GagasMedia #TerusBergegas #KadoUntukBlogger

gagas 12

Waktu  tahu ada info #TerusBergegas ini langsung di favoritin dulu via twitter. Pertama, tiap hari jadi panitia PPDB Online, berangkat pagi pulang sore, malamnya tarawih dan ngaji bersama di musholla, nggak ada waktu buat nulis postingan via blog. Kedua, notebooknya pas (lagi-lagi) chargernya kebakar. Di tahun 2015 ini aja, udah ganti charger sepuluh kali. KW sih,  jadi nggak awet. Mau beli yang ORI udah nggak produksi lagi :’) #IniKenapaMalahCurcol

Tulisan ini diikutsertakan dalam rangka ulang tahun GagasMedia yang kedua belas dengan tagline #TerusBergegas. Meski di syaratnya diperbolehkan menuliskan dari buku penerbit mana saja, saya akan memposting buku-buku khusus GagasMedia😉

Berikut 12 Pertanyaan dalam rangka GagasMedia #TerusBergegas:

  1. Sebutkan 12 judul buku yang paling berkesan setelah kamu membacanya!
  • Bittersweet Love. GagasDuet kali ini ditulis oleh Netty Virgianti & Aditia Yudis. Dua cerita yang masih memiliki benang merah. Mbak Netty dari sisi Nawang, gadis pemberontak yang aslinya hatinya rapuh. Sedangkan Aditia Yudis dari sisi Joana, gadis rapuh yang lubuk hatinya memiliki sifat pemberontak. Nawang dan Joanan sebenarnya bukanlah anak yang nakal. Meskipun Nawang sering ikut tawuran, dan Joana sering bolos sekolah. Semua itu hanyalah pelarian dari jiwa mereka yang kosong. Sebagai manusia yang juga berbagi keluarga, saya bisa merasakan atas apa yang dialami Nawang dan Joana. Dan seumur-umur baru buku inilah terbitan GagasMedia yang bikin nangis tersedu-sedu pas bacanya! Berbagi itu memang tidak mudah, perlu proses untuk menjalaninya.
  • The Secret Life of Bees. Ide penulisan novel ini dimulai pada suatu malam, saat suaminya mengingatkan tentang kunjungan pertamanya ke rumahnya untuk bertemu dengan orangtuanya, dia merasa takjub melihat lebah beterbangan di dalam rumah. Setelah suaminya mengatakan itu, sang penulis novel setebal 414 halaman ini membayangkan seorang gadis kecil yang berbaring di tempat tidur saat lebah-lebah keluar dari celah dinding kamar tidurnya dan beterbangan. Gadis anonim itu menjadi Lily Melisa Owens, berbaring di sana, mendambakan ibunya. Isi ceritanya sungguh tidak diragukan lagi, perjuangan anak yang haus belaian ibunya dan pencarian arti sebuah keluarga yang sebenarnya. Sangat menggugah hati.
  • Career First. BAB paling favorit adalah TALENT, PASSION, LIFE INTEREST.Talent adalah sebuah komponen, baik mental maupun fisik, dalam kompetensi untuk melakukan sesuatu jenis kerja. Passion berarti sebuah semangat yg disertai emosi kuat; hasrat membara yg dimiliki seseorang terhadap sesuatu. Life interest adalah minat yg membawa kita untuk menekuni suatu bidang tertentu. Passion itu tidak harus sesuatu yang muluk-muluk. Passion itu apa yg kita suka. Jadi, pilih PASSION sesuai TALENT dan LIFE INTEREST. BAB ini cucok buat murid unyu yg galau memilih jurusan🙂
  • Dream Catcher. Buku ini cocok untuk remaja yang sedang mencari jati diri yang sesungguhnya. Buku motivasi yang tidak berat dan tidak terkesan menggurui, apalagi ditambah selipan gambar-gambar unyu yang makin menambah semangat untuk membacanya. Yakin deh, abis baca ini pasti langsung bongkar-bongkar mimpi kita yang lama terpendam.
  • Hairless. Ada banyak hikmah yang dapat kita ambil dari kisah Ranti dalam menghadapi kanker payudara. Berpikir positif. Semangat menghadapi hidup. Anggap saja penyakit adalah hadiah acak dari Tuhan. Dan, satu lagi. Terkadang kita lupa dengan orang-orang di sekitar kita. Ranti beruntung, punya keluarga dan teman-teman yang mampu memompa semangat hidupnya untuk melawan kanker. Seseorang akan penting dalam hidup kita, bukan hanya saat dalam SUKA saja, yang lebih penting adalah saat menghadapi DUKA.
  • Kedai 1001 Mimpi. Kisah curcolnya saat berkumpul bersama TKI lain saling cerita aneh satu sama lain, belum lagi kegilaan di tempatnya bekerja yang mempertemukannya dengan manusia-manusia entah bisa dibilang aneh atau ajaib, kekonyolan yang dialami, kemudian penelusurannya tentang budaya masyarakat Arab. Baca buku ini sensasinya berasa makan rujak: ada manis, asem, kecut. Trus mules. Eh? Bener mules, antara ngikik, kasian dan miris😀
