REVIEW Majo Sady

WP_20150726_003

Karena Tuhan cuma akan memberikan rasa sakit sebatas kemampuan umat-Nya saja. (hlm. 21)

Sebenarnya udah lama banget nyidam komik ini dari kali pertama terbit. Dan baru kesampaian bisa beli bukunya. Harganya lumayan euy, tapi memang sebanding dengan jumlah halamannya yang lumayan tebal dan kualitas isinya😉

Majo dan Sady adalah sepasang suami istri yang bisa dikatakan anti-mainstream. Kenapa? Majo adalah suami yang melakukan pekerjaan rumah. Dan Sady adalah istri yang bekerja di kantor. Komik ini adalah rangkaian cerita kehidupan sehari-hari mereka.

WP_20150726_011 WP_20150726_019WP_20150726_020

Sebenarnya bukan kali ini mendengar cerita tentang suami di rumah dan istri yang bekerja. Dalam kehidupan sehari-hari, tepatnya sewaktu menempuh masa KKN jaman kuliah, warga tempat saya dan kawan-kawan KKN, tipikal masyarakatnya adalah para istri bekerja di pabrik, sedangkan para suami yang melakukan pekerjaan rumah tangga termasuk mengasuh anak. Kenapa justru istri yang bekerja? Di daerah tersebut ladang mata pencaharian hanyalah pabrik, sedangkan pabrik cenderung lebih memilih pekerja perempuan daripada laki-laki, upah perempuan memang lebih murah daripada upah laki-laki. Jadi agak lumayan repot juga dulu awal mula menjalankan program kerja semasa KKN, karena kami harus cari akal buat program yang dominan untuk ke ketrampilan laki-laki x))

Balik ke kisah Majo dan Sady, mereka seperti pasangan suami istri pada umumnya yang memiliki problema pribadi maupun problema rumah tangga. Berikut beberapa cerita favorit:

Terlihat jelas perbedaan penyakit konsumtif antara laki-laki dan perempuan. Sady representasi para perempuan yang umumnya gila belanja, lemah iman terhadap diskonan dan selalu merasa tidak punya sepatu padahal sepatunya udah selemari x))

Beda halnya dengan para lelaki seperti Majo, mau beli satu barang yang diidam-idamkan saja, udah sewot Sady untuk memperingatkannya agar nggak macam beli barang yang menurutnya nggak berguna, Sady memang tipikal emak-emak banget, konsumtif buat diri sendiri tapi perhitungan kalo untuk kebutuhan pasangan, gyahahaha…😀

WP_20150726_022WP_20150726_026

Seperti pasangan suami istri di kota besar, umumnya jarang berkomunikasi satu sama lain. Waktu masing-masing habis dengan kesibukannya sendiri. Quality time pun berkurang. Nah, berhubung Majo maniak banget ama games, Majo mengusulkan quality time mereka yaitu maen game bareng yang sudah pasti ditolak mentah-mentah oleh Sady. Lemparan bogem pun dia layangkan ke Majo😀😀WP_20150726_021

Ini sifat Sady yang saya banget; pelupa akut. Apa-apa musti ditulis biar nggak lupa. Makanya saya kerap dipanggil dengan sebutan Nenek, bahkan sejak SD x))

WP_20150726_023

Ini juga saya banget, sifat Sady yang bawel ama sesuatu yang nggak pada tempatnya. Toss dulu ama Sady, kalo dipikir-pikir banyak sifat Sady yang mirip saya x))

WP_20150726_024

Dan ini pencitraan para menantu ketika mertua datang untuk inspeksi rumah tangga anaknya:  WP_20150726_027 WP_20150726_028

Uwow, suka banget ama komik ini. Kisah Majo & Sady memang menarik untuk diikuti. Jadi nggak sabar baca volume selanjutnya!😉

Keterangan Buku:

Judul: Majo & Sady

Penulis: Jung Chul-yeon

Penerjemah: Dewi Rosanti

Penyunting: Arumdyah Tyasayu

Proofreader: Yuli Yono

Layout: Frendy Putra

Penerbit: Haru

Terbit: Januari 2015

Tebal: 300 hlm.

ISBN: 978-602-7742-40-6

 

10 thoughts on “REVIEW Majo Sady

  1. Pingback: Daftar Bacaan tahun 2015 | Luckty Si Pustakawin

  2. Wkwkw ini ilustrasinya kaya Cony dan Brown deh. Btw lucu banget komiknya. Gambarnya nggak dempet-dempet banget. Nggak pusing dibacanya :3

  3. Lucu isinyaa :3 Sady emang bener2 ibu2 rumah tangga banget ya :v terus mereka melakukan apa kak biar bisa punya waktu bersama? Sedangkan pas Majo menyarankan untuk main games bersama, si Sady nya menolak

  4. Majo Sady ini ceritanya lucu, belum baca sih. Cuma sepanjang haru mau nerbitin ini, review singkat bertebaran dimana-mana. Pernah ikutan GA-nya, tapi ga menang. Disuruh bikin cerita mereka versi sendiri.

    Spesifikasi tokoh diambil dari boleka Line kan, unyu-unyu gitu.

    Kalo mereka punya anak gimana ya???

    Ka Luckty udah baca cerita selanjutnya??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s