REVIEW A Wedding After Story

WP_20150726_002

Sesuatu hal yang menyenangkan adalah ketika seseorang ingin membuatmu kesal tapi kamu bisa membalasnya dengan lebih menyebalkan, sehingga orang itu jauh lebih kesal dari yang kamu rasakan. (hlm. 159)

Ini memang bukan jaman Siti Nurbaya, tapi perjodohan masih saja berlaku. Ada banyak alasan kenapa perjodohan masih ada di jaman sekarang ini. Alasan pertama, ketika umur sang anak kian dewasa, orangtua terutama pihak ibu selalu kalang kabut jika anaknya belum menikah; takut anak perempuannya nggak laku. Kedua, ada alasan lain yang menungganginya, seperti jika menikah akan naik jabatan misalnya.

Alasan pertama adalah alasan yang dipilih Aira, dia sudah capek diuber-uber mamanya yang selalu menjodohkannya. Dan Aga memilih alasan kedua, dengan menikah dia akan menduduki salah satu kursi direksi di usianya yang telah mencapai kepala tiga.

“Kami tahu mungkin kalian setengah hati menjalani pernikahan ini. Kalian sudah dewasa. Papa yakin kalian bisa bertanggung jawab dengan apa yang kalian pilih. Kalian sudah memilih pernikahan ini, jadi cobalah untuk lebih mengenal dan memahami satu sama lain. Itu hakikat pernikahan. Jangan coba-coba bermain dengan ikatan pernikahan!”(hlm. 48)

Biasanya kita membaca buku atau menonton film tentang perjodohan, salah satu pihak akan melarikan diri saat hari pernikahan. Tapi di buku ini, kedua pihak justru melarikan diri semua. Tapi apalah daya dua-duanya tertangkap dan terpaksa menikah. Lucu juga ya, pas melarikan diri, mereka sempat ketemu dulu tapi nggak tahu kalau itu bakal menjadi pasangan mereka x))

Setelah ijab kabul, baru dimulailah cerita antara Aga dan Aira sebagai pasangan suami istri hasil perjodohan…

“Aku tahu kita sama-sama terpaksa dengan pernikahan ini. Tapi beneran deh, aku juga ingin mencintai dan dicintai pasanganku. Aku ingin pernikahan kita ini juga penuh cinta, bukan hanya karena kita saling memanfaatkan.” (hlm. 31)

Beberapa kalimat favorit dalam buku ini:

  1. Mungkin cinta kan ada karena terbiasa. (hlm. 3)
  2. Semua bakal baik-baik saja. (hlm. 176)
  3. Kamu nggak kalah. Kamu justru menang, kamu udah berhasil mengalahkan egomu sendiri dengan melepas orang-orang yang kamu cintai. (hlm. 187)

Banyak selipan sindiran halus dalam buku ini:

  1. Nggak penting apa makanannya, yang penting itu sama siapa kita makannya. (hlm. 36)
  2. Meskipun menikah bukan karena cinta. Tapi setidaknya harus bertanggung jawab dengan komitmen yang dibuat, setidaknya belajarlah saling mencintai. (hlm. 48)
  3. Nikah bikin lu jadi lebih waras ya. (hlm. 136)
  4. Punya pacar ganteng tuh kadang nyebelin, apalagi kalau liat mata cewek-cewek lain nggak bisa lepas dari pasangan kita. (hlm. 148)
  5. Playboy akan melakukan apa pun untuk mendapatkan gadis incarannya kan? (hlm. 152)
  6. Dasar cewek, emang kerjaannya mikirin badan mulu apa ya? (hlm. 197)
  7. Bagi cowok, mereka itu biasanya cinta dulu baru berani melakukan sentuhan. Kalau cewek, dari sentuhan mungkin bisa tumbuh cinta. (hlm. 215)
  8. Seperti halnya pria kebanyakan, mereka mengganggu dan nggak asyik banget buat diajak belanja. (hlm. 216)
  9. Emang pelajaran sekolah, harus dijadwal? (hlm. 241)

Dari BAB pertama saja, pembaca akan dibuat kepincut oleh jalan ceritanya. Karakter Almira Sahda Putri dan Alghazi Prayoga sebagai tokoh utamanya pun sama-sama kuat. Jalan cerita seimbang dibagi dua sisi; sisi Aira dan sisi Aga. Suka ama Aira yang galak tapi unyu ini. Suka juga Aga yang meski terkadang gombal dan mesum seperti laki-laki pada umumnya, tapi Aga mau memulai duluan untuk menjalani pernikahan yang awalnya terpaksa ini. Saking terbius jalan ceritanya saya bahkan sampai lupa untuk menandai bagian isi buku untuk bahan review x))

Bukan berarti pernikahan mereka mulus-mulus saja, ada banyak kerikil yang harus mereka lewati setelah melalui gerbang pernikahan. Belum lagi orang-orang masa lalu yang mengusik kehidupan mereka.

Pesan moral dalam buku ini adalah kita memang harus meninggalkan masa lalu, tapi terkadang ada kenangan masa lalu yang mau tidak mau akan melekat dalam kehidupan masa depan kita.

Sejauh ini, dari buku-buku label #LeMariage yang saya baca (sudah ada lima judul), pasangan favoritnya ada di dalam buku ini; Aga dan Aira. Bukunya memang keren, covernya juga merepresentasikan isi hati para tokoh utamanya. Oya, buku yang saya baca ini sudah memasuki cetakan ketiga loh!😉

Keterangan Buku:

Judul                                     : A Wedding After Story

Penulis                                 : Merry Maeta Sari

Editor                                    : Afrianty P. Pardede

Penerbit                              : PT Elex Media Komputindo

Terbit                                    : Juli 2015 (Cet. III)

Tebal                                     : 257 hlm.

ISBN                                      : 978-602-02-5762-4

8 thoughts on “REVIEW A Wedding After Story

  1. Pingback: REVIEW Unperfect Marriage + GIVEAWAY | Luckty Si Pustakawin

  2. Pingback: Daftar Bacaan tahun 2015 | Luckty Si Pustakawin

  3. Sesuatu hal yang menyenangkan adalah ketika seseorang ingin membuatmu kesal tapi kamu bisa membalasnya dengan lebih menyebalkan, sehingga orang itu jauh lebih kesal dari yang kamu rasakan. (hlm. 159)
    yapp benerrr, tapi bales dendam gak baikkk wkwkwkw

  4. Ngebayangin mereka sama sama kabur terus malah ketemu… kayanya emg udah ditakdirkan buat berjodoh deh😄

    Go Aira Go Aga!!

  5. wkwkwk lucu juga pas dijodohin dua2nya malah lari :v walaupun pernikahannya dipaksa tapi ujung2nya mereka saling mencintai kan?

  6. Tokoh-tokohnya menarik, kisahnya juga bagus untuk dinikmati. Dalam kehidupan sehari-hari saya pernah ketemu pasangan yang menikah karena dijodohkan, dan terbukti pernikahan mereka langgeng. Ternyata perjodohan itu gak seburuk yang digembor-gemborkan orang selama ini..

  7. Kalo difilm-in, penonton pasti pada ngakak ketawanya pas bagian kabur tapi mereka ketemu dan ga sadar dia itu orang yang bakal dinikahin #hadeuuuh

    Ceritanya nano nano deh kayaknya🙂

    Iya udah terbit lagi ka, tapi ganti cover😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s