REVIEW Nggak Usah Kebanyakan Teori Deh…!

monica d

“Kamu tidak bisa bekerja di bidang kreatif kalau kamu tergantung dengan suasana hati. Kamu harus mengendalikan dirimu sendiri. Kapan saatnya bekerja dan kapan saatnya beristirahat. Kalau kamu melakukan kegiatan kreatifmu berdasarkan suasana hati, kamu tidak akan menghasilkan apa-apa.” (hlm. 101)

Jika di buku Yakin Selamanya Mau di Pojokan? berisi 50 cara menjadi pribadi yang semakin eksis dan penuh karya, di buku ini yang juga ditulis oleh Mbak Monica Anggen tentang 50 cara menjadi pribadi yang penuh kreativitas.

Buku ini ditujukan untuk semua orang yang ingin menjadi kreatif. Semua industri yang membutuhkan pribadi-pribadi kreatif. Semua pribadi yang ingin menciptakan lebih banyak inovasi. Orang-orang yang selalu mengeluh kehabisan ide. Oh ayolah, ide ada di sekitar kita. Bertebaran hampir di setiap sudut yang kita lihat, kita lalui, bahkan di sudut-sudut terabaikan yang luput dari perhatian kita.

Ada lima puluh tips atau trik dalam mengembangkan diri menjadi pribadi yang penuh kreativitas. Berikut beberapa yang sudah saya praktekkan dalam hidup;

