REVIEW The Chronicles of Audy 4/4

PicsArt_08_07_2015 10_43_23

“Kamu adalah entitas yang jadi kelemahan sekaligus kekuatanku; yang membuatku merasa lebih hidup.” (hlm. 10)

Masih ingat kisah Audy yang terjebak oleh masalah ekonomi di akhir semester kuliahnya yang harusnya sudah menyusun skripsi? Karena masalah keuangan itulah dulu dia sempat tinggal di rumah 4R bersaudara ini; Regan, Romeo, Rex, dan Rafael. Audy awalnya dijebak kontrak sepihak oleh Regan si kakak pertama dan dijadikan pembantu, padahal awalnya Audy hanya akan bekerja sebagai babysitter si bungsu Rafael.

Saat itu, Audy naksir Regan (karena dia ganteng, dewasa, punya lesung pipit, dan lain sebagainya), tapi Regan sudah memiliki tunangan supercantik yang baru saja sadar dari koma bernama Maura. Audy memutuskan untuk menyerah tentangnya dan sedang berusaha hidup sebagai bagian dari keluarga itu saat tahu-tahu saja, Rex si anak ketiga muncul ke pandangannya, cemburu terhadap kedekatannya dengan saudara-saudaranya, lalu puncaknya menyatakan perasaannya.

“Kapan kamu mau mulai buat skripsimu? Setelah IQ-mu naik? Tepatnya kapan?” (hlm. 47)

“Bersikap kayak IQ itu nggak penting dan kerjain aja itu skripsi!” (hlm. 59)

Audy sudah berusaha menyikapinya dengan kepala dingin, untuk tidak terpengaruh sikap Rex yang merupakan percampuran rumit antara genius dan labil, tapi ketika akan memutuskan pindah dari rumahnya, dia tiba-tiba saja terlihat berbeda. Dia terlihat jauh lebih dewasa dengan pemikiran-pemikiran Plato-nya, plus menyebutkan kalimat yang selalu membuat Audy luluh.

Audy pikir, setelah benar-benar pindah dari rumahnya, Audy akan bisa kembali berpikir jernih dan berkonsentrasi pada skripsinya, tapi ternyata Audy salah besar.

“Apa sih Rex, yang bikin kamu suka aku? Maksudku, selain teori Plato iti. Harusnya secara hukum alam atau apalah, kamu gemes –bukan dalam artian baik- sama orang-orang kayak aku, kan? Aku… salah satu orang yang nggak bisa ngerjain soal logaritma mudah itu.”

“Tapi kamu satu-satunya orang yang pengin aku ajarin soal logaritma itu.” (hlm. 157)

Karena di buku pertama dan buku kedua, reviewnya mengandung spoiler, postingan review buku ketiga ini juga mengandung spoiler akut. Jadi buat yang penasaran ama kisah Audy dan 4R mending langsung skip aja bagian ini sampai bawah x))

Jadi, Audy sudah move on dari Regan semenjak buku kedua. Dan sejak Rex menyatakan perasaannya di buku kedua, di buku ketiga ini hati Audy makin kebat-kebit oleh sikap ABG genius bin labil ini. Perut Audy seperti dipenuhi kupu-kupu. Ditambah lagi Rex pasca UN selalu memburunya untuk urusan skripsi. Bayangkan, mahasiswa semester sepuluh malah diajarin skrpisi ama anak SMA. Ya maklumin aja, Rex ini jenius. Saking gemasnya ama kelakuan Audy, Rex menguji Audy untuk menyelesaikan sebuah rubik. Butuh waktu lama bagi Audy untuk menyelesaikannya. Padahal bagi Rafael unyu bisa menyelesaikannya dalam hitungan detik saja. #PukPukAudy

Kegeniusan Rex tentu nggak sebanding dengan Audy yang super ceroboh. Semenjak masalah rubik itu, Audy jadi berpikir jika hidupnya amat sangat nggak sebanding dengan Rex yang sangat berpikiran masa depan. Bayangin aja, tiap ketemu ama Audy, bukannya minimal nanya kabar atau basa-basi dulu gitu, ini pasti langsung nanya skripsinya Audy x)) #PukPukAudyLagi

