Serba-serbi Giveaway + Blogtour

lomba gila buku

Tulisan ini dipersembahkan karena saking banyaknya yang nanya tentang giveaway & blogtour😀

Jadi, selain tentang buntelan, banyak yang penasaran bagaimana setiap harinya selama tiga tahun ini rutin mengadakan giveaway maupun blogtour😀

Giveaway dan blogtour yang saya bahas di sini khusus tentang buku ya😀

Pertama, definisi GIVEAWAY. Merupakan sejenis kuis, sayembara, lomba dan sejenisnya. Giveaway bisa berbentuk macam-macam. Mulai dari menulis resensi sebuah buku, selfie bersama buku, membuat quotes picture, dan apa pun yang berhubungan dengan sebuah buku. Saya selalu ingat kata-kata Mbak Truly, inti dari giveaway adalah berbagi. #TossAmaMbakTruly

Nah, kalo buat giveaway hambok ya sesuai takaran. Syaratnya jangan susah-susah. Namanya berbagi ya musti nggak ribet. Dan giveaway paling mudah adalah menjawab sebuah pertanyaan yang berhubungan dengan sebuah buku. Giveaway yang saya terapkan di blog jenis ini sekarang banyak banget ditiru blog lain. Saya nggak pernah buat kuis pake helikopter eh rafflecofter yang ribet itu… X))

Giveaway yang pertama kali saya adakan di blog ini adalah giveaway dengan modal sendiri. Waktu itu pas momen ulang tahun di tahun 2012. Di tahun tersebut ada banyak hal yang alhamdulillah terwujud. Ternyata baru pertama kali buat giveaway, alhamdulillah banyak banget yang ikut. Kemudian, di tahun itu pula saya membuat giveaway dalam tema Perpustakaan. Waktu itu temanya menulis tentang pengalaman di perpustakaan. Wow, nggak nyangka lagi-lagi banyak yang ikutan juga.

Kemudian di tahun 2013, pertama kali penulis yang mengajak kerjasama untuk mengadakan giveaway adalah Mbak Erlita Pratiwi. Waktu itu saya sama sekali belum pernah membaca bukunya. Beliau mengirim pesan lewat inbox dengan menawarkan giveaway untuk bukunya yang berjudul Takoyaki Soulmate. Dan siapa sangka, langsung sukses menembus 74 peserta. Dari situ, Mbak Erlita Pratiwi selalu rutin mengajak kerjasama untuk mengadakan giveaway setiap bukunya terbit. Terhitung sudah enam kali bekerjasama hingga saat ini. Mbak Erlita ini baik banget, selain dapat buku, saya kerap dikirimkan segala pernak-pernik Jepang; camilan, boneka, bahkan sampai buku tentang bento khusus untuk murid yang ngefans ama buku-bukunya yang memang rata-rata beraroma Jepang.

Bulan paling cetar mengadakan giveaway adalah di bulan Maret tahun 2014. Dalam seminggu, saya mengadakan tiga giveaway sekaligus; buku The Strawberry Surprise-nya Mbak Desi Puspitasari (101 peserta, buku Seribu Kerinduan-nya Mbak Herlina P. Dewi (91 peserta), dan Pre Wedding Contest duet ama Mbak Okke Sepatumerah.

Berkat giveaway buku Seribu Kerinduan dan Pre Wedding Rush, beberapa kali Stiletto Books mengajak kerjasama mengadakan giveaway buku-buku terbarunya.

Giveaway tidak selalu awalnya langsung dari buntelan. Di tahun 2013 & 2014, justru berawal dari saya mereview buku seorang penulis, nanti penulisnya mengajak kerjasama untuk giveaway. Misalnya saja Mbak Desi Puspitasari. Awalnya saya menulis review The Strawberry Surprise, kemudian mengajak kerjasama untuk mengadakan giveaway, dan berlanjut ke giveaway buku-buku beliau selanjutnya. Kini, kami pun akrab di dunia maya. Bahkan lebaran tahun lalu, saya sempat dikirimin baju lebaran. Katanya karena suka ama semangat saya kalo posting segala hal tentang perpustakaan sekolah😉

Begitu juga dengan Mbak Arumi E. Awalnya saya mereview bukunya yang berjudul Monte Carlo. Kemudian saya pernah upload foto sampul dengan satu baju, tiga jilbab, dan tiga buku yang berbeda. Salah satunya buku Monte Carlo ini. Dari sini berlanjut Mbak Arumi mengirimkan belasan buku yang ditulisnya. Kemudian sudah beberapa kali bekerjasama untuk giveaway setiap bukunya terbit. Mbak Arumi salah satu penulis yang tidak pelit untuk sekedar me-LIKE atau meninggalkan komentar, ketika saya posting tentang perpustakaan. Yup, Mbak Arumi salah satu penulis yang ramah😉

Giveaway juga bisa dikatakan dari sistem getok tular. Misalnya, Mbak Irene Dyah mengajak kerjasama untuk mengadakan giveaway bukunya karena beliau melihat postingan saya jika mengadakan giveaway bersama Mbak Arumi.

