REVIEW Time After Time

WP_20150418_003

Rasa penasaran bisa membunuhmu. Rasa penasaran bisa menjungkirbalikkan hidupmu dalam sesaat saja. Tapi, hidupmu tidak akan lengkap sampai rasa penasaranmu tuntas. (hlm. 112)

LASJA KIRANA. Dia hanya memiliki sedikit kenangan tentang ibunya, Leila. Kebanyakan didapatnya dari cerita-cerita Ayah atau Bibi Dian. Ayah selalu mengatakan ibunya cantik dan cerdas, tetapi terus menolak menunjukkan foto Ibu. Menurut Ayah, semua benda kenangan tentang Ibu habis dalam peristiwa kebakaran 25 tahun lalu. Dengan begitu, Ayah tidak suka membahas Ibu. Hal itu memang sudah jadi rahasia umum dalam keluarga. Setiap kali berkumpul, tak pernah ada cerita meluncur tentang Ibu. Semua bungkam. Tidak hanya Ayah, tapi juga keluarganya. Seakan-akan duka yang dimiliki Ayah tak pernah surut, bahkan setelah puluhan tahun berlalu sejak kejadian itu.

“Pernah sampai di tempat yang berbeda dengan ingatanmu?” (hlm. 125)

“Apa ada hal yang ingin kamu ubah dari masa lalumu sehingga kamu butuh mesin waktu?” (hlm. 213)

Hingga suatu hari Ayah juga meninggal dunia dan masih menyisakan tanda tanya kehidupan Lasja selama ini. Terutama tentang Ibu. Setelah ayahnya pergi, Lasja memiliki tekanan batin. Rasa cinta kepada ayahnya begitu dalam menyisakan luka dalam dirinya karena harus kehilangan orang yang paling disayanginya sejak kecil. Hingga suatu hari Lasja menerima teror telepon dari seorang yang tak dikenal dan mengusik masa lalunya. Mengungkit perihal Ayah dan rahasia.

Ayah tak pernah berahasia dengan Lasja. Sejak ia kecil, ia hanya berdua bersama Ayah. Mereka saling kenal dan tahu dengan baik. Seperti Lasja yang tak pernah bisa berbohong kepada Ayah, Ayah begitu pun terhadap Lasja. Mereka sama-sama tahu kalau ada sesuatu yang saling disembunyikan.

“Kadang-kadang, aku berharap bisa menjadi langit biru agar abadi. Mengamati perubahan tanpa ikut berubah.”

“Bukankah itu akan membuatmu tertekan? Menjadi saksi mata tanpa bisa melakukan apa-apa untuk menolong atau mengubah sesuatu?” (hlm. 156)

“Aku ingin jadi matahari. Tanpa matahari mahluk hidup akan mati. Tanpa aku, kamu tak akan menjadi biru.” (hlm. 157)

Pernahkah dalam hidupmu ketika timbul penyesalan dalam mengambil keputusan dan ingin kembali ke masa lalu untuk memperbaiki segala sesuatu agar berjalan lancar seperti yang diinginkan? Lasja mengalami ini. Lasja akan terlempar ke masa lalu yang nantinya akan mengubah tidak hanya jalan hidupnya tapi juga keluarganya.

Banyak kalimat favorit dalam buku ini:

  1. Pada akhirnya, apa yang dimiliki hanya kenangan. (hlm. 1)
  2. Orang-orang yang cinta selalu menebarkan perasaan hangat saat berada di dekat mereka. (hlm. 20)
  3. Begitulah hidup bekerja, kadang-kadang banyak kebetulan yang tak bisa dijelaskan. (hlm. 20)
  4. Betapa hidup bisa berubah sekejapan mata saja. (hlm. 105)
  5. Jangan terlalu percaya kepada ingatanmu sendiri. (hlm. 126)
  6. Setiap pertemuan punya perpisahan. (hlm. 158)
  7. Rasanya semua pemakaman nggak akan mudah dilupakan. Detik-detik ketika berpisah dan nggak akan ketemu lagi. (hlm. 209)
  8. Kematian cuma perjalanan ke sisi kehidupan yang lain. (hlm. 211)
  9. Ketika cinta ada, tak perlu lagi ada yang ditakutkan. (hlm. 273)
  10. Hari yang buruk akan berlalu. Hari yang buruk akan lewat. Masa lalu punya tempat tersendiri, di belakang. (hlm. 278)