“Selama bareng aku, aku nggak akan membiarkan membiarkan kamu stres.” (hlm. 217)

Jika di buku pertama dan buku kedua, meleleh ama sikap Rex si ABG genius bin labil ini. Di buku ketiga malah beralih hati ke Romeo yang di buku ini sukses mencuri perhatian. Dibalik sikapnya yang paling cuek dan terkesan masa bodoh dalam hidup, justru dia yang paling peduli dengan keutuhan 4R untuk selalu bersama. Dibalik penampilannya yang sehari-harinya semrawutan (karena jarang mandi apalagi keramas), ternyata Romeo menyimpan luka, cek saja di halaman 128. Suka bagaimana bisa menghibur Audy di Taman Pintar saat mendampingi Rafael saat study tour dan juga saat menemani Audy yang putus asa dengan mengajaknya pesta ronde yaitu minum ronde sebanyak-banyaknya x))

“Kamu bisa bertahan sedikit lebih lama dan bersemangat seperti Audy yang biasanya. Atau kamu bisa melanjutkan hidup dan bersemangat seperti Audy yang biasanya.” (hlm. 232)

Sebenarnya ada hal kenapa Rex terus-terus menyuruh Audy untuk menyelesaikan skripsinya. Meski Rafael lebih dekat dengan Romeo, sesungguhnya sifat Rafael malah lebih mirip Rex. Kasus Rex dan Rafael ini mengingatkan saya akan buku Totto-chan, sebuah kisah nyata buku Jepang di mana tokoh anak yang diceritakan dalam buku tersebut dianggap berbeda oleh teman-teman dan juga guru di sekolah hanya karena dia lebih genius dibandingkan yang lain.

Mengerti sih kenapa Audy merasa kesusahan untuk mengimbangi Rex yang genius ini, karena percayalah jika kita menjalin suatu hubungan dengan orang yang sangat jauh berbeda pemikirannya dari kita, akan susah untuk mengimbanginya, malah akhirnya bikin capek sendiri dan tersiksa. #pengalaman x))

Nah, apakah Audy akan tetap bertahan dengan sekumpulan kupu-kupu di perutnya atau berusaha jalan ke depan dan fokus menyelesaikan skripsinya?!?

“Jangan lupa Dy, kalau Rex hanya ¼. ¾ sisanya juga membutuhkan kamu, sama besarnya.” (hlm. 232)

Satu lagi yang belum dibahas adalah soal Regan. Sebagai kakak paling tua dan memiliki tanggungan besar untuk memikirkan ketiga adiknya, Regan dituntut untuk bekerja lebih giat. Ditambah lagi akan rencana persiapan pernikahannya yang memakan tidak hanya sedikit biaya. Ternyata untuk seorang Regan pun pusing akan biaya pernikahan karenan tuntutan pihak keluarga perempuan. Representasi dilemanya orang-orang yang mau menikah nih. Bahkan Regan sempat memutuskan untuk mengambil dana pinjaman demi menyenangkan hati calon istri dan keluarganya.

Meski ditengah kesibukannya bekerja, Regan selalu menyempatkan pulang ke rumah untuk mengantarkan makan siang bagi ketiga adiknya plus untuk Audy juga yang sudah dianggap bagian keluarga di rumah 4R.

