REVIEW Kismet

WP_20150608_034

Cinta tuh gitu. Dia nggak butuh izin buat masuk ke hati lo. Nyelonong aja. (hlm. 231)

Adalah ALISYA AMERIE IRWANTO yang tak sengaja di pertemukan takdir untuk bertemu CIALISA MARINA. Mereka sama-sama keturunan Indonesia, tapi terdampar di negara lain; New York. Dua perempuan yang awalnya tidak saling mengenal ini akhirnya menempati apartemen yang sama. Apartemen ini sebenarnya ini disewa oleh Cia, tapi dia menawarkan satu kamar kosong untuk Alisya yang hari itu menyelamatkan hidupnya. Cia percaya bahwa mereka adalah kismet.

Pernah merasa cocok atau sehati atau senasib dengan seseorang? Bukan berarti itu adalah pacar atau pasangan hidup saja kita memiliki kecocokan suatu hubungan. Pertemanan yang menjurus ke persahabatan juga membutuhkan rasa itu; rasa kecocokan.

Dua orang atau lebih menjalin persahabatan biasanya didasari karena latar belakang yang sama; hobi yang sama atau jurusan yang sama. Atau bisa jadi meski memiliki sifat dan hobi yang bertolak belakang, justru itu yang bikin dua orang bersahabat dan saling ‘klik’.

“Gue tahu ada garis yang nggak boleh gue langkahi. Nyamber cowok teman sendiri jelas-jelas sesuatu yang tabu di kamus gue.” (hlm. 39)

“Kalau suatu hari kita ada masalah, besar atau kecil, apa suasananya bakal kayak kemarin lagi? Perang dingin, saling berasumsi sebelum ada penjelasan?

Dan kalau ada apa-apa, kita janji harus saling terbuka. Nggak pakai asumsi asumsi atau skenario mengada-ngada di kepala. Gitu gimana?” (hlm. 45)

Dua orang yang bersahabat biasanya saling terbuka satu sama lain. Susah senang dirasakan semua. Pahit manisnya kehidupan juga dijabanin. Tapi apa rasanya jika salah satunya mengkhianati yang lain? Tentu meninggalkan luka yang menganga lebar dihati dan tidak bisa diobati oleh apa pun.

Konon, rentan banget yang namanya sahabat jika dikemudian hari jadi musuhan. Dulu jaman kuliah, saya memilih ngekos satu kamar sendirian ketimbang satu kamar beberapa orang atau menyewa rumah untuk beberapa orang. Faktanya, udah satu kampus plus satu kosan pula, ujung-ujungnya bikin nggak enak. Kenapa? Karena biasanya yang kayak gini bakal campur aduk; masalah kosan ke bawa di kampus, atau begitu juga sebaliknya. Jadi saya bersyukur ngekos dengan teman-teman jurusan yang berbeda.

Kabur adalah ketika lo ninggalin semua tanggung jawab dan pergi tanpa ada niat buat menghadapi masalah semua masalah lo. (hlm. 67)

Membaca kisah Al dan Cia ini bikin emosi naik turun. Tiap halamannya bikin kita nggak sabaran untuk baca halaman berikutnya. Saya bacanya menjelang malam, gegara ceritanya yang bikin gereget, saya putuskan untuk menuntaskan langsung sampai dini hari. Padahal besoknya bagi rapor x))

Ada banyak adegan yang menguras emosi; ada yang bikin ngakak, bikin nyesek, atau ada juga yang bikin mrebes mili. Persahabatan Al dan Chia. Persaudaraan Ethan dan Al. Kisah Raka dan Al.

Pas sosok Aryo, tiba-tiba mengingatkan akan sepasang suami istri yang tatoan juga kayak Aryo dan istrinya, Tania ini. Persis. Sama-sama bergerak di bidang seni. Dulu saya kenal mereka lewat FB, pas kuliah sempat ada niatan ambil skripsi dengan mural sebagai objek penelitiannya dan sempat nanya-nanya tentang mural di Bandung sama si akang ini. Meski gondrong dan tatoan, si akang baik banget, istrinya juga. Duh, lupa nama si akang dan teteh ini. Bedanya, Aryo ama Tania bergerak di bidang seni batik. Bisa mirip gitu yaaa… X))

Tokoh favorit jelas pilihannya jatuh pada Raka. Meski porsi Raka hanya seperempat di akhir buku, tapi bikin klepek-klepek. #TeamRaka

Ada banyak hikmah yang bisa kita ambil dari kehidupan para tokohnya. Lewat kisah Alisya yang merupakan produk broken home dan berpengaruh banyak ke kehidupan percintaannya kelak. Kisah Cia yang memiliki latar belakang keluarga yang saklek dengan segala sesuatunya sudah ada aturan yang dibuat oleh mamanya, justru menjadikannya berontak dan kerap berganti-ganti pasangan. Kisah Ethan maupun Alisya yang menemukan passionnya masing-masing. Kisah Mr. Gajah dan Alisya yang sama-sama menyayangi adik mereka dan bahkan terlalu memikirkan nasib adik masing-masing. Kisah Raka yang di masa mudanya penuh liku dan menjadikan pelajaran hidup di masa depannya. Huaa…komplit. Campur aduk bacanya… :’)

