REVIEW Heart and Soul

 Heart And Soul Oleh Windhy Puspitadewi - Gagasmedia

Cinta memang datang dengan luka. Mereka satu paket. Itu sebabnya kita harus mencari orang atau penyebab yang layak atas luka itu. (hlm. 276)

ERIKA TATIANA adalah remaja putih abu-abu. Dia pintar, sayangnya tak banyak teman yang dimilikinya. Dia juga tidak berusaha agar semua orang menyukainya. Erika sudah lelah dan tidak gampang memercayai semua orang, meskipun itu teman sekelasnya seperti Hilda dan Resti yang kerap membencinya karena dia tidak pernah mau meminjamkan PR-nya disalin oleh orang-orang yang hanya mau memanfaatkan kepintarannya semata.

“Setiap perbuatan yang kulakukan karena memang aku ingin melakukannya. Bukan karenaku ingin dibenci atau ingin disukai orang lain. Aku juga tidak bermaksud menutupi siapa aku sebenarnya aku yang seperti inilah diriku yang sebenarnya.” (hlm. 58)

Erika tumbuh dengan sikap yang dingin. Hal itu bermula dari masa lalunya yang buruk. Saat ayahnya ditipu rekan kerjanya hingga milyaran rupiah. Semua yang bisa dijual, mereka jual. Bahkan, akhirnya rumah pun dijadikan jaminan untuk meminjam uang di bank. Sejak itu, ayah mulai sering pulang malam dan mudah sekali marah. Sejak itu pula, dia bukan lagi ayah yang dikenal Erika. Dia sering memukul ibu, juga memukulnya. Hingga akhirnya,ayah pergi dan tak pernah kembali.

Ibu yang berusaha melunasi hutang ayah di bank dan demi memenuhi kebutuhan mereka termasuk sekolahnya, mulai bekerja keras dari pagi sampai malam. Sampai suatu pagi, mata ibu tidak bisa lagi terbuka walau Erika mencoba membangunkannya berkali-kali. Ibu sudah tidak ada dan karena tidak bisa memenuhi pinjaman, rumah mereka disita.

Hingga tetangga mereka; Om Herman dan Tante Flora mengajaknya tinggal bersama mereka. Apalagi, Aro, anak tunggal mereka, adalah temannya sejak kecil. Akhirnya, sejak empat tahun yang lalu, dia pun menjadi bagian dari keluarga kecil mereka.

“Tapi, untuk saat ini, aku masih belum bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika saat aku belajar mencintai, orang itu pergi meninggalkanku. Aku tak tahu apakah aku sanggup menghadapinya. Aku tak ingin lagi merasakan apa yang kurasakan saat Ayah meninggalkanku. Rasa pengkhianatan dan rasa bahwa aku tidak dicintai, aku tidak ingin merasakannya lagi.” (hlm. 259)

Banyak kalimat favorit dalam buku ini:

  1. Ini bukan masalah pergi ke mana. Ini lebih ke masalah akan pergi dengan siapa. (hlm. 33)
  2. Kalau kita berbuat kebaikan, suatu saat, kita akan dibalas kebaikan juga. (hlm. 38)
  3. Jadilah orang terbaik yang kamu bisa. (hlm. 88)
  4. Belajarlah mencintai dirimu sendiri dan menerima cinta dari orang-orang disekitarmu. Belajarlah untuk menerima kebaikan dari orang-orang yang mencintaimu. (hlm. 89)
  5. Mencintai seseorang yang ternyata juga mencintaimu, bukankah itu hal yang paling membahagiakan? (hlm. 260)
  6. Setiap orang berhak menentukan siapa yang dia sukai. (hlm. 261)
  7. Perasaan mencintai dan dicintai akan mengalahkan rasa sakit yang kau rasakan. (hlm. 276)
  8. Memercayai seseorang artinya kiat memberikan pistol kepada mereka yang bisa mereka gunakan untuk menembak kita kapan pun yang mereka mau. (hlm. 333

Beberapa selipan sindiran halus dalam buku ini:

  1. Untuk apa tiap bulan ponselmu kau isi pulsa kalau tidak digunakan? (hlm. 10)
  2. Bagaimana pun kau membenci orang, yang tanpanya kau tidak akan bisa lahir ke dunia ini? (hlm. 15)
  3. Tidak ada orang yang benar-benar baik di dunia ini. (hlm. 37)
  4. Karena cewek cantik dan bodoh biasanya berakhir dengan pria kaya dan pintar. (hlm. 56)
  5. Jangan mengikuti kompetisi yang kau tahu pasti tidak bisa kau menangi. (hlm. 56)
  6. Kalau saja semua orang pintar baik. (hlm. 57)
  7. Laki-laki semuanya sama saja, tidak ada yang mau menerima ‘tidak’. (hlm. 283)