  1. #4 Banyak Ide = Jalan Terus. Ide besar akan bisa terwujud jika kita menghargai ide-ide kecil yang terlihat sederhana. Kreativitas itu sebenarnya sederhana. Kitalah yang sering membuatnya jadi rumit. Kita yang mempersulit diri sendiri. Dalam bekerja sebenarnya kreativitas tidak perlu dicari, tapi kita akan menemukannya. Jujur, saya sebenarnya tidak punya program kerja jangka panjang untuk perpustakaan sekolah, semua yang saya lakukan biasanya muncul seiring dengan berjalannya waktu. Misalnya dulu pas awal kerja, mikir gimana perpustakaan dapat pemasukan yang hanya mengandalkan recehan demi recehan dari uang denda yang nggak seberapa, mana sanggup buat beli novel-novel unyu yang harganya justru lebih mahal ketimbang buku pelajaran? Ini sebenarnya nggak sengaja, saya suka ngeprint danbo aneka bentuk, dan murid-murid unyu tertarik. Capek sih, musti harus pulang sore sembari nge-print permintaan murid-murid unyu, tapi bahagi banget. Siapa sangka hasil dari jualan danbo-danbo unyu itu bisa menghasilkan banyak rupiah untuk bisa mengumpulkan buku-buku fiksi yang memenuhi rak perpustakaan. Hampir tiap hari pulang sekolah beli kertas jeruk, kertas bufalo dan jenis-jenis kertas lainnya sebagai bahan buat ngeprint danbo, bahkan mbak-mbak kasirnya sampe nanya, dikiranya saya guru TK, gyahaha… x))
  2. #9 Segarkan Otakmu Dengan Tidur Siang. Apa hubungan antara tidur siang dan kreativitas? David Dinges yang bekerja sebegai peneliti di University of Pennsylvania School of Medicine mengatakan bahwa tidur siang sejenak mampu meningkatkan kemampuan memori, kewaspadaan, meningkatkan semangat, meningkatkan kemampuan motorik dan pengambilan keputusan, dan mengurangi stress sebesar 30 persen. Selain itu, tidur siang dipercaya menurunkan risiko terserang penyakit jantung. Sebagai pekerja, pasti nggak mungkin ya bisa tidur siang, pulang sekolah, biasanya nyampe rumah sudah menjelang azan asar. Meski begitu, sebelum beres-beres rumah, saya selalu menyempatkan tidur minimal setengah jam di sore hari. Dengan begitu, malamnya saya bisa selau kuat begadang sampe tengah malam. Saya terbiasa meng-alarm-kan diri untuk tidur sebelum jam dua belas malam. Karena kalau lewat dari jam segitu, paginya pasti lemas dan mengantuk x))
  3. #13 Menciptakan Rutinitas. Menurut Mason Currey, rutinitas merupakan pengulangan dalam hal tertentu yang dilakukan di waktu dan tempat yang sama dan dengan cara yang sama. Pengulangan ini bekerja dua cara. Pertama; menjadi tanda atau isyarat yang memberi tahu otak kalau sudah saatnya untuk bekerja. tanda tersebut ialah rutinitas yang dilakukan, seperti bau kopi, berjalan kaki di pagi hari, menjelang tengah malam, atau duduk di meja kerja. Kedua; rutinitas yang dilakukan mempersiapkan diri, otak dan seluruh anggota tubuh bahwa pekerjaan sebentar lagi harus dilakukan. Jadi, seluruh bagian yang berkaitan harus siap sedia melakukan tugasnya masing-masing. Sering banget suka ditanya murid, apakah saya nggak bosen karena harus ketemu buku terus? Saya selalu menjawabnya dengan pernyataan seperti halnya kamu yang nggak pernah bosan kalo ketemu pacar atau gebetan tiap hari. Sesungguhnya kalau kita dikelilingi hal-hal yang kita sukai setiap hari tentunya tidak akan pernah bosa meski itu merupakan rutinitas yang setiap harinya harus kita jalani😉
  4. #16 Memiliki Waktu Untuk Menyendiri. Seni terbaik di dapatkan dalam kesendirian. Dalam situasi yang tenang dan ketika kita sendirian itulah kita bisa berkontempelasi, menyelami pikiran dan hati kita yang paling dalam. Kesendirian membuat kita memiliki waktu untuk merenung dan mengenali diri sendiri. Selain itu, dalam kesendirian pula kita bisa melihat berbagai hal dari sudut pandang yang berbeda. Kita akan menemukan kebenaran, keindahan, jiwa-jiwa, dan hal-hal yang tidak bisa kita pikirkan dalam keriuhan. Kenapa jika Sabtu dan Minggu jika tidak ada acara keluarga atau kondangan, saya justru memilih untuk di rumah sementara orang lain di akhir pekan justru keluar rumah? Karena saya merasa hari-hari bekerja sudah dihabiskan untuk melayani murid-murid unyu, akhir pekan adalah waktu yang tepat untuk me time. Ketimbang waktu main-main ke tetangga yang ujung-ujungnya selalu ngegosipin tetangga lain, mending waktu akhir saya habiskan untuk beres-beres rumah, terutama menyuci dan menyetrika baju segambreng, menyapu dan mengepel lantai rumah. Kalo masih ada waktu, bisa untuk tidur siang, lebih bermanfaat ketimbang ngegosip yang bikin dosa x))
  5. #25 Brainstorming Ide di Kafe. Desainer James Victore mengaku kalau ia memikirkan karyanya di bar dan mengerjakan karyanya di studio. Ia mengumpulkan ide-ide untuk karyanya di bar, di restoran, atau di tempat-tempat yang sejenis. Setelahnya, ia akan kembali ke studionya dan bekerja di sana. Begitu juga dengan Mbak Monica Anggen, penulis buku ini yang menganggap kafe menjadi sumber ide tak terbatas. Apa yang terjadi di kafe bisa menjadi inspirasi sehingga tulisan menjadi kaya. Nongkrong di kafe bukan berarti menunjukkan kalo kita anak gaul semata, nongkrong di kafe juga bisa me-refresh diri dari rutinitas loh!😉
  6. #30 Jadilah Pemulung. Biasakan meminimkan pembuangan barang dan berpikir kalau barang-barang itu suatu hari nanti bermanfaat dan bisa dijadikan barang lain yang berguna.
  7. #31 Ide Kreatif Pemanfaatan Barang Bekas. Masih menyambung dari poin #30. Ada banyak sekali barang bekas yang saya manfaatkan untuk properti perpustakaan sekolah. Salah satunya adalah mading sepanjang enam meter yang kartonnya sebenarnya adalah bekas properti perpisahan sekolah. Saya balik ke karton yang bagian kosong, lalu ditempeli foto murid-murid unyu. Jadi deh mading yang memenuhi tembok biar nggak keliatan kosong😀
  8. #37 Untuk Memulai Tak Perlu Menunggu. Kebanyakan dari kita selalu berkata akan menunggu waktu yang tepat untuk memulai suatu usaha, memulai karya, atau memulai sesuatu rencana. Tunggu waktu yang tepat. Tunggu ada modal. Tunggu suasana hati membaik. Tunggu ini. Tunggu itu. Prinsipnya, untuk menjadi sukses di bidang kreatif, kita tidak bisa menunggu waktu yang tepat. Kita juga tidak bisa berkreasi berdasarkan suasana hati. Selain itu, perlu disadari kalau datangnya ide bisa sewaktu-waktu. Begitu ide datang dan kita tidak cepat menangkapnya, ide itu akan hilang. Ide yang hilang sulit dimunculkan kembali. Di saat yang sama, kita tidak akan pernah bisa menebak apakah ide yang hilang itu sebenarnya ide yang akan membawa kesuksesan kepada kita ataukah tidak. Itu sebabnya, hindari kebiasaan menunda dengan alasan apa pun.
  9. #46 Utang Mematikan Imajinasi. Tahukah kenapa orang-orang kreatif harus menghindari utang? Saat seseoarng terbelit utang, ia akan menghalalkan segala cara untuk ‘menyelamatkan’ dan membebaskan dirinya –serta keluarganya- dari belitan utang. Ia tidak lagi berproses dalam idealisme dan pribadi kreatif yang dimilikinya. Tuntutan membayar pinjaman akan membuat seseorang bekerja tergesa-gesa, eksekusi ide yang sembarangan hingga menghasilkan karya yang buruk, atau malah melakukan plagiat demi mempercepat pekerjaannya dan mendapatkan uang dengan cara yang lebih mudah. Semakin besar jumlah utang yang membelit, semakin sekarat kreativitas yang kita miliki. Malah lama-kelamaan, kita tidak lagi menjadi pribadi kreatif yang unik dengan karya orisinal. Kita hanya akan menjadi peniru ulung yang meniru karya-karya bagus demi setumpuk uang yang tak seberapa. Dari dulu saya menghindari banget yang namanya utang. Prinsip saya, kalau punya uang ya makan, nggak punya uang ya tidur aja, nanti juga kenyang di alam mimpi x)) Di zaman sekarang ini, gampang banget beli apa-apa pake sistem kredit, mulai dari cicilan motor dan sebagainya. Berhubung menyadari gaji yang didapat nggak seberapa, sampai sekarang saya belum ada niatan untuk nyicil beli sesuatu. Makanya kalo di sekolah ada kredit panci ataupu hal kecil sekalipun seperti kredit baju, saya nggak pernah ikutan. Takut mati bawa utang, apalagi utangnya cuma utang panci ya nggak seberapa. Malu ah ama malaikat yang mencatat pas dicek di akhirat x))

