REVIEW Teka-Teki Terakhir

teka teki terakhir

“Dan dalam matematika, kalau bukan yang terbaik, kau bukan siapa-siapa.” (hlm. 92)

Adalah Laura Welman yang masih kanak-kanak. Matematika adalah kelemahannya saat itu. Mereka memiliki tetangga yang bisa dikatakan super aneh. Kondisi rumahnya seperti tidak terawat, halaman depan dipenuhi rumput liar. Tetapi rumah ini masih dihuni, karena kadang-kadang Laura dapat melihat cahaya lampu yang berasal dari kamar di lantai dua bagian sudut kanan rumah.

Rumah Laura dan rumah Maxwell terletak di sisi kiri sungai Littlewood, bagian kota yang lebih kecil. Sebagian besar rumah penduduk, sekolah, toko-toko, dan tempat menarik lain berada di sisi kanan sungai. Ini artinya, Laura dan kakaknya, Jack harus melewati rumah Maxwell setiap kali ingin menyeberang sungai, yang berarti setiap hari melewati ketika berangkat sekolah.

Siapa sangka kelemahannya dalam hal matematika yaitu ketika membuang kertas ujiannya dalam hal matematika yang tak sengaja ia buang di kotak sampah milik keluarga Maxwell kelak akan mengubah nasibnya. Ya, ia akan berkenalan dengan sepasang suami istri Maxwell yang merupakan seorang ahli matematika. Wow!!

“Begitu banyak buku, tapi hanya aku dan suamiku yang membacanya. Pilihlah buku yang kau suka. Kau bisa membacanya di sini, atau membawanya pulang. Anggap saja seperti perpustakaan umum.” (hlm. 48)

“Sudah lama kami terpikir untuk menyumbangkan sebagian besar buku ini ke perpustakaan, karena apalah arti semua buku ini kalau tidak dibaca? Tetapi rupanya saat kau tua, kau merencanakan banyak hal tapi hanya bisa mengerjakan sedikit sekali.” (hlm. 49)

Membaca novel ini akan dipenuhi aroma buku dan perpustakaan. Ya, keluarga Maxwell ini memiliki ruang khusus perpustakaan yang dipenuhi dengan ribuan buku. Meskipun keluarga Maxwell ini terlihat seperti geek, tapi saya amat menyukai sepasang suami istri ini yang memiliki passion yang sama, yaitu dalam hal matematika. Tidak banyak orang yang melanjutkan passion-nya sampai akhir hayat seperti mereka.

Dan yang menjadi poin lebih dalam novel ini adalah kita akan diajak menelusuri dunia matematika. Mulai dari asal mula angka nol di halaman 22-23, tokoh matematika salah satuya ada Sophie Germain di halaman 85-86, bilangan irasional di halaman 98, hipoteis kontinum di halaman 130, dan yang pasti ada penjabaran lengkap pengetahuan tentang Teorema Terakhir Fermat di halaman 71-74. Saya pikir ini merupakan novel terjemahan, siapa sangka ini ditulis oleh penulis lokal. Uwow, kece banget. Layak banget dibaca, novel unyu dengan kayak pengetahuan di dalamnya, terutama dunia matematika.

Beberapa kalimat favorit dalam buku ini:

  1. Sebaiknya kau cari tahu lebih banyak sebelum memutuskan untuk menyukai seseorang. (hlm. 87)
  2. Ada beberapa yang tetap cemerlang di usia tua. (hlm. 92)
  3. Janganlah terlalu fokus pada satu hal hingga lupa menghargai apa yang ada di sekelilingmu. (hlm. 93)
  4. Terkadang kau harus berani mengambil resiko. (hlm. 163)

Keterangan Buku:

Judul buku                          : Teka-teki Terakhir

Penulis                                 : Annisa Ihsani

Editor                                    : Ayu Yudha

Desain sampul                   : EorG

Penerbit                              : PT Gramedia Pustaka Utama

Terbit                                    : Maret 2014

Tebal                                     : 256 hlm.

ISBN                                      : 978-602-03-0298-0

12 thoughts on “REVIEW Teka-Teki Terakhir

  1. Pingback: Daftar Bacaan tahun 2015 | Luckty Si Pustakawin

  2. aku rasa ini novel yang keren banget deh. karna pas baca awal2 ada kata2 “Dan dalam matematika, kalau bukan yang terbaik, kau bukan siapa-siapa.” (hlm. 92) beeh bikin baper banget. bakal jadi novel yang bikin baper yang aku baca selama ini kayanya. cerita mulai dari waktu kecil. sipp, penulisnya sukses bikin penasaaran sama cerita ini

  3. Berarti baca novel ini juga bisa sambil belajar matematika ya? Coba aja buku pelajaran matematika isinya cerita kayak di buku ini, bakalan rajin aku baca

  4. Aku kira juga ini buku terjemahan, ternyata bukan. Ada beberapa buku yang berbau ilmu pengetahuan, tapi baru kali ini yang membahas abis tentang matematika.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s