REVIEW Hikikomori-chan

WP_20150510_001

Hal pertama yang menggelitik hati untuk tergerak membeli buku ini adalah judulnya yang beraroma Jepang. Meski saya bukan gila Jepang, tapi di sekolah lumayan banyak murid unyu yang suka tentang Jepang. Jaman kuliah, senang aja kalo liatin anak Jurusan Jepang, unyu-unyu gitu dan kreatif. Kadang kostum buat ke kampus meski cuma satu mata kuliah pun dandanannya niat banget. Salut!😀

Kedua, buku ini masuk ke serial #YARN yang diterbitkan oleh Ice Cube. Buku yang pertama saya baca dari seri ini adalah, Remedy-nya Biondy Alfian yang membahas dua remaja yang masing-masing memiliki masalah cukup pelik. Di buku ini, tokoh utamanya yang bernama Raisa memiliki porsi yang cukup besar di keseluruhan isi buku ini.

Ya, Raisa adalah represeptasi remaja yang mengidap hikikomori. Sebelum membaca buku ini, saya tidak mengetahui apa itu arti hikikomori #PustakawanMacamApaIniKokKudet #plakk x)

Setelah membaca buku ini dan juga googling istilah hikikomori ini, ternyata cukup fenomenal di kalangan kehidupan Jepang, terutama remajanya. Ternyata selain perbuatan bunuh diri/ harakiri, hikikomori ini juga banyak diderita para remaja Jepang, terutama di usia 20-an.

Lumayan banyak juga penduduk hikikomori di Jepang. Di tahun 2005 saja, mencapai 1,6 juta orang. Belum lagi ditambah lagi dengan penduduk semi-hikikomori (orang yang jarang keluar rumah) yang semuanya berjumlah hampir tiga juta orang. Duh….sampai sebegitu memprihantinkan ya kehidupan di Jepang untuk urusan sosial. Kayaknya kalo di Indonesia mah nggak gini-gini amat. Jaman kuliah, ada sih seorang teman yang hobi banget main game, bisa beberapa hari nggak keluar kosan cuma asyik main game sepanjang waktu. Sebenarnya saya juga betah banget di rumah. Misalnya kalo libur, asal punya makanan dan buku, ya betah-betah aja tuh untuk nggak keluar rumah beberapa hari, daripada main tempat tetangga yang ujung-ujungnya malah ngegosip yang nggak ada ujugnya. Tapi ya nggak nyampe masuk ke hitungan golongan hikikomori sih… x)

Bahasa gampangnya arti dari hikikomori adalah menarik atau mengurung diri dari kehidupan sosial. Biasanya mereka menolak keluar rumah dan menolak juga aktivitas yang bersinggungan dengan orang lain. Hidup mereka hanya dihabiskan di kamar, di kamar dan di kamar. Bahkan urusan makan dan minum pun dilakukan di kamar.

Seperti itulah keseharian Raisa sepeninggal ibunya. Hari-harinya hanya ia habiskan di kamar. Bahkan mandi pun mengendap-ngendap agar orang lain tidak melihatnya. Misalnya juga untuk urusan makan dan minum, biasanya dia akan menyetok persediannya di kamar dan akan mengambil persediaan di dapur dengan mengendap-endap jika semua penghuni rumah terlelap sedang di alam mimpi.

Raisa merasa hidup ternyamannya adalah menjadi seorang hikikomori. Dengan begitu, karena ibunya sudah tiada, dia tidak mau merepotkan orang lain, termasuk saudara-saudaranya. Hidupnya sebagian besar seperti para hikikomori lainnya adalah menghabiskan waktu dengan bermain game. Baginya, kamar adalah surga. Tidak perlu ke luar kamar untuk mencari surga yang lain. Hingga suatu hari datanglah seorang laki-laki yang mengaku sebagai ayahnya. Awalnya Raisa tidak langsung percaya begitu saja. Kyoujin namanya.

Novelnya sangat bernuansa Jepang, bukan sekedar tempelan belaka. Ada banyak makanan khas Jepang yang disuguhkan, ada juga seputaran khas budaya Jepang yang di selipkan di cerita. Berasa Jepang banget pokoknya. Wajar saja, penulisnya adalah lulusan dari Program Pendidikan Bahasa Jepang. Buku-bukunya yang sudah terbit sebelumnya juga dari judulnya rata-rata bernuansa Jepanng. Wah, jadi pengen baca bukunya yang lain nih.

Suka ama buku kedua dari seri #YARN terbitan Ice Cube. Hanya saja, seperti novel seri #YARN sebelumnya yang saya baca, covernya sebenarnya bagus, hanya saja warna pintu yang merepresentasikan kehidupan Raisa udah pas banget tapi warnanya kalah kontras dibandingkan warna backgroundnya yang berwarna tosca. Coba warna tulisan judul dan nama pengarang serta sketsa di cover berwarna hitam, pasti lebih terlihat kontras dan jelas. Begitu juga dengan warna font di belakang cover yang kurang terbaca karena berwarna putih.

Keterangan Buku:

Judul                                     : Hikikomori-chan

Penulis                                 : Ghyna Amanda

Penyunting                         : Katrine Gabby Kusuma

Perancang sampul           : Deborah Amadis Mawa

Penata letak                       : Teguh Tri Erdyan

Penerbit                              : Ice Cube Publisher

Terbit                                    : 2015

Tebal                                     : 233 hlm.

ISBN                                      : 978-979-91-0816-6

8 thoughts on “REVIEW Hikikomori-chan

  1. Pingback: Daftar Bacaan tahun 2015 | Luckty Si Pustakawin

  2. Pingback: Daftar Bacaan tahun 2015 | Luckty Si Pustakawin

  3. Hikikomori di Jepang banyak banget ya. Maklum warganya rentan depresi banget. Suka deh sama buku berbudaya Jepang kaya gini..

  4. Kayaknya mengurung dirinya parah banget sampe ke kamar mandi aja mengendap2. Dan aku aja baru tau kak Hikikomori itu apa.

  5. Kalo ga Jepang ya Korea, pasti aja diikutin. Padahal ga semua hal dari luar itu bagus. Aku juga suka di rumah, jarang keluar, paling kalo keluar pas ada perlu aja. Tapi ga kayak Raisa juga, itu mah hidup sendiri namanya. Jadi orang yang tak kasat mata.

    Mungkin karena penulisnya orang Indonesia, biasanya kalo baca novel terjemahan Jepang atau Korea, susah nginget namanya, ini perempuan apa laki-laki ya. Namanya seperti laki-laki tapi ternyata perempuan, juga sebaliknya.

    Sepertinya masalah cover ini sama seperti novel sebelumnya, remedy. Gambarnya jadi seperti bayang-bayang, ga kontras.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s