Lumayan banyak kalimat favorit dalam buku ini:

  1. Banyak ahli yang percaya kalau IQ bisa berubah-ubah sepanjang waktu. Fluktuatif. Bisa naik, bisa turun, tergantung banyak faktor. (hlm. 29)
  2. Hidup ini begitu penuh misteri. (hlm. 78)
  3. Keluarga saling membantu sama lain, kan? (hlm. 103)
  4. Cinta pertama memang tak terlupakan. (hlm. 128)
  5. Kamu bebas menyukai siapa saja. (hlm. 165)
  6. Seperti kata Heraclitus, perubahan adalah satu-satunya hal yang tetap. Sesuatu yang nggak bisa dihindari. Kita selamanya nggak bisa berkembang kalau terus-terusan hidup di zona nyaman. (hlm. 252)
  7. Tapi kadang-kadang, hidup itu soal memilih. (hlm. 280)

Ada juga beberapa selipan sindian halus dalam buku ini:

  1. Cinta membuat orang terjenius sekalipun menjadi gila, kan? (hlm. 20)
  2. Tidur hanya untuk yang lemah. (hlm. 22)
  3. Nangis hanya untuk yang lemah. (hlm. 257)
  4. Kamu hanya harus berhenti menganggap kamu nggak tertolong. Jangan meremehkan diri sendiri. (hlm. 276)

Yang agal mengganjal cuma satu, Rex kan sudah selesai UN, tapi kenapa masih sering banget ke sekolah? Biasanya sih, kalo pasca UN, udah jarang siswa kelas XII ke sekolah, kan udah nggak ada KBM juga…. x))

Buku ketiga ini sukses saya selesaikan membacanya dalam waktu semalam. Tetap memikat seperti dua buku sebelumnya. Dan nggak sabar nunggu seri keempatnya!😉

Keterangan Buku:

Judul                                     : The Chronicles of Audy 4/4

Penulis                                 : Orizuka

Penyunting                         : Yuli Yono

Cover desainer                 : Bambang ‘Bambi’ Gunawan

Proofreader                       : KP Januwarsi

Penerbit                              : Haru

Terbit                                    : Juni 2015

Tebal                                     : 314 hlm.

ISBN                                      : 978-602-7742-53-6

WP_20150610_012

Dapatkan buku ini di toko buku online Bukupedia

http://www.bukupedia.com/id/book/id-32-90903/novel-fiksi-cerpen/the-chronicles-of-audy-4-4.html

13 thoughts on “REVIEW The Chronicles of Audy 4/4

  1. ahh si Rex itu karakternya kereeennn
    setiap wanita akan klepek” dengan dirinya.
    walaupun agak judes tapi cool

  2. Pingback: Daftar Bacaan tahun 2015 | Luckty Si Pustakawin

  3. Pingback: [BLOGTOUR] REVIEW The Chronicles of Audy: O2 + GIVEAWAY | Luckty Si Pustakawin

  4. Favorit! Rex bikin geregeettt! dan endingnyaa… apakah Romeo suka sama audy juga? penasaran sama kelanjutannya..

  5. KU HEBOH MENGINGAT BUKU INI.
    Pokoknya ini satu-satunya buku yang bisa bikin aku rebutan PO tengah malem haha.
    Meskipun di buku 3 ini Romeo agak aneh ternyata di buku 4 Romeo jelas PHPnya! -demi kebaikan sih- tuhkan jadi spoiler.

    Pokoknya keren banget ini buku -Rexnya sih yang paling greget-

    Jadi pengen demo minta buku kelimanya huehe😀

  6. Ahhhh belum punya bukunyaaa hiks. Derita anak sekolah kutu buku ini mah, beli buku aja harus nggak jajan makan siang biar kekumpul uangnya. Ditambah baru aja bulan puasa yg jajannya dikurangin

  7. Kenal kak Orizuka sejak baca I for you. Aku Mau banget baca semua series Audy, tapi mahal banget bukunya aku jadi pikir-pikir beli atau enggaknya. tapi, sebanding kalo bukunya bagus. Aku percaya kalau banyak yg bilang bagus.. semoga suatu saat bisa baca.

  8. Yah ka Luckty jangan jadi labil, tiap buku beda cowok yang favoritin😀

    Tapi cowok yang aneh, yang omongannya tajem bin nyelekit, yang cuek bebek, itu cowok yang sering diincer kaum hawa😀

    Buku ini udah tamat kemarin, berenti di serie ke-4

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s