REVIEW Not A Perfect Wedding

WP_20150726_001

“Rasanya lebih menyakitkan dibohongi oleh orang yang sudah kamu berikan hatimu untuknya, dibandingkan ditinggalkan oleh orang yang paling kamu cintai selama-lamanya.” (hlm. 161)

Apa jadinya jika orang yang kamu cintai dan besok akan melangsungkan pernikahan bersama kita tapi justru meninggalkan kita selamanya? Belum lagi harus menanggung beban dan justru harus menikah dengan orang yang tidak kita kenal apalagi kita cintai. Itulah yang dialami Raina. Raka, pacarnya yang harusnya menjadi suaminya ini kecelakaan lalu lintas dan mengalami pendarahan hebat. Nyawanya tak tertolong. Tepat satu hari sebelum hari pernikahan mereka.

“Tuhan, kenapa takdir ini yang kau pilihkan untukku?” (hlm. 47)

Dibutuhkan waktu berbulan-bulan bagi Raina untuk lepas dari keterpurukannya. Untunglah Pram, suami Raina yang merupakan kakak Raka selalu siap siaga dan memahami keadaan Raina. Seperti namanya, Raina selalu menangis tak kunjung reda meratapi nasibnya.

Pram serba salah. Di satu sisi dia sudah mencoba untuk menjadi suami Raina sesuai amanat adiknya, Raka sebelum menghembuskan napas terakhir. Di sisi lainnya, Raina belum menerima kenyataan ini. Semuanya memang butuh waktu dan butuh proses.

“Kamu tahu, kita bisa menangis bersama kalau kamu mau. Tapi saya nggak akan melakukan itu. Karena saya di sini buat jaga kamu. Saya nggak akan minta kamu untuk ngelupain Raka tapi sekali ini dengarkan saya, hidup kamu harus terus berjalan. Menangislah di sini. Sampai kamu lelah. Tapi tolong jangan sakitin diri kamu sendiri.” (hlm. 45)

“Kamu salah kalau kamu merasa jadi orang yang paling sedih atas kehilangan Raka. Kita sama-sama kehilangan orang yang paling berarti. Jadi bisakah kamu berhenti, seolah-olah hanya kamu yang menjadi korban di sini?” (hlm. 67)

Beberapa kalimat favorit dalam buku ini:

  1. Karena jalan yang Tuhan berikan tidak sesuai dengan apa yang dicita-citakan oleh manusia. (hlm. 28)
  2. Ini semua nggak seperti yang kamu bayangkan. (hlm. 51)
  3. Berusalah untuk mencoba. (hlm. 90)
  4. Jangan coba memaksakan untuk melupakannya. Biarkanlah semua berlalu dengan beriringnya waktu. (hlm. 114)
  5. Karena membuka masa lalu sama dengan membuka luka lama. (hlm. 129)
  6. Menghilangkan rasa sakit itu bukan dengan menciptakan rasa sakit yang baru. (hlm. 178)
  7. Tak akan pernah ada kata cukup menghabiskan waktu bersama orang yang paling dicintai. (hlm. 234)

Banyak juga selipan sindiran halus dalam buku ini:

  1. Ganteng tapi kok belum laku sampe sekarang? (hlm. 26)
  2. Jangan berpikir untuk lari atau melakukan hal yang aneh-aneh. (hlm. 37)
  3. Jangan buat situasi semakin rumit. (hlm. 37)
  4. Apa berlebihan jika seorang suami memberikan nafkah kepada istrinya? (hlm. 99)
  5. Cemburu sama suami sendiri nggak dosa kok. (hlm. 138)
  6. Tidak perlu menghabiskan uang banyak untuk mendapatkan sebuah kebahagiaan. (hlm. 139)
  7. Please jangan jodohin aku. Emang aku Siti Nurbaya. (hlm. 158)
  8. Karena laki-laki memang ditakdirkan sebagai pemburu. (hlm. 209)
  9. Patah hati ternyata begitu menyakitkan ya? (hlm. 234)
  10. Tidak perlu hal mewah untuk mendapatkan momen terbaik dalam hidup. (hlm. 281)

