REVIEW Yakin Selamanya Mau di Pojokan?

monica a

Hidup yang selalu berusaha menyenangkan hati orang lain sungguh sangat melelahkan. Tetapi ketika kamu memutuskan untuk berkarya bagi diri sendiri dan menghasilkan karya terbaik, ternyata orang lain pun akan tetap senang dan bangga melihatmu. (hlm. 14)

Buku ini ditujukan untuk semua orang yang lelah bicara tapi tidak didengar, semua orang yang ingin menunjukkan karyanya, semua orang yang ingin menunjukkan diri kalau ia pernah jadi penghuni bumi. Bukan zamannya lagi hanya bicara, tapi tunjukkan karya dan kita bisa melakukan apa😉

Beberapa kalimat favorit dalam buku ini:

  1. Di satu titik, kita tidak perlu memikirkan apakah orang lain akan senang atau tidak. Kita hanya perlu berpikir, karya apa yang bisa kita hasilkan dengan sebaik-baiknya demi diri kita sendiri? Apakah kita akan senang dengan karya yang kita hasilkan itu? (hlm. 16)
  2. Karya terbaik adalah karya yang dihasilkan untuk diri sendiri. (hlm. 16)
  3. Mana ada sih orang yang mau menghasilkan sesuatu yang tidak baik, apalagi kalau hal itu untuk dirinya sendiri? (hlm. 16)
  4. Temukan satu hal saja yang berhubungan dengan minat dan cita-citamu. Lalu tekuni sampai mati. Kamu pun menjadi ahli. (hlm. 19)
  5. Mimpi selamanya akan menjadi mimpi jika tidak diwujudkan dalam tindakan nyata.rancang mimpimu dan segeralah bertindak. (hlm. 23)
  6. Ketika kamu membantu orang lain untuk mendapatkan keinginannya, maka kamu pun akan menerima keinginanmu. Tuhan menciptakan manusia dengan dua tangan. Satu tangan untuk menolong orang lain dan tangan satunya lagi untuk menolong diri sendiri. (hlm. 77)
  7. Buang semua yang negatif. Ambil yang positif. Begitulah hidup yang seharusnya dijalani untuk menggapai kesuksesan. (hlm. 151)

Ada lima puluh tips atau trik dalam mengembangkan diri menjadi pribadi yang semakin eksis dan penuh karya. Berikut beberapa yang sudah saya praktekkan dalam hidup;

