REVIEW Konnichiwa, Jepang!

WP_20150419_041

Rumah nenek adalah sebuah rumah tradisional Jepang yang sangat indah. Untuk masuk ke dalam rumah, harus melewati sebuah pintu pagaryang terbuat dari kayu. Aimi sudah agak lupa rumah nenek dan kakeknya. Dia meninggalkan Jepang bersama mamanya yang asli Jepang dan papanya yang berasal dari Indonesia, saat masih berusia lima tahun. Sejak itu, dia belum pernah mengunjungi kakek dan neneknya karena kesibukan kedua orangtuanya. Namun, tiap setahun sekali kakek dan neneknya datang untuk menengoknya.

Halaman rumah kakek dan neneknya penuh dengan pepohonan hijau.Di bagian samping terdapat sebuah taman dengan kolam ikan yang tidak terlalu lebar. Seperti kebiasaan di rumah-rumah Jepang lainnya, Aimi harus melepas alas kakinya sebelum masuk rumah. Hampir seluruh rumah dialasi dengan tatami atau tikar khas Jepang. Bagian dalam ruangannya, tak berperabot. Barang-barang yang ada di simpan dalam oshiree saat tidak digunakan. Oshiree adalah lemari yang menempel di dinding.

Nenek dan kakek Aimi memiliki sebuah restoran di pusat kota yang menjual makanan khas Jepang bernama gyudon. Restorannya terletak di tengah kota. Untuk ke sana, mereka harus naik kereta. Kereta di Jepang sangat berbeda dengan kereta di Indonesia. Aimi tidak perlu berdesak-desakkan dan berebut saat naik. Aimi bisa duduk nyaman di samping neneknya.

“Sekarang ini, yang paling penting adalah hatimu bisa kembali bahagia. Jadi, nanti Mama yang akan mengurus izinmu, juga mengurus surat-surat yang kamu perlukan untuk pergi ke Jepang.” (hlm. 16)

Bukan tanpa alasan Aimi pergi ke Jepang untuk sekedar mengunjungi kakek neneknya di sana. Hatinya sedang terluka, akibat kecelakaan yang menimpanya, dia tidak lolos untuk mengikuti sebuah audisi kontes menyanyi. Ditambah lagi Erica, temannya yang justru lolos audisi tersebut. Untuk mengobati kegalauan hatinya, Aimi berlibur ke Jepang.

Selama di Jepang, Aimi berkunjung ke beberapa tempat. Duhh..jadi pengen ke tempat-tempat yang dikunjungi Aimi ini, ada Big Bang Children’s Museum Osaka, pergi ke perayaan boneka Hinamatsuri, jalan-jalan ke Osaka Castle Park dan masih banyak lagi. Di Big Bang Children’s Museum, ada ruang galeri permainan yang terdapat di lantai satu. Isinya tentang dunia roket dan antariksa. Ada juga ruangan lain yang bernama Warp Capsule. Di sini, semua anak bisa belajar serta mengenai sinar dan suara, bagaimana keduanya dapat memengaruhi kehidupan manusia. Semua informasinya dikemas dalam permainan. Jadi, sangat mudah sekali untuk dipelajari.

Saya jadi penasaran dengan Hinamatsuri atau Festival Boneka semacam Hari Anak Perempuan. Pada hari itu, semua orang berdoa untuk pertumbuhan dan kebahagiaan bagi seluruh anak perempuan di Jepang. Ada beberapa makanan khusus saat perayaan Hinamatsuri; chirashi-zushi yang tampak seperti sushi biasa, sakura mochi yang terbuat dari tepung beras, pasta kacang manis dan daun ceri asin. Juga ada hina-arare, sejenis kerupuk beras berwarna yang dibumbui dengan gula. Tampak menggiurkan semua yaaa…😀

“Kamu enggak perlu berlagak seakan-akan hanya kamu sendiri yang pernah kehilangan.” (hlm. 69)

Pelajaran hidup dari kisah Aimi ini adalah kita boleh saja terluka dan sedih ketika mengalami cobaan yang menimpa kita. Tapi yakinlah jika terus bersabar, berdoa dan berjuang, suatu hari nanti kita akan memetik hasilnya; buah dari kesabaran.

“Suatu hari nanti, mimpi kita pasti terwujud. Dan, saat kita melihat hanami lagi, kita telah menjadi seseorang yang baru.(hlm. 114)

Keterangan Buku:

Judul                                 : Konnichiwa, Jepang!

Penulis                              : Laksita Judith Tabina

Penyunting                         : Aan Wulandari

Penyelaras aksara              : Amelia

Penata aksara                    : Aniza Pujiati

Perancang sampul             : Dhea Citra dan CDDC

Penggambar ilustrasi sampul: Raiuu Nara

Penggambar ilustrasi isi       : Dini Marlina

Penerbit                             : Noura Books

Terbit                                : Maret 2015

Tebal                                 : 124 hlm.

ISBN                                  : 978-602-0989-07-5

PicsArt_20_04_2015 21_51_04

8 thoughts on “REVIEW Konnichiwa, Jepang!

  1. Pingback: Daftar Bacaan tahun 2015 | Luckty Si Pustakawin

  2. Pingback: Daftar Bacaan tahun 2015 | Luckty Si Pustakawin

  3. Aku suka nih cerita yg berlatar di luar negeri. Karena pasti dalam buku tsb diselipin budaya2 atau daya tarik wisata di negeri tersebut. Jadi kan selain terhibur baca bukunya, ada ilmu yg bisa didapet (selain ilmu kehidupan yg disampaikan buku)

  4. Kalo ngebayangin Jepang yang terlintas adalah negara yang bersih, sejuk dan orang-orangnya tertib. Biasanya ada juga perayaan hari anak, kalo disana perayaan hari anak perempuan, apa lebih khusus? Kenapa ya?

  5. “Suatu hari nanti, mimpi kita pasti terwujud. Dan, saat kita melihat hanami lagi, kita telah menjadi seseorang yang baru”
    Quote ini jleb banget deh.
    Novel ini cocok untuk Silva teman saya yang menyukai berbagai hal tentang Jepang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s