REVIEW Dari Jilboobs Hingga Nikah Beda Agama

Keharusan kita sebagai Muslim atau muslimah adalah membenahi diri sebaik-baiknya, meningkatkan kualitas iman. Bukan sibuk ngurusi orang, apalagi merasa diri paling baik. (hlm. 112)

Ada 9 BAB utama dengan puluhan SUB BAB yang dibahas dalam buku ini, ada beberapa pilihan yang menjadi ulasan favorit.

  1. JILBAB. Dalam pandangan masyarakat kita, wanita berjilbab selalu diidentikkan sebagai wanita yang santun, kalem, rajin shalat, rajin bersedekah, sering hadir di majelis pengajian, dan berbagai predikat kesalehan lainnya. Boleh jadi –dan faktanya- sebagian besar wanita berkerudung, memang seperti yang dipersepsikan tersebut. Nah, jika kebetulan ada wanita berjilbab melakukan sesuatu yang kontradiktif dengan persepsi jilbab yang dikenakannya maka sebagian besar masyarakat langsung mengaitkannya dengan jilbab yang dikenakan. Tindakannya itu tidak sesuai dengan jilbabnya. Lantas muncullah suara miring seperti; “Pakai jilbab tapi kelakuannya seperti itu.” Sebenarnya, pengkonotasian pasti antara jilbab dengan kesalehan merupakan pemahaman yang kurang tepat dalam masyarakat kita memandang hubungan antarajilbab dengan ahlak. Karena, pada dasarnya,sudah seharusnya muslimah yang shalelah menjalankan agamanya dengan baik dan mengaplikasikan perintah agama dalam kehidupan sehari-harinya, salah satunya adalah memakai jilbab. Berjilbab adalah murni perintah agama yang diberikan kepada kaum muslimah, tanpa meihat apakah moralnya baik atau buruk. Jadi selama dia muslimah, berjilbab adalah kewajiban.
  2. PRO-KONTRA JILBAB CEPOL. Dulu, jaman saya sekolah masih bisa dihitung jari yang namanya siswi berjilbab, itupun biasanya yang memang anak ROHIS dan didikan agama dari keluarga biasanya sudah kuat. Saya baru memutuskan berjilbab ketika kuliah semester lima. Selalu ada alasan untuk menunda-nunda, suka mikir; “Duh, make jilbab tapi kelakuan masih kayak gini!!”, tapi sampai kapan?!? #PLAKK.  Nah, beda banget ama jaman sekarang. Hampir semua siswi, meski sekolah negeri, rata-rata sekarang memakai jilbab meski itu bukan peraturan wajib dari sekolah. Yah…meski di sekolah pakai jilbab tapi kalo di luar sekolah nggak pakai jilbab, tapi ya musti diambil positifnya, setidaknya mereka punya inisiatif lebih santun di sekolah, dan semuanya butuh proses untuk yang lebih baik. Siapa tahu karena di sekolah terbiasa mengenakan jilbab, nantinya akan terbiasa juga mengenakan jilbab di luar sekolah. Kini jilbab pun banyak ragamnya, mulai dari jilbab instan sampai jilbab ala emak-emak pejabat dengan cepol/ sasakan tinggi. Tinggal kita pilih mau yang mana. Saya juga belum berbusana muslimah yang sempurna; jilbab masih kecil kadang juga masih nerawang, masih pakai jeans, terkadang juga masih ketat. Karena kita semua butuh proses. Yang penting saling mendoakan ke arah yang lebih baik, bukan saling menghujat sesama muslimah.
  3. BEDA AGAMA. Pertama, seorang pria tidak dibolehkan menikahi wanita non-Muslim yang menganut paganisme atau politeis. Juga, tidak boleh menikahi yang dalam agamanya tidak punya kitab suci, atau wanita yang ateis. Dalilnya Alquran 2: 221. Di antara alasannya adalah ketidakcocokan secara prinsip paling dasar dalam ideologi, yang bisa berpengaruh pada psikologi dan nantinya pada rumah tangga. Kedua, pria muslim diperblehkan menikahi wanita ahlul kitab, dalam hal ini Nasrani dan Yahudi (5:5). Dan pernikahan model ini, dipraktekkan beberapa sahabat besar semisal Khalifah Utsman bin Affan, Saad bin Abi Waqqash, juga Khudzaifah bin Al-Yaman. Ketiga, wanita muslimah secara jimak tidak diperbolehkan menikah dengan pria non-muslim, baik ahlul kitab atau yang lain. Dan dalil jimak ini memperkuat dalil Quran ayat 2:221, 60:10, dan ditegaskan juga oleh 4:141. Di jaman sekarang lumayan banyak menemukan kasus seperti ini. kita tidak boleh asal tuduh, kita harus tahu bahwa sikap fiqih itu seperti ini. kalau saya sih mikir pendeknya gini, kasihan dengan anak-anak hasil dari pernikahan beda agama, karena biasanya anak-anaknya bingung mau ikut agama ayahnya atau agama ibunya.
  4. ZIARAH KUBUR. Hampir seminggu sekali jika pas waktu kosong, saya selalu menyempatkan untuk ziarah ke makam mama. Selain mengirim doa, biasanya saya dan adik-adik membersihkan makam makam; mengelap nisan dari debu yang menempel, mencabuti rumput yang tumbuh di sekitar makam, dan lain-lain. Alhamdulillah, di kompleks pemakaman ini saya tidak pernah merasa takut meski saya tergolong penakut. Seperti yang dikatakan dalam buku ini, ziarah kubur tidaklah haram, tergantung niatnya, bukan untuk penyembahan. Ziarah kubur sebenarnya adalah salah satu reminder terhadap akhirat. Saya rasakannya seperti itu, karena setiap ke makam mama, jadi sering melihat bahwa hampir setiap bulannya selalu ada penghuni baru yang dipanggil Tuhan. Hal ini mengingatkan kita bahwa hidup ini hanya sementara, karena akan ada kehidupan kekal setelahnya.

