REVIEW Intertwine

 PicsArt_28_03_2015 12_30_23
“Calon pengantin yang bisa mengenali gaunnya sendiri, artinya kamu punya koneksi yang baik dengan gaun ini. inilah yang disebut dengan keajaiban.” (hlm. 245)

“Menemukan gaun pengantin yang tepat itu memang sulit. Tapi, percayalah. Jika berhasil menemukan gaun yang disukai, maka gaun itu juga yang telah memilih kamu. Selama dengan sepenuh hati mencarinya.” (hlm. 258)

THE RIGHT ONE – ORIZUKA

“Gue pengin nikah muda, tapi belum kesampaian sampai sekarang.” (hlm. 46)

JIHAN menyesali keputusannya dalam menerima pekerjaan. Sebenarnya Jihan adalah seseorang yang punya bakat dalam mempelajari bahasa. Dengan kemampuannya, ia seharusnya bisa bekerja di tempat yang lebih prestisius, melanglang buana, atau bahkan mendaftar kontes Putri Indonesia kalau ia mau. Akan tetapi, karena terlalu bersemangat untuk bekerja, ia menerima tawaran yang pertama datang dari perusahaan rambut palsu. Ia memang digaji besar. Gaji besar itu datang bersama tanggung jawab yang sama besarnya; ia harus selalu melakukan segala sesuatu yang diperintahkan bosnya, termasuk hal-hal yang berada di luar job description-nya. Termasuk soal memilih baju pengantin. Siapa sangka, gaun pengantin itu akan membawa Jihan yang dari dulu bercita-cita untuk menikah muda akan mengalami petualangan yang tidak dia duga sebelumnya!

Gaun itu ternyata berbentuk A-line berlengan panjang dengan kerah tinggi, dan ekor yang juga panjang. Bahannya yang lembut disulami renda mawar yang sangat halus di seluruh permukaannya. Keseluruhan desain gaun itu memberikan kesan vintage, sekaligus romantis. (hlm. 18)

PREMONITION – Fei

“Gue nggak butuh lo jagain. Gue bisa jaga diri gue sendiri. Gue harap, lo juga bisa jaga diri lo sendiri, karena ini terakhir kalinya gue dateng buat elo.” (hlm. 114)

“Gue –entah sejak kapan- suka sama elo dan belakangan gue yakin kalau gue cinta dan pengen nikah sama elo.” (hlm. 157)

NAOMI bisa dikatakan salah satu agen paling cerdas di agency Jacky, terbukti dari IQ-nya yang mencapai 150. Ditambah lagi, Naomi juga memiliki sebuah kemampuan khusus berupa ingatan fotografis yang menjadi alasan awal Jacky tertarik mempekerjakannya. Seharusnya kalau Theo ditugaskan menangani kasus, biasanya dia juga dilibatkan. Tapi tidak untuk kali ini.

Seperti kerbau yang dicocok hidungnya, Naomi yang kebetulan sedang menemani sahabatnya sedang fitting gaun pengantin, tetiba mau saja disuruh mendadak memakai gaun pengantin atas instruksi Theo yang dikiranya merupakan dari salah satu misi mereka dalam menjalankan tugas sebagai agen!

Tangan Naomi menyusuri gaun putih lengan panjang dengan model A-line yang jatuh sempurna di badannya, seakan memang dbuat khusus untuknya. Satinnya terasa sangat halus, tulle dengan bordiran mawar yang menghiasi gaun itu pun sangat cantik dan membuatnya terlihat seperti pengantin wanita dengan aura klasik yang elegan. (hlm. 101)

PRINCESS EMMA – LIA INDRA ANDRIANA

“Jika Tuan Putri sedang bermuram durja, tidak baik mengurung diri sendiri. Keluarlah dan tumpahkan kegundahan hati Tuan Putri pada saya.” (hlm. 178)

EMMA adalah seorang frelance ilustrator yang bekerja membuat ilustrasi untuk buku-buku dongeng. Dulu, Emma bekerja tetap di sebuah majalah, namun sudah setahun ini berhenti dari pekerjaannya dan memilih menjadi pekerja lepas. Selain karena waktu kerja yang fleksibel, honor yang dia dapat juga lebih banyak daripada kerja kantoran. Karena sedari kecil hidupnya sudah dilingkari dongeng-dongeng mulai dari setiap malam selalu dibacakan dongeng oleh neneknya saat dia kecil sampai dewasa menjadi ilustrator buku-buku dongeng, Emma selalu bermimpi jika di kehidupan nyata dia menemukan ksatria yang seperti ada di dalam dongeng-dongeng. Ya, ksatria bukan pangeran seperti gadis-gadis pada umumnya.