Yang paling kece dimulai dari perkenalan saya dengan penulis kembar; Mbak Eva Sri Rahayu dan Mbak Evi Sri Rezeki. Awalnya saya mengikuti lomba resensi dari buku mereka yang terbitnya bergiliran. Dua-duanya mengadakan lomba resensi yang hadiahnya menggiurkan, salah satunya berhadiah handphone. Tapi belum rezeki, saya nggak menang dua lomba resensi buku tersebut. Saya justru menang di lomba tentang pengalaman hal yang membanggakan dalam hidup. Tema yang saya pilih waktu itu adalah tentang passion menjadi pustakawan. Lombanya diadakan diblognya Mbak Evi. Saya sebenarnya ngincer hadiah kelima berupa paket buku. Alhamdulillah malah juara dua dan dapat hadiah handphone. Kebetulan waktu itu adik lagi butuh handphone baru. Rezeki memang nggak kemana. Dan kini handphone tersebut saya pakai. Handphone ini memberikan kontribusi besar bagi pekerjaan saya. Setiap apa pun kegiatan yang saya lakukan, akan terdokumentasi lewat handphone ini. #PeyukMbakEvi

Meski awalnya saya akrab dengan Mbak Evi, saya jadi akrab juga dengan kembarannya Mbak Eva. Dimulai dari tawaran mengadakan lomba mewarnai komik yang ada di buku #TWIRIES. Setelah itu, Mbak Eva beberapa kali mengajak kerjasama buku-buku penulis lain, rata-rata terbitan Elex Media. Dimulai dari Mbak Nima, Mbak Catz Tristan, Mbak Acariba, dan kemudian dari Mbak Acariba, saya dikenalkan dengan Mbak Mayya Adnan. Mungkin ini yang namanya sistem getok tular.

Sebenarnya ada banyak sekali penulis yang mengajak kerjasama mengadakan giveaway yang sepertinya nggak muat kalo musti saya ceritakan satu per satu secara rinci. Intinya, sebagai blogger, kita bisa memberikan andil dalam mempromosikan sebuah buku. Alhamdulillah, sampai sejauh ini belum ada satu pun penulis yang memaksa bentuk review yang ditulis. Takaran mereview ada etikanya. Kalau kita menyebutkan kekurangan sebuah buku, jangan lupa menyebutkan juga kelebihannya. Dalam mengkritik pun juga perlu etika. Kalimat sarkas sebisa mungkin saya hindari. Mengkritik itu tidak perlu dengan kata-kata kasar, yang bisa menyakiti. Mengkritiklah yang membangun ataupun memberi masukan untuk pihak penulis maupun penerbit.

Kedua, ada BLOGTOUR. Sebenarnya konsepnya nggak jauh beda dengan giveaway. Jika giveaway biasanya langsung dari blogger ke penulis ataupun penerbit, blogtour biasanya melibatkan beberapa blogger yang terlibat dalam rangkaian. Bisa secara bersamaan ataupun bergantian. Blogtour pertama yang saya adakan dalam blog ini adalah tawaran datang dari Penerbit Haru. Waktu itu dua buku sekaligus; buku terjemahan dan buku lokal. Kedua blogtour tersebut melibatkan lumayan banyak blogger, sekitar dua puluhan. Yang menjadi tantangannya adalah sewaktu blogtour tersebut, dua pekan adik mengalami kecelakaan dan sempat kritis. Jadilah selama dua pekan tersebut saya tidur di rumah sakit untuk mengurusnya. Belum lagi ditambah perpustakaan sekolah terpilih sebagai perwakilan kota untuk maju lomba perpustakaan sekolah tingkat provinsi. Masih ditambah lagi kedatangan 5000 eksemplar buku kurikulum 2013 yang semuanya harus dibarcode sebelum ajaran baru sekolah dimulai. Byuh…bulan Juli 2014 sungguh bikin nyut-nyutan banget. Alhamdulillah semuanya terlewati x))

Umumnya blogtour datang dari penerbit. Jika blogtour datang dari penulisnya, berarti penulisnya rela merogoh kocek sendiri untuk promo bukunya. Salut dengan penulis yang merelakan royaltinya disisihkan untuk kegiatan promo bukunya. Bahkan ada beberapa penulis nggak hanya mengirimkan buku, tapi juga cenderamata. Misalnya Mbak Ruwi Meita pernah mengirimkan sebuah kain batik, Mbak Christina Odilia mengirimkan kain bali, dan masih banyak yang lainnya.

