REVIEW Stay With Me Tonight

stay with me

Mungkin pada dasarnya dua orang yang sama-sama terluka tidak seharusnya bersama. (hlm. 183)

Adalah AYU, perempuan dewasa yang memiliki banyak beban dalam hidupnya. Pengalaman pahit dalam hidup banyak mempengaruhi kepribadiannya dalam menyikapi kenyataan hidup. Dulu diia hanya tinggal bersama ibunya, masalah timbul ketika ibunya menikah, kemudian dia memiliki ayah yang kemudian akan sangat dibencinya suatu hari nanti.

“Kamu keterlaluan, Yu. Kalau kamu tidak suka dengan rumah ini, tidak ada yang memaksamu untuk tinggal. Kamu boleh pergi.”

“Cinta membuat ibu gila. Cukup gila sampai melupakan banyak hal penting dalam hidup ini.” (hlm. 127)

Permasalahan tidak berhenti sampai di situ saja. Ibunya yang sakit-sakitan butuh dana besar untuk mengobati penyakitnya. Uang yang ia kumpulkan selalu sia-sia, karena kerap dijarah ayah tirinya itu. Jalan pintas pun ia lakukan.

Ada dua alasan kenapa seseorang memilih menjadi perempuan panggilan. Pertama, karena kebutuhan gaya hidup. Dan kedua adalah karena tuntutan ekonomi yang menjepit. Ayu masuk kategori kedua.

Ayu yang awalnya terjebak pun kian terperosok. Tamu langganannya adalah seorang pria dewasa muda yang mapan, penghuni apartemen 1109. Setiap malam dia ke apartemen tersebut untuk memenuhi panggilan tugas setiap jam sepuluh malam. Ayu tidak mengenal sama sekali tamunya itu. Bahakan namanya pun tidak dia ketahui. Begitu tugasnya selesai, dia langsung pulang, selalu begitu. Ibunya yang tidak tahu dengan profesinya itu selalu menunggunya jika terlambat pulang.

“Kamu adalah salah satu wanita misterius yang pernah kukenal.”

“Menjadi misterius itu memang jauh menguntungkan.”

“Karena?”

“Karena jika aku pergi suatu hari nanti, kamu tidak akan bisa menemukanku.” (hlm. 62)

BAB Pertama judulnya adalah ‘Kancing yang Terlepas’. Oh, untung aja bacanya malam dan pas dapet ‘jatah libur’ puasa, jadi aman bacanya, karena ada beberapa bumbu gingko biloba di selipan ceritanya, gyahahaha… Meski begitu, deskripsi gingko biloba yang dijabarkan masih dalam takaran wajar kok, belum sampe bikin panas dingin pas bacanya… x))

“Aku rasa tidak ada lagi yang perlu kita bahas.”

“Kamu tidak berubah, Yu…”

“Kamu selalu memaksakan dirimu untuk berjuang sendiri.” (hlm. 120)

“Masalahnya aku tidak tahu kalau memang ada jalan kembali untukku, Ditt.”

“Bukan itu masalah utamanya. Pertanyaannya adalah apakah kamu punya niat untuk mengakhiri semua ini.”

“Dan kembali menjadi Ayu yang dulu?”

“Menjadi Ayu dengan hidup yang baru, yang lebih baik.”

“Andai mengubah semuanya semudah yang kamu ucapkan.”

“Kamu tidak akan pernah tahu sebelum mencoba kan?” (hlm. 143)

Membaca kisah Ayu, seolah kita terhanyut akan kehidupan pahit yang dialami olehnya. Satu per satu rahasia terkuak di tiap BAB. Oya, di beberapa BAB terakhir ada jatah porsi dar sisi Benny. Setiap orang pasti memiliki masa lalu. Tidak hanya dari sisi Ayu, Benny juga mempunyai sisi kelam dalam hidupnya.

Mulanya saya sebal dengan tokoh Benny yang kelakuannya terkesan menjadikan Ayu hanya sebagai salah satu pajangan di apartemennya. Lama-lama tokoh Benny ini memang bikin meleleh. Salah satunya adalah saat Benny yang tampak panik ketika Ayu sakit karena sedang ‘kedatangan tamu bulanan’. Saking bingungnya, Benny membeli semua jenis pembalut bahkan ada beberapa jenis panty liner x))

BAB 15 yang berjudul ‘Hujan dan Perasaan’ ini favorit banget. Apalagi di halaman 103, bisa merasakan kesedihan yang dialami Ayu :’) #PukPukAyu

Kemudian di BAB 23 yang berlokasi di Taman Bermain dengan judul ‘Pernyataan yang Terucap’ merupakan bagian paling menyenangkan dibandingkan BAB-BAB lain. Di BAB ini menampilkan sisi bahagia yang dialami para tokohnya. Tapi di halaman 170 pengen #PukPukAyuLagi :’)

Banyak kalimat favorit dalam buku ini:

  1. Semua orang pasti punya masalahnya sendiri. (hlm. 34)
  2. Pikirkan apa yang mau kamu pikirkan. (hlm. 64)
  3. Pilihan itu selalu ada. (hlm. 85)
  4. Semua orang punya hak untuk bermimpi. (hlm. 86)
  5. Sesorang bisa berubah menjadi orang yang jauh berbeda. (hlm. 122)
  6. Kamu tidak akan pernah tahu sebelum mencoba kan? (hlm. 143)
  7. Semua orang butuh waktu. (hlm. 158)