  1. #1 Apa yang Kamu Sukai? Mengenali diri sendiri berarti mengenali pula kelebihan dan kekurangan yang ada dalam diri, termasuk mengenai kesukaan dan ketidaksukaan kita terhadap sesuatu. Prinsipnya begini, kita mengetahui kelebihan yang ada di dalam diri kita dan berusaha mengembangkan kelebihan ini dengan lebih maksimal. Kemudian kita mengetahui sesuatu yang paling kita sukai di dunia ini. Lalu, kita mengkombinasikannya dengan kelebihan yang kita miliki. Pada akhirnya bisa dipastikan apa pun yang ingin kita capai akan benar-benar tercapai. Apa yang saya sukai? Dari kecil saya sangat hobi membaca; baca majalah, baca komik dan baca buku. Karena itulah saya memilih kuliah Jurusan Ilmu Perpustakaan. Jurusan yang saya pilih ini sesuai minat dan passion. HOBI dan PASSION nantinya akan tergabung untuk menentukan PROFESI yang kita minati.
  2. #9 Lupakan Ide Besar. Perbanyak Ide Kecil. Untuk mewujudkan satu ide besar, kamu membutuhkan banyak ide-ide kecil yang mendukung. Sama seperti deretan anak tangga yang membawa kita mencapai titik tertinggi, begitulah ide besar bisa kita capai. Saya nggak pernah menyangka jika bulan ini terpilih menjadi juara satu pustakawan berprestasi tingkat provinsi. Dua tahun lalu saya ikut tapi tidak terpilih karena berbagai alasan dan kendala inilah yang mengakibatkan tahun lalu saya tidak mengikuti kompetisi ini. Prinsip saya tidak muluk-muluk untuk menjadi pustakawan, minimal pustakawan yang berguna bagi perpustakaan dan pemustakanya, itu sudah cukup bagi saya. Mungkin dari hal-hal yang saya terapkan sehari-hari di perpustakaan inilah yang mengantarkan saya lulus tingkat provinsi, dan Agustus akan menuju tingkat nasional.
  3. #11 Punya Satu Keahlian Berharga Tinggi. Kalau kita sudah mengetahui kemampuan dasar yang kita miliki dalam diri, dan kita juga menyukai bidang itu maka kembangkanlah dengan maksimal. Ketika lulus SMA, banyak sekali murid unyu yang bingung memilih jurusan jika akan kuliah kelak. Saya tidak pernah meracuni mereka untuk ambil jurusan ini atau jurusan itu yang kira-kira prospek ke depannya bagus. Saya justru selalu menganjurkan mereka untuk memilih jurusan sesuai kesukaan, keahlian atau minat. Misalnya, tahun lalu ada seorang siswa yang sangat menyukai bidang tarik suara. Saya menyarankannya untuk kuliah jurusan seni. Awalnya orangtua (yang juga kerap terjadi pada kebanyakan orangtua di Indonesia) berat hati dengan alasan kuliah seni masa depannya tidak jelas. Ternyata si anak gigih dan lulus masuk jurusan tersebut, dan alhamdulillah kini orangtuanya mengerti pilihan anaknya. Sekarang si anak sangat menikmati kuliahnya. Pernah suatu hari saat libur, dia ke sekolah, dengan antusias dia menceritakan pengalaman kuliahnya yang nggak kayak belajar, malah kayak menikmati hobi :))
  4. #20 Buat Catatan Pekerjaanmu. Mantan Presiden RI ke-3, B.J. Habibie sejak kecil sudah membiasakan dirinya untuk mencatat kegiatan hariannya. Dengan mencatat dalam sebuah jurnal, beliau bisa mengevaluasi kembali kegiatannya dan bekerja lebih efektif. Sejak bekerja di perpustakaan sekolah, tiap tahunnya saya akan menuliskan postingan semacam kaleidoskop pekerjaan yang berisi apa saja yang telah dilakukan di tiap bulannya. Ini tahun kelima saya menerapkan sistem tersebut, dan efeknya sangat memicu kita untuk berkarya, berkarya, dan berkarya lebih baik lagi dari tahun sebelumnya.
  5. #21 Arsipkan! Ada banyak cara untuk mengarsipkan karya-karya kita. Di zaman sekarang teknologi sudah sangat canggih, kita bisa menggunakan kamera, smartphone dan memanfaatkan jejaring sosial seperti facebook, twitter, instagram dan lainnya. Dengan mengarsipkan setiap karya dan pekerjaan kita, orang-orang akan mudah mengenal kita. Semakin banyak orang mengenal kita maka mereka pun akan semakin memburu karya-karya kita. Siapa sangka hobi saya yang suka upload buku ke facebook jadi kebanjiran buntelan buku? Siapa sangka juga saya yang hobinya makan ini ditawari untuk meng-endorse sebuah kafe dan dapat makanan gratis atau potongan harga jika ke sana? Semuanya itu hanya berawal dari facebook. Setiap momen pasti saya abadikan di album tersendiri via facebook. Album buntelan buku sudah mencapai delapan album, album kuliner menjadi lima album, dan album kegiatan di perpustakaan mencapai sembilan belas album. Bayangkan, satu album rata-rata berkisar 50-70 foto, sudah berapa banyak momen yang saya arsipkan via facebook? Oya, tahun lalu saya pernah ditawari oleh pihak majalah remaja, Majalah KaWanku, untuk mengisi artikel eskul tentang sekolah gegara mereka tertarik dengan hasil karya daur ulang yang dibuat murid-murid unyu dari program adiwiyata di sekolah yang sering saya upload via facebook. Jadi, sangat berguna sekali kan mengarsipkan momen-momen di sosmed?😉
  6. #23 Hubungan Mengoleksi dan Berkreasi. Koleksilah berbagai benda yang berhubungan dengan bidang pekerjaan kita. Lalu mulailah berbagi dengan koleksi kita agar mereka menjadi mengenal kita. Mengenal siapa diri kita, kesukaan kita, selera kita pada suatu hal, musik kesukaan kita, atau membagi pemikiran kita berkaitan dengan bidang pekerjaan kita. Dari kecil, saya punya kebiasaan mengumpulkan sesuatu. Mulai dari prangko, kliping potongan komik Benny & Mice yang hanya muncul di Kompas Minggu, kliping resep makanan yang terdiri dari resep jajanan, resep makanan berat, dan jenis minuman hasil dari dua karung buletin dan majalah almarhum mama zaman dulu, kertas file dan kartu nama gambar-gambar boyband, pemain sepakbola sampai kartun-kartun. Omaygad…ababil banget ya zaman dulu?!? x)) Semuanya masih tersimpan rapi di lemari. Dan koleksi yang terus bertambah dan nggak pernah bosan tentu saja buku. Siapa sangka berawal dari hobi membaca buku, kini menjadi pustakawan yang selalu dikelilingi buku?!?😀
  7. #27 Kenali Sesama ‘Antik’ dan Gabungkan Diri. Percayakah kalau para ‘antik’ menggabungkan diri, maka akan tercipta kolaborasi unik yang menghasilkan sesuatu yang tidak biasa? Para ‘antik’ ini bagai magnet yang saling tarik menarik tanpa disadari. Masalahnya tinggal apakah kita mau saling menggabungkan diri atau tidak. Saya juga menyadari poin ini. Saya ini kesannya tipikal geek banget bagi mereka yang tidak menyukai dunia buku dan perpustakaan. Tapi kebalikannya, ketika bergabung dengan Blogger Buku Indonesia, uwow…ternyata banyak banget bertemu dengan teman-teman yang sehobi dan sehati soal buku, hehehe…
  8. #34 Semakin Berbagi Semakin Ahli. Selama kita berbagi dengan setulus hati, kita akan mendapatkan jauh lebih banyak, bahkan lebih dari yang kita bayangkan. Kalau dulu obsesi saya menimbun buku sebanyak-banyaknya untuk koleksi pribadi, semenjak bekerja di perpustakaan sekolah, obsesi beralih ingin mewujudkan perpustakaan yang meski kecil hanya satu ruangan tapi memiliki banyak buku-buku fiksi. Ternyata alam selalu berkonspirasi dengan keinginan kita. Ketika saya yang awalnya membawa buku-buku pribadi untuk dijadikan koleksi perpustakaan sekolah, siapa sangka sekarang banyak penulis dan penerbit yang menyumbangkan secara cuma-cuma karena mereka melihat apa yang saya lakukan via sosmed. Percayalah, berbagi itu tidak membuat kita miskin, tapi justru membuat kita makin kaya😉
  9. #38 Membangun (Jendela) Diri. Blog jangan hanya dianggap sebagai tempat kita berpromosi. Kalau isi blog hanyalah karya-karya kita saja, maka blog kita sama sama seperti katalog produk mini market yang biasanya diselipkan di kotak surat atau malah di bawah pintu rumah. Awal dari buat blog adalah hanya mengumpulkan artikel tentang film dan seputaran Ayat-ayat Cinta karena waktu itu dijadikan objek penelitian skripsi. Kemudian beberapa buku yang disukai ditulis resensinya yang terkadang malah mengandung spoiler saking semangatnya menceritakan isi buku yang habis dibaca. Siapa sangka kini blog sudah bermetamorfosis menjadi blog khusus buku yang kini makin sering dilirik penulis atau penerbit yang mengajak kersama untuk mengadakan giveaway sebagai bentuk promosi buku atau sekedar untuk menuliskan reviewnya.

