REVIEW Croissant: Antologi Kisah Kehidupan + GIVEAWAY

WP_20150418_006

Dalam hidup ini, apakah ada kepastian? Yang pasti justru adalah ketidakpastian itu sendiri, bukan? kita tidak dapat meramalkan sesuatu pada masa depan kita. (hlm. 110)

Ada sepuluh cerita yang disajikan dalam buku ini. Sepuluh kisah dengan tema yang berbeda. Sepuluh nasib yang menghampiri para tokoh utama di setiap cerita. Sepuluh rasa yang akan kita temukan di setiap cerita. Mari kita kupas satu per satu.

DE JAVU

Tentu saja Ericka pernah mendengar kisah perselingkuhan. Namun, ia tak mengira sedini ini akan mengalaminya sendiri. Dilakukan oleh seorang lelaki yang culun bernama Yuki. Tampang pas-pasan Yuki jelas tak akan mampu membuatnya masuk kategori laki-laki berpotensi buaya darat. Ericka masih tak yakin atas apa yang dia lihat. Seharusnya ada sebuah penjelasan yang masuk akal.

BON APPETIT

Sesungguhnya, perasaan hati Talitha bergulir tak menentu. Ia sering membayangkan sosok Idham yang berkacamata dan gemuk. Sama seperti dirinya. Idham telah mengirimkan sebuah foto diri untuk Talitha. Angan Talitha bahkan pernah melambung tinggi, membayangkan mereka berdua akan traveling dan berwisata kuliner bersama. Hunting tahu gejrot ke Cirebon. Duh, alangkah romantisnya!

VIS-A-VIS

Sesungguhnya Dicta tak suka membenci laki-laki. Bagaimanapun, laki-laki dan perempuan seharusnya hidup berdampingan dan harmoni. Bukankah demikian? Tapi, apa yang diperbuat Cakra pada dirinya kala ia remaja sangatlah melukai perasaan. Dia merasa terhina dan mengalami mimpi buruk pada masa itu.

MADEMOISELLE

Setiap pagi Galang berjumpa dengannya di perempatan jalan. Dia tak pernah tahu namanya. Yang Galang tahu dia manis. Menurutnya, gadis itu pasti pekerja kantoran karena busananya selalu rapi dan menarik. Ia berbusana dengan gaya sedikit konvensional layaknya wanita yang hidup di abad pertengahan. Ia tak seperti gadis modis modern lain yang mengenakan rok mini dan stocking hitam sepekat kopi tubruk – membuat mata para pria tertarik untuk mencecap rasa.

TOUCHE

Dalam usianya yang telah melewati kepala tiga, keberadaan Kabita terkadang sangat merepotkan bagi orang-orang di sekelilingnya. Sifatnya unik. Kabita takut pada pedagang asongan. Kabita takut mendengar suara pengamen. Kabita tidak dapat naik kendaraan umum. Kabita takut naik taksi seorang diri walaupun pada saat matahari bersinar dengan cerahnya. Paranoid mungkin adalah satu kaya yang cocok untuk menggambarkan diri Kabitha.

REDEVZOUS

Desira menarik napas berusaha menenangkan jantungnya yang sempat berdebar keras. Dulu didengarnya bahwa Mario pulang ke Palembang dan menikah dengan gadis setempat. Tak disangkanyaa ternyata kini Mario hijrah kembali ke Jakarta. Dan tanpa sengaja Desira mendapatkan nomor teleponnya. Setelah berpikir panjang ia lalu mengarahkan keberanian untuk menghubungi laki-laki itu, Mario.

JE TAIME

Delia merasa begitu bodoh membiarkan dirinya larut pada kenangan masa lalu. Namun, ia masih menyimpan hasrat yang sangat kuat. Ada sebuah tanda tanya besar dalam dirinya. Delia ingin tahu mengapa ia begitu menyukai Pedro. Apa yang membuat Pedro begitu lekat dalam hatinya. Adakah sesuatu yang sungguh istimewa tentang Pedro? Selama ini, ia berusaha mencari jawabannya. Namun sulit, selama ia belum sungguh-sungguh mengenal Pedro. Puppy love acapkali meninggalkan kesan mendalam bagi mereka yang mengalaminya. Tak terkecuali Delia.

C’EST LA VIE

Fernanda hanya bisa tersenyum sambil membaca sebuah email yang dikirim dari seberang lautan. Marleen adalah sedikit yang tersisa dari masa lalunya. Sedikit gurat kecewa masih tertoreh di hati Nanda. Tapi, ia tahu itu bukan salah Marleen, Gavin atau Pak Hudyana. Ini adalah salah dirinya sendiri yang tak dapat menerima kenyataan dengan lebih legowo. Fernanda begitu keras kepala dan penuh ambisi hingga terkadang membutakan sisi hatinya yang lain.

VOILA

Agaknya benang perjodohan Damien dengan Selena masih jauh dari harapan. Sulit memang mencari lelaki impian di zaman sekarang ini. Yang tersisa hanya suami orang atau tokoh dalam dongeng. Friska bermaksud menghibur Selena yang lagi-lagi merasa kecewa karena tak menemukan pria yang cocok untuknya. Sayang, hiburan itu justru bernada apatis dan kian menegaskan kehambaran yang ada di wajah Selena.

BON VOYAGE

Keluarga Pram dan Nadhira masih terhitung kerabat jauh. Saat diperkenalkan dengan Pram, Nadhira berusaha keras untuk memberikan kesan baik pada pria itu dan seluruh anggota keluarga besar Pram. Ia ingin menjadi istri dan pasangan hidup yang dibanggakan.

