juga merasakannya? Saya juga pernah, sering malah x) #khilaf

Halaman 362, pesan Mommy mereka bikin mata berkaca-kaca karena saya juga pernah mengalaminya; pasca mommy mereka meninggal, mereka semua punya peran baru dan saling menjaga satu sama lain sesama saudara😉

Keterangan Buku:

Judul Buku                                          : To All the Boys I’ve Loved Before

Penulis                                                 : Jenny Han

Penerjemah                                       : Airien Kusumawardani

Penyunting                                         : Selsa Chintya

Proofreader                                       : Yuli Yono

Ilustrasi isi                                           : @teguhra

Penerbit                                              : Spring

Terbit                                                    : April 2015

ISBN                                                      : 978-602-71505-1-5

WP_20150324_021[1] WP_20150324_037[1]

Dapatkan buku ini di toko buku online Bukupedia

http://www.bukupedia.com/id/book/id-32-89659/novel-fiksi-cerpen/to-all-the-boys-i-ve-loved-before.html

10 thoughts on “REVIEW To All the Boys I’ve Loved Before

  1. Pingback: Daftar Bacaan tahun 2015 | Luckty Si Pustakawin

  2. Aku suka buku ini, buku yg bisa ngebuat aku senyum2 sendiri. Apalagi disini ada Peter Kavinsky aahhh kisah cinta remaja yg bikin senyum2, kesenengan sendiri, dan bikin ketagihan. Jenny Han menurut aku bisa menciptakan karakter2 yg membuat pembacanya jatuh cinta, aku sendiri hampir suka sama semua karakter yg dibuat Jenny Han dalam buku ini.

  3. Aku juga ga bisa bayangin kalo surat-surat yang aku buat untuk orang yang aku cintai tiba-tiba hilang dan dibaca langsung oleh orang tersebut, mau ditaro dimana mukanya X_X atau ke tukang vermak levi’s buat nebelin kulit muka😀

    Dimana pun tinggal, ga seharusnya tidak pernah melupakan kebudayaan sendiri. Seperti papa Song yang selalu memasak masakan Korea selama ia libur, untuk mendekatkan diri pada negara.

    Aku juga setuju sama ka Luckty, ada beberapa pertengkaran yang hanya bisa dirasakan oleh kakak beradik perempuan, aku sering juga, sering khilafnya, hehehe😀

  4. Aku juga ga bisa bayangin kalo surat-surat yang aku buat untuk orang yang aku cintai tiba-tiba hilang dan dibaca langsung oleh orang tersebut, mau ditaro dimana mukanya X_X atau ke tukang vermak levi’s buat nebelin kulit muka😀

    Dimana pun tinggal, ga seharusnya tidak pernah melupakan kebudayaan sendiri. Seperti papa Song yang selalu memasak masakan Korea selama ia libur, untuk mendekatkan diri pada negara.

    Aku juga setuju sama ka Luckty, ada beberapa pertengkaran yang hanya bisa dirasakan oleh kakak beradik perempuan, aku sering juga, sering khilafnya, hehehe😀😀

  5. “Untuk masalah hati, kita tidak bisa memperkirakan bagaimana seseorang akan bersikap.” Hati :’)

    “Sulit sekali mencari sesuatu di tengah kamar yang berantakan.” wkwkwk kebiasaanku nih >.<

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s