REVIEW Dance, Dance, Dance!

WP_20150419_032

“Kekalahan itu bukan berarti kita kalah selamanya. Kalah adalah kemenangan yang tertunda.” (hlm. 68)

BALLERINA BALLET DANCING SCHOOL adalah tempat Daniella bersekolah. Sebuah sekolah balet juga dancing. Daniella memiliki cita-cita menjadi balerina sehingga dia bersekolah di sini. Ballerina Ballet Dancing School terbagi menjadi dua sekolah. Sekolah balet terdapat di sebelah kanan, dan sekolah dancing terdapat di sebelah kiri.

Sekolahnya unyu loh. Jadi, ada jam makan siang bersama dengan menu yang sama untuk semua murid. Makan siang, jatah mereka adalah spageti dan milkshake chocolate ditambah dengan ice wafel. Jam makan malam ada steak chicken barbeque, milkshake strawberry, dan cheese cake. Kemudian untuk sarapan disajikan steak chicken cheese. Uwuwuw…mau donk sekolah di tempat kayak gini, makanannnya menggiurkan semua😀

Sekolah ini memiliki asrama untuk para muridnya. Di sekolah ini, Daniella memiliki teman yang ‘klik’ dengan dirinya; hobi yang sama dan cita-cita yang sama. Galdys namanya. Gladys sangat ingin bertemu dengan Ratu Ballerina yang sekarang, yaitu Ratu Megazine. Dia juga ingin dinobatkan menjadi Prima Ballerina.

Untuk terpilih sebagai Prima Ballerina, siapa pun harus bekerja keras; berusaha maksimal. Tidak terkecuali dengan Daniella dan Gladys. Namun untuk menuju kesuksesan, banyak hambatan yang harus ditempuh. Begitu juga dengan yang dialami Daniella dan Gladys. Begitu kesempatan untuk menjadi Prima Ballerina, justru ada kejadian yang tak terduga menimpa salah satu diantara mereka.

Pesan moral dari buku ini adalah kita tidak perlu berkecil hati ketika mengalami kekalahan. Bisa jadi di kemudian hari kita akan mengalami kesuksesan yang lebih hebat setelah melalui proses panjang😉

“Dibutuhkan kerja keras dan perjuangan. Kalah adalah kemenangan yang tertunda.” (hlm. 89)

Keterangan Buku:

Judul                     : Dance, Dance, Dance!

Penulis                  : Wynnie Saputri Jansen

Penyunting            : Aan Wulandari

Penyelaras aksara  : Nuraini S.

Penata aksara       : Aniza Pujiati

Ilustrasi                : Aloysius Alfa

Penerbit                : Noura Books

Terbit                   : Maret 2015

Tebal                    :108 hlm.

ISBN                     : 978-602-0989-28-0

PicsArt_20_04_2015 21_47_12

7 thoughts on “REVIEW Dance, Dance, Dance!

  1. Pingback: Daftar Bacaan tahun 2015 | Luckty Si Pustakawin

  2. “Kekalahan itu bukan berarti kita kalah selamanya. Kalah adalah kemenangan yang tertunda.” (hlm. 68) setelah aku baca ini aku ngerasa perasan lebih baik lagi, karena saat ini aku dalam posisi seperti itu. huftt, novel yang punya banyak banget pelajaran. apalagi dilengkapi gambar supaya kita bisa imajinasi lebih enak lagi

  3. Siapakah yang mengalami kejadian tak terduga? Daniella atau Gladys?
    Setuju bgt kekalahan bukan akhir segalanya. Selama kita mau berusaha, pasti hasilnya akan semanis keras usaha itu ^^

  4. Ceritanya berasa nonton film barbie.

    Kalo ada sekolah ini pun, seingin-inginnya aku tetep aja ga bisa. Makanannya bu, ada susu dan keju, aku anti dengan kedua makanan tersebut. Wah banyak yang manis-manis dan makanan yang aga berat (cake) bukannya malah bikin gemuk ya, secara mereka penari, badan pastinya harus proporsional biar ga berat. Yang aku tau sepotong cheese cake yang dimakan jika ingin dibakar kembali itu membutuhkan waktu 77 menit dengan berlari.

    Sejauh ini karena hanya buku, tapi pesan moralnya bagus. Jangan pantang menyerah🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s