Duh…jadi malu, dari lima puluh tips mengembangkan diri menjadi pribadi yang penuh kreativitas, baru sembilan poin yang benar-benar saya praktekkan dalam kehidupan dan pekerjaan. Masih banyak poin yang harus diterapkan nih!

Buku ini tipe langsung to the point di tiap BAB-nya. Kita nggak perlu baca teori bertele-tele, langsung ke inti tips dan bisa kita praktekkan. Poin plusnya lagi dari buku adalah ilustrasi quote-quotes kece!😉

Keterangan Buku:

Judul                                     : Nggak Usah Kebanyakan Teori Deh…!

Penulis                                 : Monica Anggen

Editor                                    : Mira R.

Penata isi                             : Langit Amaravati

Desain kaver                      : Langit Amaravati

Penerbit                              : Grasindo

Terbit                                    : 2015

Tebal                                     : 150 hlm.

ISBN                                      : 9786023750016

 

 

 

monica c

8 thoughts on “REVIEW Nggak Usah Kebanyakan Teori Deh…!

  1. Pingback: Daftar Bacaan tahun 2015 | Luckty Si Pustakawin

  2. Pingback: Daftar Bacaan tahun 2015 | Luckty Si Pustakawin

  3. Masih dengan tipsnya kak Monic dan reviewnya kak Luckty.. aku udah tertampar banget dari tadi. Ahh keren banget, harus dipraktekin nih!

  4. Karena aku bukan tipe org yg kreatif, jadi aku harus berburu buku ini, pasti sangat bermanfaat buat aku

  5. Danbo apaan?
    Di daerah rumah aku gaada cafe, gimana dong?
    Guru aku pernah bilang kreatifitas muncul di saat kita sedang di dalam masalah
    Nah utk bagian jadi pemulung aku pernah lakuin, tapi hasilnya malah diomelin
    Wkwkw

  6. Waaahh keren mbak, sudah bisa mengaplikasikan ilmu pada lapangan hehehe.
    Ngomongin masalah teori jadi teringat cerita teman tentang nasihat gurunya. Orang bodoh itu gampang sukses dari pada orang pinter. Gurunya mengumpamakan penjual cilot, orang bodoh langsung menjualnya, orang pinter masih pikir2 dulu untung ruginya. Kelamaan..
    Orang2 kebanyakan teori memang agak susah bergerak ya, kebanyakan mikir soalnya hehehehe.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s