Banyak juga selipan sindiran halus dalam buku ini:

  1. Ngurusin bayi besar nggak akan lebih sulit dari bayi beneran, kan? (hlm. 24)
  2. Ingatan anak kecil tak bisa dipercaya. Mereka selalu bisa melihat apa yang orang-orang dewasa nggak bisa lihat. (hlm. 39)
  3. Berteriak-teriak di depan kuburan memang bukan hal lazim. (hlm. 41)
  4. Hari yang buruk bisa dimulai kapan saja. (hlm. 55)
  5. Terjebak di masa lalu ternyata berkali-kali lipat lebih buruk daripada patah hati. (hlm. 92)
  6. Move on itu cuma gampang saat dikatakan, sulit untuk dilakukan, bahkan dalam keadaan terpaksa. (hlm. 106)
  7. Cinta bisa membuat tindakan apa pun menjadi terasa benar. (hlm. 119)
  8. Dunia ternyata sederhana. Orang-orang sering merupakan cermin dari diri sendiri. Hanya saja kadang seseorang terlalu buta untuk menatap. (hlm. 121)
  9. Ingatan bisa terluka. Ingatan bisa mudah dimodifikasi. Ingatan itu sesuatu yang pribadi. Bila saja kita melihat tempat yang sama, tapi yang kita catat dalam kepala berbeda. (hlm. 125)
  10. Es krim bisa membuat perasaanmu lebih baik. Atau lebih buruk karena memikirkan berapa banyak kalori yang dikonsumsi. (hlm. 144)
  11. Itu manusiawi. Menginginkan orang lain tergantung kepadamu. (hlm. 157)
  12. Siapa yang bisa memaksakan cinta? Lebih baik menyerah dibanding menderita, kan? (hlm. 217)
  13. Kamu pikir, maaf itu akan bisa mengubah apa yang sudah terjadi? (hlm. 230)
  14. Pastilah menyakitkan menanti sepanjang waktu. (hlm. 268)
  15. Kadang apa yang kita inginkan justru datang setelah berhenti mencarinya. (hlm. 269)

Novel ini merupakan rangkaian SERI TIME TRAVELER dari GagasMedia. Mengambil setting kota Surabaya di masa lampau. Untuk melewati lintas waktu yang harus menggunakan media kompas.

Penulisnya kaya pengetahuan akan buku dan film, terlihat dari banyak sekali menyelipkan judul buku di halaman 16, 63, 76, 147, 213, 215 dan judul film di halaman 4, 58, 124, 128, 147, 150, 212, 215.

Oya, suka tokoh Lendra yang hobi mengoleksi buku. Cek saja di halaman 241. Pantas saja, Tami, teman Lasja yang juga hobi membaca ini jatuh hati pada Lendra. Terkadang seseorang merasa berjodoh dengan orang karena memiliki hobi atau minat yang sama. Padahal kenyataannya belum tentu kan?!? #PLAKK

Agak ganjil di halaman 41-42 ketika Lasja saat di pemakaman ayahnya. Semarah-marahnya anak, meski ayahnya sudah berwujud batu nisan, nggak mungkin kan anaknya bercakap-cakap dengan ayah dengan kata sapaan ‘aku-kamu’?!?

Cerita dalam novel ini bernuansa kelam. Tentang seseorang yang kehilangan orangtua. Tentang menguak rahasia masa lalu. Tentang melintasi waktu. Akan banyak kejutan-kejutan yang tak terduga di dalam novel ini yang terdiri tiga ruang waktu. Bacanya musti pelan-pelan agar kita tidak terlewatkan momen-momen yang nantinya akan menjadi kumpulan kepingan cerita dan membentuk puzzle kehidupan dari kisah Lasja ini.

Keterangan Buku:

Judul                                     : Time After Time

Penulis                                 : Aditia Yudis

Editor                                    : Nico Rosady & Jia Effendie

Penyelaras aksara            : EnHa & Rayina

Desain Sampul                  : Ayu Widjaja

Penata letak                       : Erina Puspitasari

Penyelaras tata letak      : Putra Julianto

Penerbit                              : GagasMedia

Terbit                                    : 2015

Tebal                                     : 280 hlm.