Beberapa kalimat favorit dalam buku ini:

  1. Pacaran adalah proses belajar ketika lo memasukkan dia ke dalam hidup lo. Ketika pelan-pelan lo buka hati lo buat dia. Kesimpulannya lo move on ke tahap berikutnya, atau putus karena memang nggak cocok. (hlm. 48)
  2. Jangan paksa hati lo melakukan sesuatu yang lo nggak ingin. (hlm. 59)
  3. Menghargai keputusan yang diambil orang lain, karena kita tidak pernah benar-benar tahu apa yang orang tersebut rasakan atau pengalaman apa yang pernah menggembleng hidupnya. (hlm. 113)
  4. Cinta itu bisa nemplok ke lo kapan aja. (hlm. 231)
  5. Siapa pun yang pernah patah hati pasti pernah merasakan dorongan untuk menutup semua pintu rapat-rapat dan meringkuk sendirian di pojok yang gelap. (hlm. 239)
  6. Cinta tidak butuh izin untuk ada. (hlm. 260)
  7. Tidak ada yang lebih menyakitkan daripada kebenaran. Yang diucapkan langsung ke wajahmu. Oleh orang yang paling berhak mengatakannya. (hlm. 275)
  8. Cinta sejati itu penuh bompel-bompel, growakan, tambal sana-sini, retak sana-sini. But guess what? Ketika dia masih bernyawa, dia akan tambah kuat selepas tiap cobaan yang datang. (hlm. 278)

Banyak selipan sindiran halus dalam buku ini:

  1. Mana ada yang enak tidur di sofa yang keras tiap malam! (hlm. 27)
  2. Terlalu banyak tukang di dunia ini, tahu nggak! (hlm. 38)
  3. Nggak usah sharing apartemen sama orang lain. (hlm. 39)
  4. Kalau nggak buat cari pasangan hidup, lantas buat apa dong orang pacaran? (hlm. 48)
  5. Siapa sih yang tidak sayang sama ibu sendiri? (hlm. 54)
  6. Hidup sungguh tidak adil. (hlm. 64)
  7.  Absurd seorang cowok yang sudah beistri mau nongkrong sama cewek single dengan background bar. Di hotel, pula. (hlm. 91)
  8. Orangtua mana sih yang menolak kembalinya si anak yang lama “hilang”? (hlm. 119)
  9. Bagaimana caranya bangkit lagi setelah hatimu digegar gempa skala mahadewa? (hlm. 288)

Keterangan Buku:

Judul                                     : Kismet

Penulis                                 : Nina Addison

Editor                                    : Dini Novita Sari & Harriska Adiati

Ilustrasi sampul                 : Alfi Zachkyelle

Ilustrasi naskah & foto   : Nina Addison

Penerbit                              : PT. Gramedia Pustaka Utama

Terbit                                    : 2015

Tebal                                     : 296 hlm.

ISBN                                      : 978-602-03-1487-7

WP_20150610_003

Postingan ini diikutsertakan dalam #KismetGoodieBag

Ada dua adegan di novel ini yang bikin mrebes mili. Yang pertama di halaman 114-118. Saat Cia di titik nol, bagaimana Alisya menguatkan Cia. Di sinilah persahabatan teruji bukan hanya di saat senang, tapi juga di saat susah:

kismet 1

Kedua, bagian yang paling bikin nyesek adalah ketika Alisya yang setelah sekian tahun memendam bebannya sendiri dan membuang jauh-jauh masa lalunya, menguatkan diri untuk menemui Mom dan keluarga barunya. Ini nyesek banget!! #LapIngus kismet 2

9 thoughts on “REVIEW Kismet

  1. Pingback: REVIEW Sincerely Yours + GIVEAWAY | Luckty Si Pustakawin

  2. Pingback: Daftar Bacaan tahun 2015 | Luckty Si Pustakawin

  3. Cia dan Alisya kisahnya sama sama complicated gitu ya?
    Jadi ngingetin aku sama seseorang, mungkin kismet ku kali ya😄

  4. Aku tertarik sama persahabatan mereka, terus karena bersahabat pasti bakal ada berantemnya, konfliknya. Aku penasaran pas mereka berantem gimana, karena apa, dan nyelesainnya gimana. Pasti di buku ini mereka ada berantemnya kan kak?

  5. Aku kira Kismet itu nama orang😀

    Kadang dikhianatin sahabat itu lebih sakit ketimbang dikhianatin cowok, meski dua-duanya sakit dan ga berharap buat ngerasain.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s