REVIEW Good Fight

 

“Saat memutuskan buat jatuh cinta, lo juga membuka kemungkinan cinta kelak akan berbalik nyakitin lo.” (hlm. 359)

JETHRO LIEM. Terlihat paling oke dibandingkan fotografer lain di seantreo majalah MASCARA dan MANNER. Rambut ikalnya selalu dibiarkan berantakan, sepasang mata tajam yang dibingkai bulu mata panjang, rahang persegi dan leher yang kokoh. Jet memang cakep, tetapi semua kualitas over the top itu mendadak lenyap begitu dia bicara. Jago banget nyela. Tere selalu kalah jika berdebat dengannya.

Tere sendiri bekerja di Mascara menjabat sebagai senior fashion editor. Mascara merupakan majalah menduduki posisi kedua beroplah terbesar di Indonesia. Tere sendiri berani menjamin, semua content yang ditampilkan di Mascara adalah hasil kerja keras tim redaksinya sendiri –makanya kadang mau gila rasanya saat kerjaan masih menumpuk kayak menara Pisa di kubikel, sementara deadline tinggal hitungan hari.

Ya, Jet dan Tere memang satu kantor. Satu ruangan pula. Tak jarang pula mereka satu proyek dalam pemotretan untuk urusan majalah di kantor mereka bekerja. Yang menjadi masalah adalah Jet dan Tere ibarat Tom & Jerry, nggak pernah akur. Selalu ada saja hal-hal kecil yang menyulut pertengkaran mereka. Tapi, ada pepatah bilang; cinta dan benci itu beda tipis. Akankah mereka mengalaminya?

Kalo gue bener-bener mencintai lo, gue juga harus belajar melepaskan lo… (hlm. 459)

Tema yang diangkat oleh Christian Simamora kali ini adalah orang ketiga. Kita sering membaca novel bahwa orang ketiga selalu menjadi peran antagonis. Bagaimana di novel ini yang menjadikan orang ketiga sebagai tokoh utama? Siapakah orang ketiga itu? Jet atau Tere?

Beberapa kalimat favorit dalam buku ini:

  1. Benci itu sewaktu-waktu bisa berubah jadi cinta. (hlm. 41)
  2. Cinta memabukkan biasanya nggak berlangsung lama. (hlm. 47)
  3. Jangan melakukan sesuatu yang bakal lo sesalin keesokan harinya. (hlm. 275)
  4. Kalo lo mencintai seseorang, harusnya lo nggak neglepasin orang itu. (hlm. 481)

Banyak selipan sindiran halus dalam buku ini:

  1. Orang galak dikuburnya ma badak lho. (hlm. 23)
  2. Makan memang solusi buat semua hal sulit dalam hidup. (hlm. 39)
  3. Cewek agresif hanya akan bikin ilfil. (hlm. 71)
  4. Cowok-cowok, pada nggak malu apa kentut sembarangan? (hlm. 100)
  5. Tembak-tembakan itu ternyata memang cocoknya dilakuin anak ABG doang. (hlm. 322)
  6. Twentysomething dilarang gampang capek. (hlm. 327)
  7. Nggak ada sejarahnya tuh cewek bisa ngelupain mantannya. (hlm. 408)
  8. Generasi muda macam apa? Baru ditantang sedikit langsung ngibarin bendera putih. (hlm. 462)
  9. Kalo dah punya pacar, nggak pernah main. (hlm. 465)
  10. Nggak ada cewek yang berani terlambat di dinner berdua ama cowoknya. (hlm. 467)

Diantara semua cowok J di serial J ini, di buku inllah yang paling favorit; Jet, ditambah lagi profesinya yang fotografer, uwow…bikin meleleh…😀 #RebutanAmaNadine #DikeprukTere

Di novel ini, kita akan mendapatkan seputar pengetahuan tentang fotografi, pemotretan dan tetek bengeknya lewat tokoh Jet maupun Tere.

Sisi lain, kita bisa merasakan jika anak-anak korban broken home orangtuanya akan berimbas pada kehidupan anaknya kelak, terutama urusan hati. Itulah yang dialami Jet, sedih juga membaca masa lalunya yang suram :’)

Keterangan Buku:

Judul                     : Good Fight

Penulis                 : Christian Simamora

Editor                    : Gita Romadhona

Proofreader       : Windhy Ariestanty

Penata letak       : Wahyu Suwarni & Gita Ramayudha

Desain cover      : Jeffri Fernando

Paper doll            : Mailoor

Penerbit              : GagasMedia

Terbit                    : 2014 (Cetakan Keempat)

Tebal                     : 979-780-758-4

Dapatkan buku ini di toko buku online Bukupedia

http://www.bukupedia.com/id/book/id-32-87382/novel-fiksi-cerpen/good-fight-ed-repackaged.html

10 thoughts on “REVIEW Good Fight

  1. Pingback: Daftar Bacaan tahun 2015 | Luckty Si Pustakawin

  2. “Saat memutuskan buat jatuh cinta, lo juga membuka kemungkinan cinta kelak akan berbalik nyakitin lo.” (hlm. 359) mengjarkan untuk lebih berhati2 dalam urusan cinta

  3. Buku pertama dari Christian Simamora yg aku baca itu Come On Over, cuma jujur aku nggak suka bukunya, jadi aku udh punya pikiran negatif sama bukunya yg lain. Padahal banyak juga yg suka sama karya²nya.

  4. Wah penasaran sama buku ini, menariknya adalah orang ketiga yang jadi pemeran utamanya. Baru nemu walau belum baca😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s