REVIEW Reyna dan Satu Permohonan

WP_20150530_006

“Penyesalan memang selalu datang terakhir.” (hlm. 101)

Yay, makin banyak buku yang tokoh utamanya kembar unyu. Kayak novel ini. Mereka adalah REYNA dan RACHEL. Meski kembar, mereka memiliki kerpribadian yang sangat berbeda.

Rachel manis, cantik, dan pandai. Rachel selalu dibangga-banggakan hanya karena dia bisa mengerjakan soal Matematika dengan benar dan cepat. Sedangkan Reyna mahir melukis. Tapi sayangnya orangtua mereka lukisaannya tidak ada apa-apa dibandingkan dengan karya ilmiah Rachel. Terkadang Reyna berharap bisa bereinkarnasi jadi molekul untuk mendapat perhatian orangtuanya. Dia pun jadi malas menunjukkan lukisan dan hasil karyanya, bahakan cenderung menyembunyikannya.

kembar 1

“Katanya kau sering membolos pelajaran. Apa benar itu, Rey? Kau juga melempar murid baru dengan bola kan? Kenapa Rey? Menghajar orang yang lemah? Itu perbuatan yang memalukan menurut ibu!” (hlm. 31)

Siapa pun tidak akan ada yang mau dibanding-bandingkan, apalagi dengan saudara sendiri. Begitu juga dengan Reyna. Dia sebenarnya anak yang baik, hanya saja lingkungan di sekolah maupun lingkungan di rumah selalu membanding-bandingkannya dengan kembarannya, Rachel yang tampak sempurna di mata orang-orang. Hal itulah yang membuatnya gerah dan berontak. Sikap berontaknya ini sesungguhnya merupakan aksi protesnya kepada orang-orang bahwa dia tidak mau disamakan dengan Rachel, apalagi dibedakan.

Hingga suatu hari mendekati perayaan ulang tahun mereka, Rayna kabur dari rumah. Di jalan, dia bertemu nenek yang memberinya cermin. Cermin ini yang akan mengubah segalanya. Reyna yang kecewa dengan orangtua dan juga teman-temannya di sekolah berharap agar cermin ini mengabulkan permintaannya agar mereka semua tidak ada yang mengenalnya.

kembar 2

Kita tidak boleh lari dari masalah, karena akan menimbulkan masalah yang lain. Menyelesaikan masalah adalah dengan menghadapinya meskipun pahit. Dan satu lagi pesan moral dari buku ini adalah kita jangan sembarangan menerima barang pemberian dari orang lain, apalagi tidak dikenal karena kita tidak tahu akan akibat yang harus kita tanggung jika menerimanya!😉

“Permohonan di cermin ini memang tak mengubah keadaanku. Yang bisa mengubah keadaanku hanyalah diriku sendiri!” (hlm. 101)

Keterangan Buku:

Judul: Reyna dan Satu Permintaan

Penulis: Yesica Vina Damayanti

Penyunting: Aan Wulandari

Penyelaras aksara: Lani Rachmah

Penata aksara: Nurhasanah Ridwan

Perancang sampul: CDDC

Ilustrasi & cover: Bestari Kanya

Penerbit: Noura Books

Terbit: Mei 2015

Tebal: 128 hlm.

ISBN: 978-602-0989-65-5

 

One thought on “REVIEW Reyna dan Satu Permohonan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s