Ada juga blogtour lewat tawaran Atria, sesama blogger buku. Beberapa kali mengajak kerjasama dengan penulis untuk mengadakan blogtour. Diantaranya ada Mbak Ruwi Meita, Mbak Christina Odilia, dan lain-lain.

Oya, ada juga tawaran blogtour dari editor sebuah buku. Seperti blogtour bukunya Mbak Wuwun Wiati. Penulisnya ini tinggal di Paris. Dan editornya, Mbak Donna membantu untuk blogtour bukunya Mbak Wuwun ini.

Blogtour yang paling cetar adalah blogtour di akhir tahun 2014. Waktu itu GagasMedia, mengadakan blogtour untuk tiga buku terbaru sekaligus. Setiap buku, terdiri dari tiga orang; dua blogger dan satu editor. Nah, saya terpilih di blogtour bukunya Winna Efendie yang berjudul Happily Ever After. Blogtour yang berlangsung hanya satu hari ini nembus 74 peserta!

Salah satu blogtour yang paling berkesan lainnya adalah blogtour bukunya Abang Christian Simamora yang berjudul Marry Now, Sorry Later. Jadi sore itu bukunya baru datang, sementara besoknyasaya kebagian jadi blog pembuka blogtour. Alhasil, begitu malamnya saya langsung baca sampai tuntas hingga tengah malam. Dan barulah pas abis Subuh nyicil nulisnya reviewnya, dan alhamdulillah berhasil diposting sebelum berangkat kerja. Serunya lagi, setiap host di blogtour ini harus pose ama gincu merah seperti cover buku ini, gyahahaha… x))

Berikut tips sebagai host giveaway & blogtour:

  1. Disiplin membaca. Disiplin menulis. Dan juga disiplin posting. Meski terkadang saya sering mepet nulis review ataupun postingnya di blog, tapi sebisa mungkin tidak molor dari waktu yang telah ditentukan. Disiplin juga akan mempengaruhi tawaran kerjasama berikutnya.
  2. Buatlah giveaway dan blogtour sesuai takaran. Hadiah hanphone dengan satu buku jelas takaran persyaratannya berbeda. Jangan sampe hadiahnya cuma buku sebiji tapi syarat yang dijabanin peserta ribet. Pesertanya bakal mikir-mikir deh kalo mau ikut x))
  3. Rajin share infonya. Paling efektif jelas di sosmed. Jangan share info dengan monoton. Buatlah semenarik mungkin. Sebisa mungkin punya ciri khas tersendiri. Kalau saya biasanya promo giveaway atau blogtournya, dengan selfie ama bukunya serasi dengan warna jilbab atau baju, upload buku dengan makanan, ataupun upload foto buku bersama murid-murid unyu. Mudah dan efektif kan?😉
  4. Cepat tanggap. Misalkan ada tawaran, cek tertarik atau tidak. Kalau tertarik langsung respon atau hubungi pihak yang mengajak kerjasama. Jangan sampai penulis atau penerbit menunggu lama kepastian dari kita. Kalo via sosmed, ya segera respon. Via email, ya segera dibalas emailnya.
  5. Rajin posting review buku. Semakin kita rajin membaca, akan semakin banyak buku yang bisa kita review, dan akan semakin banyak pengunjung blog kita. Serta otomatis akan dilirik penulis ataupun penerbit. Dari sekian banyak penulis ataupun penerbit yang mengajak kerjasama, belum ada satu pun yang saya temui di dunia nyata, karena awalnya saya memang tidak kenal. Mereka justru mengenal kita lewat tulisan review kita yang diposting via blog. Inilah salah satu kekuatan dunia maya dari segi positif.

Dengan mengadakan kerjasama berupa giveaway ataupun blogtour, sama saja membantu penulis ataupun penerbit mempromosikan sebuah buku. Belakangan, cara ini lebih efektif dilakukan daripada harus bedah buku yang biasanya hanya terpusat di kota-kota besar saja. Melihat ini, makin banyak peluang tawaran kerjasama giveaway ataupun blogtour.