Duh…jadi malu, dari lima puluh tips mengembangkan diri menjadi pribadi yang semakin eksis dan penuh karya, baru sembilan poin yang benar-benar saya praktek dalam kehidupan dan pekerjaan. Masih banyak poin yang harus diterapkan nih!

Buku ini tipe langsung to the point di tiap BAB-nya. Kita nggak perlu baca teori bertele-tele, langsung ke inti tips dan bisa kita praktekkan. Poin plusnya lagi dari buku adalah ilustrasi quote-quotes kece!😉

Keterangan Buku:

Judul                                     : Yakin Selamanya Mau di Pojokan?

Penulis                                 : Monica Anggen

Editor                                    : Mira R.

Penata isi                             : Langit Amaravati

Desain kaver                      : Langit Amaravati

Penerbit                              : Grasindo

Terbit                                    : 2015

Tebal                                     : 174 hlm.

ISBN                                      : 9786023750016

monica b

11 thoughts on “REVIEW Yakin Selamanya Mau di Pojokan?

  1. Makasi banyak ya, Luckty, atas reviewnya. Semoga bisa bermanfaat bagi banyak remaja (terutama) dan untuk semua orang pada umumnya🙂

  2. Pingback: Daftar Bacaan tahun 2015 | Luckty Si Pustakawin

  3. Wah keren banget tips tipsnya.
    Aku paling suka kutipan ini:

    Temukan satu hal saja yang berhubungan dengan minat dan cita-citamu. Lalu tekuni sampai mati. Kamu pun menjadi ahli. (hlm. 19)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s