Ingatan adalah sebuah kutukan. Ingatan yang kuat sesungguhnya bukanlah sesuatu yang menyenangkan untuk kita banggakan. Karena ingatan yang terlalu kuat adalah sebuah kutukan. Ingatan akan masa lalu yang menyedihkan, misalnya, hanya akan membuat kita terus-menerus terseret dalam pusaran kekecewaan. Sedangkan, ingatan bahagia yang mampu membuat kita melambung tinggi ternyata tak selamanya ada dalam genggaman. Luruh terlupakan seiring waktu berjalan. (hlm. 39)

Sepuluh cerita dengan sepuluh rasa. Cerita pertama tentang cinta yang dikhianati. Cerita kedua tentang cinta dunia maya. Cerita ketiga tentang cinta terpendam. Cerita keempat tentang cinta di ujung jalan. Cerita kelima tentang cinta yang tidak sempurna. Cerita keenam tentang cinta beda agama. Cerita ketujuh tentang cinta penasaran. Cerita kedelapan tentang cinta sang worakholic. Cerita kesembilan tentang cinta orang ketiga. Dan cerita kesepuluh adalah cinta karena perjodohan. Komplit kan segala rasa macam cinta ada disajikan.

Banyak kalimat favorit dalam buku ini:

  1. Cinta cukup disederhanakan sebagai kesepakatan untuk bahagia dari dua anak manusia. Cinta tidak perlu dikacaukan dengan benci dan marah yang meledak-ledak. (hlm. 9)
  2. Jangan terus bermuram durja. Yang sudah lalu, lupakan! Jadikan pelajaran dalam hidupmu. (hlm. 35)
  3. Buat apa gunany memiliki perasaan suka pada seseorang jika kau hanya memendamnya seorang diri? (hlm. 42)
  4. Cinta memang bukan materi yang mudah dijabarkan. (hlm. 56)
  5. Toh setiap orang akan selalu bersimpangan jalan dalam kehidupan ini. (hlm. 59)
  6. Semua orang pasti memiliki perasaan tersendiri  dalam hidupnya. Kita kadang tidak tahu karena kita hanya melihat pada kulit luarnya saja. (hlm. 65)
  7. Dalam petunjuk manual untuk menjalani hidup bahagia bagi manusia, tidak ada kemalangan dan malapetaka. Itu hanya dongeng. (hlm. 68)
  8. Semua wanita pasti menginginkan hal indah dalam kisah cintanya. Namun, tak sedikit pula wanita yang menghindari pria. Mengingkari keberadaan mereka dan merasa tak butuh lelaki. Padahal, sebenarnya pria dan wanita ditakdirkan berpasangan. (hlm. 75)
  9. Tidak ada yang mudah dalam hidup ini. Semua butuh kerja keras. Termasuk menemukan lelaki yang tepat dalam hidup dan mempertahankan hubungan dengan orang tersebut. (hlm. 79)
  10. Pertunangan itu adalah sebuah perayaan yang menandakan bahwa kalian sebagai sepasang kekasih telah memiliki kesepakatan untuk saling bertanggung jawab satu dengan yang lainnya. (hlm. 84)
  11. Menjadi sahabat terdekat seseorang bukan berarti kita lalu dapat bebas mengucapkan apa yang terlintas di benak kita. Lebih jujur dalam bersikap barangkali iya. Tetapi tetap santun dalam menyampaikan maksud harus menjadi kebiasaan yang tak boleh ditinggalkan. Kata-kata acapkali lebih tajam dari sebilah pedang. (hlm. 88)
  12. Jalan hidup seseorang adalah pilihan masing-masing individu. (hlm. 89)
  13. Bukankah cinta tak memerlukan alasan? (hlm. 116)
  14. Jika tidak ada getar yang sama dalam frekuensi kerinduan, bukan jatuh cinta namanya. (hlm. 166)
  15. Kita tidak akan pernah dapat memaksa seseorang untuk mencintai kita, bukan? (hlm. 169)
  16. Bukankah segala sesuatu yang ada dalam dunia ini adalah misteri-Nya? Kita hanyalah bidak dalam perjalanan hidup ini. (hlm. 172)
  17. Apa pun yang diatur oleh orangtua bagi anak-anaknya pastilah bertujuan baik. (hlm. 177)

Banyak juga selipan sindiran halus dalam buku ini:

  1. Siapakah pecinta malam yang tak terkekang oleh pagi? (hlm. 1)
  2. Sudah tahu ada orang yang nyaris mati kena musibah, bukannya ditolongin malah diklaksonin! (hlm. 4)
  3. Padahal ilmu tak dapat disajikan dengan cara mewah ataupun sederhana. Ilmu tersaji hanya bagi mereka yang kehausan untuk mencecapnya. Tak jarang ada mahasiswa yang masih ogah-ogahan kuliah dengan beragam alasan walaupun kampus dibangun seindah istana. (hlm. 6)
  4. Sebegitu lucukah kegiatan makan sebagai hobi? (hlm. 15)
  5. Korban rantai makanan itu semuanya pasti endut lah! Jarang-jarang ada yang kurus. Kalaupun ada, itu karena cacingan. (hlm. 21)
  6. Mengapa kita harus membuat perbedaan dengan penampilan fisik? (hlm. 24)
  7. Kenapa sih selau usil dan ingin tahu urusan orang lain? (hlm. 27)
  8. Sesungguhnya basa-basi terkadang tidaklah perlu karena hanya akan membuat pedih sekeping hati. (hlm. 28)
  9. Mengapa harus melihat ke belakang? Sedangkan hari depan menjanjikan kesempatan baru. (hlm. 29)
  10. Uang sebanyak sepuluh juta rupiah kau pinjamkan pada lelaki yang baru saja kau kenal selama dua bulan lewat internet?! Astaga! (hlm. 33)
  11. Sekalipun lulusan pendidikan luar negeri, jika tidak terampil bekerja tentu saja tidak akan berhasil. (hlm. 48)
  12. Orang tidak dinilai dari nilai selembar kertas saja, tapi tentunya adalah keahlian dan dedikasinya dalam pekerjaan. (hlm. 48)
  13. Hal utama yang membedakan adalah kualitas manusianya. Jika memang kualitasnya baik dan mendapat pendidikan terbaik, tentunya hasil yang diperoleh akan menjadi lebih maksimal. (hlm. 48)
  14. Sesosok manusia dapat dengan mudah hanyut dan hilang di belantara aneka bis, metromini, mobil pribadi, dan kendaraan bermotor. (hlm. 58)
  15. Manusia-manusia kelaparan dan depresi dalam mencari kerja, ibarat memperebutkan sepotong tulang dengan berjejalan dalam metromini. (hlm. 61)
  16. Suasana pagi hari yang tak pernah berubah di ibukota. Kemacetan selalu terjadi di saat orang-orang sesungguhnya harus segera bergegas tak boleh terlambat. (hlm. 62)
  17. Orang-orang yang tidak bahagia akan bersedia melakukan apa saja untuk memperoleh bahagia. (hlm. 71)
  18. Usia kamu sudah tidak muda lagi. Jangan bikin malu nenek moyang, dong! (hlm. 73)
  19. Terkadang keluguanmu di usia dewasa memang sangat berbahaya. (hlm. 81)
  20. Kehidupan rumah tangga itu harus dijalani dengan realistis dan akal sehat! Jangan bermimpi bahwa pria yang ada di sisimu akan terus menjadi pangeran. Bisa jadi ia akan kembali menjadi seekor kodok! (hlm. 83)

