REVIEW Dream Catcher

WP_20150419_038

Semua bermula dari tekad. (hlm. 29)

Chloe mendirikan Authors of The Future atau AOTF, yang beranggotakan dirinya, Sheila, Vivian, Si Kembar Cindy dan Sandy, dan Rendy Mereka melakukan kegiatan yang berkaitan dengan kepenulisan. Sejak TK, Chloe beambisi menjadi seorang penulis. Bisa mencurahkan perasaan melalui tulisan membuatnya bahagia.

AOTF ini memiliki buku yang bernama AOTFS’s Meeting Book. Itu adalah buku rapat mereka. Jika mereka memerlukan rapat singkat secepat mungkin, mereka akan menggunakan buku itu untuk komunikasi. Caranya, mereka akan mengoper buku itu ke tiap anggota, dan di dalamnya, mereka saling menjawab dan memberikan opini, hingga mencapai kesepakatan.

Keren juga ya, remaja-remaja unyu ini punya semacam perkumpulan yang memiliki nilai postif, nggak cuma sekedar kongkow bareng di mall atau pacar-pacaran. Tapi tetap ada saja yang tidak suka dengan mereka. Yahh…namanya juga hidup. Selalu saja ada yang mencibir akan apa pun yang kita lakukan. Hal itu juga menimpa Chloe dan kawan-kawan.

Suatu hari di sekolah mereka mengadakan sebuah kompetisi drama. Setiap kelas wajib membentuk satu kelompok, yang terdiri dari sepuluh orang menjadi pemain drama, satu orang narator, dan satu lagi penulis skripsi. Boleh berdasarkan kisah nyata atau fiksi. Kreativitas cerita, kostum, dan penghayatan pemain adalah poin-poin yang akan diperhitungkan saat penjurian. Durasi minimal lima belas menit, dan maksimal dua puluh lima menit. Tidak boleh ada unsur kekerasan, diskriminasi, dan SARA.

Teman-teman di kelas, menunjuk Chloe sebagai penulis skripsi. Mereka percaya akan kemampuannya dalam menulis, meski dia sendiri malah awalnya tidak percaya diri. Tapi teman-temannyadi AOTF serempak mendukung penuh. Ternyata, prosesnya tak berjalan mulus. Ada saja hambatan yang musti dilalui Chloe dan kawan-kawan. Pesan moral dari buku ini adalah yang benar akan selalu menang meski awalnya akan banyak tantangan yang dihadapi. Dan kembangkan passionmu karena niscaya kita akan memetik hasilnya di masa yang akan datang. Jangan pernah berkecil hati dengan anggapan orang yang mengkerdilkan kemampuanmu. Hebat itu tidak harus sama dengan orang lain. Hebat itu adalah menjadi diri sendiri dan percaya dengan bakat dan kemampuan yang dimiliki😉

Oya, adegan 15-16 bikin geli. Chloe ini sama seperti saya, phobia tikus. Bahkan teman-temannya kerap menjulukinya dengan sebutan Chloeraemon, sama seperti Doraemon yang juga takut tikus!! x)

Keterangan Buku:

Judul                         : Dream Catcher

Penulis                      : Jessyln Wijaya

Penyunting                 : Aan Wulandari

Penyelaras aksara      : Nurhasanah Ridwan

Perancang sampul      : CDDC

Ilustrasi isi                 : JJ Wind

Penerbit                     : Noura Books

Terbit                        : Maret 2015

Tebal                         : 116 hlm.

ISBN                          : 978-602-0989-27-3

PicsArt_20_04_2015 21_49_41

10 thoughts on “REVIEW Dream Catcher

  1. Halo Kak ^^
    Ini Jesslyn Wijaya, penulis Dream Catcher.
    Terima kasih sudah me-review buku saya, ya.
    Saya merasa bangga dan terhormat lho, hehe😀
    Semoga bermanfaat dan terhibur, ya Kak ^^

  2. Pingback: Daftar Bacaan tahun 2015 | Luckty Si Pustakawin

  3. Wah keren. Biasanya kan remaja2 ngumpul yg dilakuin paling ngegossip, tapi ini membentu komunitas penulis. Salut sama si Chloe.

  4. Aku kira ini novel yang ceritanya tentang mimpi buruk atau semacamnya. Pertama kali denger istulah Dream Catcher itu pas nonton drama korea The Heirs, dream catcher itu dipasang di balkon. Ternyata cerita ini tentang anak-anak unyu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s