REVIEW Kitchen 3

WP_20150419_019

 

Yay, akhirnya kesampaian juga bisa baca KITCHEN 3. Ini merupakan lanjutan dari sebelumnya yang bertema kuliner. Bukunya nggak kalah unyu dari seri 1 & 2 yang lebih dahulu terbit. Buku ketiga ini justru malah lebih berisi dan berfilosofi.

Mari kita kupas satu per satu yang menjadi pilihan cerita favorit:

Episode 30: Impian Tentara Wajib Militer

Adalah Hong Gi Chan yang mengalami tekanan batin selama wajib militer. Kisah ini merupakan representasi para pemuda yang harus mengikuti wajib militer; jauh dari pacar, jauh dari saudara dan orangtua, menjalani latihan fisik yang lumayan berat bahkan sampai harus menahan rasa untuk memakan sesuatu yang nikmat meski itu hanya sepotong ayam :’)

WP_20150419_025 WP_20150419_026 WP_20150419_027

Episode 32: Ikan Sarden

Ada dua tokoh di dalam cerita ini; tua dan muda yang sama-sama merupakan pekerja kantoran. Yang tua berkeluh kesah meratapi hidupnya yang selama 30 tahun bekerja, bekerja dan bekerja hingga kerap melupakan anak dan istrinya. Sedangkan yang muda juga sama mengeluh tentang sikap para teman-temannya di kantor yang sering meremehkan bahkan kerap membullynya. Mereka yang tidak saling kenal ini bercakap-cakap di sebuah kedai, mereka beranggapana bahwa hidup mereka seperti ikan sarden. Pekerjaan yang monoton seringkali membuat para pekerja lelah dengan pekerjaan yang dijalaninya.

WP_20150419_028 WP_20150419_029

Episode 36: Wanita-wanita Musim Gugur

Tiga perempuan tersesat saat mendaki gunung. Selama perjalanan, mereka memetik sayur-sayuran yang mereka temui. Malam kian larut, ketiga perempuan ini memutuskan untuk menginap di desa terdekat dan mereka memilih satu rumah yang ternyata hanya dihuni oleh seorang nenek. Sayuran yang mereka petik selama perjalanan mereka berikan kepada sang nenek dan ternyata oleh si nenek dimasak dan disajikan untuk mereka. Tiga perempuan kota ini merasakan masakan lezat dan nikmat meski hanya disajikan sederhana, rasa ketulusan hati sang neneklah yang menjadi resep utama nikmatnya makanan tersebut.

WP_20150419_030 WP_20150419_031

Ada juga selipan pengetahuan di Episode: Chaichai yang membahas budaya di Turki. Misalnya, ketika seorang perempuan berada di Turki pasti akan dipuji cantik. Laki-laki memuji cantik kepada perempuan adalah aturan sopan santun yang paling dasar di sana. Kemudian, di sana menerapkan hukum Islam seperti perempuan dan laki-laki tidak boleh saling berdekatan alias bukan muhrim😀

Banyak kalimat favorit dalam buku ini:

1. Yang lain hidup hanya dengan menyantap makanan itu sehari-hari. Sedangkan kita kan memiliki makanan tradisional, apakah salah jika kita masih ingin menyantap makanan itu? (hlm. 14)

2. Apa merebut pacar orang yang sedang wajib militer itu hal yang dilakukan manusia? (hlm. 37)

3. Ada banyak hal yang tidak kita ketahui. Hal-hal yang tidak dapat kita lakukan tanpa ibu kita. Memanfaatkan bersama adik. Diremehkan teman. Dan lucunya, semua itu membuat kita menyesal seolah kita pergi wajib militer untuk mnyesali semua hal yang tidak kita hargai di kehidupan. (hlm. 44)

4. Manusia itu mirip ikan sarden ya. Walau laut sangat luas, tetapi mereka memilih untuk hidup berdekatan bersempit-sempitan. Jika tidak bergerak mengikuti gerakan teman-teman di sekelilingnya dengan sigap, maka ia akan terdorong dan tertinggal. (hlm. 68)

5. Mungkin orang ini seperti radio yang mengirimkan musik. Seperti bunga yang bermekaran di musim semi. Walaupun menarik, tapi tidak dapat ditangkap. (hlm. 87)

6. Dan saat itulah ibu mengerti mengenai rok mini. Seperti konser musik pop yang gugur tidak dapat menang dari musim semi. Sampai di mana kita sampai di bukit dengan hati yang mengarah kepada orang yang dicintai, mana mungkin hal itu tidak indah. Orang-orang berkata mereka dapat merasakan aroma musim semi darinya. Sama seperti rok mininya yang ringan dan membuat hati berdebar. (hlm. 101)

7. Ketika berjalan-jalan kita harus mencoba makanan khas tempat kita pergi ya. (hlm. 161)

Uwuwuwwww…bukunya sungguh unyu. Pokoknya musti baca mulai dari seri pertama. Akankah bakal ada seri 4? Lewat dari cerita tentang masakan, kita bisa merasakan filosofi hidup yang diselipkan dalam setiap cerita!😉

Keterangan Buku:

Judul                 : Kitchen 3

Penulis              : JO Joo-Hee

Penerjemah       : Mayang Ratu Negara

Penata aksara    : Nurul Miftahul Jannah

Desain sampul    : Kim Hee-gyong (Design Plus)

Penerbit             : Noura Books

Terbit                : Februari 2015

Tebal                 : 170 hlm.

ISBN                  : 978-602-1306-52-9

7 thoughts on “REVIEW Kitchen 3

  1. Pingback: Daftar Bacaan tahun 2015 | Luckty Si Pustakawin

  2. Kalo ada penulis indonesia dan jago menggambar lalu membuat buku seperti ini dengan banyaknya masakan juga kebudayaan yang diselipi dengan filosofi hidup, pasti ga kalah keren

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s