REVIEW By The Time You Read This, I’ll be Dead

WP_20150530_002

Masa depan tidak mengandung harapan atau arti bagiku. Aku tahu dengan membunuh diriku sendiri, orang lain akan menderita, tapi mengapa bertahan di neraka tak berkesudahan ini? apa artinya berada di sini, jika kau merasa tidak dicintai dan diabaikan oleh mereka yang telah kau percaya dan hargai? Apa artinya hidup, jika kau tidak bahagia di mana pun? (hlm. 23)

Adalah Daelyn yang merasa hidupnya tak berguna, tak berarti dan tak dianggap. Keputusannya sudah bulat. Dia hanya punya waktu 23 hari untuk menyelesaikan kehidupannya. Dia tak ingin kepergiannya nanti akan menimbulkan rasa kehilangan pada orang lain, terutama orangtuanya.

“Aku tidak ingin ke sekolah. Tolong, jangan paksa aku.”

“Kau harus pergi. Ini sekolah baru. Buatlah awal yang baru.”

“Abaikan saja semua ejekan.” (hlm. 111)

Kisah Daelyn ini merupakan paket komplit korban bully di sekolah. Kelebihan berat badan yang dimilikinya kerap menjadi bahan ejekan utama teman-temannya di sekolah. Terkadang tanpa kita sadari, kita kerap melontarkan kata-kata ejekan dengan kelemahan fisik seseorang. Seperti si gendut, si kurus,si jelek,si jerawatan, dan lain-lain. Kita lupa bahwa kata-kata bisa membunuh. Kata-kata bisa melukai seseorang. Kata-kata bisa mengubah kepribadian seseorang. Kata-kata bisa menyakiti hati.

Daelyn tidak punya teman meski dia kerap berganti sekolah. Tahu sendiri kan yang namanya anak baru pasti dapat ucapan selamat dengan cara dikerjai. Mungkin maksud orangtua Daelyn memindahkan anaknya agar bisa berubah di sekolah yang baru. Yang ada justru bertambah parah. Di setiap sekolah baru, dia selalu mendapat ‘sambutan bully’. Orangtua memang selalu menginginkan yang terbaik buat anaknya, tapi terkadang lupa bahwa sang anak juga punya pilihan sendiri.

Kau mencoba untuk melawan para pengganggu. Tapi selalu ada lagi yang lebih banyak dari tempat mereka berasal. (hlm. 115)

Biasanya seseorang akan dianggap ada jika bernasib sama dengan yang lain. Begitu juga Daelyn. Jika di kehidupan nyata dia sama sekali tidak memiliki teman, tapi di dunia maya dia memiliki teman-teman yang senasib. Mereka tergabung dalam situs Menembus Cahaya. Di sini dia tidak merasa sendiri, ada banyak orang di luaran sana yang seperti dirinya, bahkan hidupnya lebih pahit darinya.

Pembelajaran buat orang tua, sebaiknya tidak dianjurkan untuk memasang komputer yang tersambung dengan internet di kamar anak. Karena sebagai orangtua tidak bisa mengontrol apa yang dilakukan sang anak. Komputer atau laptop sebaiknya disediakan di ruang belajar terbuka, misalnya dekat ruang keluarga. Jadi orangtua bisa memantau apa saja yang dilakukan sang anak. Nggak kebayang kalau anak-anak melakukan seperti yang Daelyn lakukan. #IniSerius

Ada beberapa kalimat favorit dalam buku ini:

  1. Yang terjadi selama beberapa menit mengubahmu selamanya. (hlm. 5)
  2. Hidup memang sulit. Biasakan dirimu dengan kesulitan. (hlm. 23)
  3. Apa artinya hidup, jika kau tidak bahagia di mana pun? (hlm. 23)
  4. Tak seorang pun hak untuk menyakiti manusia lain dengan keterlaluan. (hlm. 24)
  5. Setiap orang adalah orang asing saat kali pertama. (hlm. 58)
  6. Waktu adalah segalanya. (hlm. 92)
  7. Karena tak seorang pun bisa dipercaya. (hlm. 130)
  8. Selalu ada jalan keluar. Yang perlu kau lakukan hanyalah mengambil jalan itu. (hlm. 179)
  9. Percayai kata hatimu. (hlm. 211)

Banyak selipan sindiran halus dalam buku ini:

  1. Pecundang tidaklah keren. (hlm. 17)
  2. Bagaimana kau memberi nilai pada tingkat kebahagiaanmu? (hlm. 56)
  3. Laki-laki bukanlah teman perempuan. (hlm. 57)
  4. Hidup ini sangat buruk. Kau tidak berdaya dengan apa pun. (hlm. 63)
  5. Kegagalan dan kesalahanmu. Hal-hal itu melekat pada dirimu. Hal-hal itu menggumpal jadi kanker jelek yang bertumbuh di dalam dirimu dan membuatmu ingin mati. (hlm. 63)
  6. Tikus adalah sesuatu yang kotor. (hlm. 68)
  7. Tidak ada alasan untuk takut tikus. (hlm. 71)
  8. Gadis-gadis kaya bahkan lebih sadis daripada gadis biasa. (hlm. 91)
  9. Tidak ada obat anti-depresi di dunia ini yang akan mengubah masa lalu. (hlm. 93)
  10. Abaikan saja semua ejekan. Kata-kata hanya akan membunuhmu. (hlm. 111)
  11. Mengapa orang-orang begitu kejam? (hlm. 131)
  12. Semua pria itu pembohong. (hlm. 132)
  13. Apakah itu sebuah kejahatan jika seorang laki-laki menyukai gadis? (hlm. 281)

Membaca buku ini bikin tegang. Banyak adegan miris dan ngilu yang dialami Daelyn, terutama di halaman 153-156 atau di halaman 175 -177. Beneran sedih kalo ada kasus bully. Dalam kehidupan nyata, kasus bullying tidak hanya terjadi pada anak yang memiliki banyak kelemahan, tapi terkadang justru pada anak yang memiliki banyak kelebihan. Misalnya saya pernah menemukan seorang siswa pintar yang tidak memiliki teman. Kenapa? Teman-temannya menganggap dia pelit karena tidak mau memberi contekan. Yang paling sering sih karena urusan cinta. Klise sih, tapi lumayan sering nemu kasus murid yang berantem gegara rebutan pacar. Biasanya yang rebutan gini sih cewek. Hadewhhh…kayak nggak ada cowok lain aja di dunia ini… x))

Meski buku ini menampilkan tokoh remaja, buku ini disarankan untuk dibaca tujuh belas tahun ke atas karena ada banyak sekali bagian-bagian kekerasan dari kasus bully dan ada banyak juga selipan tindakan berbagai upaya bunuh diri. Jadi buat remaja yang membaca buku ini sebaiknya didampingi orangtua yaaa…😉

WP_20150608_037 WP_20150608_038 WP_20150608_039

Seperti kutipan Rangga SM*SH yang menjadi kata pengantar dalam buku ini; buku ini mungkin cuma karya fiksi, tapi di kehidupan nyata banyak kejadian yang hampir sama atau malah lebih parah. Setiap tindakan bunuh diri yang dicontohkan dalam buku ini tidak untuk ditiru. Mari belajar mencintai diri kita dan orang lain. Semoga buku ini bisa membantu bisa mengurangi korban bully.

Keterangan Buku:

Judul                                     : By The Time You Read This, I’ll be Dead

Penulis                                 : Julie Anne Peters

Penerjemah                       : Hedwigis Chrisma Hapsari

Penyelaras aksara            : Lani Rachmah

Penata letak                       : Nurhasanah Ridwan

Penerbit                              : Noura Books

Terbit                                    : April 2015

Tebal                                     : 320 hlm.

ISBN                                      : 978-602-0989-13-6

Dapatkan buku ini di toko buku online Bukupedia

http://www.bukupedia.com/id/book/id-32-90673/novel-fiksi-cerpen/by-the-time-you-read-this-i-ll-be-dead.html

9 thoughts on “REVIEW By The Time You Read This, I’ll be Dead

  1. Pingback: Daftar Bacaan tahun 2015 | Luckty Si Pustakawin

  2. Aku geregetan sama tokoh utamanya yg emang bener2 nggak mau terbuka. Awal baca sih nggak dapet feel apa2, tapi aku suka endingnya yg ngebuat pembaca bertanya2 sbnrnya apa yg terjadi. Kalau aku sih mikirnya Daelyn itu muncuk dengan diri dia yg baru. Kan ‘by the time you read this, I’ll be dead’, dan menurut aku dia emang mati, tapi bukan tubuhnya, rohnya, tapi diri dia yg dulu yg nggak mau terbuka, yg selalu berencana untuk bunuh diri, dia terkahir kembali dengan diri dia yg baru. Keren juga di buku ini dijasin cara2 bunuh diri, tingkat kesakitannya, berapa lama yg dibutuhkan untuk mati. Tapi bahaya juga sih kalau ada yg baca dan nyoba cara2 itu.

  3. Yang namanya bully itu ga main-main apalagi efeknya. Bahkan seringnya, kalo korban bully-an punya temen, temennya itu bakal kena ikut bully.

    Aku suka ga abis pikir. Apa untungnya coba nge-bully orang, diri sendiri aja ga mau kan kena bully?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s