Meski sekilas gaun satin berlapis tulle itu terlihat sederhana, tapi bila diperhatikan, sulaman renda bunga mawar di atasnya membuat gaun tersebut menjadi elegan. (hlm. 196)

PERFECTION – Clara Cancerina

“Aku nggak mau jadi pengantin yang duduk di kursi roda…” (hlm. 268)

RALYN pernah berharap bahwa ada keajaiban yang bisa menghapus semua mimpi buruk dari ingatannya. Namun semakin kuat ingatan itu, ketakutan Ralyn juga semakin besar. Karena entah konspirasi apa yang membuat kenyataan semakin terasa begitu kejam terhadap dirinya. Rasa takut dalam diri Ralyn membuatnya begitu sesak. Lalu menyebarkan emosi yang menyerap habis seluruh tenaga dalam diri Ralyn.

Gaun itu terbuat dari bahan tulle dengan motif sulam bunga mawar yang bahkan bisa terasa lembut meski hanya dipandang. Lengan panjangnya, jatuh gemulai di atas hemline lurus yang membentuk seperti ekor sepanjang kira-kira satu meter. (hlm. 258)

LOOKING THROUGH ROSE-TINTED MEMORY – KP JANUWARSI

NINA tidak pandai bersosialisasi. Ia cenderung fokus pada pelajaran dan tidak tertarik dengan satu pun kegiatan ekstrakurikuler yang ditawarkan oleh sekolahnya. Secara otomatis, Nina tidak memiliki teman dekat. Kecuali Areal. Lelaki itu adalah satu-satunya orang yang mampu mengimbangi sikap pendiam dan tertutup Nina. Tidak seperti kebanyakan teman-temannya yang menuntutnya untuk melakukan hal yang sama dengan mereka, Areal…lelaki itu selalu mampu menyesuaikan diri dengan Nina. Areal juga satu-satunya orang yang dengan lantang menugatarakan pendapatnya mengenai Nina. Namun, ia juga memperlakukan Nina dengan lembut. Setelah mereka dewasa, siapa sangka mereka memiliki rahasia masing-masing yang mereka pendam bertahun-tahun dan saling terkunci rapat.

Beberapa kalimat favorit dalam buku ini:

  1. Kamu pasti akan bertemu dengan orang yang lebih baik. (hlm. 62)
  2. Kamu harus belajar dari pengalaman. Jangan terburu-buru. Menikahlah kalau waktunya sudah tepat. (hlm. 64)
  3. Jangan terburu-buru. Waktu yang tepat itu saat kita bertemu orang yang tepat. (hlm. 70)
  4. Kadang memang hanya dibutuhkan sebuah pemicu dan waktu yang tepat untuk akhirnya bisa mendapatkan sesuatu yang tepat. (hlm. 100)
  5. Dalam waktu singkat, cinta itu bisa tumbuh di saat yang tak terduga. (hlm. 167)
  6. Tidak semua doa bisa terkabul. Tidak semua keinginan bisa terpenuhi. (hlm. 227)
  7. Banyak yang mengatakan, kesendirian adalah waktu yang tepat untuk berpikir. (hlm. 274)
  8. Harapan, sekecil apa pun tetaplah harapan. (hlm. 278)
  9. Ngebantu orang, kan, nggak harus diukur dari kenal atau enggak. Yang penting niat. (hlm. 285)
  10. Kenyataan pahit selalu ikut dalam hidup kita, apa pun caranya. Tinggal cara manusia itu, mau menghadapinya atau menghindar? (hlm. 286)
  11. Lo bisa milih nerima hidup lo dan berusaha untuk ketawa. (hlm. 287)
  12. Pikiran manusia terlalu kuat hingga bisa menciptakan harapan menjadi sebuah kenyataan. (hlm. 294)
  13. Orang pasti selalu datang dan juga pergi. Kita nggak mungkin menghindari perpisahan, siap atau nggak. (hlm. 299)

Banyak selipan sindiran halus dalam buku ini:

  1. Tahulah ya, orang kalo lagi jatuh cinta suka nyama-nyamain hobi. (hlm. 93)
  2. Kenapa setiap kali ada wanita yang bersikap galak sedikit selalu saja dianggap PMS? (hlm. 95)
  3. Kalau suka, ngomong langsung. Jadian, pacaran yang normal. (hlm. 115)
  4. Kalo ngerasa lebih baiknya cuma sebentar doang, buat apa? Minum alkohol kan nggak nyelesaiin masalah. (hlm. 162)
  5. Siapa yang nggak kepingin rambur lurus lo, plus mata belo, plus kemampuan lo makan banyak tapi tetep kurus? (hlm. 163)
  6. Lo bakal lebih berani buat putus kalo udah mabuk! (hlm. 164)
  7. Nggak segampang itu buat putus. (hlm. 164)
  8. Cowok brengsek nggak usah dipikirin terus. Lo yang rugi sendiri. (hlm. 164)
  9. Udah nggak zaman putri jodohnya sama putra raja. Justru pasangan putri itu ksatria. Udah gagah, nggak penakut, juga mau bela kerajaan. Kurang keren apa coba? (hlm. 168)
  10. Bagaimana bisa membedakan dunia nyata dan khayalan hanya dengan sebuah cubitan? (hlm. 174)
  11. Ternyata teknologi modern tidak terlalu memesona, ya. (hlm. 192)
  12. Menikah dan bahagia selamanya hanya ada dalam dongeng. (hlm. 199)
  13. Apa definisi kencan romantis? Memakai gaun bagus, dijemput mobil mewah, dan pergi ke fine dining restaurant bintang lima? (hlm. 204)
  14. Mending sakit hati sekarang, daripada pas udah married terus cerai. (hlm. 211)
  15. Cowok itu antinangis. Kalau misalnya sampai nangis, berarti masalah yang dia hadapi begitu berat. (hlm. 215)
  16. Nggak ada yang mengharuskan lo untuk bikin gue jatuh cinta. (hlm. 219)
  17. Kebiasaan buruk tuh, keluar rumah nggak sarapan dulu. (hlm. 230)
  18. Makanya kamu pakai flat shoes aja. Jangan terlalu sering pakai heels. Itu juga nggak baik buat kakimu. (hlm. 253)
  19. Menikah itu bukan hal yang gampang. (hlm. 290)
  20. Kenapa nggak dikasih kesempatan kedua? (hlm. 292)
  21. Cowok juga perlu waktu untuk sendiri, berpikir mateng. Jangan langsung men-judge yang bukan-bukan. (hlm. 298)
  22. Semakin tinggi seseorang terbang tanpa kendali, semakin sakit pula saat dia terjatuh nanti. (hlm. 380)
  23. Nggak ada yang namanya cinta sejati. Semua itu hanya omong kosong. (hlm. 390)