Suka ama tokoh-tokoh dalam novel ini, terutama Aro dan Leo. Ceritanya remajanya dapet banget. Masalah-masalah di sekolah, seperti di halaman 22 tentang menyontek. Ada juga sekilas tentang tawuran dan imbasnya. Lumayan banyak juga selipan pelajaran Biologi dan praktikumnya seperti di halaman 68-69, 180-182, dan 251-252. Keren juga saat pemilihan OSIS di halaman 197. Oya, suka juga dengan proses cerita lomba mading, lewat lomba ini kita bisa melihat bagaimana pentingnya bekerja dengan tim, harus mengalahkan rasa ego masing-masing pihak.

Permasalahan Erika tentang rencananya kuliah karena kendala biaya, sebenarnya ada solusinya. Jadi, jika siswa SMA yang akan melanjutkan ke jenjang kuliah ada yang namanya BIDIKMISI. Siswa yang lulus baik melalui jalur SBMPTN maupun SNMPTN, semuanya ada jalur BIDIK MISI, dengan beberapa syarat yang berlaku. Ada perbedaan antara BIDIKMISI dan BEASISWA. Bidikmisi adalah bantuan biaya pendidikan, berbeda dari beasiswa yang berfokus pada memberikan penghargaan terhadap yang berprestasi, bidikmisi adalah bantuan biaya pendidikan yang mana memberikan fasilitas pada yang tidak mampu untuk dapat memutus mata rantai kemiskinan. Walaupun demikian, syarat prestasi pada bidikmisi ditujukan untuk menjamin bahwa penerima bidikmisi terseleksi dari yang benar benar mempunyai kemauan untuk menyelesaikan pendidikan tinggi.

Jadi untuk ukuran Erika yang pintar dan melihat latar belakang keluarganya, siswa seperti Erika berpeluang banget untuk mendapatkan BIDIKMISI. BIDIKMISI lebih meringankan ketimbang BEASISWA. Siswa yang lulus BIDIKMISI, selain bebas biaya semesteran saat kuliah, juga bakal mendapat subsidi biaya hidup yang disesuaikan dengan pertimbangan biaya hidup di masing-masing wilayah. Info BIDIKMISI bisa dilihat lengkap di http://bidikmisi.dikti.go.id/

Hadewh…maaf malah jadi ngelantur soal bidikmisi, hehehe… Selalu suka kisah-kisah remaja yang ditulis Mbak Windhy. Poin lebih dari buku ini adalah menyelipkan daerah-daerah khas di Jawa Timur. Yang disayangkan cuma satu, covernya kurang ciamik. Meskipun begitu, endingnya bikin sesak :’)

“Kan sudah kubilang kalau kau mirip edelweis. Kau itu kuat, jadi walaupun sebenarnya kau kuat, kau tidak akan membiarkan orang-orang disekitarmu melihat kelemahanmu.” (hlm. 84)

Keterangan Buku:

Judul                     : Heart and Soul

Penulis                 : Windhy Puspitadewi

Editor                    : Gita Romadhona & Ayuning

Proofreader       : Widyawati Oktavia

Penata letak       : Gita Ramayudha

Ilustrasi isi           : Gita Ramayudha

Desain cover      : Levina Lesmana

Foto cover          : AleksandarNakic/ iStockphoto

Penerbit              : GagasMedia

Terbit                    : 2014

Tebal                     : 336 hlm.

ISBN                      : 979-7880-750-9

Baca buku ini, cocok sambil dengerin lagu-lagu ini :’)

 

11 thoughts on “REVIEW Heart and Soul

  1. Pingback: Daftar Bacaan tahun 2015 | Luckty Si Pustakawin

  2. Sukaa banget!!
    “Kan sudah kubilang kalau kau mirip edelweis. Kau itu kuat, jadi walaupun sebenarnya kau kuat, kau tidak akan membiarkan orang-orang disekitarmu melihat kelemahanmu.” (hlm. 84)

    Jdi konflik utamanya apanih kak? Biaya kuliah ya? Atau kisah cinta/persahabatannya?

  3. Baca reviewnya merinding aku, sedih. Kasian si Erika. Pasti dia nggak mau jatuh cinta karena ngeliat kelakuan ayahnya. Terlalu muda untuk nengalami semua itu, untuk merasakan rasa sakit itu.
    Apa ada tokoh di dalam novel ini yg mampu menghapuskan rasa sakit Erika kak?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s