REVIEW Bulan

WP_20150418_004

Sungguh ada banyak hal di dunia ini yang bisa jadi kita susah payah menggapainya, memaksa ingin memilikinya, ternyata kuncinya dekat sekali: cukup dilepaskan, maka dia datang sendiri. Ada banyak masalah di dunia ini yang bisa jadi kita mati-matian menyelesaikannya, susah sekali jalan keluarnya, ternyata cukup diselesaikan dengan ketulusan, dan jalan keluar atas masalah itu hadir seketika. (hlm. 209)

Akhirnya, bisa juga kesampaian punya buku BULAN, seri lanjutan dari BUMI. Jika di BUMI, tokoh utamanya adalah Raib, di BULAN tokoh utamanya ditekankan pada Seli, tapi tetap menggunakan sudut pandang Raib. Meski begitu, cukup banyak juga porsi untuk Seli dan Ali. Ada tokoh satu lagi; Ily namanya. Jika di novel BUMI diceritakan petualangan ke klan Bulan, di novel BULAN kita akan diajak mengikuti petualangan para tokoh utamanya ke klan Matahari.

Yup, para tokohnya akan mengikuti Festival Bunga Matahari dengan menghadirkan beberapa kontingen. Takjub banget ama penjabaran Tere Liye tentang Klan Matahari. Oya, pas abis baca buku ini jadi terobsesi pengen nanem bunga matahari, kebetulan lewat rumah orang punya tanaman bunga Matahari nih!😀

“Jika dipetik oleh orang yang penuh ambisi, bunga matahari itu memberikan kekuasaan, senjata. Jika dipetik oleh orang yang penuh rasa ingin tahu, bunga matahari memberi pengetahuan, teknologi dan ilmu baru.” (hlm. 366)

Dunia Klan Matahari adalah dunia dataran tinggi. Jika kota Klan Bumi tinggal di permukaan tanah, Klan Bulan di bawah tanah, kota Klan Matahari berada di antara awan-awan, mega-mega dan di lereng gunung-gunung megah. Di dunia ini memiliki hewan-hewan menakjubkan. Ada singa raksasa, jerapah bertanduk, lebah seukuran kepalan tangan. Dunia ini juga berteknologi paling maju di antara yang lain.

Ciri-ciri Klan Matahari dideskrpsikan jelas dalam buku ini. di halaman 73 dijelaskan jika Klan Matahari merupakan klan paling maju dibandingkan Klan Bulan dan Klan Bumi. Mereka memiliki teknologi terdepan. Dipimpin Konsil yang berjumlah dua belas orang tetua. Di halaman 39, disebutkan jika di Klan Matahari ini, semua nama memiliki nama rima yang seirama, misalnya nama Hana-tara-hata, Saba-tara-taba, dan lainnya. Di halaman 232 dikatakan bahwa di Klan Matahari, justru warna normal itu adalah merah, ungu, pink dan sejenisnya. Sedangkan warna gelap masuk dalam definisi warna cerah, terang.

Kita juga akan mendapatkan seputaran fakta tentang Festival Bunga Matahari. Di halaman 69 disebutkan jika Festival Bunga Matahari adalah perlombaan paling penting di Klan Matahari. Sembilan kontingen dari sembilan fraksi seluruh negeri berlomba menemukan bunga matahari mekar, di tempat yang tidak diketahui. Kontingen mana pun yang lebih dulu menemukan bunga itu akan memenangi festival. Peserta lomba adalah anak muda terlatih, tangguh, dan menguasai kemampuan bertahan hidup terbaik, karena ada banyak rintangan untuk menemukan bunga itu. Sekilas kayak di buku Hunger Games ya, tapi di sini nggak ada adegan saling bunuh kok sesama kontingen. Di halaman 143 dijelaskan jika tujuan kompetisi itu mulai berubah, menjadi simbol kekuatan setiap fraksi. Siapa pun yang berhasil menemukannya, maka fraksinya berhak memimpin. Poilitik, kekuasaan, merusak semangat kompetisi tersebut. Tahun demi tahun berlalu, kompetisi didesain semakin sulit dan berbahaya. Ada sembilan fraksi yang bertarung demi kekuasaan, mengirim empat anak muda paling kuat, paling berani. Festival Bunga Matahari ini sekilas memiliki makna semiotika, ada sindiran halus di dalamnya. Kompetisi yang diibaratkan seperti pemilihan umum yang masing-masing ingin mendapat jatah kursi dengan menghalalkan segala cara. Wah, bisa jadi bahan objek penelitian nih buat yang mau skripsi!😀 #NgasihIde