Dari awal baca, harusnya kasihan ama Raina yang malang ini. Tapi entah kenapa saya sebal banget ama tokoh ini. Raina tipikal perempuan yang manja dan egois. Mungkin karena dia adalah perempuan satu-satunya dalam keluarganya, belum lagi kedua kakaknya; Arman dan Pasha sangat menyayanginya dan memperlakukannya ala Princess yang selalu harus dituruti keinginannya. Padahal Raina ini merupakan guru BK di suatu sekolah, nggak kebayang ada guru BK macam ini, terus nanti bagaimana menghadapi murid-muridnya, jika pribadinya saja manja dan egois gini? Penulisnya berhasil membuat saya gemas akan sikap dan perilaku Raina yang menyebalkan ini x)) #RebutPramDariRaina #DikeprukRaina

Tokoh favorit justru jatuh pada kakak-kakaknya Raina; Arman dan Pasha. Keduanya sangat mengistimewakan Raina meski adiknya ini lebih sering menyebalkan ketimbang manisnya. Tapi yang namanya kakak, pasti akan menyayangi adiknya meski dalam keadaan apa pun. Pasha, di halaman 11 menenangkan adiknya agar tidak panik ketika mereka mendapati berita kabar kecelakaan tentang Raka, di halaman 43 meminta tolong Pram untuk menjaga adiknya yang manja ini, dan di halaman 69 mengirimkan sekotak cheese cake favorit Raina demi mendapatkan senyum adiknya ini. Begitu pula dengan Arman juga nggak jauh beda sangat menyayangi adiknya. Arman ini langsung sewot kalau mamanya sudah sibuk menjodoh-jodohkannya x)) #TossAmaArman

Adegan yang paling disuka ada di halaman 110-111 saat Pram mengajak Raina untuk ke Library Cafe. Pram membayangkan mereka bisa pacaran seperti anak sekolah di cafe yang seperti perpustakaan ini x))

Pesan moral dalam buku ini adalah jangan pernah melawan takdir. Bisa jadi rintangan yang kita hadapi ini akan kita lewati dengan senyuman dan kebahagiaan🙂

Keterangan Buku:

Judul                                     : Not A Perfect Wedding

Penulis                                 : Asri Tahir

Editor                                    : Afrianty P. Pardede

Penerbit                              : PT Elex Media Komputindo

Terbit                                    : Juni 2015 (Cet. III)

Tebal                                     : 297 hlm.

ISBN                                      : 978-602-02-5897-3

9 thoughts on “REVIEW Not A Perfect Wedding

  1. Pingback: Daftar Bacaan tahun 2015 | Luckty Si Pustakawin

  2. (Sebenernya belum cukup umur untuk baca) xD tapi buku ini buku yang pertama kali aku dapatkan dari hasil giveaway. Jadi sayang banget kalau ga dibaca xD dan ceritanya seru juga. Jadi.. ekhem, baper😦

  3. Setelah baca review kak Luckty, aku malah suka sama Pram :3 dan aku juga agak sebel sama Raina yg terus2an nangis, merasa dia sendiri yg kehilangan, aku lebih suka karakter cewek yg tangguh sih

  4. Punya buku ini sendiri. Setelah pesan dan buku ga datang-datang, ternyata keabisan stock. Baru ada 1 atau 2 bulan kemudian. Kebayang kan setelah digantungkan di wattpad, mau nuntasinnya gimana coba, gregettt.

    Aku sebenernya suka sama tokoh Raka, Pasha dan Arman. Tapi aku ga kebayang kalo jadi Pram, udah lama ga pulang, begitu balik, baru beberapa jam ketemu adiknya, tapi ga lama meninggal.

    Udah ah, takut spoiler😀

    Tapi aku penasaran dengan yang cover baru, ada perbaikan di versi ini. Covernya yang baru lebih kontras dan manis warnanya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s