Yang agak membingungkan sih hanya satu; kenapa cover dan tiap-tiap judul cerpennya berbau Perancis? Padahal jika kita membaca cerita satu per satu dalam buku ini tidak ada hubungannya dengan Perancis. Begitu juga dengan judulnya, saya masih penasaran sampai di akhir cerita, tidak menemukan CROISSANT. Mungkin croissant di sini maksudnya seperti filosofi hidup. Bahwa kita hidup di dunia ini seperti menggigit croissant, yang tidak bisa kita tebak rasanya.

Keterangan Buku:

Judul                     : Croissant: Antologi Kisah Kehidupan

Penulis                 : Josephine Winda

Editor                    : Pradita Seti Rahayu

Penerbit              : PT. Elex Media Komputindo

Terbit                    : 2014

Tebal                     : 196 hlm.

ISBN                      : 978-602-02-5139-4

MAU BUKU INI?!?

Simak syaratnya:

1. Peserta tinggal di Indonesia

2. Follow akun twitter @lucktygs dan @dhenokayu. Jangan lupa share dengan hestek #GiveawayCroissant dan mention via twitter.

3. Follow blog ini, bisa via wordpress atau email. Dan like FP Josephina Winda.

4. Jawab pertanyaan di kolom komentar di bawah, plus nama, akun twitter, kota tinggal dan jawaban. Pertanyaannya adalah jika diibaratkan makanan, hidupmu seperti makanan apa? Berikan alasannya😀

5. Giveaway ini juga boleh di share via blog, facebook, dan sosmed lainnya. Jangan lupa sertakan hestek #GiveawayCroissant yaaa… 😉

Event ini gak pake helikopter, eh Rafflecofter yang ribet itu. Jadi pemenang ditentukan dari segi jawabannya yaaa… ( ‘⌣’)人(‘⌣’ )

#GiveawayCroissant ini berlangsung sembilan hari saja: 22 – 30 April 2015. Pemenang akan diumumkan tanggal 1 Mei 2015.

Akan ada TIGA PEMENANG yang akan mendapatkan buku ini. Hadiah akan langsung dikirimkan oleh penulisnya! ;)

Silahkan tebar garam keberuntungan dan merapal jampi-jampi buntelan yaaa… ‎(ʃƪ´▽`) (´▽`ʃƪ)!

-@lucktygs-

41 thoughts on “REVIEW Croissant: Antologi Kisah Kehidupan + GIVEAWAY

  1. Dellavita Yustika
    @dellavitaa_
    Klaten

    Menurutku hidup ini seperti makanan (PIZZA) banyak pilihan rasa dan toping nya , seperti hidup ini Banyak pilihan untuk melakukan sesuatu dan kita bebas memilih mana yang tindakan baik dan buruk. Kalau kita pilih di jalan yang baik pasti rasanya akan enak dan sebaliknya. Seperti PIZZA kalau kita pilih rasa cocok sesuai kesukaan kita pasti rasanya enak dan sebaliknya^^

    Wish Me Luck😍😘❤

  2. Baru mau tanya Croissant-nya di mana pas baca ulasan Kak Luckyt, eh udah ada jawabannya juga ternyata. Wkwk.

    “Jika diibaratkan makanan, hidupmu seperti makanan apa? Berikan alasannya.”

    ….. sepertinya permen mint. Habis permen mint itu begitu dimakan kan rasanya pedas banget, tapi begitu udah selesai makan permen mint jadinya legaaaaa (dan diikuti rasa bersyukur karena terasa lebih ringan). Nah, hidup saya juga kayak gitu. Harus melakukan perjuangan dulu (melewati rasa pedas pas makan permen mint) sebelum mendapatkan hal yang membahagiakan (perasaan lega itu). Setiap sendi kehidupan harus melalui pengorbanan jika ingin mendapatkan kebahagiaan.🙂

    Termasuk jika ingin mendapatkan novel ini gratis. Harus siap meluangkan waktu, menulis komentar, berbagi informasi, siap koneksi internet, siap juga jika belum berhasil dapat, hehe.

    Wardah
    @bungaoktober
    Jogja

  3. Jika diibaratkan dengan makanan, hidup saya seperti sop buah, banyak macem dan rasanya, ada manis dan asem yg bercampur jadi satu, ada keras nya hidup (kalo lg dapet buah yg keras macem melon yg blm mateng), ada sepetnya juga,,,

    Nama : Herma
    akun twitter : rekhakana507
    kota : Jakarta timur

  4. nama : Arfina
    akun twitter: @ipinkaramel
    kota tinggal : Serang
    jawaban : Mungkin Donat j.co coklat😀 saya orang lembut >,< kayak lembut dan empuknya donat j.co, saya orangnya manis dan menyenangkan kaya coklat di atasnya, saya kadang suka sedih sendiri sama kayak lagi lihat harganya😄. Saya juga bisa diibaratkan dengan Seblak level super pedas karena saya nyebelin, ngeselin, orangnya suka meledak-ledak, nyengengin, ngangenin (pd mah ya), labil kaya kerupuknya yang sebelah empuk sebelah enggak.😄