Beberapa kalimat favorit dalam buku ini:

  1. “Kamu tidak membutuhkan kekuatan besar, atau senjata-senjata terbaik untuk menemukan bunga matahari pertama mekar. Kamu cukup memiliki keberanian, kehormatan, ketulusan, dan yang paling penting, mendengarkan alam liar tersebut.” (hlm. 147)
  2. “Mementingkan kompetensi ini penting, tapi tidak berarti harus menggunakan semua cara.” (hlm. 199)
  3. “Semakin banyak kamu mendapatkannya, justru semakin kamu tidak bisa melihatnya.” (hlm. 205)

Di buku ini, kita akan menemukan banyak sekali tokoh yang seliwar-seliwer. Paling suka tentunya Aw, pustakawan di Perpustakaan Klan Bulan. #TetepDemennyaPustakawan. Meski porsinya sedikit, Aw merepresentasikan jika pustakawan biasaanya cerdas. #uhuk #dikepruk

Dari semua novel Tere Liye (beberapa sudah baca dan posting reviewnya), serial inilah yang paling keren. Kenapa? Novel ini bergenre fantasi. Bukan ala-ala Harry Potter. Bukan, jauh dari itu. Tapi nggak kalah seru. Kisah Raib, Seli dan Ali di buku ini lebih seru dibandingkan buku yang pertama. Di sini banyak kejadian-kejadian yang membuat kita penasaran untuk membaca halaman selanjutnya.

Keterangan Buku:

Judul                                     : Bulan

Penulis                                 : Tere Liye

Cover & ilustrasi               : eMTe

Penerbit                              : PT Gramedia Pustaka Utama

Terbit                                    : Maret 2015

Tebal                                     : 400 hlm.

ISBN                                      : 978-602-03-1411-2

Dapatkan buku ini di toko buku online Bukupedia

http://www.bukupedia.com/id/book/id-32-90431/novel-fiksi-cerpen/bulan.html

12 thoughts on “REVIEW Bulan

  1. Pingback: REVIEW Pulang | Luckty Si Pustakawin

  2. Pingback: Daftar Bacaan tahun 2015 | Luckty Si Pustakawin

  3. Review yang bagus. membuat aku sedih karena belum baca huhu. Penasaran sama novel fantasi Tere Liye yang ini. aku ingin tahu apa itu Klan Matahari!!

  4. “Mementingkan kompetensi ini penting, tapi tidak berarti harus menggunakan semua cara.” (hlm. 199)
    bersaing harus dengan cara yang sehat

  5. Bumi, terus Bulan. Keren! Petualangannya tetep fantasi ngemesinn~~

    Aku juga jadi mau nanam bunga Matahari nanti aku adain kompetisi buat nyari bunga ku hehehe~~

  6. Kak ini fantasi? Ih jadi pengen beli ini mah kalau udah menyangkut cerita fantasi. Aku ngiranya Tere Liye nulis tentang agama2 gitu lho karena di salah satu toko buku, buku2nya ada di paling atas untuk kelompok agama gitu

  7. Sudah bacaaaa <3<3 Aku pribadi sih kurang sreg sama gaya bahasanya, mungkin karena Tere Liye keluar dari zona yang biasanya, atau juga karena kebanyakan genre fantasi itu dari luar, terjemahan, jadi beda cara penceritaannya. Tapi ceritanya seru kok! Unik dan kreatif. Penggambaran tokohnya jelas. Tetap penasaran sama Matahari ^^

  8. Ahhhh bulan
    Kelanjutan dari bumi
    Aku udh baca yg bumi dan utk bulan aku punya novelnya versi jpg
    Jadi tuh kk aku pernah bawain dari perpus kampusnya
    Krn itu jaman aku lagi Un aku cuma sempet baca yg bumi
    Akhirnya yg bulan aku fotoin perlembarnyaa
    Hehehehe

  9. Buku fantasi dalam negri, halamannya juga ga nanggung. Aku pinjem buku Tere Liye punya adik (berjuta rasanya) belum kelar baca, kadang ada bait-bait puisi berima yang aga sulit dimengerti. Belum melanjutkan, tapi jika mau meneruskan harus benar-benar sedang dalam konsentrasi tinggi dan tidak terburu-buru. Pasti sama dengan buku ini, terlebih ini fantasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s