REVIEW Le Me Gagal Move On

WP_20150529_001

“Move on itu bukan sekadar lo berusaha keras buat melupakan dia, tapi move on itu membiasakan diri untuk bisa menerima seseorang yang lebih baik dari masa lalumu. Sebab pada dasaranya, move on itu bukan melupakan, tapi pindah dengan yang lebih baik.” (hlm. 212)

“Move on itu ketika lo bisa menerima, bukan selalu mempertahankan bayangan yang menyakitkan.” (hlm. 228)

“Move on itu simple. Membiasakan hal yang seharusnya menjadi biasa. Masa lalu, contohnya. Cuma, yang susah itu, menerima orang baru.” (hlm. 233)

“Seseorang yang berhasil move on itu, bukan dengan berusaha untuk melupakan masa lalu. Tetapi, berusaha menerima sebuah perjuangan dari seorang lain untuk melupakan masa lalu itu.” (hlm. 234)

Perpisahan itu adalah sebuah hal yang sangat dibenci sebagian besar orang, mereka yang sangat menginginkan kebersamaan yang abadi, lebih mementingkan kebahagiaan sendiri, bahkan ego. Tapi, nggak semua perpisahan menyedihkan.

Cinta itu adalah sebuah kebahagiaan, kebanyakan orang berpikiran kayak gitu. Ada benarnya juga sih, karena cinta itu definisi dari bahagia dan perasaan tulus dari diri sendiri untuk orang yang kita cintai. Tapi, semurni apa pun cinta itu, cinta pasti datang satu paket dengan perpisahan.

“Bosan itu biasa. Tapi yang bikin kebosanan itu berharga adalah ketika lo melihat lagi ke belakang, masih terbayang manis, bukan?” (hlm. 92)

Dari judul buku ini, bisa dipastikan ‘move on’ adalah kata yang paling banyak ditulis dalam buku ini. adapun ciri-ciri seorang gagal move on adalah sebagai berikut:

  1. Kontak Hape. Buat pasangan alay zaman sekarang, kontak hape dengan nama asli saat berpacaran itu nggak hits banget. Biasanya, kontak hape bakal diganti sesuai dengan panggilan pacar kayak Bebep, Ayank, dan lainnya. Nah, buat yang belum ganti nama sama sekali kontak hape mantan, berarti memang belum bisa move on dari mantan. #eaaa
  2. Sering dekat gadget. Zaman sekarang lebih baik punya tempat tidur dekat colokan charger daripada ada sebingkai jendela yang bisa buat ngintip pemandangan luar rumah. Sama aja kayak orang yang gagal move on, karena terbiasa stalking mantan, akhirnya bakalan bawa-bawa terus gadget-nya. Tapi dibawa bukan karena dia banyak notifikasi, tapi karena ngarepin mantan ngabarin dan bilang kangen. #PukPuk

Ada juga cara move on, diantaranya adalah:

  1. Buang barang kenangan. Semasa pacara, pasti banyak banget barang dari mantan. Cara terbaik adalah memberikan barang dari mantan, ke seseorang yang membutuhkan.
  2. Jaga jarak. Semakin dekat dan semakin sering ketemuan sama mantan, semakin perasaan masa lalu bakalan kembali terulang. Akhirnya bikin gagal move on.
  3. Tempat kenangan. Orang pacaran, bakalan sering pergi kemana-mana bareng. Ada yang ke mal bareng, ke sekolah bareng, atau ke bioskop bareng. Jadi hindari tempat-tempat yang mengingatkan akan kenangan bersama mantan.
  4. Bikin diri makin ilfeel sama masa lalu. Orang pacaran, mungkin bakalan bisa menerima pacarnya dalam keadaan apa pun. Nah, saat sudah putus ingat-ingat lagi hal-hal darinya yang dulu bikin ilfeel.

Konon, semakin berusaha buat move on, semakin susah seseorang itu buat melupakan. Akhirnya yang didapat adalah gagal move on #PLAAKK

Berikut beberapa selipan sindiran halus dalam buku ini:

  1. Berhasil itu, ketika lo bisa mencintai diri lo dan mengatur masa depan lo terlebih dahulu. (hlm. 36)
  2. Zaman sekarang kita lebih konsumtif, apalagi untuk urusan memikat pasangan dari gadget yang kita punya. (hlm. 55)
  3. Manusia modern akan selalu menjadi manusia yang bergantung dengan teknologi. Tetapi manusia yang bersikap sederhana dan produktif, akan menjadi orang yang mudah dan berhasil. (hlm. 64)
  4. Kebanyakan cewek lebih suka kode-kodean daripada jelasin langsung terang-terangan ke cowok. Nggak sedikit juga dari kaum cewek yang udah kenyang hati, karena kode yang mereka luncurkan sering nggak direspon sama cowoknya. (hlm. 184)
  5. Pelajaran terbaik dari pengalaman adalah bisa mengajarkan ke orang-orang tentang hal buruk yang pernah kita lalui. (hlm. 199)

Keterangan Buku:

Judul                                     : Le Me Gagal Move On

Penulis                                 : Baro Indra

Penyunting                         : M. Kahfie Julianto

Penyelaras akhir               : Andri Agus Fabianto

Penata letak                       : Birgita Tyas

Ilustrator                             : Larung

Penerbit                              : Loveable

Terbit                                    : 2015

ISBN                                      : 978-602-0900-15-5

Beberapa bocoran meme unyu dalam buku ini:

WP_20150530_008 WP_20150530_009 WP_20150530_010 WP_20150530_011 WP_20150530_012 WP_20150530_013 WP_20150530_015

Dapatkan buku ini di toko buku online Bukupedia

http://www.bukupedia.com/id/book/id-32-89889/novel-fiksi-cerpen/le-me-gagal-move-on.html

8 thoughts on “REVIEW Le Me Gagal Move On

  1. Pingback: Daftar Bacaan tahun 2015 | Luckty Si Pustakawin

  2. Pingback: Daftar Bacaan tahun 2015 | Luckty Si Pustakawin

  3. Sayang banget kalo buku ini aku blm baca. Tapi karya om Baro pasti tetep keren kocak dan antimainstream😀

  4. Waktu itu baca buku ini pas lagi susah move on. Dan hasilnya, ada meme-meme yang ngebuat ngakak. Hahaha. Sebenernya aku gak menjalankan tips-tips move on-nya sih (takut salah arah) xD tapi buku ini cukup menghibur. Plus dapet poster lagi ya Mbak xD aku juga dapet yang (harusnya) edisi ttd, tapi malah cuma ditulisin nama ‘Baro’ xD

  5. Deket gadget, aku juga ga bisa jauh-jauh dari pacar aku ka. Pacar aku kan gadget itu sendiri, aku deket-deket sama hape buat ikutan kuis, berburu buku, mengirit kantong yang sering bolong😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s