Obsessive Compulsive Disorder + Pengumuman GA #MisteriPatungGaram

Pembunuhan. Garam. Bunga glory morning. Dari sekian bahasan yag diselipkan dalam novel Misteri Patung Garam, saya paling tertarik dengan Obsessive Compulsive Disorder. Salah satu tokoh dalam novel ini mengidap penyakit tersebut. Kenapa saya tertarik? Karena ini yang paling melekat dalam kehidupan saya sehari-hari.

Sebelumnya, kita akan menelusuri apakah pengertian dari Obsessive Compulsive Disorder (OCD). Ini adalah semacam penyakit yang biasanya menyerang mental seseorang yang biasanya melakukan perbuatan/berpikir berulang-ulang dengan harap-harap cemas atau selalu menduga dengan sugesti; jangan-jangan bakal gini, jangan-jangan bakal gitu. Bisa dikatakan seseorang yang mengalami ini akan mengalami rasa kecemasan yang berlebihan atau bahkan bisa dikatakan luar biasa. Rasa cemas mulai dari hal-hal sepele dari berulang kali mencuci tangan karena merasa masih saja kotor bahkan mencemaskan hari esok.

Ini yang saya dapatkan saat membaca di artikel dalam website http://psycholymania.com tentang ciri-ciri dan perilaku yang menjurus ke OCD:

Gejala utama obsesi-kompulsif harus memenuhi kriteria sebagai berikut:

  1. Perilaku dan pikiran yang muncul tersebut disadari sepenuhnya oleh individu atau didasarkan pada impuls dalam dirinya sendiri. Individu juga menyadari bahwa perilakunya itu tidak rasional, namun tetap dilakukan untuk mengurangi kecemasan.
  2. Beberapa perilaku yang muncul disadari oleh individu dan berusaha melawan kebiasaan dan pikiran-pikiran rasa cemas tersebut sekuat tenaga, namun tidak berhasil.
  3. Pikiran dan tindakan tersebut tidak memberikan perasaan lega, rasa puas atau kesenangan, melainkan disebabkan oleh rasa khawatir secara berlebihan dan mengurangi stres yang dirasakannya.
  4. Obsesi (pikiran) dan kompulsi (perilaku) sifatnya berulang-ulang secara terus-menerus dalam beberapa kali setiap harinya.
  5. Obsesi dan kompulsi menyebabkan terjadinya tekanan dalam diri penderita dan menghabiskan waktu (lebih dari satu jam sehari) atau secara signifikan mengganggu fungsi normal seseorang, atau kegiatan sosial atau suatu hubungan dengan orang lain.
  6. Penderita merasa terdorong untuk melakukan ritual, yaitu tindakan berulang seperti mencuci tangan & melakukan pengecekan dengan maksud tertentu.

BERBAGAI PERILAKU GANGGUAN YAN SERING TERJADI :

  • Membersihkan atau mencuci tangan
  • Memeriksa atau mengecek
  • Menyusun
  • Mengkoleksi atau menimbun barang
  • Menghitung atau mengulang pikiran yang selalu muncul (obsesif)
  • Takut terkontaminasi penyakit/kuman
  • Takut membahayakan orang lain
  • Takut salah
  • Takut dianggap tidak sopan
  • Perlu ketepatan atau simetri
  • Bingung atau keraguan yang berlebihan.
  • Mengulang berhitung berkali-kali (cemas akan kesalahan pada urutan bilangan)

Apakah merasakan gejala-gejala di atas? Tanpa disadari saya juga berpotensi memiliki sindrom ini:

  1. Ini tidak hanya saya lakukan dalam hal menimbun buku, tapi juga yang lain. Karena sudah bertahun-tahun menjadi pengganti mama, saya cenderung menimbun apa pun keperluan rumah yang kira-kira nantinya tidak habis dalam waktu lama. Saya akan menimbun jajanan satu kardus yang kira-kira cukup untuk satu minggu; saya akan membeli keperluan dapur yang mentah-mentah seperti minyak goreng, gula, kopi, teh dan lain-lain untuk sebulan, dan saya juga akan menimbun urusan peralatan mandi seperti; sikat gigi, sabun, pasta gigi, sampo, dan lain-lain yang sekiranya cukup untuk satu bulan. Sampai sekarang kalo beli jajanan atau camilan, Uda/Uni yang jualan masih nggak percaya kalo saya beli banyak bukan buat jualan tapi hanya buat dimakan sendiri. Kalo beli peralatan mandi; bisa beli sabun setengah lusin sekaligus, detergen bisa berbungkus-bungkus, hand body ataupun deodorant bisa beli 3-6 sekaligus. Berasa kayak buka warung. Saya punya prinsip, lebih baik nggak punya uang tapi urusan rumah sudah terpenuhi semua. Begitu juga dengan urusan buku, merasa khawatir jika tidak memiliki stok buku yang dibaca, padahal sih di timbunan masih setumpuk. Jadi suka mikir, beli sekarang daripada besok bukunya udah jarang dijual. Beli dulu, bacanya mah kapan-kapan x)
  2. Begitu pula dengan urusan pekerjaan. Biasanya akhir tahun akan ada semacam laporan pekerjaan kita selama setahun. Dari awal tahun, pasti saya sudah merancang poin-poin mana saja yang bakal masuk angka kredit untuk satu tahun ke depan. Ada kekhawatiran bakal terpenuhi atau tidak poin yang sudah diajukan. Misalnya saat buku-buku datang di saat ajaran baru, harusnya saya bekerja di saat mulai hari pertama sekolah, tapi biasanya selama liburan sudah saya cicil untuk membuat barcode. Saya khawatir tidak bisa menyelesaikan dalam target yang ditentukan jika membuat barcode ribuan buku di saat deadline, karena biasanya ada saja kendala yang dihadapi, misalnya; printer untuk nge-print rusak atau komputer yang digunakan terkena virus.
  3. Sampai sekarang saya tidak bisa mengendarai motor. Di saat anak-anak zaman sekarang pada berani mengendarai motor, saya masih belum bisa juga. Entah kenapa, keseimbangan saya memang jelek. Selalu saja jatuh, bahkan pernah hampir menabrak. Karena itu, saya belum bisa mengendarai motor sendirian. Padahal dari SD sudah bisa naik sepeda loh x)
  4. Cemas ketika akan menghadapi sesuatu yang baru atau di tempat baru. Dulu saya sempat berpikir, kenapa para orangtua terlalu mencemaskan anak-anaknya jika pulang larut malam? Ternyata sebelum menjadi orangtua, saya menjadi pengganti mama dan menuntun adik-adik sejak mereka kecil. Jadilah sampai sekarang suka cemas, misalnya di saat mereka ujian sekolah, di saat belum pulang juga sampai malam, dan lain-lain. Duh, tipikal emak-emak banget ini😀

Begitupula dengan salah satu tokoh dalam novel Misteri Patung Garam ini. Perilaku OCD-nya amat sangat berpengaruh ke orang-orang terdekatnya. Jika tidak ditanggapi, perilaku OCD bisa menimbulkan pengaruh yang serius dan hal-hal yang cukup fatal. Penasaran siapa yang memiliki sindrom OCD dalam buku Misteri Patung Garam? Segera berburu bukunya yaa…😀

Alhamdulillah, ada 77 peserta GIVEAWAY Misteri Patung Garam. Terima kasih buat semua peserta!!😀 #PeyukSemua

Pemenang giveaway kali ini:

Nama : Alvina Ayuningtyas
Akun twitter : @alvina13
Kota tinggal : Solo

Selamat buat pemenang. Sila kirim email ke  emangkenapa_pustakawin[at]yahoo[dot]com dengan judul: konfirmasi pemenang GA Misteri Patung Garam. Kemudian di badan email cantumkan; nama, alamat lengkap, dan no hape biar hadiahnya segera dikirim langsung oleh penulisnya.… ( ‘⌣’)人(‘⌣’ )

Terima kasih buat semua peserta giveaway kali ini. Buat yang belum menang, jangan sedih. Masih banyak giveaway lainnya nih…. 😀

mpg blogtour

Buat yang belum beruntung, jangan lupa ikuti rangkaian #MisteriPatungGaram Blog Tour di blog ini:

1. 20 – 26 April 2015 – My Little Library@atriasartika

2. 27 April – 3 Mei 2015 – Ini Dunia Bukuku@muhrasyidridho

3. 4-10 Mei 2015 –Pada Suatu Buku@RuwiMeita25

COMING SOON:

Eleanor: Do You Want To Know A Secret

 

4 thoughts on “Obsessive Compulsive Disorder + Pengumuman GA #MisteriPatungGaram

  1. Ya ampuun jangan jangan aku ocd juga ._.
    Ada ngga sih konsultasi psikologis secara online? *jadi kepo

    Btw makasih udah menangin akuuuu

    *soundswrong *biarin lah ;))

    • tempo hari aku pernah liat konsultasi online tapi lupa nama websitenya…😀

      jangan lupa meluncur ke email yaaa…😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s