ISBN                                      : 979-780-789-4

Baca buku ini cocok sambil dengerin lagu My Way – Frank Sinatra

Quotes from #TimeAfterTime

43 thoughts on “REVIEW Time After Time

  1. Sepertinya so sad ya ceritanya?
    Aku jg pernah ingin kembali ke masa lalu di titik itu rasanya aku ingin memperbaikinya, waktu itu rasanya aku kurang berjuang keras… alaaah jadi curcol nich heheheheheeee…

  2. Pingback: REVIEW Days of Terror | Luckty Si Pustakawin

  3. Pingback: #KlubBukuSmanda Project Film Pendek Time After Time | Luckty Si Pustakawin

  4. Pingback: Merayakan #TimeAfterTime bersama Klub Buku SMA N 2 Metro | Hero of The Drama

  5. Pingback: Giveaway Time After Time | Luckty Si Pustakawin

  6. jadi penasaran banget apa sebenernya rahasia yg disembunyikan ayahnya Lasja ya? baca reviewnya aja jadi deg deg-an deh ngebayangin Lasja mencari tahu masa lalu yang nantinya akan mengubah tidak hanya jalan hidupnya tapi juga keluarganya, gimana kalo baca langsung ya?

  7. Kembali ke masa lalu. Andaikan ada mesin waktu untuk ke masa lalu, aku rela menukar itu dengan apa pun yang kupunya. Karena kebahagiaan letaknya di masa lalu. Saat ada Ayah, Ibu, Kakak, aku dan Adik di masa kecil kami. Hidup terasa sangat mudah saat itu. Mudah tertawa, mudah bahagia. Dan melihat kedekatan Lasja sama Ayahnya, membuatku sangat iri. Dulu, dulu sekali aku juga seperti itu. Sangat dekat sama Ayah saat aku masik bocah. Sekarang mah, lebih mirip sama musuh. Ahh… Lasja, aku menginginkan indah hubungannya sama Ayahnya.

  8. Menarik. Novel dengan cerita yang alurnya seperti mudah ditebak namun ternyata ada kejutan – kejutan besar diceritanya selalu membuat penasaran & nggak sabar u/ menuntaskan halaman demi halamannya. Nama tokoh yang beda dari kebanyakan novel, juga kisahnya yg kelam nan sendu penuh rahasia, saya yakin akan jd teman baca yg menyenangkan sblm tidur.

    Anyway, tidak seperti Lasja. Saya tidak ingin kembali ke masa lalu.
    Memang, some people say the past is so seductive. Berapa kali dalam hidup kita pernah berpikir untuk kembali ke masa lalu? We want to go back to the greatest moment which didn’t work out, then we want to fix the mistake or the wrong path of it. Tapi perlu diingat, kita tidak bisa kembali ke masa lalu, tidak perduli seberapa besar kita menginginkannya, masa lalu sudah berakhir. Sulit memang menghadapi kenyataan, tapi kita harus sadar bahwa kita seperti sekarang pelajaran dari masa lalu.

    Seperti puisi dian sastro dalam Line AADC 2:
    “Waktu tidak pernah berjalan mundur
    Dan hari tidak pernah terulang
    Tetapi pagi selalu menawarkan cerita yang baru
    Untuk semua pertanyaan yang belum sempat terjawab”

    So, lets keep walking and lift up our head!!

  9. Ceritanya menarik, nama tokohnya unik dan kepingan puzzle yang membuat tergelitik. Jadi penasaran.
    Ditambah membaca kalimat favorit yang dipaparkan Mbak Luckty, Paling tertarik sama yang tiga ini :
    -Begitulah hidup bekerja, kadang-kadang banyak kebetulan yang tak bisa dijelaskan. (hlm. 20)
    Alasannya, kutipan ini menyiratkan kalau dalam hidup memang begitu adanya, kebetulan takdir yang sangat sulit untuk dicerna namun memang terjadi adanya ^_^
    -Betapa hidup bisa berubah sekejapan mata saja. (hlm. 105)
    Alasannya, yang ini pun juga benera sekali. Sama halnya hidup yang seperti laju kincir, akan jatuh bangun sesuai lajunya.
    -Setiap pertemuan punya perpisahan. (hlm. 158)
    Dan alasan untuk ini, kalimat itu memang pasangannya, seperti kalau ada manis juga ada pahit. ^^

