REVIEW All I (N)ever Wanted

WP_20150510_003

Kita semua punya rahasia yang tidak ingin kita ceitakan pada siapa pun, kesalahan yang membuat kita merasa jadi orang paing berdosa di seluruh dunia. (hlm. 275)

TRIX, pelajar dengan segala permasalahan; pernah tinggal kelas, waktunya habis untuk mengerjakan tugas-tugas sekolah agar tidak terulang pengalaman pahit tinggal kelas, belum lagi suasana asrama yang bak penjara. Permasalahan bertambah ketika sepupunya, Jo pindah ke sekolahnya. Jo terlibat bullying di sekolahnya yang lama dan mengalami masalah dalam keluarga; tidak bisa menerima kehadiran ibu tirinya. Beban hidup Trix makin berat. Hidupnya saja sudah rumit, apalagi musti mengurusi Jo, sepupunya ini.

Di dunia ini sebenarnya tidak ada anak yang nakal. Yang ada adalah anak-anak yang butuh bimbingan khusus yang biasanya haus akan kasih sayang orang-orang disekelilingnya, terutama orangtua. Masa remaja, masa putih abu-abu memang paling rentan soal urusan kelabilan jiwa. Sekarang ini, banyak sekali remaja yang harus mengalami beban berat akibat permasalahan keluarga yang harusnya menjadi urusan orangtua. Anak yang harusnya sibuk belajar dan menikmati masa remaja dengan indah harus dihadapkan dengan permasalahan keluarga.

Membaca kisah Jo ini jadi mengingatkan seorang siswa tahun lalu yang kabur dari rumah karena tidak akur dengan ibu tirinya. Dia merasa ayahnya telah membagi kasih sayangnya untuk orang lain. Bedanya, Jo tidak sampai kabur dari rumah. Jo kerap melakukan tindakan memberontak di sekolah, sebenarnya ini salah satu bentuk sikap protesnya agar lebih diperhatikan oleh papanya.

Sebenarnya orangtua Jo adalah orangtua yang baik. Ibu tirinya sebenarnya juga baik. Hanya saja Jo merasa kebahagiaannya terenggut. Saya bisa memahami keadaan Jo karena saya juga memiliki ibu tiri. Ketika kita memiliki orangtua sambung memang tidak mudah, semuanya butuh waktu dan proses. Jika kita melaluinya dengan sabar, niscaya akan berbuah kebahagiaan.

Beberapa kalimat favorit dalam buku ini:

  1. Kalau kamu kalah, kamu masih punya kesempatan lain. (hlm. 83)
  2. Yang penting lo jangan nyerah. Lo bukan bagian dari mereka lagi. Sekarang ini, kalau ada satu orang yang sangat butuh bantuan lo, itu adalah diri lo sendiri. (hlm. 163)
  3. Nggak semua hal bisa kamu perbaiki. Nggak semua orang bisa kamu bantu. (hlm. 225)
  4. Kami saling mengubah satu sama lain menjadi orang yang lebih baik. Dan itu gunanya sahabat, kan? (hlm. 272)

Ada juga selipan kalimat sindiran halus dalam buku ini:

  1. Jangan membawa hal-hal yang tidak berhubungan dengan pelajaran. (hlm. 3)
  2. Semua yang ada di sekolah ini membosankan. Sudah belajar di kelas enam jam setiap hari, lalu pelajaran tambahan yang tiada akhirnya, waktu untuk eskul berkurang. Membosankan! (hlm. 9)
  3. Belajar tiap hari masih aja bego! (hlm. 10)
  4. Bapaknya tajir begitu, kenapa anaknya jadi tukang palak? (hlm. 28)
  5. Kalau kamu tidak bawa buku, lalu bawa apa kamu ke sekolah? (hlm. 33)
  6. Belajar apa kalian sampai napas tersengal-sengal begitu? Belajar sambil lari maraton? (hlm. 38)
  7. Kenapa selalu banyak PR, sih! (hlm. 95)
  8. Dunia orang dewasa benar-benar membingungkan. (hlm. 224)

Meski tokoh utamanya adalah Trix, tapi titik permasalahan yang paling banyak dibahas adalah kehidupan Jo. Porsi Trix banyak hanya di awal cerita. Selebihnya di dominasi kisah Jo. Aura sekolah sangat terasa di sini. Hal yang agak bikin gemas adalah para tokoh gurunya yang terkesan rada protektif terhadap guru-gurunya. Atau memang seperti itukah kehidupan di asrama? Kalo kata Trix; asrama bak penjara x)

Dari tiga buku seri #YARN terbitan Ice Cube Publisher, cover yang paling saya suka adalah buku ini. Warnanya yang kekikinian; peach unyu dan sesosok wajah yang ekspresinya penuh dengan kerumitan hidup yang sedang dihadapi.

Keterangan Buku:

Judul                                     : All I (N)ever Wanted

Penulis                                 : Maida Ivana

Penyunting                         : Katrine Gabby Kusuma

Perancang sampul           : Deborah Amadis Mawa

Penata letak                       : Deborah Amadis Mawa

Penerbit                              : Ice Cube Publisher

Terbit                                    : 2015

Tebal                                     : 280 hlm.

ISBN                                      : 978-979-91-0842-5

10 thoughts on “REVIEW All I (N)ever Wanted

  1. Pingback: Daftar Bacaan tahun 2015 | Luckty Si Pustakawin

  2. Ngiri sama kak Luckty yg punyap buku ceritanya menarik2, covernya juga pada lucu2 huhu
    Kasian si Jo, walaupun aku nggak ngalamin apa yg dialamu Jo, tapi aku ngebayanginnya aja udah sedih. Menurut aku Joo merasa kasih sayang ayahnya ke Jo berkurang semenjak ada ibu tirinya dan pasti dia nggak terima, posisi ibu kandungnya tergantikan karena adanya ibu tiri

  3. Aku pernah nonton drama
    Kisahnya Bagus deh
    Ada satu kalimat yang aku suka
    Murid nakal itu kesalahan pengajaran krn seorang anak itu bagai buku yg perlu diisi dgn sesuatu yg benar
    Berasa nyambung aja ama novel ini

  4. Terkadang jika label buruk sudah ada hanya dengan melihat sebutan bahkan tanpa melihat kenyataannya, tetap saja buruk, seberapa pun baiknya tetap jelek.

    Pantesan, di awal Trix yang dijabarin, ko selanjutnya malah Jo. Jadi tokoh utamanya si Jo ini ya.

  5. “Kita semua punya rahasia yang tidak ingin kita ceritakan pada siapa pun, kesalahan yang membuat kita merasa jadi orang paling berdosa di seluruh dunia.” Yaaahhh.. begitulah :’)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s