REVIEW Incognito

 

Kenangan tidak akan mengubah apa pun. (hlm. 189)

Adalah Sisca dan Erik yang sebenarnya sudah satu sekolah sejak zaman berseragam biru putih. Meski mereka tidak pernah akur, takdir selalu membawa mereka bersama. Di SMA pun lagi-lagi mereka bareng, bahkan satu kelas dan bahkan satu kelompok untuk pelajaran Sejarah. Guru mereka, Bu Hestu memberikan tugas berupa observasi peninggalan bersejarah yang memang hanya bisa dilakukan saat liburan.

Mereka menelusuri Kota Lama Semarang, memotret beberapa view yang menarik untuk sejarah. Sampai si depan Gedung Marabunta mereka kehujanan. Ternyata gedung tersebut pagarnya tidak terkunci sehingga mereka bisa berteduh. Siapa sangka, hal itu membawa terlempar ke masa silam…

Banyak kalimat favorit:

  1. Pada dasarnya kita semua bersaudara. (hlm. 16)
  2. Cinta pertama sampai kapan pun akan menjadi cinta yang paling tak terlupakan. (hlm. 27)
  3. Janji adalah janji. (hlm. 58)
  4. Tempat yang paling aman adalah tempat yang paling berbahaya. (hlm. 76)
  5. Semua orang dilahirkan sama. (hlm. 108)
  6. Sudah menjadi kewajiban semua laki-laki untuk melindungi wanita. (hlm. 112)
  7. Hanya itu yang kamu tahu di bumi dan hanya itu yang kamu perlu tahu. (hlm. 142)
  8. Lebih baik mati daripada dilupakan. (hlm. 179)
  9. Bagaimana bisa mengatakan seseorang baik kalau dia belum mengenalnya? (hlm. 187)
  10. Rasa suka kan memang tidak datang dan pergi semudah itu. (hlm. 188)

Beberapa selipan sindiran halus dalam buku ini:

  1. Semua laki-laki itu serigala lo. (hlm. 21)
  2. Rasa ingin tahu itu berbahaya. (hlm. 38)
  3. Sampai kapan pun laki-laki yang menentang zaman akan disukai wanita. (hlm. 58)
  4. Memuji diri sendiri itu nggak baik. (hlm. 62)
  5. Membiarkan seorang dibunuh padahal sebenarnya bisa mencegahnya bukankah sama saja dengan si pembunuh itu sendiri? (hlm. 79)
  6. Siapa yang senang jika harus mati? Siapa yang senang jika melihat orang yang penting bagimu mati? (hlm. 162)
  7. Patah hati ternyata sakit juga ya. (hlm. 189)

Novel ini memang berlabel teenlit. Tapi teenlit ala Mbak Windhy selalu tak biasa. Memang sih, kalau yang baca sudah lewat masa remaja bakal gampang menebak alur cerita ini mau dibawa ke mana. Tapi kalo buat remaja-remaja unyu, cerita ini semacam kayak petualangan sekaligus belajar sejarah. Lewat tokoh Sisca dan Erik (dan juga Carl), mereka akan menjelajahi beberapa dimensi waktu. Bisa bertemu Archimedes dengan cermin raksasanya seperti ini:

Atau kisah Tom dan Huck dalam bukunya Mark Twain:

“Kita datang bertiga maka kita pulang bertiga” (hlm. 73)

Penasaran lebih lanjut? Baca sendiri donk. Pokoknya keren banget cerita dalam buku ini, banyak pengetahuan yang kita dapat. Takjub ama penulisnya yang menggabung-gabungkan sejarah dan menyulamnya menjadi satu ikatan cerita. Tap sayangnya tipis banget halamannya…😀

Keterangan Buku:

Judul                     : Incognito

Penulis                 : Windhy Puspita

Cover                    : Rizal Abdillah Harahap

Penerbit              : Gramedia Pustaka Utama

Terbit                    : Mei 2014 (Cetakan Kedua)

Tebal                     : 201 hlm.

ISBN                      : 978-602-03-0523-3

15 thoughts on “REVIEW Incognito

  1. Pingback: REVIEW Days of Terror | Luckty Si Pustakawin

  2. Pingback: Daftar Bacaan tahun 2015 | Luckty Si Pustakawin

  3. Kak Windhy Imajinasinya memang tinggi sekali, Setelah Incognito yg mengusung tema sejarah dan perjalanan waktu, Ada Touche yang paling bisa membuat aku jatuh hati. Kaum Touche? aku aja baru tau lewat situ…

  4. Incognito! Novel teenlit favoritku sepanjang masa. Dari SMP sampai sekarang mau kuliah, sudah beberapa kali aku re-read novel ini karena senang banget dengan petualangan Sisca, Erik, dan Carl. Lewat novel ini, aku belajar banyak tentang sejarah sekaligus belajar bahasa, aku paling senang kalau Mbak Windhy ngeluarin bahasa Belanda.
    Terus, aku juga senang banget sama interaksi antara Sisca dan Erik yang aduh, menggemaskan! Tapi, setuju kata kak Luckty, novel ini masih tipis. Padahal masih pengin jalan-jalan sama mereka bertiga.

  5. Wah jadi ini kebawa ke masa silam yang bener-bener silam?
    Aku fikir apa.. yaampun.
    Kayanya keren deh petualangan mereka. Jadi penasaraaann…

  6. Wiiihh terlempar ke masa lalu? Aku suka nih cerita yg berbau fantasi gini. Mengetahui sejarah dengan melakukan perjalanan waktu behh kereenn

  7. Ternyata novel time traveller.

    “Kita datang bertiga maka kita pulang bertiga” (hlm. 73)

    Kata-kata itu sering dipake di film barat, hehehe🙂

    Baca novel sambil menapaki sejarah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s