Jadi, banyak baca buku, isi blogmu dengan postingan bisa berupa review buku atau apapun yang berhubungan dengan buku dan menjadi ciri khas blog kita, niscaya akan datang tawaran kerjasama giveaway dan blogtour. Selamat mencoba!😉

47 thoughts on “Serba-serbi Giveaway + Blogtour

  1. Aku pernah nanya ke seorang (waktu itu aku belum tahu kalau beliau itu proofreader) yang juga sering ngadain giveaway di blognya, waktu itu aku tanya gimana caranya bisa dapet banyak buntelan kayak beliau? Lalu dijawab katanya dengan cara sering review buku lalu tag ke penulis atau penerbitnya atau di-publish ke koran/majalah. Karena pertanyaanku itu, beliau langsung ngasih kultwit dan bilang kalau me-review buku itu baiknya karena kesadaran sendiri dan hobby, jangan lakukan karena mengharap imbalan.

    Aku yakin kalau Kak Lucky ngelakuin ini sudah pasti karena kesadaran sendiri, makanya jadi banyak dilirik. Dulu aku review ya sekedar review, tidak ditulis di-blog (alias seadanya tulis di GR), tidak rinci, tidak pula tag ke penulis/penerbit. Akhirnya aku hijrah ke tumblr. Mulai copy + edit review dari GR supaya jadi lebih bagus. Awalnya cuma iseng mau review aja karena mood, tapi setelah baca jawaban dari beliau itu aku mulai rajin post dan tag ke penulis/penerbit.

    Yah, dari situ yang aku tangkap adalah intinya musti tulus dulu review-nya. Kalau tulus, insya Allah yang lain ngikutin hehe betuk nggak?😀

    • Sebenarnya poin ini udah aku bahas di poin serba-serbi buntelan (ada linknya di widget kiri blog), intinya mereview adalah berbagi informasi kepada orang lain, kalo buntelan anggap aja sebagai bonus, buntelan bukan poin utama, karena awal mereview juga aku nggak pernah kepikiran bakal dapet buntelan gratisan😉

    • Ya, buntelan memang cuma bonus kok. Kalo bagi Kak Luckty mereview itu berbagi info ke orang lain, tapi menurut sebagian orang lain mereview adalah karena memang ingin ngasih feedback ke ybs. Makanya itu di-tag ke ybs juga.😉

  2. Panjang sekali penjelasannya hehehe… emang blog mba luki itu potensi banget buat membantu promosi penulis buku soalnya rajin banget bikin review… beda sama aku yang sukanya baca aja kalo disuruh review malah bingung mau nulis apah hehehe… terus semangat berbagi dan sekalian promosi ^_^

  3. thanks for sharing.
    aku sering takjub loh kalau buka email ternyata notif postingan baru lagi dari blog ini. kadang sehari bisa ada beberapa postingan.
    duuuh, aku niat nulis seminggu sekali pun masih bolong-bolong.

    btw, aku merasa kalimat ini agak rancu:
    Kalau kita menyebutkan kekurangan
    sebuah buku, jangan lupa menyebutkan juga kekurangannya.

    ^^

  4. wihhh, keren semangat nge-reviewnya mbk luckty, tapi lebih keren lagi semangat berbagi ilmunya, thanks mbk udah banyak ngasi info soal giveaway dan teman-temannya😀
    cuma mbak ada saran gak biar blog review kita itu dilirik orang ? Selain dengan tampilan blog yang dibuat menarik ….

  5. Jadi pengen kaya mbak luckty. Pengalamannya keceh :*
    Mau tanya, jika kita mau ngadain giveaway sebuah buku apakah harus bertanya dengan penulisnya atau nunggu ada penulis yang pengen bukunya dipromosiin? Bales dong.

  6. wow… begitu banyak insight yang kudapat dari membaca postingan ini. Aku salut loh karena Mba Luckty bisa konsisten menulis review dengan baik, bahkan rajin banget mengadakan GA dan blogtour! Sampai bingung aku gimana iu bagi waktunya.

    Semoga saja ketekunan dan konsistensi Mba Luckty bisa menular kepadaku yang masih newbie ini.

    Semangat dalam terus berkarya ya, Mba!

    Aku selalu suka membaca postingan-postinganmu di blog ini.

  7. Pingback: Serba-serbi Blogger Buku | Luckty Si Pustakawin

  8. Pingback: Serba-serbi Baca Bareng | Luckty Si Pustakawin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s