  5. Nama: Aya Murning
    Twitter: @murniaya
    Kota: Palembang

    Hidupku itu kayak ikan gurame asam manis. Aku sendiri ibarat ikan guramenya. Sedangkan berbagai bumbu asam manisnya diumpamakan seperti segala hal yang kulalui dalam hidup. Lazimnya seperti “telah mencicipi asam garam kehidupan” gitu deh.😀
    Berbagai rasa itu justru memperindah menu si gurame sendiri. Kalau kayak kehidupan kita ini, berbagai masalah dan kesulitan yang dihadapi itulah yang jadi elemen pelengkap untuk pribadi kita supaya menjadi orang yang terus belajar dari pengalaman dan juga terus berusaha jadi lebih baik.🙂
    Maka sampai saat ini aku selalu mencoba mengambil sisi positif dari segala kejadian supaya yang kurasakan bukan asam dan pedasnya saja, melainkan juga ada rasa manis yang terkandung di sana.^^’

  6. Nama : Amaliyah Noor Indahwati
    Twitter : @anwilia
    Kota : Malang

    Kalau diibaratkan seperti makanan, hidupku itu seperti “gado-gado”. Banyak suka duka yang muncul. Banyak rasa yang timbul, perasaan sakit, tertawa, menangis, bahagia semuanya pernah aku alami dalam hidup ini.#GiftawayCroissant

  7. Nama: Anis Antika
    Twitter: @AntikaAnis
    Kota : Surabaya

    Kalo diibaratkan makanan, hidupku adalah strawberry. Merah yang terkesan ceria dan manis. Tapi rasa aslinya asam dan penuh kejutan. Nggak melulu manis juga nggak melulu asam. Tapi menyenangkan karena perpaduan keduanya.

  8. Jiah @jiahjava Jepara

    Hidup itu kaya plecing kangkung, menenangkan tapi juga pedas di dalamnya. Hidup gak melulu manis kan? Butuh ketenangan untuk menghadapi kesulitan. Tapi, tak peduli makanan apa yg kita makan, asal tenang kondisinya serta bersama siapa kita makan, sambal pun enak. Malah ngomongin makanan😀

  9. Sri Desinta Ginting
    @dshinta_gtg
    Kota Binjai

    Jujur aku tidak bisa mengiibaratkan hidupku dengan satu atau dua makanan. Terkadang hidup coklat, sayur asam, sambal pedas, pasta hingga ke buah-buahan. Semua makanan memiliki proses. Seperti mie instan, namanya saja yang mie instan toh dalam membuatnya tidak instan dan tetap membutuhkan proses. Ya seperti itulah kehidupan, memiliki proses tersendiri.

  10. Tsary Aristawati
    @Tsary_Arista
    Kab. Semarang

    “Pertanyaannya adalah jika diibaratkan makanan, hidupmu seperti makanan apa? Berikan alasannya”

    Permen. Siapa yang tidak tahu permen? Dengan berbagai macam warna, juga rasa. Dari yang keras sampai yang lembut, dari yang terasa sangat manis atau asam. Sama seperti hidupku, banyak warna dan juga rasa. Terkadang keadaan menjadi sangat keras dan kemudian melembut secara perlahan. Hidupku hampir sama dengan permen, bukan hanya karena rasanya tapi karena tidak semua orang menyukai permen. Itu alasannya, karena setiap orang belum tentu menyukaiku dalam kehidupannya.

  11. Nama : Yanti
    Akun Twitter : @CallMe_Yanti
    Kota Tinggal : Martapura
    Jika diibaratkan makanan hidupku kayak Kue Rainbow Cake, penuh dengan warna dan manis, nggak selalu cerah tapi ada sisi gelapnya juga, karena hidup nggak selalu dipenuhi kebahagiaan, kadang ada masalah, cobaan dan rintangan, tapi mau nggak mau kita harus menghadapi semuanya itu dan setelah semua masalah selesai kita akan dapat kebahagiaan. Habis gelap terbitlah terang, kayak pelangi yang muncul sesudah hujan. Ya hidupku kayak gitu, ada suka dan ada duka, ada senang dan ada kecewa. Disitulah manisnya hidup, intinya tetap bersyukur dengan semua keadaan yang kita hadapi.

  12. Nama : Fitra Aulianty
    Twitter : @fira_yoopies
    Kota : Pekanbaru

    Jika diibaratkan makanan, hidupku seperti pastel. Ya siapa yang tahu apa isi pastel itu (kalau gak diberi tahu oleh pembuatnya). Kadang pengennya dapat pastel isi sayur yang lengkap tanpa hati ayam. Eh, pas digigit dapatnya cuma mie putih. Atau malah pas ngarepnya sayurnya gak pake cabe, gak tahunya ada salah-salah masuk, malah cabe rawit semua isinya.

    Gak jauh-jauh beda sih, yang tahu gimana takdir/jalan hidup aku ya cuma Allah dan mungkin juga sama malaikat yang ngurus bagian itu. Dan sebenernya resep-resep hidup ada di lauh mahfuz kan? Gak bisa diketahui menunya walau udah kita pesan sendiri.

    Ya gitu lah pokoknya mbak, saya sendiri bingung ngetiknya >.<

  13. Nama : Amilah Rahmatunnisa
    Kota tinggal : jakarta timur
    Twiiter : @milehyaa

    Jika diibaratkan makanan, aku langsung terpikir menjadi “Buah Kurma”.

    Kenapa? karena pohon kurma bukan hanya makanan kesukaan nabi. Buah kurma itu kuat. Di terpang badai sekalipun tidak akan tumbang dan roboh. Begitu juga dengan hidupku, yang selalu di terpa masalah dan kesedihan. Aku juga harus seperti buah kurma, tidak boleh menyerah apalagi putus asa. Karena, setiap manusia pasti pernah mengalami musibah dan kesedihan. Tapi lihatlah diluar sana masih banyak orang yang mempunyai masalah yang lebih berat dari kita bukan?. Untuk apa bersedih jika kita yakin bisa melaluinya?.
    Pohon kurma juga, meski sendirian di gurun pasir ia masih bisa tumbuh, dan menghasilkan buah yang begitu manis.🙂 Begitu juga dengan kehidupanku . meski sendirian, dan kesepian aku masih bisa tersenyum dengan manis, dan bahagia. manis buah kurma sama seperti manisnya senyumku menjalani hidup ini, dan seperti pohon kurma yang berdiri kokoh di gurun pasir, aku juga akan seperti itu, berdiri kokoh menjalani hidup ini.🙂 Itulah hidu, penuh dengan perjuangan, dan jika sabar menjalani hidup ini maka akan sama seperti pohon kurma menghasilkan sesuatu yang berbuah manis🙂.