  10. Rasa penasaran bisa membunuhmu. Rasa penasaran bisa menjungkirbalikkan hidupmu dalam sesaat saja. Tapi, hidupmu tidak akan lengkap sampai rasa penasaranmu tuntas. (hlm. 112)

    dan rasa penasaran saya terhadap jalan cerita buku ini juga makin besar dan semoga tidak sampai membunuh saya, mungkin hanya membunuh isi dompet… hehe…

  11. Wah, kayaknya menarik banget! Kisah time traveler bukan cerita baru sih, tapi yang membahas tentang hubungan anak-orangtua masih jarang. Daan, saya suka banget cerita yang fokusnya hubungan keluarga. Apalagi dari review-nya Mbak Luckty, ini buku alurnya nyimpen banyak rahasia yang harus dikuak satu per satu. Saya suka cerita yang model begitu. Mau bacaaa~

  12. cuplikan bukunya menarik banget quotenya juga lengkap ^^ jadi penasaran deh
    suka yang ini nih: Ingatan bisa terluka. Ingatan bisa mudah dimodifikasi. Ingatan itu sesuatu yang pribadi. Bila saja kita melihat tempat yang sama, tapi yang kita catat dalam kepala berbeda.

  13. Suka sama kutipan-kutipan & sindiran halus yang ada di bukunya >_< keren! *kasih banyak jempol*
    Penasaran sama fakta yang ditutup-tutupin Ayahnya Lasja. Terus penasaran juga sama cara ngomong Lasja pas didepan nisan Ayahnya (read: bercakap-cakap dengan menggunakan 'aku-kamu')😀

  14. Review kak Luckty selalu aja bikin penasaran. Kepengen baca bukunyaaa!😀

    Eh tapi, meskipun bernuansa kelam, keknya novel ini akan berakhir indah ya kak? Bener ga?

    Hari yang buruk akan berlalu. Hari yang buruk akan lewat. Masa lalu punya tempat tersendiri, di belakang. (hlm. 278)

    Kirimin ke aku kak Luck, biar aku bisa baca dan review juga. hehe

  15. Rasa penasaran bisa membunuhmu. Kalimat yang paling saya suka! Rasa penasaran juga bisa membuat Lasja terbunuh. Konflik yang dialami oleh tokoh dapat membuat pembaca ikut terhanyut dalam kesedihan & rasa penasaran. Toh, kalau kembali ke masa lalu pun tidak bisa mengubah keadaan, bukan?

    Wow! Saya memang harus bilang novel ini benar-benar wow! Ya meskipun saya belum membaca, review kak Luckty ini membuat rasa penasaran membunuhku.. Tentang menguak rahasia. Tentang melintasi waktu! Sungguh novel ini sangat menawan. Membuat rasa penasaran membunuhku… Karena, rasa penasaran bisa membunuhmu😀

  16. Time After Time; Novel yang berkisah tentang Lasja yang hanya memiliki sedikit kenangan tentang ibunya, Leila. Kebanyakan didapatnya dari cerita-cerita Ayahnya atau Bibinya, Dian. Ayahnya selalu mengatakan ibunya cantik dan cerdas, tetapi terus menolak menunjukkan foto Ibu. Nah, di sinilah mulai mencuat konflik yang menurut Gue keren banget. Ada sisi pergolakan bathin yang dialami Lasja. Tentang kebungkaman Ayahnya terhadap kenangan di masa lalu ketika ibunya masih hidup. Ditambah lagi rasa penasaran Lasja terhadap wajah ibunya yang tak pernah sekali pun dilihatnya meskipun hanya lewat foto dari ayahnya.

    Konflik kian terasa ketika ayah Lasja meninggal dunia. Kehilangan orang terkasih, ribuan tanya yang belum terjawab membuat Lasja sedikit mengalami tekanan bathin. Dan konflik memuncak dengan hadirnya teror telepon dari seseorang yang tak dikenal mengungkap tentang ayah dan rahasianya. Kenapa dengan Ayah Lasja? Rahasia apakah gerangan? Duh, makin ketar-ketir nih. Hehe. Penassaraaan.