Masih menemukan beberapa typo:

  1. Sesame (hlm. 269) – harusnya sesama
  2. Setop (hlm. 389) – harusnya stop

Waktu tahu buku ini terbit, langsung ikutan PO di toko buku online. Selain lebih murah juga langsung dapet tanda tangan para penulisnya yang terdiri dari lima penulis kece. Kenapa pengen banget buku ini? Pertama, nama besar para penulisnya yang kualitas tulisannya nggak perlu diragukan lagi. Kedua, covernya unyu banget; segerombolan mawar. Ketiga, temanya yang anti mainstream; tentang gaun pengantin. Keempat karena penerbitnya yang sudah nggak diragukan lagi dalam menerbitkan buku-buku unyu😉

Semua tulisannya kece badai semua. Semuanya memang memakai tema yang sama; yaitu gaun pengantin dan bridal yang akan menjadi benang merah diantara satu cerita ke cerita lainnya. Setiap cerita mengambil sudut pandang yang berbeda dalam memintal gaun pengantin menjadi sebuah unsur cerita yang menarik dan bikin penasaran di tiap sisinya. Gemesnya, setiap cerita terkesan singkat, jadi bisa berpotensi menjadi sebuah novel sendiri-sendiri. Cerita paling akhir juga cocok jadi penutup dari semua rangkaian cerita. Oya, saya bacanya pas mati listrik, jadi ya hanya ditemani senter dari hape. Eehhh…syok baca cerita penutup yang ternyata bikin merinding disko x) #JanganSampaiSpoiler

Keterangan Buku:

Judul buku                          : Intertwine

Penulis                                 : F.L.O.C.K [Fei, Lia Indra Andriana, Orizuka, Clara Cancerina, KP Januwarsi]

Penyunting                         : Prisca Primasari

Cover designer                 : COKROID

Proofreader                       : Yuli Yono

Penerbit                              : Haru

Terbit                                    : Maret 2015

Tebal                                     : 420 hlm.

ISBN                                      : 978-602-7742-49-9

Dapatkan buku ini di toko buku online Bukupedia

http://www.bukupedia.com/id/book/id-32-90059/novel-fiksi-cerpen/intertwine.html

9 thoughts on “REVIEW Intertwine

  1. Wihh… seperti kumcer ya mbak…
    tapi dari keseluruhan punya benang merah…
    ini mah enak buat dibaca, mbak…
    apalagi dapat tayangan quote dan juga sindirannya….
    wihhh quotable ^_^

  2. Pingback: Daftar Bacaan tahun 2015 | Luckty Si Pustakawin

  3. Ini keren banget bukunya. Aku paling suka bagian cerita Naomi-Theo keren banget.

    Aku jadi mau ke Fairy Bridal-nya Madam M hoho😀

  4. Aku baca reviewnya malah jadi inget novel Let It Snow. Jenis ceritanya hampir sama walaupun bukan tentang gaun pengantin. Kalau Let It Snow 3 cerita yg cinta yg datang di musim salju, tapi saling berkaitan karena pada cerita terakhir semua karakternya dipertemukan.

  5. Suka juga buku ini! Setiap cerita berbeda genre, cara penulisannya juga berbeda, jadi punya keunikan tersendiri. Lebih kerennya lagi, semua ceritanya berkesinambungan, saling melengkapi. Dari yang kocak, seru, penuh angan, kesedihan, sampai penutupnya yang sangat pas maknyos! Menggambarkan tentang perjalanan cinta banget ya. Pengin ke Fairy Bridal U.U

  6. Pernikahan selalu ga pernah habis diceritakan, terutama bersama para tetekbengeknya

    Ka Luckty ko agak gimana gitu dengernya “segerombolan mawar” hehehe😀 kayak perampok aja ka

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s