  • Unfriend You. Korban bullying terdekat yang paling saya kenal adalah adik kandung sendiri. Dari kecil memang pendiam dan memiliki keterbatasan & kemampuan yang berbeda dengan teman-teman sebayanya. Apapun yang dia punya, mulai dari uang jajan, jam, baju, pokoknya semua yang diminta temannya selalu langsung dikasih begitu saja. Dari SD hingga SMA. Pindah beberapa kali sekolah hanya demi kenyamanan untuk belajar. Saya juga heran, kenapa di setiap sekolah selalu ada budaya bullying?!? Kedepannya semoga tidak ada lagi kasus bullying. Tidak ada untungnya kok baik pelaku maupun korban. Sama-sama resah gelisah. Percayalah, satu senyuman lebih berarti daripada satu cacian dan satu pelukan lebih menghangatkan daripada memberikan satu pukulan.
  • Always, Laila. Aaakkk… gak salah pilih novel ini. Suka ama ide ceritanya, seperti kembali ke Bandung masa lampau (1995-2004) dengan segala isinya. Penulis mampu mendeskripsikannya secara detail. Tapi kenapa percakapannya gak ada aroma Sunda-nya ya?!? Suka juga ama dunia jurusan Teknik Penerbangan yang ternyata itu adalah jurusan yang ditekuni sang penulisnya. Seandainya dunia Teknik Penerbangan digali lebih dalam lagi, tentu lebih kece. Ditambah lagi ending yang tak tertebak dan sedih! Terlepas dari itu, suka banget ama novelnya. Sederhana tapi memikat. Ditambah lagi banyak berserakan puisi yang ciamik. Wah, ini kalo dibaca murid jelas puisi-puisi di sini bakal jadi status di facebook deh…😀
  • Rahasia Sunyi. Dari pertama langsung suka, ini pasti bakal sesuatu yang nggak biasa. Terasa sekali sekali hawa-hawa Sumatra yang masih perawan. Mana bacanya pas tengah malem, berasa merinding-merinding gitu. Beneran, abis baca ini jadi susah tidur. Mungkin bagi orang kota, sesuatu yang supranatural campur mistis; hantu, dukun, dan aroma mistis terasa ganjil dan meragukan di jaman Noah pake kakao talk atau Agnes Monica pake Lineseperti ini. Tapi bagi saya yang berdomisili di kampung ujung Sumatra, sangat terasa nyata. Kejadian kayak gini masih ada loh, seperti rumah yang diganggu ‘mahluk halus’. Gegara baca ini, jadi merinding kalo masuk kamar mandi! #HarusBacaAdeganKamarMandiYangBikinMerindingDisko
  • Menuju(h). Waktu adalah sesuatu yang anomaly. Kawan paling akrab sekaligus lawan paling mematikan. Tak pernah sedetik pun meninggalkan kita, tak juga berkhianat, apalagi menyelingkuhi kita dengan tak bersetia pada rotasinya. Ini menariknya waktu, tak kasat tetapi melesat. Ilusif, tetapi nyata. Itulah kalimat pembuka yang ditulis Windy Ariestanty dalam pengantar buku ini. Masing-masing memiliki cerita dengan tema yang berbeda, tapi memiliki benang merah, yaitu hari. Terdiri dari tujuh cerita, tujuh penulis, dan tujuh hari. Masing-masing penulis memilih satu hari, menulis dua cerita dengan dua sisi yang berbeda.
  • The Not-So-Amazing Life of @aMrazing. Sesuai tagline-nya; meributkan yang tak penting, menyepelekan yang penting. Berisi kumpulan kisah nyata saat Alex bekerja di sebuah konter handphone di sebuah mal di pinggiran Jakarta Selatan yang sebenarnya sudah masuk daerah Depok, di lantai 3, dan terletak persis di tengah ruangan, dikelilingi konter lainnya. Eitsss…tapi bukan kisah konter handphone biasa. Alex bercerita tentang pelanggan-pelanggan ajaibnya; mulai dari yang bikin ngakak, meringis, jijik, bahkan nangis. Mulai dari Bapak Berkemeja Ijo Lumut Berkalung Rante Kapal yang mengenakan kacamata tebal dan berkumis melintang yang ngotot banget kalo pengisi ost Titanic adalah Mariah Carey bukan Celine Dion, ampe mbak-mbak yang gak bisa ngebedain kalo tunangannya itu ngondek apa straight?
  • Priceless Moment. Tidak mudah ketika seseorang kehilangan pasangan hidupnya. Begitu pula dengan yang dialami oleh Yanuar. Ditinggal oleh istrinya, dan harus mengurus segala hal tentang anak-anak mereka mulai dari sekolahnya sampai hal remeh temeh untuk memasak ikan salmon kesukaan mereka. Membaca kisah Yanuar dalam buku ini jadi mengingatkan kisah akan orangtua sendiri. Mama meninggal delapan tahun yang lalu. Di situlah peran Papa otomatis dobel, menggantikan seluruh peran Mama. Buat sarapan, kami dimasakkan oleh tetangga sebelah yang sudah dianggap seperti keluarga. Siangnya, Papa bela-belain pulang dari kantor saat jam istirahat beli lauk pauk untuk makan siang adik-adik yang pulang sekolah. Hal itu dijalani selama setahun. Dalam setahun itu pula, Papa tampak letih karena begitu banyak yang harus diurus dan juga dikerjakan. Belum lagi ditambah pekerjaan di kantor.
  1. Buku apa yang pernah membuatmu menangis? Kenapa?