  14. Nama: Viona
    Twitter: @viionna_
    Kota Tinggal: Binjai, Sumatera Utara
    Jika diibaratkan makanan, hidupmu seperti makanan apa?
    Jawaban:
    Menurutku, hidupku itu seperti makanan SANG WOO. Jadi ya, berhubung karena aku dari etnis tionghua, Sang Woo itu kayak makanan wajib pas imlek/ berkumpul dengan keluarga. Ini gambarnya: https://irs1.4sqi.net/img/general/width960/7343907_hellD7_xNlOKSJp8taF-mGZdJha6NISZiuvKY4_pTCM.jpg
    Nah lo, banyak restoran yang jual beginian di Medan😀 (dari kota ku cuma 30 menit, deket)
    Jadi ya, Sang Woo itu komposisinya banyak, ada sayur, bakso, ikan, dll. Dan yang paling penting itu… kuah, garam. Kalo gak ada kuah nggak bisa tercipta tuh makanan. Jadi ya, hidup aku itu seperti SANG WOO karena.. aku membutuhkan kuah, karena kuah aku ada. Kuah itu ibarat orang tua. Sedangkan garam itu ibarat ‘temen’ dan ‘sepupu’, karena kalo nggak ada garam itu hidupku hambar. Yah iyalah!
    Juga ibarat bakso, ikan yang kadang ‘karena dikukus’, kita nggak bakal tahu itu udah mateng atau belum. Nah, yang belum mateng ibarat ‘masalah’ dalam hidupku. Tetapi tetap terselesaikan!

  15. Nama : Nanae Zha
    Twitter : @nanae_zha
    Kota : Cianjur

    Jika diibaratkan makanan, hidupku itu seperti brownies.
    No no no! Bukan brondong manis lho, tapi kue bantet berwarna cokelat yang dianggap gagal dalam proses pembuatannya. Memiliki rasa unik, meski sedikit pahit tapi ada rasa manis di ujung lidah. Rasa pahit kehidupan, seperti kecewa, marah, patah hati, tapi jangan lupa selalu ada senyum yang mengiringi. Bahagia yang mendampingi, selalu bersyukur dan bersabar atas segala ujian juga cobaan, pada akhirnya ikhlas membuat hidup kita lebih indah.

    Mungkin sebagian menganggap bahwa aku gagal karena belum bisa menunjukkan sebuah karya atau membuat mereka bangga. Apapun kata orang lain, hanya mencoba menjadi diri sendiri. Toh masih banyak orang yang mencintaiku apa adanya dengan segala kekurangan dan kelebihan. Begitulah hidup, tak selamanya manis kan?

    Nah, jadi penasaran dengan ‘isi’ Croissant-nya. Sepuluh cerita, sepuluh rasa dan adakah benang merah yang mengaitkan hubungan kesemuanya? Mungkinkah ada dari kesepuluh cerita itu yang mencerminkan kisah hidupku?

    Ah, Kak Luckty izinkan aku membacanya, please …🙂

  16. Nama : Nur Mumtahana
    Twitter : @HannaChan54
    Alamat : Tegal

    Jika diibaratkan makanan, hidup saya itu seperti tempe goreng. Sederhana. Kalau ingin dijadikan makanan manis, tinggal tambah kecap. Kalau ingin dijadikan makanan pedas, tinggal tambah sambal. Dan kalau ingin dijadikan makanan yang enak, cobalah untuk bersyukur dan menikmatinya.

  17. Nama: Ficha Ranjani
    Twitter: @ficharanjani
    Domisili: Tangerang

    Hidup seperti bunga pepaya. Karena hidup itu tak mudah dijalani sama seperti memetik bunga pepaya kemudian mengolahnya. Layaknya hidup yang terkadang pahit jika kita tak pandai untuk mengarunginya, tapi jika kita pandai melihat peluang dan tahu bagaimana cara menyelesaikan masalah maka akan ada hasil yang nikmat dan lezat nantinya.

    Bunga pepaya akan terasa nikmat dan membuat kita ketagihan jika kita tahu cara mengolahnya.

  18. nama: Thia Amelia
    akun twitter: @thiamelia
    kota tinggal: Bogor
    ika diibaratkan makanan, hidupmu seperti makanan apa? Berikan alasannya.
    Jawaban: Menurutku, hidupku itu sepeti sebuah nasi. Nasi, entah itu nasi apa, karena nasi itu adalah sebuah penggambaran tentang hidup, yang walaupun sudah menjadi nasi dan melewati banyak rintangan tapi siapa yang sangka didepan mu itu masih bnyak rintangan sebelum akhirnya kamu bahagia menjadi daging yang bermanfaat bagi manusia. Aku ngerasa seperti itu sih hidup aku, ujian itu dulu mungkin masih ringan-ringan aja, tapi siapa tau kan nanti aku bakalan seperti apa? Siapa tau aja aku bakalan jatuh terpuruk seperti nasi goreng yang gosong dan akhirnya hanya teronggok begitu saja dimakan ayam dibelakang rumah, atau justru seperti nasi kuning yang banyak diperebutkan orang di acara syukuran, atau justru hanya sebagai nasi putih biasa yang masih harus didampingi oleh orang2 untuk menjadi lezat. Tapi aku akan mencoba menjadi berbagai nasi, dan akhirnya masuk ke perut manusia. Seperti sekarang, mencoba menjadi manusia terbaik untuk bermanfaaembuat kita menjadi lezat. Hidup ku itu begini, mencoba menjadi yang terbaik dan bermanfaat bagi semua orang denga jala yang berbeda,
    tapi, satu yang pasti hidup aku itu ga akan selalu putih, aku bakalan mencoba menjadi berbagai nasi, dan akhirnya masuk ke perut manusia. Seperti sekarang, mencoba menjadi manusia terbaik untuk bermanfaat, walaupun ujian datang, tetap tegar dan sampai akhirnya, aku menjadi seseorang yang bermanfaat bagi orang lain😀