    Dan konflik makin-makin-makin meruncing di saat Lasja kembali ke masa lalu. ketika semuanya masih lengkap. Apa yang akan dilakukan Lasja di masa lalu? Apa saja yang ditemuinya di sana? Hehe. Bener-bener Review yang bikin Gue “Baper” serasa ikut bertualang bersama Lasja. Keren. Cocok banget buat yang suka serial petualangan. Di beberapa quote Gue juga nemuin serial korea “My Lovely From The Star.” Lasja pengen abadi, nggak ikut berubah meskipun masa telah berubah. Pokoknya lengkap deh. It’s amazing. Likeeee it.

  17. Pernah. Sering malah ngalamin situasi kayak Lasja. Situasi di mana kita jadi pengin kalau aja waktu bisa diputar untuk hidup kita sendiri, rasanya mau balik ke masa itu dan mengubah dari apa yang sudah terjadi dan berharap hasilnya lebih baik, nggak gagal, atau nggak malu-maluin. Tapi, mikir lagi, waktu kan bukan punya kita sendiri. Waktu adalah milik semua makhluk di muka bumi ini. Kalau kita mengubah satu hal aja, maka yang ada pada orang lain juga akan ikut berubah. Wah, egois nih namanya, imapct-nya gede boook. Hihihi. Jadinya yaudah deh biarkan saja yang lalu biarlah berlalu.😉
    Tapi meskipun aku sendiri nggak pengin balik ke masa lalu, tapi nggak pernah nolak kok kalo disuguhi cerita time travel menuju masa lalu gini. Hehehehehe. #kodekeras😛
    Contohnya nih, dulu waktu SD suka nonton Petualangan Amigos, pemerannya sama dengan pemeran di Amigos X Siempre yang dulu booming banget di SCTV tentang mesin waktu. Trus ada film Jumanji dengan perantara kotak game dadu. Trus ada juga serial The Flash, American series yang tayang di TRANS|7. Trus sinetron islami dari Deddy Mizwar judulnya Lorong Waktu. Trus pernah nonton film De Javu diperankan Denzel Washington, menggunakan alat canggih ciptaan para profesor hebat. Ada juga film Taiwan diperankan Jay Chou berjudul Secret, perantaranya piano tua dengan memainkan melodi yang sudah tertulis. Ada lagi film berjudul Timeline diperankan Paul Walker dan Gerard Butler, yang ini juga pake alat canggih sebagai perantaranya. Pernah juga pas SMP baca novel judulnya Translova: Chatting Cinta Rara Mendut. Kemarin-kemarin juga baca teenlit judulnya The Past, yang ini juga para pembaca diajak balik ke jaman Majapahit.
    Itu aja yang kuingat. Mungkin ada lagi yang lain tapinya aku lupa. Selalu seru kalau menyimak kisah travel time. Ternyata definisi travel time bagi beberapa pencipta skenarionya nggak selalu sama loh. Punya versi sendiri. Itu yang bikin unik. Travel time selalu memacu otakku berpikir tentang logika, “beneran ada nggak ya? Beneran bisa nggak ya? Adakah yang sudah pernah ngalamin asli? Harus pakai superpower/supranatural atau alat canggih sih?”
    Ada yang bisa bantu jawab?😀

  18. “Pernahkah dalam hidupmu ketika timbul penyesalan dalam mengambil keputusan dan ingin kembali ke masa lalu untuk memperbaiki segala sesuatu agar berjalan lancar seperti yang diinginkan? Lasja mengalami ini. Lasja akan terlempar ke masa lalu yang nantinya akan mengubah tidak hanya jalan hidupnya tapi juga keluarganya.”

    Aku juga pernah mengalami seperti yang dialami Lasja. Bedanya aku tidak akan pernah bisa ke masa silam. Kadang hanya bisa pasrah saja. Semua sudah berlalu. Tapi masih saja suatu hari, penasaran dengan hal-hal yang berkaitan dengan masa lalu. Oh ya ngomong-ngomong namanya unik ya, Lasja ^^

    Sukses ya kak Adit. Semoga bukunya laris manis dan jadi inspirasi banyak orang. Buat kak Lucty, sukses terus dan semoga memilihku jadi pemenang aamiin🙂

  19. Review kak Lucty sukses bikin penasaran -,-
    Sampai-sampai aku muterin mbah google buat cari review dari blog lain biar ngak ngegantung. Dan hasilnya??? I love ‘Time After Time’
    Semoga bisa menang biar bisa dapat bukunya #Gratis dan langsung dibaca pplus buat resensinya..
    Ah Kak Adit, temanya keren. Masa Lalu, jadi kepikiran apa yang akan saya lakukan jika mendapatkan kompas seperti Lasja?