Sebenarnya ada beberapa buku yang bikin nangis pas lagi baca atau pas udah abis baca. Tapi Bittersweet Love yang ditulis ama Mbak Netty Virgiantini dan Kak Aditia Yudis ini yang paling bikin nyesek. Sampai ingusan bacanya. Kenapa? Karena tokoh Nawang mirip saya banget pas jaman ababil :’) Begitu juga dengan Priceless Moment yang ditulis Prisca Primasari yang sukses bikin mewek. Tema keluarga memang lebih dapet feel-nya ketimbang cerita romance dua hubungan manusia.

  1. Apa quote dari buku yang kamu ingat dan menginspirasimu?

Hidup penuh dengan ketidakpastian, tetapi perpindahan adalah salah satu yang pasti. Kalau pindah diidentikkan dengan bepergian, maka kesedihan menjadi sesuatu yang mengikutinya. Kita sering berpikir ini adalah perpisahan sering merasa sedih melepas hal-hal yang diakrabi, hal-hal yang selama ini membuat kita senang dan nyaman. Akhirnya, melakukan pencapaian lebih, kita tak bisa hanya bertahan di tempat yang sama. Tidak ada kehidupan lebih baik yang bisa didapatkan tanpa perpindahan. (hlm. 256). Aduh, kutipan di atas dari bab terakhir Manusia Setengah Salmon yang ditulis dari Raditya Dika ini sungguh JLEBB banget.

  1. Siapakah tokoh di dalam buku yang ingin kamu pacari? Hayo, berikan alasan kenapa kamu cocok jadi pasangannya, hehehe

Pram di Always, Laila. Pram, ia hanyalah seorang lelaki biasa, baik tingkah maupun rupa. Tapi, lelaki ini memiliki apa yang Laila cari: kunci membuka beribu bahasa, pintu menuju masa lalu, jendela mengintip masa depan. Pram mempunyai kantung berisi semua hal yang Laila suka: laci penyimpan keeping demi keping kenangan, dan peti untuk menaruh sebentuk rindu, segenggam cemburu, dan gairah menggebu. Kyaaa….Pram ini suaimiable banget….😉 #RebutPramDariLaila

  1. Ceritakan ending novel yang berkesan dan tak akan kamu lupakan!

Rahasia Sunyi – Brahmanto Anindito. Nggak hanya endingnya, tapi juga semua hal yang dibahas di buku ini. Jarang banget novel lokal dengan nuansa lokal di dalamnya. Sampe sekarang saya masih belum kesampaian baca Satin Merah-nya Brahmanto Anindito ini, langsung jatuh cinta ama gaya penulisannya!

