REVIEW Genk Kompor 3

WP_20150802_029

Emangnya kalo bersahabat trus apa-apa musti sama? Apa kalo bersahabat ke mana-mana mesti barengan kayak bakiak? (hlm. 70)

ABE. Saat ini trade mark Abe ada dua, selain kibasan poni ala Justin Bieber KW2. Belakangan, karena si JB asli sudah gak berponi lagi, dia memakai trade mark TLC, artinya di mana ada Abe, disitu adaTawa, Lucu dan Cinta. Abe lucu? Bukan! bukannya jago melucu ala stand up comedy gitu. Sama sekali bukan. lucunya bukan karena sosoknya yang kadang terlihat cerdas dengan ide-ide briliannya tapi kadang sangat bego, terutama bila menyangkut soal cewek. Nah, kalo cinta soal ini, semua juga tahu hobi Abe adalah jatuh cinta. Setiap melihat cewek manis sedikit saja, dia sudah klepek-klepek dan bilang gubrak of love alias jatuh cinta. Tapi cinta sejati Abe sudah mentok pada Tria meski Tria selalu menarik ulur cintanya sesuai situasi dan kondisi secara abadi.

DENI. Adalah sosok remaja yang sederhana dengan beberapa kekurangannya. Selain kurang uang, ia juga kurang kasih sayang. Namun, ia punya kelebihan yang tak dimiliki remaja lain di SMA 1006. Kelebihannya yaitu kalau bersin pasti pas 10 kali. Kelebihan lainnya adalah bikin pantun yang tidak pernah nyambung atau asbun alias asal bunyi. Deni juga beberapa kali mengalami hal sial. Itu kelebihan yang kurang bagus semua sih. Kelebihan sebenarnya adalah ia sosok teman yang bisa diandalkan dan sangat peduli.

ENO. Biarpun kacamatanya sering melorot, dia nggak merasa perlu menggantinya dengan lensa kontak, apalagi kaca spion. Diledekin anak-anak Genk Kompor karena tas ranselnya segede karung kelapa. Dia cuek aja tuh. Sebenarnya sih dia pengen punya kantong Doraemon supaya bisa bawa banyak barang, termasuk kucing kesayangannya. Teman-temannya di Genk Kompor sering curiga, dulu ibunya Eno mungkin ngidam ketemu pendekar Shaolin yang jago kungfu tapi hobi nonton telenovela yang termehek-mehek. Soalnya, Eno itu biar tomboi dan segesit Kungfu Panda tapi ringtone hapenya selalu melo. Nggak matching banget deh.

ERIN. Hal yang mencemaskannya adalah ketika satu isi beautycase-nya habis atau tertinggal, apalagi kalau beautycase-nya sekalian. Serasa hidup di dunia lain. Baginya, penampilan dan kebersihan itu sama penting dan nggak boleh diabaikan oleh seorang cewek. Cerdas, tentus saja penting, tapi baginya bisa dinego. Sering bete sama Eno yang punya kebiasaan jauh berbeda dengannya, terutama kucing! Tetapi Erin adalah mahluk yang sangat sayang dan peduli dengan anak-anak Genk Kompor.

NANDO. Bertubuh jangkung. Walaupun kurus, Nando merasa wajahnya keren, setidaknya lebih keren dari Abe. Sempat punya obsesi jadi cover boy, sayangnya gagal. Nando sayang banget sama ibu dan Ade, adik perempuannya. Hanya mereka yang ia miliki setelah ayahnya meninggal. Nando tuh paling nggak suka Matematika. Hobinya tidur tapi herannya bangun paginya suka telat. Rumah langsung heboh jika Nando bangun kesiangan. Lebih heboh lagi kalau gel rambutnya ketinggalan di rumah. Bukan Nando kalau rambut jambulnya tak ditata rapi. Itu ritualnya setiap pagi di toilet sekolah. Hanya bel masuk yang bisa mengingatkannya untuk segera ke kelas.

