REVIEW Cinta Masa Lalu

WP_20150403_003

Untuk mencapai kebahagiaan harus banyak pengorbanan dan rasa sakit. (hlm. 151)

VIONA. Perempuan dewasa yang menyimpan banyak luka baik lahir maupun batin. Ketika masih remaja, tak pernah terpikir dalam hidupnya tergelincir oleh hal-hal yang merusak masa depannya karena ulah orang lain. Ya, orang lain, bukan karena kesalahannya sendiri. Benci, marah dan dendam memang sangatlah wajar dirasakan Viona ketika lulus sekolah yang saat itu bercita-cita ingin kuliah di luar negeri malah hancur berantakan karena ulah oleh laki-laki yang tak dikenalnya.

Viona harus mengubur cita-citanya yang tinggi itu, melahirkan seorang anak di saat usianya belum menembus angka 20 dan pergi jauh dari keluarganya untuk menata masa depannya yang lebih baik. Menjelang lulus kuliah, saat dia pulang ke rumah dan menemukan seorang anak kecil yang bisa dipastikan itu adalah darah kandungnya yang selama ini tak pernah dia lihat pasca melahirkannya. Dan yang lebih membuatnya tersayat adalah ketika mendapati sang laki-laki yang dulu menghancurkan masa depannya itu kembali datang!

“Vio, gua gak minta lu maafin dia atau lu bersikap baik sama dia. Itu hak lu. Gue cuma mau lu ngerti alasan kita semua nerima dia. Itu hak lu. Gua bisa liat kok lu gak terima sama sikap kami. Tapi ada satu yang gua mohon ke elu, Vio, adikku yang paling cantik, tolong terima Daiva. Bagaimana pun, dia tetap anak kamu.” (hlm. 68)

Memang tidak mudah untuk berdamai dengan masa lalu, apalagi masa lalu yang meninggalkan luka yang teramat dalam. Itulah yang dialami Viona. Beruntungnya di saat dirinya dalam kondisi yang sangat terpuruk, Viona memiliki keluarga yang luar biasa perhatian dan menyayangi dirinya. Meski masalah pribadinya ini berimbas pada kelangsungan perusahaan ayahnya yang jatuh bangkrut akibat berita yang tidak sedap sehingga semua orang menjauhi keluarganya, dan ayahnya sempat mengalami syok, ayahnya tidak pernah membencinya. Ya, sangsi sosial dalam hidup memang hal paling berat dalam kehidupan yang musti dihadapi. Ayahnya sungguh luar biasa, apalagi di saat keluarganya mengalami krisis, ketika Juna sangat emosi saat adik kesayangannya itu terenggut masa depannya, ayahnya selalu mengingatkan Juna untuk tidak bertindak gegabah. Luar biasa. Begitu pula dengan ibu Viona yang dengan sabar menghadapi segala hujatan termasuk dari saudaranya sendiri. Juna, sebagai kakak Viona pun turut andil dalam penyembuhan psikis Viona selama ini. Lewat buku ini kita bisa melihat hubungan saudara yang kental antara Juna dan Viona. Meski tak jarang berantem dan kadang saling mencaci satu sama lain, sesungguhnya mereka saling mengasihi satu sama lain.

Juna, ya Juna yang dimaksud ini adalah Juna yang menjadi tokoh utama dalam novel Akulah Arjuna yang sudah saya baca sebelumnya. Harusnya baca ini dulu ya, baru baca Akulah Arjuna. Ini saya malah terbalik. Oya, buku ini untuk level dewasa karena banyak mengandung ginko biloba alias buku kipas x)

Beberapa kalimat favorit dalam buku ini:

  1. Tak ada hal yang lebih menyenangkan selain pulang kampung, bukan? (hlm. 1)
  2. Kita gak akan bisa ngubah apa-apa, kan? Kita hanya bisa memperbaikinya, mencoba menjadikannya lebih baik. (hlm. 20)
  3. Tolong lihat segala sesuatunya dari berbagai aspek. Jangan turutkan emosi dalam hal ini. (hlm. 169)
  4. Butuh kata cinta untuk tahu bahwa kau yakin untuk dicintai. (hlm. 285)

Beberapa selipan sindiran halus dalam buku ini:

  1. Ini enaknya bepergian hanya menggunakan tas ransel, bisa keluar tanpa menunggu bagasi. (hlm. 1)
  2. Males banget sih sama cewek yang ketauan banget cuma duit aja di otaknya. (hlm. 13)
  3. Mulut lu kayak gak disekolahin aja. Kampus lu itu kampus paling mahal. Apa mereka gak ngajarin tatakrama di sana? (hlm. 20)
  4. Cinta, makan tuh cinta. Masih kecil pada mau kawin. (hlm. 49)
  5. Emosi tak akan membuat kita mengambil keputusan yang benar. (hlm. 173)

Keterangan Buku:

Judul                                     : Cinta Masa Lalu

Penulis                                 : Nima Mumtaz

Penerbit                              : PT. Elex Media Komputindo

Terbit                                    : 2014

Tebal                                     : 306 hlm.

ISBN                                      : 978-602-02-3101-3

9 thoughts on “REVIEW Cinta Masa Lalu

  1. Pingback: Daftar Bacaan tahun 2015 | Luckty Si Pustakawin

  2. Untuk mencapai kebahagiaan harus banyak pengorbanan dan rasa sakit. (hlm. 151) betullll, jadi pengen bacaaa

  3. Oalah jadi ini dulu nih kak baru yang Akulah Arjuna? Haha tapi gapapa tetep keren kok kak reviewnya heheh

  4. Aku suka covernya.
    Kasian anak Viona kalau si Viona nya nggak mau nerima keadaannya. Terus penasaran gimana sikap Viona ke laki2 yg dulu merusak masa depannya. Apakah dia memaafkannya?

  5. aku juga pernah kok mba baca buku kedua dulu baru pertama haha.
    btw salut sama keluarga viona khusunya Ayahnya yang masih mau nerima viona. jarang kan ada keluarga yang seperti itu

  6. Ga bisa bayangin di posisi viona
    Aku juga punya temen yg mengalami hal itu
    Bahkan masih lebih muda dari viona
    Untungnya rangkulan keluarga dan teman teman terus ia rasakan
    Smoga apa yg di alami viona tidak akan dirasakan oleh orang orang lain

  7. Bukan mimpi buruk lagi, tapi rasanya dunia kiamat jika berada di posisi Viona. Beruntung masih ada keluarga yang selalu menolongnya.

    Ini kan buku pertamanya ka Nima, sekarang udah cetak ulang. Ada perbaikan isi dan ganti cover. Aku belum baca yang ini maupun yang Akulah Arjuna, tapi malah Jodoh Untuk Naina yang aku baca pertama kali dan aku suka banget🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s