  1. Buku pertama GagasMedia yang kamu baca, dan kenapa kamu memilih itu?

Cintapuccino yang ditulis Icha Rahmanti. Berkisah tentang Rahmi yang punya cowok idaman sejak sekolah; Nimo. Pernah ngalamin kayak Rahmi? Sayangnya di kehidupan nyata nggak semua bisa berakhir kayak nasib Rahmi ini. Semua orang pasti punya ‘Nimo’ dalam kehidupan masa lalunya, gyahahaha… x)) Oya, saking sukanya buku ini, juga beli karya Icha Rahmanti yang lainnya; Beauty Case. Sampai sekarang masih ngarep penulisnya menelurkan buku kembali, meski saya sempat membaca buku duetnya yang berjudul Pintu Harmonika.

  1. Dari sekian banyak buku yang kamu punya, apa judul yang menurutmu menarik, dan kenapa?

Catatan Ayah tentang Cintanya kepada Ibu yang ditulis Sandy Firly. Saya belum membacanya, tapi judulnya sukses pengen banget baca. Mudah-mudahan suatu saat bisa punya bukunya.

  1. Sekarang, lihat rak bukumu, cover buku apa yang kamu suka? Kenapa?

All You Can Eat-nya Christian Simamora. Meski hanya hitam putih, tapi cover buku ini seksi banget!! Bonus tambahannya donk gak nahan, pernah bapak liat ini, ampe komen gini; “Oalah, masih ada tho yang main BP?!?” x)

  1. Tema cerita apa yang kamu sukai? Kenapa?

Keluarga. Buku yang mengangkat tema ini selalu sukses bikin mewek :’)

  1. Siapa penulis yang ingin kamu temui, kalau sudah bertemu, kamu mau apa?

Orizuka. Mau nanya gimana tipsnya bisa menulis produktif dan tetap berkualitas. Tema yang diangkat memang sederhana tapi selalu menyelipkan pesan moral di dalamnya.

  1. Lebih suka baca e-book (digital) atau buku cetak (kertas)? Kenapa?

Buat pembaca minus seperti aku pasti lebih menyukai buku cetak (kertas). Lebih praktis dan nggak bikin pusing bacanya. Buku cetak bisa dipeluk dan bisa dibaca sambil tiduran. Oya, aroma buku cetak nggak bisa tertandingi ama buku versi digital😀

  1. Sebutkan 12 kata untuk GagasMedia menurutmu!
  • Galaxy = bimasakti. Semoga Gagasmedia menjadi bima sakti di dunia penerbitan Indonesia
  • Ganglion = pusat saraf. Semoga Gagasmedia menjadi pusat saraf dunia literatur Indonesia
  • Gateway = pintu gerbang. Semoga Gagasmedia menjadi pintu gerbang untuk mengantarkan penulis-penulis Indonesia
  • Generation = angkatan. Semoga Gagasmedia menjadi angkatan/ generasi penerus literasi Indonesia
  • Genius = jenius. Semoga Gagasmedia makin banyak menelurkan penulis-penulis jenius yang menyelamatkan dunia literasi Indonesia
  • Giveaway = hadiah. Semoga Gagasmedia selalu menebarkan hadiah untuk pembacanya
  • Grow = tumbuh. Semoga Gagasmedia selalu tumbuh menjadi lebih baik tiap tahunnya.
  • Gorgeous = indah. Semoga Gagasmedia selalu menerbitkan buku-buku bercover indah dan menarik.
  • Gregarious = suka berteman. Semoga Gagasmedia selalu berteman baik ke penulis maupun ke pembaca.
  • Gravitation = gravitasi. Semoga Gagasmedia ketika sudah di atas, tidak pernah lupa berpijak di dunia literasi dengan konsisten.
  • Gratify = memberi kebahagiaan. Semoga Gagasmedia selalu memberikan kebahagiaan bagi penulis maupun pembacanya.
  • Glow = bersinar. Semoga Gagasmedia selalu bersinar di dunia penerbitan dan dunia literasi.

 

gagasmedia

2 thoughts on “GagasMedia #TerusBergegas #KadoUntukBlogger

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s