Beberapa kalimat favorit dalam buku ini:

  1. Vonis masuk neraka itu mutlak hak Allah Taala. Kalau ada yang suka memasuk-masukkan orang ke neraka, artinya orang seperti ini secara tidak sadar mengaku sebagai Tuhan dan sama persis seperti Fir’aun. (hlm. 116)
  2. Pada akhirnya, kita masih harus banyak belajar. Jangan pernah merasa sempurna, apalagi merasa paling benar dan baik sendiri. Alhasil, tak ada masalah apa pun dengan mendoakan orang. (hlm. 214)
  3. Jangan keruhkan hati kita dengan hal-hal tak perlu. Hidup tak nikmat saat hati membusuk. (hlm. 219)

Keterangan Buku:

Judul                                     : Dari Jilboobs Hingga Nikah Beda Agama

Penulis                                 : Awy A. Qolawun

Penyunting                         : Cecep Romli

Penyelaras aksara            : el-Putri, Lina Sellin

Desain isi                             : Nurhasanah

Penata aksara                    : Axin Makruf

Desain sampul                   : ACDC

Penerbit                              : Mizania

Terbit                                    : Februari 2015

Tebal                                     : 233 hlm.

ISBN                                      : 978-602-0989-33-4

10 thoughts on “REVIEW Dari Jilboobs Hingga Nikah Beda Agama

  1. Pingback: Daftar Bacaan tahun 2015 | Luckty Si Pustakawin

  2. Keren banget topik yang diambil buku ini. Soal jilbab juga keren.

    Paling suka kalimat ini:
    Vonis masuk neraka itu mutlak hak Allah Taala. Kalau ada yang suka memasuk-masukkan orang ke neraka, artinya orang seperti ini secara tidak sadar mengaku sebagai Tuhan dan sama persis seperti Fir’aun. (hlm. 116)

  3. Buku yg pastinya akan sangat bermanfaat bagi seorang Muslim untuk membacanya. Aku jadi mau baca bukunya.

  4. Perkara jilbab, jilbab sama kedudukannya dengan sholat. Sama-sama perintah Allah dan hukumnya wajib. Sholat adalah kewajiban bagi setiap muslim, tidak pandang orang itu korupsi, pencuri, atau apapun, yang namanya wajib tetap harus dilaksanakan. Sama halnya dengan jilbab, ini merupakan kewajiban muslimah. Meskipun masih sering gosip, perilakunya belum baik, muslimah tetap diwajibkan berjilbab. Maka salah jika seseorang mencela jilbab karena perilaku orangnya. Yang salah bukan jilbab melainkan perilakunya tersebut.
    Dan tidak benar ketika orang bilang “jilbab i hati sebelum jilbab i diri” , sampai kapan akan menjilbabi hati? Sedangkan hati manusia tempatnya khilaf?
    Benar, seharusnya ketika bertemu orang yang berjilbab itu tidak dicela, tapi didukung atau malah didoakan agar istiqomah.😃

  5. Bukunya sebagai bahan pelajaran. Suka sering ada yang bicara dan aku merasa aneh sama jawaban mereka
    “kapan mau pake jilbab?”
    “Nanti hatinya dulu yang mau dijilbabin atau nunggu hidayah datang”

    Tapi menurutku, hidayah gimana mau datang kalo ga dijemput sendiri.

    Mari belajar merapikan diri, dimulai dari yang terkecil dari diri sendiri #peace🙂🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s