Ada juga beberapa selipan sindiran halus dalam buku ini:

  1. Menjadi misterius itu memang lebih menguntungkan. (hlm. 62)
  2. Jangan banyak memikirkan hal tidak penting. (hlm. 65)
  3. Cara terbaik untuk melupakan hal buruk adalah menganggapnya sebagai mimpi yang tidak pernah terjadi. (hlm. 159)
  4. Terkadang salah satu alasan yang membuat kita membenci seseorang adalah karena kita terlalu menyayangi dan peduli akan orang itu. (hlm. 161)
  5. Akhirnya sesuatu yang diawali dengan tidak baik, akan selalu berakhir dengan tidak baik. (hlm. 179)

Pas baca ini sebenarnya ada satu hal yang menggelitik untuk dibahas. Adegan saat dimana Ayu kebingungan menebus biaya berobat ibunya yang membuat hatinya nggak karuan ketika membaca jumlah nominal yang harus dibayarnya.

Zaman sekarang, sakit dan berobat ke rumah sakit nggak sesusah dulu. Pengalaman tahun lalu ketika adik saya mengalami kecelakaan jatuh dari mobil, sempat kritis lima hari dan hampir dua mingguan di rawat di rumah sakit, alhamdulillah biaya yang dikeluarkan untuk pengobatan dan selama rawat inap tidak berat. Sebenarnya sebelum kecelakaan, adik saya belum dimasukkan ke BPJS, baru saat setelah kecelakaan langsung didaftarkan. Petugasnya juga bilang, rata-rata 70% pendaftar BPJS baru bergerak setelah pasca kecelakaan yang menimpa. Prosesnya cepat. Hanya butuh KTP dan Kartu Keluarga. Karena waktu itu adalah hari Sabtu, pembayaran untuk pendaftaran bisa dilakukan via Bank dengan cara transfer. Alhamdulillah dari hari pertama dirawat sampai hari akhir, bahkan untuk proses scan untuk cek kondiri kepala, semua langsung di tanggung BPJS. Bayangkan biaya yang dikeluarkan tanpa BPJS, untuk scan cek kepala saja butuh dana sebesar dua juta sendiri.

Untuk kasus Ayu dan ibunya memang perlu dimaklumi kenapa mereka belum terdaftar di BPJS. Mungkin untuk biaya bulanannya, Ayu masih sanggup ikut untuk kelas tiga. Tapi yang menjadi kendala adalah riwayat hidup Ayu yang tampaknya pasti tidak mempunyai Kartu Keluarga. Zaman sekarang memang susah jika tidak memiliki Kartu Keluarga. Daftar sekolah aja sekarang kudu pake Kartu Keluarga :’)

Keterangan Buku:

Judul                                     : Stay with Me Tonight

Penulis                                 : Sofi Meloni

Editor                                    : Afrianty P. Pardede

Penerbit                              : PT. Elex Media Komputindo

Terbit                                    : 2015

Tebal                                     : 271 hlm.

ISBN                                      : 978-602-02-6646-6

WP_20150617_009

14 thoughts on “REVIEW Stay With Me Tonight

  1. Terima kasih Mba Luckty untuk Reviewnya.. jika boleh request, judulnya bisa minta tolong ditambahkan “Tonight” pada bagian belakangnya? Hahhaaha.. Karena ada novel lain berjudul “Stay with Me”😀

    Terima kasih untuk masukkannya soal BJS.. hahaha
    Saya juga suka quote2 yang dipilih😀

  2. Pingback: Daftar Bacaan tahun 2015 | Luckty Si Pustakawin

  3. Aku baru baca cerita ini di wattpad dan sempat kecewa saat penulis memutuskan ceritanya dibukukan sebelum pembaca tahu ending-nya apa. Tapi ya dimaklumilah, karena kak Sofi adalah salah satu penulis wattpad kesukaanku dulu–sekarang sudah jarang baca wattpad. Aku senang dengan gaya bahasa yang dibawakan kak Sofi, sudah bagus! Terus, ide cerita dan bagaimana kak Sofi memainkan perasaan pembaca di cerita ini juga keren, bikin geregetan. Salah satu bagian yang kuingat di novel ini seperti yang kak Luckty sebutkan di atas, saat Benny panik Ayu kesakitan gara-gara kedatangan tamu. Haha, lucu sekaligus ngenes mah si Benny.🙂

  4. Instingku menyala kalo ada kata gingko biloba.

    Ahh keren nih walaupun temanya kayanya udah sering diangkat cerita -tentang profesi Perempuan Panggilan karena terjerat masalah ekonomi- kayanya sisi lain dari rahasia identitas sampe yang gapunya KK ini menarik deh. Jadi pengen baca😀

  5. Baca reviewnya sepertinya novel ini penuh dengan konflik. pasti baper banget deh. jadi ingin baca

  6. Wah aku baru baca novel tentang (maaf) perempuan panggilan, apa akunya aja yang ndeso ya, hehehe😀

    Aku malah jadi penasaran sama isinya nih ka…

  7. Pingback: REVIEW Look at Me Please + GIVEAWAY | Luckty Si Pustakawin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s