    Kak Lucty, izin ngubek-ngubek blogya aku mau cari review buku kak Adit lainnya. Siapa tahu nemu judul buku baru buat di baca selanjutnya ^^
    #CintaBuku

  20. Kok baca reviewnya jadi ingat sama novel LARA ya … sama-sama punya momen yang akan menghubungkan kehidupan tokoh utama.

    ada yang kurang nie mba dari review ini. Ini kan ceritanya Lasja terlempar ke masa lalu ya, mba kok gak ada gitu review sedikit kesan-kesan mba gimana Lasja ke masa lalu. Apa ada uniknya, seru, atau apalah gitu hehe …

    Oh ya mba. di bagian kutipan favorit no. 2 itu udah bener gitu kalimatnya atau ada yang kurang? Hayyooo …. hahaha

  21. Aku suka sinopsis ceritanya, penasaran tentang kehidupannya lasja, dan penasaran juga dengan petualangannya lasja bisa pergi ke masa lalu dengan media kompas. enaknya lasja bisa pergi ke masa lalu yaa, ah aku juga mau. :3 bisa mengubah masa depan kita. *berkhayal*

  22. Saya tuh ya kadang ingin balik ke masa lalu utk merubah masa depan. Kenyataannya kita gak akan pernah bs

    dengan ‘terpaksa’ kita pun hrs berjuang utk kehidupan yg sekarang. Waktunya move on dan hanya mengenang masa lalu

  23. Kembali ke masa lalu dengan media kompas? Waah, media yang unik banget yaa. Penasaran juga sih sama rahasia ysng dipendam oleh ayah Lasja. Apa terkait dengan ibunya?
    Banyak yang ngerview dan memberi tanggapan positif. Semoga bisa baca langsung kalau dapat buntelan ini dari kak Luckty dan kak Adit :))

  24. Biasanya kalau aku baca novel suka membaca cepat nanti diulang-ulang lagi, kadang2 kalau nggak cepat diselesaiin bacanya jadi pusing *aneh ya*, nanti kalau punya buku Time After Time coba deh baca pelan-pelan kayak sarannya mbak😀

  25. Tentunya setiap orang pernah memiliki penyesalan dalam hidupnya.
    Penyesalan karena salah dalam mengambil keputusan di masa lalu.
    Namun kita tidak dapat mengubah masa lalu.
    Meskipun begitu kita masih memiliki kesempatan untuk dapat mengubah masa depan kita.
    Oleh karena itu, janganlah terus berlarut dalam kesedihan dan penyesalan.
    Bersemangat dan optimis bahwa masa depan akan selalu lebih baik daripada masa lalu.
    Pelajaran hidup itulah yang aku rasa ingin diberikan oleh penulis buku Time After Time ini.

  26. Nampaknya begitu banyak misteri yang tersembunyi dalam hidup Lasja.
    Akan sangat menarik mengikuti ‘petualangan’ Lasja dalam menemukan kepingan-kepingan puzzle di masa lalunya
    untuk dijadikan suatu gambar utuh yang dapat mengungkapkan kehidupan yang sebenarnya.
    Novel ini akan sangat menarik untuk diikuti, terutama para penggemar genre time travelling.:)

  27. Reviewnya membuat hatiku acapkali deg-deg an. Apa ini yang namanya cinta😄 . Kak Luckty selalu bisa mereview yang bikin penasaran. Duh kok ceritanya deket sama ayah, sama kayak aku dong ya. Hehe

  28. Lintas waktunya dengan kompas? Itu cukup baru. Gimana kira-kira mengoperasikannya? Apakah jarum pada kompas akan menunjuk ke arah tertentu di mana ada energi atau lubang cacing yang memungkinkan lintas waktu? Atau … yang lainnya?

    Jadi penasaran :)))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s