    • Ka, maaf yah tadi itu langsung copy copy aja ga di baca dulu jadi gitu deh tulisan nya, aku ulang lagi yah…

      nama: Thia Ameliaakun twitter: @thiameliakota tinggal: Bogor
      Jika diibaratkan makanan, hidupmu seperti makanan apa? Berikan alasannya.
      Jawaban: Menurutku, hidupku itu sepeti sebuah nasi. Nasi, entah itu nasi apa, karena nasi itu adalah sebuah penggambaran tentang hidup, yang walaupun sudah menjadi nasi dan melewati banyak rintangan tapi siapa yang sangka didepan mu itu masih bnyak rintangan sebelum akhirnya kamu bahagia menjadi daging yang bermanfaat bagi manusia. Aku ngerasa seperti itu sih hidup aku, ujian itu dulu mungkin masih ringan-ringan aja, tapi siapa tau kan nanti aku bakalan seperti apa? Siapa tau aja aku bakalan jatuh terpuruk seperti nasi goreng yang gosong dan akhirnya hanya teronggok begitu saja dimakan ayam dibelakang rumah, atau justru seperti nasi kuning yang banyak diperebutkan orang di acara syukuran, atau justru hanya sebagai nasi putih biasa yang masih harus didampingi oleh orang2 untuk menjadi lezat. Tapi aku akan mencoba menjadi berbagai nasi, dan akhirnya masuk ke perut manusia. Hidup ku itu begini, mencoba menjadi yang terbaik dan bermanfaat bagi semua orang denga jalan yang berbeda,tapi, satu yang pasti hidup aku itu ga akan selalu putih, aku bakalan mencoba menjadi berbagai nasi, dan akhirnya masuk ke perut manusia. Seperti sekarang, mencoba menjadi manusia terbaik untuk bermanfaat, walaupun ujian datang, tetap tegar dan sampai akhirnya, aku menjadi seseorang yang bermanfaat bagi orang lain.

  19. Nama: Insan Gumelar Ciptaning Gusti
    Akun twitter: @san_fairydevil
    Kota Tinggal: Jember, Jawa Timur

    Jawaban:
    Jika diibaratkan makanan, maka hidupku hanya seperti nasi putih.
    Terlihat membosankan dan seperti tidak memiliki rasa. Tapi terkadang, meskipun sedikit jika benar-benar dirasakan, maka ada rasa manis di sana. Berwarna putih, masih bisa diberi berbagai macam tambahan.
    Kehidupan yang polos tanpa warna dan rasa. Masih selalu butuh bantuan masakan lain agar lebih menggiurkan.

  20. Nama: Bintang P A
    Twitter: @bintang_ach
    Kota: Ngawi

    Kalau diibaratkan makanan, hidup saya ini seperti PECEL LELE.
    Saat makan makanan pecel lele, kita bs merasakan rasa enak dari ikan lele nya dan anget nasinya yang membuat kita merasa puas, tapi disaat sprti itu mau tdk mau kita juga harus banyak mendesis dan mengeluarkan keringat ketika kita memakan sambel pecelnya.Pedas rasanya.
    Nah, seperti itulah hidup saya, dimana hidup ada 2 jalan. Kita bisa merasakan enaknya menjalani hidup dengan kesenangan, kepuasan, tapi tak sepenuhnya hidup akan senang, karena mau tidak mau kita juga harus melalui masa susah, masa sulit, dan bahkan kita harus mengerluarkan byk keringat dan air mata utk melewati masa sulit itu. Dan menurut sy, hidup itu adalah suatu kombinasi, antara senang dan susah, yg sdh diatur sgt indah oleh Allah SWT. Kita hny bs menjalaninya. Dan, pecel lele lah yang menggambarkan hidup saya selama ini. Pecel lele tlh mengingatkan saya betapa berartinya hidup ini.

  21. Nama : Maria AP
    Twitter : piescessanella_
    Kota : Cilandak, Jakarta Selatan

    Kalau diibaratkan sebagai makanan mungkin hidup saya seperti gado2. Berbagai jenis sayuran ada dalam makanan tersebut plus bumbu kacang yang yummy menambah cita rasa yg ehem bikin lagi dan lagi. Berbagai jenis sayuran itu bisa diibaratkan sebagai bermacam macam rasa yg saya jalani dalam kehidupan ini. Kadang senang, kadang sedih atau bahkan harus menangis menitikan air mata. Tapi semua rasa itu harus selalu disiram saus kacang yummy yaitu rasa syukur pada Tuhan agar segala yang kita rasakan tetap membawa berkah bagi kita. I love my life apapun itu yang saya rasakan saya tetap bersyukur pada Tuhan. #GiveawayCroissant

  22. Mba Luckty…ikutan dong

    Jika diibaratkan makanan, hidupku ini seperti roti sisir manis yang dicelupkan dalam kopi. Roti sisir itu kan tidak macem-macem ya rasanya, cenderung sedikit gurih dan manis. Meskipun sederhana, fungsi utamanya utk pemenuhan kalori sudah cukup karena ada unsur karbohidrat dan protein. Dengan dicelupkan ke dalam kopi, lengkap sudah ‘surga dunia’ bagi lidah sederhana.
    Apa sebenarnya yang dicari dalam hidup sih? Kaya warna, kaya rasa, atau kaya makna? Segala peristiwa pasti akan timbul dan mempengaruhi hidup kita. Entah itu peristiwa yang menyayat kalbu, mengharu biru ataupun membuat kita terbahak-bahak. Tergantung bagaimana kita mensikapinya. Hingga saat ini hidupku tidak flat flat amat, tapi juga tidak semelodramatik sinetron, jadi ‘roti sisir manis’ tadi sudah pas sekali untukku. Tinggal padanan kopinya mau yang expresso, cappucino, latte atau jenis lainnya, terserah si sisir manis mau ‘merangkul’ yang mana🙂