SANDI. Merupakan teman masa kecil Eno sewaktu mereka tinggal di Medan. Ia dikenal misterius, bahkan sempat digosipin suka jalan sama om-om. Padahal, Sandi nggak seperti itu. Ia nggak merasa semisterius itu. Ia cuma agak bicara. Bicara seperlunya saja. Nggak kayak Nando yang cenderung bawel dan rame. Atau Eno yang kalau lagi ada marah bisa bicara tanpa henti dengan nada tinggi. Biar begitu, Sandi juga bisa usil dan lucu, loh

Banyak selipan sindiran halus dalam buku ini:

  1. Nggak ada ceritanya orang mati gara-gara kesrimpet kebaya. (hlm. 11)
  2. Jalan karier seseorang itu susah ditebak. (hlm. 12)
  3. Sembarangan aja lo ngomong! (hlm. 12)
  4. Kalau emang nggak cinta kan tinggal bilang, bukan nyuekin sms gitu. (hlm. 25)
  5. Gimana nggak kering kalo lo ngomel kayak ibu-ibu nggak dapet arisan gitu. (hlm. 38)
  6. Cewek tomboi mana ngerti dandan! (hlm. 39)
  7. Becanda lo nggak lucu. Garing! (hlm. 43)
  8. Kerja yang beres. Jangan cuma terima gaji aja yang semangat. (hlm. 81)
  9. Ramalan itu seperti garis tangan, gak bisa di tipe-ex. (hlm. 93)
  10. Kalian bener-bener ya! Tau temen kalian kena musibah, malah diketawain. (hlm. 98)
  11. Cewek normal pasti suka warna pink. (hlm. 109)
  12. Segala sesuatu yang kita alami pasti ada penyebabnya. (hlm. 125)

Membaca kisah para tokoh Genk Kompor ini bikin senyum-senyum sendiri. Ada murid unyu yang kayak Abe suka tebar pesona dan gampang jatuh cinta ama semua cewek yang dikenal. Ada murid unyu seperti Deni yang lugu dan kerap dibully teman-temanya. Ada juga murid unyu yang seperti Eno; tomboi dan perkasa. Yang seperti Erin pun juga banyak murid unyu tipikal ini; suka dandan dan nggak pernah lupa ama perawatan make-up. Murid unyu yang pendiam dan misterius seperti Sandi juga ada, kadang saya sampe penasaran ama cowok-cowok kulkas alias dingin macam ini, itu pacarnya pada betah punya cowok dingin kayak kulkas, gyahahaha…😀 Atau murid unyu macam Nando yang suka sibuk ama jambulnya. Oya, taun lalu ada murid unyu cowok yang tiap pagi selalu merapikan jambulnya dengan cara numpang ngaca di cermin perpus sebelum masuk kelas. Pernah iseng nyumputin gelnya. Seharian dia sibuk nyariin gelnya yang ilang. Salah satu korban keisengan pustakawannya, gyahahaha… x))

Ini adalah seri ketiga dari serial Genk Kompor. Meski belum membaca seri 1 & 2, saya bisa menikmati keseruan hidup anggota Genk Kompor baik dari segi individu maupun segi geng mereka. Persahabatan, kekompakan, dan saling membantu sama lain adalah pesan moral yang bisa kita ambil dari kisah Genk Kompor ini.

Keterangan Buku:

Judul                                     : Genk Kompor 3

Penulis                                 : Genk Kompor

Terbit                                    : 2015

Tebal                                     : 171 hlm.

ISBN                                      : 978-602-02-6181-2

8 thoughts on “REVIEW Genk Kompor 3

  1. Pingback: REVIEW Genk Kompor 3 | chelsealovers83

  2. Pingback: Daftar Bacaan tahun 2015 | Luckty Si Pustakawin

  3. Ini terinspirasi dari kisah pribadi??

    Judul bukunya kenapa disebut Genk Kompor??? Aku kira ini cerita berbalut humor tentang orang yang suka ngompor-ngomporin orang lain.

    Jangan deket-deket ah ka Luckty, nanti kepanasan atau tiba-tiba bledug (ko jadi keinget lagunya benyamin S ya X_X)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s