REVIEW As Seen On TV

Cowok player itu seperti sepatu kekecilan satu nomor. Sekeren apa pun kelihatannya tetatp nggak akan cocok buatmu. (hlm. 26)

Adalah Kendra dan Javi yang sudah berteman sejak lama. Javier yang bergota-ganti pasangan, sedangkan Kendra selalu setia menjadi sahabatnya. Saking akrabnya, mereka punya anjing peliharaan bersama; anjing husky jantan (Jake) dan teacup yorkie betina (Vierra). Cewek-cewek yang menghampiri Javi datang silih berganti, tapi selalu ada kesamaan diantara mereka. Kendra menyebutnya Merlot Girl.

Ini adalah novel ketiga belas dari Christian Simamora. Tema yang diangkat sekilas mirip buku sebelumnya; Pillow Talk dengan tokoh utama Emi dan Jo. Sama-sama bercerita tentang sahabat jadi cinta. Bedanya, jika di Pillow Talk, Jo si cowok yang ngarep jadian ama Emi sejak jaman sekolah, di buku ini kebalikannya. Si tokoh cewek, Kendra ngarep dilirik Javi. Banyak juga adegan miripnya; misalnya tentang Kendra yang hobi gedor-gedor pintu kosan Javi sama seperti kelakuan Emi yang juga demen gedor-gedor pintu kosan Jo. Terus juga ada permainan Truth or Dare di dua buku tersebut.

Dibandingkan buku-buku sebelumnya, buku ini lebih sedikit adegan kipasnya. Meskipun begitu, buku ini tetap dianjurkan untuk tujuh belas tahun ke atas x)

Yang disuka dari setiap buku Bang Ino adalah setiap tokoh utamanya memiliki pekerjaan yang berbeda. Seperti halnya di buku ini, kita bisa tahu apa itu dunia OOAK dolls yang sebelum membaca buku ini sama sekali nggak tahu dunia ini. Seperti biasanya, buku ini sedikit banyak memiliki benang merah dengan buku-buku sebelumnya. Ada beberapa tokoh dari buku sebelumnya yang muncul di sini.

Beberapa kalimat favorit dalam buku ini:

  1. Cewek punya suara yang melodik. Nggak ubahnya seperti lagu gembira yang mengajak orang-orang yang mendengarnya ikut merasa gembira juga. (hlm. 18)
  2. Seneng banget rasanya bisa jadi saksi perkembangan hubungan teman sendiri. (hlm. 42)
  3. Yang membuatmu patah hati sebenarnya bukan cinta, melainkan besarnya harapan yang kau pertaruhkan untuknya. (hlm. 70)
  4. Nggak ada salahnya nyoba hal baru. (hlm. 206)
  5. Semakin berharga sesuatu itu, semakin besar pengorbanan yang harus disiapkan untuk mencapainya. (hlm. 245)
  6. Pikirkanlah yang mengundang cinta ke dalam diri dan hati membantunya bertumbuh. (hlm. 246)
  7. Setiap cowok punya rahasia. Dan saat seorang cowok memutuskan untuk mencintai seseorang, salah satu pembuktiannya adalah dengan berbagi sedikit rahasianya dengan orang itu. (hlm. 247)
  8. Kalau kamu ada yang mengganjal di hati, bilang aja. Jangan dipendam lama-lama. (hlm. 271)

Lumayan banyak selipan kalimat sindiran halusnya:

  1. Nggak sopan amat itu orang, bangunin dari jendela kayak orang barbar. (hlm. 16)
  2. Kita itu di dunia yang dibangun dengan nilai moral yang nggak fair. Cowok nembak, biasa. Cewek nembak? Hanya di manga saja yang seperti itu dianggap wajar adanya. Kenyataannya, cewek yang nyatain perasaannya duluan biasanya end up di cap agresif dan kegatelan. (hlm. 34)
  3. Jangan nyetir ke persoalan lain dong. (hlm. 34)
  4. Karena yang biasanya dipanggil Nyonya hidupnya santai. Nggak perlu ribet ngurusin ini-itu sopirnya. (hlm. 48)
  5. Tak perlu risau untuk membunuh cinta. Yang kamu butuhkan hanya ucapan perpisahan. (hlm. 78)
  6. Pernah nggak kamu mikirin seseorang sampai merasa yakin barusan mendengar suara orang itu memanggil-manggil namamu? (hlm. 85)
  7. Orang patah hati biasanya buru-buru melakukan sesuatu untuk melindungi hatinya supaya nggak terluka lebih parah. (hlm. 107)
  8. Apanya yang ‘selamat’ dari selamat tinggal? (hlm. 110)
  9. Kalo sahabat lo bahagia, lo juga bahagia. Bukannya begitu seharusnya sikap seorang sahabat yang baik? (hlm. 295)
  10. Terkadang, bukan rindu yang membuat nyeri di dada, melainkan rasa ingin tahu apakah dia merindukanmu sebesar kamu merindukannya. (hlm. 338)
  11. Perasaan membuatnya semakin rumit. (hlm. 384)
  12. Kalau perubahan tak kunjung datang, mungkin justru kamu duluan yang harus berubah. (hlm. 410)
  13. Luka luar mungkin bisa gampang diobati, tapi luka di dalam hati kan sulit diprediksi kapan sembuhnya. (hlm. 417)

Keterangan Buku:

Judul                                     : As Seen on TV

Penulis                                 : Christian Simamora

Editor                                    : Alit Palupi

Designer sampul              : Dwi Anissa Anindhika

Penata letak                       : Gita Mariana

Ilustrator paperdoll         : Amel Santoso

Ilustrasi isi                           : Mailor

Penerbit                              : Twigora

Terbit                                    : 2014 (Cetakan Kedua)

Tebal                                     : 484 hlm.

ISBN                                      : 978-602-70362-1-5

 

 

8 thoughts on “REVIEW As Seen On TV

  1. Pingback: Daftar Bacaan tahun 2015 | Luckty Si Pustakawin

  2. “Cowok player itu seperti sepatu kekecilan satu nomor. Sekeren apa pun kelihatannya tetatp nggak akan cocok buatmu.”

    Huwaaa >·<

  3. Baru nyadar yg kak Luckty mamsud dari adegan kipas aku apa :v ini yg aku males baca bukunya Christian Simamora, ada adegan kipasnya soalnya

  4. Sepasang sahabat antara laki-laki dan perempuan ga murni hanya hubungan sahabat, pasti ada yang pake hati.

    Aku ngerasa novel ini lebih nyess ya

    Terkadang, bukan rindu yang membuat nyeri di dada, melainkan rasa ingin tahu apakah dia merindukanmu sebesar kamu merindukannya. (hlm. 338) -> menohok

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s