    Nama : Uniek Kaswarganti
    Twitter : @UniekTweety
    Domisili : Semarang

  23. Nama : Irmawati
    akun twitter : @irmaa_waati
    kota tinggal : Bandar Lampung

    jawaban : Okey sebelum meng-Ibaratkan hidupku dengan makanan, aku mau meng-Ibaratkan dengan :
    *PERMEN nano-nano (manis, asem, asin.. Banyak rasanya) haha :))
    *KOPI good day (punya banyak rasa untuk harimu) ckckck😀 #MaklumKorbanIklan :))).
    **Nah yg ini jawaban sesungguhnya.. Jreng.. Jrengg.. Kalo hidupku di ibaratkan dengan makanan, aku jawabnya GADO-GADO. Why? Cause makanan yg satu ini tuh fresh alias dari sayur-mayur yg belum di masak. Dalam artian aku masih muda alias remaja, nah masih fresh kan artinye? Wkwk. Kemudian gado-gado itu memiliki berbagai jenis sayur yg disajikan, ini berarti aku itu orangnya moodi-an, misalnya nih aku pingin banget jalan-jalan ke daerah X eh tiba-tiba pas udah hari H nya aku gak mood lagi ke sana, duh emang bikin kacau sih kadang.. *jangan di tiru yaa!😀. Selain itu aku juga punya sifat2 yg cepet berubah alias macem2, kadang pagi2 diem, gak semangat, eh tiba-tiba siangan dikit jali heboh, berisik, gaje hehe😀. Terus nih dari bumbu kacangnya yang udah di campur dengan rempah-rempah yg membuat gado-gado terasa nikmat, nah disini nih kunci gado-gado itu enak, ini menggambarkan aku itu orangnya punya sifat yg baik, pendengar yg baik, yg sebisa mungkin bisa ngebantu temen-temenku istilahnya bisa bermanfaat bagi orang lain *ceilehh duh maaf ya masa ngomongin kebaikan diri sendiri, ntar di kira sombong lagii hihihi :)). Mungkin ini aja deh penjabaran hidupku kalo di ibaratkan sama makanan.. Wish me luck, bismillah :))
    thanks kakak udah ngadain GA-nyaa :))). Salam kenal😉

  24. Tambahan hehe🙂
    Gado-gado emang enggak di masak sih, tapi di rebus aja.. Etapi di rebus sama gak si kayak di masak? *bingung sendiri..

  25. Maudy Arini
    @MareyNi_Day9
    Kediri

    Hidup itu seperti DONAT.
    Donat itu terbuat dari kentang, bukan makanan lezat tapi pokok dan penting karena bisa menambah energi. Seperti manusia yang berasal dari sesuatu yang menjijikkan (ovum dan sperma) tapi merupakan unit penting di kehidupan ini.
    Donat itu pembuatannya dibanting-banting, kayak ujian hidup yang membanting-banting fisik, mental dan emosi kita.
    Donat kalau pembuatannya sesuai prosedur–semakin keras dibanting–semakin mengembang dan bagus donatnya. Sama seperti hidup, semakin keras ujian dan cobaan maka semakin kuat fisik, mental dan emosi kita. Maka pribadi kita semakin baik.
    Alasannya klise ya?! Tapi menurut saya, alasan itu pas untuk kehidupan kita. Semua manusia memiliki kedudukan yang sama, berasal dari zat yang sama. Perbedaannya ada pada kisahnya, ujiannya, cobaannya. Semakin keras cobaan itu semakin tinggi kualitas pribadinya.

  26. Nama : Rizka Desi Wulansari
    Domisili : Surabaya
    Twitter : @Rizka_Desi
    Menurut saya hidup saya itu seperti mi ayam. Simpel namun menawan. Hidup saya itu sedikit ruwet seperti mi yang baru direbus. Ada sumber proteinnya berupa ayam kecap yang manis dan gurih. Sama seperti kasih sayang saya terhadap keluarga saya yang kadang harmonis kadang bahagia kadang sedih. Namun, disitu ada tambahan nilai gizi berupa sawi hijau yang merupakan pengingat bahwa saya tidak boleh lupa mensyukuri dan selalu ingat akan karunia Tuhan itu sangat penting. Sebagai pelengkap mi ayam biasanya ditambah dengan sambal dan saus. Sama seperti hidup saya yang jika terlalu banyak masalah dan konflik akan kepedesan dan sakit perut jika ditambah sambal yang banyak. Atau hidup saya yang kadang ceria kadang gampang marah, itu jika ditambah saus yang berwarna merah dan rasanya yang sedikit asam dan manis. Kadang- kadang hidup saya seperti mi ayam yang tidak diberi sambal dan saus namun rasa original mi ayam tetap ada. Yang tidak terlalu banyak masalah, yang tidak terlalu bahagia hanya normal seperti kehidupan biasa. Namun, itu sesuai selera penikmat mi ayam yang mau ditambah sambal atau saus atau tidak ditambah keduanya. Sama seperti hidup, dia bebas menentukan pilihannya🙂

  27. Wahyu Triyani (Witri Prasetyo Aji)
    @witri_nduz
    Boyolali

    Seperti PIZZA (Makanan kesukaan)
    Karena hidup saya berwarna-warni, penuh cerita, mengenyangkan sekaligus mudah membuat lapar. Isinya berbagai macam topping. Pedes dan manis seperti sausnya. Dingin seperti rasa mayonisenya.🙂

  28. Nama: Cyntia Caroline Manalu
    Twitter: @cyntiacaroline6
    Kota: Medan

    Pertanyaan:
    Jika diibaratkan makanan,
    hidupmu seperti makanan apa?

    Jawab:
    Jika diibaratkan makanan,Hidup saya itu seperti Sushi.
    Sushi itu cara pembuatannya cukup sederhana,semua bahannya ditumpuk lalu digulung jadi satu.
    Sushi tidak hanya memiliki satu macam rasa saja,banyak macam rasa yang dapat kita temukan di setiap gigitannya.(Warna-warni kehidupan)

    Bahan seperti salmon,nori,nasi,daging,ataupun sosis memang terlihat menggiurkan,tetapi tanpa cuka,garam,gula,saus dan pasta wasabi,bahan yang terlihat menggiurkan tadi akan terasa hambar.

