REVIEW Dangerous Games

dangerous games 1

“Jangan pernah menyembunyikan kebohongan karena kebenaran akan selalu menemukan jalannya seperti bayangan selalu menemukan pemiliknya saat matahari beranjak pergi.” (hlm. 162)

Adalah Josephine yang biasa dipanggil Josie. Masih duduk di bangku kuliah semester akhir. Tidak ada yang istimewa pada dirinya, seperti perempuan lainnya. Bisa dikatakan Josie ini tipe tertutup. Teman kuliahnya hanya Kayla. Sama-sama meratapi nasib kejombloan mereka. Mereka sering menghabiskan waktu bersama ke mall, meski cuma sekedar makan donat atau beli es krim. Josie dan Kayla bisa dikatakan bersahabat dekat, susah senang dilakukan bersama.

Hingga suatu hari Kayla mengumumkan dirinya jatuh cinta dengan tetangga barunya. Yup, tetangga barunya adalah sepasang kakak beradik yang nyaris sempurna. Sang kakak, bernama Mario. Selain memiliki tampak rupawan, Mario juga baik dan murah senyum. Sebenarnya dia baik sama semua orang, tapi terkadang banyak perempuan yang salah mengartikan. Plus senyumnya yang bikin klepek-klepek. Adiknya bernama Nicole, cantiknya bikin sirik. Manis dan superramah. Keren banget. Persis kayak artis Korea yang kinclong-kinclong. Begitu anggapan Kayla. Tapi bagi Josie, saat pertama kali bertemu Nicole, ada aura misterius yang disembunyikan. Cantik tapi terlihat mengerikan. Apa ini cuma perasaan Josie saja yang terlalu paranoid?

“Kamu pasti punya seseorang yang kamu kangenin, kan? Seseorang yang diluar jangkauanmu. Bener nggak” (hlm. 25)

Ada beberapa permasalahan di masa lalu yang membuat Josie khawatir dalam menghadapi hidup ke depannya. Hal yang sangat membuatnya terluka akibat kesalahannya sendiri di masa lalu. Kekelaman yang telah dia kubur rapat-rapat dan tiada seorang pun tahu, bahkan sahabatnya, Kayla sekalipun, akhirnya terkuak juga. Josie merasa hidupnya tidak tidak. Mimpi buruknya bertahun-tahun menjadi kenyataan.

“Aku nggak tahu seberapa berat bebanmu. Selama kamu belum bisa membuka hatimu, aku nggak bisa menanggung bebanmu. Tapi biarlah aku menemani dan melindungimu. Percayalah, aku tulus padamu.” (hlm. 97)

Hati Josie sudah lama mati bersama orang yang dicintainya. Dulu dia merasa sudah tidak akan bisa jatuh lagi, terutama dengan orang lain. Takdir berkata lain. Sikap Mario yang tak gentar mampu meluluhkan hatinya. Segampang itukah? Permasalahannya tidak sesederhana itu. Kayla lebih dulu menyukai Mario. Dan josie tidak mau mengulangi kesalahan seperti di masa lalunya untuk yang kali kedua.

Banyak kalimat favorit dalam buku ini:

  1. Dunia ini bukanlah dunia Harry Potter di mana kau dapat memutar balik waktu dan mendapatkan kesempatan kedua. (hlm. 21)
  2. Kita semua punya masa lalu, kan? (hlm. 25)
  3. Nggak ada yang bisa mengendalikan cinta. Cinta itu kayak angin yang nggak bisa dilihat dan hanya bisa dirasakan. (hlm. 26)
  4. Cinta itu nggak seperti naksir. Kalau naksir gampang bosen. Tapi kalau cinta dibawa sampai mati, apa pun yang terjadi tetap bertahan. (hlm. 26)
  5. Cinta itu butuh perjuangan. (hlm. 26)
  6. Cinta nggak ada yang namanya overdosis. (hlm. 27)
  7. Memang kalo jodoh nggak akan ribet deh. (hlm. 28)
  8. Setiap orang pasti punya sisi gelap, kan? Setiap orang punya rahasia terkelam mereka. Nggak ada yang salah dengan itu kok. (hlm. 34)
  9. Mengakui dosa kita sendiri ternyata melegakan, ya? (hlm. 139)
  10.  Kata , makan yang manis-manis bisa membuat perasaanmu enak dan senang. (hlm. 169)
  11. Cinta itu nggak perlu dimengerti. Cinta cuma bisa dirasakan. (hlm. 197)
  12. Cari dan temukan cintamu. Perjuangkan apabila memang layak. Namun lepaskan bila cinta itu menyakitimu. Cinta itu seharusnya membuat hidupmu bebas dan bahagia. Bukan membuatmu merana dan tersiksa. (hlm. 198)
  13. Cinta itu begitu konyol, begitu bodoh, begitu menakutkan. Tapi saat cinta menghampirimu, kau nggak bisa berpikir dengan akal sehat, kau nggak bisa menganalisis, kau nggak bisa mengelak, kau hanya bisa membiarkan dirimu larut. (hlm. 207)
  14.  Tiap orang punya kelebihan dan kekurangannya sendiri, kan? (hlm. 269)
  15. Waktu emang nggak bisa diputar ulang, kan? (hlm. 269)
  16. Semua orang pernah melakukan kesalahan. Belajar melepas dan memaafkan, itu yang terpenting. (hlm. 278)
  17. Masalah seberat apa pun kalau dibawa bercanda bisa jadi lebih ringan, kok. (hlm. 287)
  18. Rasanya sakit bila kita nggak bisa memiliki orang yang kita cintai. (hlm. 298)
  19. Kita nggak memilih cinta. Tapi cinta yang memilih kita. (hlm. 308)

Banyak juga selipan kalimat sindiran halusnya:

  1. Nggak lucu aja kalo gue harus pacaran ama sembarang cowok. Status nggak penting, yang penting rasa. (hlm. 13)
  2. Gue udah bosen dengan pertanyaan, ‘sudah punya pacar, belum?’ atau ‘kapan lulus”. Emang cuma dua hal itu yang penting ya. (hlm. 13)
  3. Siapa yang nggak mau cepet-cepet lulus dan punya pacar? (hlm. 14)
  4. Suka ya suka. Enggak ya enggak. Jangan manis di depan tapi dibelakang mencibir. (hlm. 18)
  5. Nggak suka sama cewek munafik. Yang baik hanya karena ada maunya. (hlm. 18)
  6. Pacar itu cuma sebutan sementara. Buktinya ada kan yang namanya mantan pacar? (hlm. 24)
  7. Nggak usah parno berlebihan. (hlm. 32)
  8. Normalnya kamar cowok itu berantakan dan jorok. (hlm. 33)
  9. Idih, kecil-kecil kok udah demen membolos? (hlm. 41)
  10. Manusia memang pada dasarnya begitu, kan? Egois! Cuma perhatian kalau memang ada maunya. (hlm. 117)
  11. Cinta itu memang membutakan. Tapi apa perlu kamu menyakiti orang-orang yang kamu sayangi? (hlm. 144)
  12. Kepercayaan itu nggak bisa dibeli. Sekali kau melangarnya, kau harus membayarnya. Dengan harga yang setimpal. (hlm. 148)
  13.  Zaman sekarang mah banyak orang yang nggak punya hati nurani. (hlm. 160)
  14. Apacara tercepat untuk memutuskan hubungan dengan seseorang? Nggak usah banyak pikir. Putusin aja. (hlm. 260)

Ini adalah kali pertama membaca buku yang ditulis oleh Mbak Christina Tirta dan langsung suka ama gaya penulisannya. Waktu baca sinopsisnya sempat berpikir, ceritanya standar tentang dua orang bersahabat yang sama-sama menyukai seseorang yang sama. Ternyata lebih dari sekedar itu. Ada tema lain yang lebih menarik. Perselingkuhan. Pengkhianatan. Balas dendam. Masa lalu. Pokoknya menegangkan. Sesuai judulnya, cerita ini dipenuhi berbagai permainan yang bikin ikut deg-degan pas membacanya. Buku ini bisa dikatakan sebagai novel thriler.

