REVIEW Pillow Talk

 WP_20150311_017

Cinta itu kan cuma cinta –nggak ada kekuatan atau sesuatu yang hebat terkandung di dalamnya. Cinta nggak lebih dari obat pahit bersalut gula –baru terasa pahitnya setelah masuk mulut. (hlm. 391)

Waktu SMA dulu, Jo, Santo dan Emi dikenal sebagai geng kompak yang kemana-mana selalu bersama-sama. Meskipun Emi punya juga temen-temen cewek tempat menggosipkan cowok ganteng di sekolah atau sekadar curhat colongan tentang gebetan yang nggak kesampaian, seringnya dia main sama Jo dan Santo. Kedua sahabat cowoknya itu sendiri adalah dua pribadi yang benar-benar berbeda. Jo lebih banyak menuruti apa pun rengekannya, Santo mau berdebat berjam-jam dengan Emi kalo nggak setuju dengan pendapatnya. Tentu saja bukan itu alasan yang membuat ia kemudian pacaran dengan Santo.

Persahabatan ketiganya memang baik-baik saja meskipun Emi pacaran dengan Santo. Tapi masalah dimulai ketika Emi mngeluh nggak tahan dengan sikap Santo yang overprotektif. Sejak pacaran, gerak-gerik Emi selalu harus dilaporkan ke Santo. Sebelum berangkat sekolah, telepon Santo dulu. Pulang sekolah juga begitu. Belum lagi, Santo bakal marah banget kalo tahu Emi hang-out ke mal tanpa dirinya. Lama-lama Emi ngerasa kayak pacaran sama sipir penjara. Nggak kuat. Makanya, setelah tiga bulan pacaran, Emi minta putus.

Sejak saat itu, dia berjanji, nggak lagi-lagi deh pacaran sama sahabat sendiri. Orang-orang boleh aja bilang dia promiscuous dan gampang jatuh cinta, tapi Jo akan selalu ada pengecualian. Cinta atau apalah yang tumbuh untuk Jo, bakal langsung dibasminya sebelum tumbuh besar dan merepotkannya.

Maka menderitalah Jo yang memendam perasaannya bertahun-tahun terhadap Emi. Persahabatan yang telah dilalui mereka bertahun-tahun ternyata tetap tak mampu memupuskan harapan Jo untuk mendapatkan Emi yang sering berganti-ganti pasangan.

Ditambah lagi Emi yang tak pernah serius dalam berpacaran, justru memantapkan hati pada Dimas yang umurnya jauh lebih tua dibandingkannya. Siapa sangka hati Emi luluh dengan lamaran Dimas. Yeah…hati siapa yang tak bakal meleleh jika ada laki-laki mapan yang akan melamarnya, tak terkecuali Emi. Akankah Jo harus membuang jauh-jauh perasaan spesialnya itu?!? :3 #PukPukJo

“Lo kata gampang nyari Mr. Right? Cewek-cewek di luaran sana banyak yang ngabisin umurnya demi nyari Mr. Right – lo mau gua ikutan klub itu juga? Perawan tua saking desperatenya?” (hlm. 229)

Joshua dan Emi terjebak friendzone. Memang susah ya persahabatan antara laki-laki dan perempuan. Jika tidak bertepuk sebelah tangan ya pilihan lainnya adalah PHP. Friendzone memang tema yang lumayan mainstream untuk diangkat ke sebuah novel. Tapi, penulisnya selalu mengemas dengan ciri khasnya; si cowok yang kece abis di jejeran cowok-cowok berinisial J. Tak terkecuali dengan Jo ini yang dideskripsikan bikin meleleh ini. Duh… Emi rabun kali ya selama ini malah bertekuk lutut dihadapan Dimas yang umurnya beda lima belas tahun darinya, malah justru pantes jadi omnya, gyahahaha… x)

Beberapa kalimat favorit:

  1. Sedikit sikap menghargai nggak ada salahnya juga, kan? (hlm. 9)
  2. Pacaran itu urusan dua hati yang commit, bukan kayak orang beli tanah dan dapet sertifikat kepemilikan. (hlm. 105)
  3. Untuk mendapatkan cinta, harus berkorban perasaan sedikit. (hlm. 191)

Beberapa selipan sindiran halus:

  1. Semua artis sinetron tuh tipe fisiknya sama. (hlm. 8)
  2. Ternyata memang berat pacaran dengan orang yang lebih tua. (hlm. 9)
  3. Jangan pernah pacaran dengan sahabat sendiri. (hlm. 19)
  4. Dalam dunia cewek, selain anak,yang bikin mereka terkagum-kagum sampe sirik adalah berlian. (hlm. 115)
  5. Cowok tuh lebih gampang ngobatin patah hatinya ketimbang cewek. (hlm. 117)
  6. Cewek-cewek selalu bilang nggak akan lama kalau belanja. Kenyatannya? (hlm. 157)
  7. Pacaran itu ada kode etik tersendiri loh. Salah satunya, nggak bakal membeberkan soal mantan-mantan di masa lalu. (hlm. 427)

Dibandingkan Emi yang sering gonta-ganti pasangan melebihi ganti jemuran ini, sebenarnya lebih suka tokoh Feli pemilik Royal Bakery. Dia memang terlihat bersahaja, baik pakaian maupun riasan tipisnya, tapi ada sesuatu dalam diri Feli yang membuat Jo terpesona padanya.

Ketika Jo dan Emi (yang memang satu sekolah saat SMA) ketika mengikuti reuni SMA di BAB enam, Emi dan Ajeng dicecar oleh teman-temannya yang sudah menikah dan beberapa diantaranya sudah gendong anak. Nah, di sinilah terlihat perbedaan kesenjangan antar perempuan yang masih gadis dengan perempuan yang sudah menikah; omongan nggak bakal nyambung. Yang satu bahas baju, yang satu bahas ASI. Beda kalo laki-laki baik yang masih melajang maupun yang sudah menikah, pasti nggak jauh-jauh dari hobi; pertandingan sepakbola, misalnya x)

Di setiap tulisannya, Christian Simamora selalu mendeskripsikan detail para tokoh-tokohnya dan juga pekerjaanya. Misalnya, lewat tokoh Emi kita bisa membayangkan bagaimana rasanya punya toko online sendiri yang dibantu Ajeng, sahabat sekaligus partnernya dalam bekerja di bidang ini. Kemudian lewat tokoh Feli kita juga bisa mengetahui serba-serbi bakery.

Keterangan Buku:

Judul                     : Pillow Talk

Penulis                 : Christian Simamora

Editor                    : Gita Romadhona

Proofreader       : Mita M. Supardi

Penata letak       : Gita Ramayudha

Desainer cover  : Jeffri Fernando

Ilustrasi isi           : Levina Lesmana

Penerbit              : GagasMedia

Terbit                    : 2014 (Cetakan Kesebelas)

Tebal                     : 430 hlm.

ISBN                      : 979-780-689-8

Ini dia selipan paper doll-nya:

9 thoughts on “REVIEW Pillow Talk

  1. Pingback: Daftar Bacaan tahun 2015 | Luckty Si Pustakawin

  2. Biasanya cowok yang gonta ganti pasangan. Endingnya gimana nih Emi, sama Jo kah? Harusnya ya, hehehe😀

    Tapi Emi-nya ada perasaan sama Jo ga, kasian Jo ya. Udah mendem bertaun-taun, ga bisa nyatain juga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s