    Begitu juga dengan kehidupan saya,kelihatannya menggiurkan karena ada salmon dan daging didalamnya,tetapi saya tetap membutuhkan Perasa yang dapat membuat hidup saya lebih Terasa nikmat untuk hididangkan.
    Walaupun dibuat dari daging mentah,saya bersyukur karena setidaknya masih ada nasi matang yang menyelimuti setiap inci bagian diri saya.
    Salam Sushi~

  29. Nama : Manda Rizki Utami
    Twitter : @Mie_a_Mie
    Kota Tinggal : Semarang

    Jika diibaratkan makanan, hidupmu seperti makanan apa? Alasan?

    Aku ibaratkan hidupku seperti coklat Ch*Cha (boleh sebut merek gak sih? hehe), yang milk chocolate (soalnya aku gak suka coklat yang ada kacangnya *malah curhat*).
    Keras di luar, tapi lembut di dalam.
    Warna-warni, dan apapun warnanya, rasanya akan selalu manis.
    Apapun suasananya, makannya ya coklat Ch*Cha! *malah iklan* Hahaha.
    Apapun warna kehidupan yang sedang aku alami, selalu mencoba untuk bahagia, bukankah kita semua seperti itu? *sok tau*plak*
    Dan bagiku, coklat Ch*Cha merupakan sumber kebahagiaan kecil yang harus selalu ada di meja belajar. Hahahaha….
    Aku juga merupakan sumber kebahagiaan kecil bagi semua orang yang menyayangiku, terutama bagi kedua orangtuaku😀. *pede banget*

    Duh, maap jawabannya ngawur banget. Hehe. *nyengir kuda*
    Tapi semoga berkenan memberikan salah satu buku “Croissant” itu padaku, supaya aku juga bisa tau rasanya seperti apa. *kedip-kedip genit*

  30. Bismillah,
    Nama: Ananda Nur Fitriani
    Twitter: @anandanf07
    Kota: Bogor

    “Jika diibaratkan makanan,
    hidupmu seperti makanan apa?”

    Jawaban:
    Makanan yang dapat menggambarkan hidupku yaitu Tartlet. Kue yang dibuat dengan lapisan yang berlekuk untuk diisi dengan vla dan berbagai macam buah itu lhoo ^_^ alasannya? Karena untuk memakan tartlet, kita harus memakan lapisan luarnya terlebih dahulu, baru kita dapat memakan isinya. Lapisan kue itu bagaikan usaha yang kita lakukan, vla bagaikan doa yang menjadi pelengkap, dan buahnya bagaikan hasil yang kita dapat dari usaha tersebut. Membuat tartlet itu sulit. Jika kita membuat lapisan dengan benar, maka isinya juga akan terasa enak karena ketebalannya pas. Namun jika cara membuat lapisannya saja sudah salah, pasti isinya tidak akan senikmat dengan cara yang benar. Seperti hidup, hasil yang kita dapat akan sebanding dengan usahanya. Jika kita melakukan usaha dengan cara yang benar, maka hasil yang kita dapat pun pasti membahagiakan. Namun jika kita melakukan usaha dengan cara yang salah, maka hasilnya akan setimpal dengan keburukan yang kita lakukan itu. Vla yang menjadi pelengkap akan sangat berpengaruh. Karena jika tidak ada vla, isinya akan terasa aneh (hanya buah saja). Bagaikan kita usaha tidak disertai dengan doa, maka hasil yang kita dapat dari usaha tersebut akan terasa tidak sempurna. Entah hasilnya akan bagaimana, mungkin manis, asam, asin, dan pahit. Atau juga bahagia, kesal, sedih, dan sakit. Semuanya tergantung kepada diri kita sendiri🙂 seperti giveaway ini, aku sudah berusaha semampuku, hasilnya biarlah tuhan yang menentukan. Wish me luck ^_^

  31. Nama : Fikriah Azhari
    Akun twitter : @Lovaren_
    Kota tinggal : Makassar
    Jawaban : Jika diibaratkan sebagai makanan, maka hidupku itu kayak Rainbow cake gitu, rasanya tuh warna-warni, dan setiap rasa di rainbow cake itu mewakili setiap rintangan, pengalaman, dan lika-liku hidupku. Contohnya jika setiap warna mewakili pengalaman, maka di setiap pengalaman pastinya memiliki rasa yang berbeda, ada pengalaman yang memberikan perasaan senang, pengalaman yang memberikan perasaan sedih, dan sebagainya. Tapi pengalaman itu semua penting, mereka saling melengkapi, sebab jika satu dari pengalaman itu tak ada, maka pastinya hidup ini akan berbeda. Jika satu dari warna rainbow cake itu tak ada, maka rasanya akan berbeda.

  32. Nama : Vira Xeva
    Twitter : @merumerutashima
    Kota : Jakarta

    Jika diibaratkan makanan, hidupmu seperti makanan apa? Alasan?

    Hm, makanan?
    Mungkin buah mangga

    Alasan.
    Karena kita nggak pernah tau rasa buah mangga sebelum bener bener masuk mulut. Sekuning apapun mangga itu belum tentu mangga itu manis.
    Tapi tentu saja ada mangga yang walaupun keliatan belum masak, tapi rasanya udah semanis madu

    Hidup sampai sekarang, seperti buah mangga, kadang asem kadang manis. Kadang kita menebak hidup akan menjadi ‘asam’ tapi ternyata ada sebuah ‘kemanisan’ di dalamnya. dan sebaliknya. Tapi walaupun asam seasamnya pun, bakal tetap makan mangga, seperti kita menjalani hidup

  33. Pingback: Ananda @anandanf07 | Twitter Spy

  34. Pingback: Daftar Bacaan tahun 2015 | Luckty Si Pustakawin

  35. Pingback: Daftar Bacaan tahun 2015 | Luckty Si Pustakawin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s