Tokoh yang paling kuat justru jatuh pada Nicole. Si cantik nan memesona tapi berbahaya. Pelajaran dari hidupnya adalah seseorang yang memiliki masa lalu suram akan menimbulkan dampak psikologis yang mengkhawatirkan di kehidupan kelak. Meski dalam novel ini dia masuk kategori tokoh antagonis, justru dari bibirnya lah yang paling banyak keluar kata-kata manis yang quotable banget.

Tokoh favorit pilihan saya adalah Darren, si bocah tengil yang masih kelas 3 SD. Meskipun begitu, pemikirannya sudah dewasa. Etapi, sedewasa-dewasanya Darren, harusnya dia nggak ngerti seksinya Megan Fox donk?!? Bisa jadi sih, soalnya Darren merupakan produk broken home yang jarang mendapat perhatian dari orangtuanya yang sibuk kerja, kakaknya yang narkoba, dan kakaknya yang satu lagi jugaa tidak begitu peduli dengannya. Darren ini sungguh unyu, jadi sayang banget kalo punya adik kayak gini dianggurin. Porsi Darren di buku ini memang sedikit, tapi justru memikat. Scene favorit yang menyuguhkan Darren ada di halaman 42 ketika dengan sok dewasanya bikin keki Kenzo dan Josie, kemudian ada juga di halaman 153 ketika Kenzo dan Josie mengunjungi Darren di rumahnya yang besar, Darren yang sakit hanya ditemani si Bibi dan mogok makan, begitu disuapi Josie langsung lahap makan buburnya. Kyaaa…Darrennnn…!!😀

Oya, meski Mario dideskripsikan nyaris sempurna dan idaman cewek-cewek, tokoh cowok yang saya suka jutru pilihannya jatuh pada Charlie! Tanya kenapa? Baca aja bukunya!😉 #TeamCharlie

Hanya ada dua yang agak mengganjal. Novel ini kan bersetting Bandung, tapi kurang rasa Sunda-nya. Pengalaman waktu lima tahun kuliah di Bandung (Jatinangor sih tepatnya), meski berbahasa Indonesia, umumnya orang-orang di sana selalu menekankan kata-kata berbahasa Sunda di ujung percakapan. Agak rancu pas baca bagian masa lalunya. Coba yang bagian masa lalu fontnya dibuat berbeda atau minimal ditulis miring, jadi kita sebagai pembaca langsung tahu bahwa ini bagian masa lalu Josie.

Terlepas dari itu, suka ama alur ceritanya. Yang mau baca METROPOP rasa THRILLER, buku ini adalah pilihannya😉

Keterangan Buku:

Judul                                     : Dangerous Games

Penulis                                 : ChristinaTirta

Editor                                    : Donna Widjadjanto

Desain sampul                   : Dadan Erlangga

Penerbit                              : PT. Gramedia Pustaka Utama

Terbit                                    : Mei 2014

Tebal                                     : 336 hlm.

ISBN                                      : 978-602-03-0524-0

dangerous games

11 thoughts on “REVIEW Dangerous Games

  1. Pingback: REVIEW Dangerous Love | Luckty Si Pustakawin

  2. Pingback: Daftar Bacaan tahun 2015 | Luckty Si Pustakawin

  3. Pingback: Daftar Bacaan tahun 2015 | Luckty Si Pustakawin

  4. habis baca review dangerious love terus dangerious games langsung perasaan berubah drastis, jadi deg2an. disini kita diajarin gak boleh suka boong, selain masuk neraka dan dosa, kebohongan pasti akan terungkap pada waktunya. semakin kamu tutupin keboongan semakin gak enak perasaan dalam dirimu. keliatannya novel ini asik dibaca

  5. Mario hadir untuk memgobati sakit hatinya Josie :v lah terus si Josie sama Kayla gimana tuh tertarik sama org yg sama? Apa persahabatan mereka jadi hancur karena itu?

  6. Jadi cinta segitiga nih jadinya. Berarti Josie dulu pernah merasakan hal yang sama seperti saat bersama Kayla dan Mario dong.

    Aku kira cerita ini beneran game, semacam truth or dare. Ada yang lagi bahaya nih ka sekarang yang lagi booming. Pokemon Go, hehehe😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s